Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Kabar


__ADS_3

Leluhur Feng Gui kembali ke istana dia memberikan pil mutiara awan putih kepada Kaisar Feng Yu. Harta berharga leluhur Feng Gui yang ia dapatkan dari Kaisar Obat Xia Kang.


"Kau akan bertahan hingga konfrensi Qinglong di gelar. Karena kau telah menyebarkan tiga dekrit dan putra mahkota belum kembali, seterusnya aku tak akan ikut campur siapa yang akan menjadi Kaisar. Aku hanya akan muncul ketika bahaya mengintai kekaisaran, " ucap leluhur Feng Gui disetujui oleh Kaisar Feng Yu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Paviliun Tianji.


Ketua Shi Jun tengah menggunakan pusaka dimana ia bisa menembus ranah dewa bumi dan berhasil ia lakukan dengan lancar. Dia setara dengan leluhur Feng Gui maupun para Kaisar dinasti lainnya.


"Berhasil! " ucapnya dengan senang.


Sebenarnya ranah alam dewa selain tiga yang dikenal dan dua rahasia terdapat tingkatan lain selain tahap awal, menengah dan puncak. Disetiap tahapnya terdapat tingkatan dan masing-masing tahap memiliki lima tingkatan. Leluhur Feng Gui berada dalam puncak alam dewa bumi tingkat tiga. Kaisar Feng Yu dahulu berada dalam ranah alam dewa tahap puncak tingkat 3 dan ketua Shi Jun berada dalam ranah alam dewa tingkat tiga. Kaisar dua dinasti sama seperti Kaisar Feng Yu. Alam dewa bumi tahap puncak tingkat 3. Tiga Kaisar adalah pemimpin terkuat di wilayahnya masing-masing secara resmi dan diketahui oleh publik sebagai pemimpin hebat setelah runtuhnya dinasti besar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kota Wushuang.


Walikota Shang Wen menerima informasi dari pangeran Shang Feng bahwa lima pengawalnya akan menetap di kota Wushuang. Sekarang, walikota Wushuang tengah mengumpulkan kelima orang tersebut.


"Klan Ye, Huang, Huo, Mu dan Xie, " ucap Walikota Wu Shuang melihat kelima orang tersebut duduk di hadapannya.


"Apakah istana tak mencarimu? " tanya walikota Shang Wen tak menyangka Hua Jing datang memenuhi panggilan.


"Skandal Permaisuri membuatku bebas kemanapun dan kapanpun. Kaisar Feng Yu membuat batasan laki-laki pelayan maupun bawahan dengan Permaisuri, " jawab Hua Jing.


"Mengapa Anda mengumpulkan kami semua?" tanya Huo Xiang.


"Karena keponakanku telah mengunjungiku, maka aku harus membuat perencanaan, " jawab Walikota Shang Wen.


"Maksudnya? " tanya Lian Xiang.


"Karena aku memegang plakat Xuanwu maka aku tak bisa datang secara langsung. Ini demi masa depan kota Wushuang. Aku terpaksa melanggar janji kepada keponakanku. Namun aku akan mewakilkan diriku kepadanya untuk datang, " ucap walikota Shang Wen.


"Siapa orangnya? " tanya Qin Li dibalas anggukan penasaran oleh semuanya.


"Dia adalah salah satu dari orang yang pernah menerima setetes air abadi. Dia adalah Guru Besar istana pada masa dinasti Tianwu yang dipimpin Kaisar Sheng Jing pada saat itu, " jawab walikota Shang Wen.


"Dimana beliau? Apakah benar-benar akan datang?"tanya Huang Enlai.


"Tentu saja datang. Dia adalah guru Kaisar Sheng Jing bahkan diriku sendiri, " jawab walikota Shang Wen.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya? " tanya Qin Li.

__ADS_1


"Karena undangan konfrensi Qinglong telah tersebar dan kepulangan putra mahkota belum diumumkan maka kemungkinan konfrensi kali ini diwakili oleh pangeran Feng Yuan. Aku akan datang namun sebagai walikota Wushuang, bukan orang-orang keponakanku, " jawab walikota Shang Wen.


"Baik! Kami mengerti! " jawab mereka serempak.


Mereka berlima beranjak berdiri begitupun walikota Shang Wen mempersilahkan mereka untuk pergi.


"Tunggu! " ucap Qin Li meraih tangan Lian Xiang.


"Ada apa? " tanya Lian Xiang menoleh.


"Aku ingin jalan-jalan, " jawab Qin Li.


"Oke.... " balas Lian Xiang berjalan terlebih dahulu.


Qin Li terdiam melihat Lian Xiang pergi menjauh. Melihat telapak tangannya yang baru saja memegang lengan Lian Xiang, ia memendang sebentar untuk sesaat sebelum seutas senyuman muncul.


"Harum dan manis! " gumamnya berjalan pergi menyusul Lian Xiang.


Aktivitas kota Wushuang ramai dengan kedai-kedai makanan maupun tempat perjudian bebas merajalela dan secara resmi diakui.


"Mau kemana? " tanya Qin Li.


