
“Sayang kamu muntah?” Tanya Gladish yang