"Makan, " jawab Lian Xiang.


"Kau tak penasaran akan hasil ini? " tanya Qin Li.


"Tidak. Aku yakin Yang Mulia Pangeran akan menang,"jawab Lian Xiang.


"Jika kalah? " tanya Qin Li.


"Mati. Bukankah kita hidup untuk mati? Jika tidak ingin mati ya menjadi dewa. Contohnya kita sendiri, dewa manusia, " jawab Lian Xiang melanjutkan makannya.


"Istana akan kacau jika Kaisar Feng Yu tewas sebelum konfrensi, " ucap Qin Li.


"Tak mungkin. Hukuman karma surgawi Kaisar Feng Yu memang membuatnya akan tewas, namun kepala tabib istana atau sekarang mantan kepala tabib melakukan sesuatu. Meskipun aku terkejut bahwa dia adalah Tuan Muda Lembah Obat, namun aku yakin raja obat tak mampu menyaingi ketrampilan medisnya. Kaisar Feng Yu membawa Wei Rong ke istana begitupula Kaisar menumbalkannya sama sepertiku. Itulah kesempatan secara resmi kepala tabib keluar istana. Raja Obat terikat istana begitupun kota Yiyao. Meskipun dukungan Kaisar akan penuh, namun Lembah Obat kembali berjaya. Itu adalah penguasa sebenarnya dunia medis. Transaksi pasti dilakukan oleh orang istana dengan Wei Rong entah apa taruhannya. Namun Wei Rong tak akan setuju bahkan mati sekalipun karena dialah yang merencanakan skema istana melebihi rencana penasihat istana maupun perdana mentri, "ucap Lian Xiang.


" Orang tua yang ada di istana itulah yang melakukan transaksinya. Kemungkinan istana memiliki pil surgawi lainnya yang kemungkinan dibuat oleh mendiang Kaisar Obat Xia Kang, "ucap Qin Li.


" Itulah tujuan Tuan Muda Lembah Obat. Dia tengah menunggu mengumumkan sesuatu kepada dunia,"balasLian Xiang.


" Putra mahkota belum kembali dari medan perang, pangeran Feng Yuan digadang-gadang yang akan menggantikan putra mahkota dalam konfrensi kali ini,"ucap Qin Li.


" Kau salah. Dia akan datang, "balas Lian Xiang.

__ADS_1


Qin Li terdiam begitupun Lian Xiang. Dia mengingat pria berjubah hitam yang membawanya ke kota perang.


" Dia adalah putra mahkota kekaisaran Zhufu, "batin Lian Xiang.


" Kalian cepatlah kembali! "perintah walikota melalui transmisi suara.


Qin Li dan Lian Xiang berdiri meletakkan sekantung emas dan pergi meninggalkan kedai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kediaman walikota Wushuang.


" Apa yang terjadi? "tanya Qin Li.


" Kaisar Feng Yu telah tewas, "jawab walikota Shang Wen.


" Apa! "ucap mereka terkejut.


" Hua Jing yang memberi kabar. Istana gempar dan berusaha menekan kabar ini. Ketua Shi Jun menutup diri tidak ada yang berani kesana menanyakan sesuatu. Penasihat istana mengambil tindakan penyelidikan dan menunggu diagnosis pasti raja Obat, "ucap walikota Shang Wen.


" Raja Obat terduga pertama tetapi tak mungkin melakukan hal gila. Jika ia maka menantunya akan kehilangan pijakan di istana, "ucap Lian Xiang.


"Pangeran Feng Yuan? " ucap Qin Li.


Walikota Shang Wen terdiam mendengarnya. Tewasnya Kaisar akan memunculkan dekrit Kaisar.


"Siapa yang menerima dekrit Kaisar Feng Yu?" tanya Huo Xiang.


"Dinasti Zhufu memiliki tradisi bahwa Kaisar akan menyerahkan tiga dekrit kepada paviliun Tianji, penasihat istana dan yang terakhir tak diketahui, " jawab Walikota Shang Wen.


"Perdana mentri Jin tak memiliki hak? " tanya Lian Xiang.


"Meskipun keluarga Jin memimpin bangsawan dinasti Zhufu dengan perdana mentri Jin di istana, tapi dia hanya menguasai para pejabat istana bukan pemilik hak dekrit. Hanya ketika siapa penerus Kaisar di umumkan maka dia yang mempunyai kuasa menurunkan Kaisar dengan menggerakkan seluruh pejabat istana dan bangsawan,"jawab walikota Shang Wen.


"Siapa terakhir kali yang mengantarkan dekrit Kaisar? Dan mengumumkannya? " tanya Qin Li.


"Dekrit Kaisar diantar oleh Kepala kasim pada saat itu,"ucap walikota Shang Wen.


"Kepala kasim akan menjadi target utama kali ini, menjemput dekrit sesungguhnya Kaisar Feng Yu," ucap Qin Li.


Semua orang menganggukkan kepalanya setuju akan pernyataan Qin Li.


"Hua Jing akan bertindak mengikuti keadaan disana,"ucap Walikota Shang Wen.

__ADS_1


__ADS_2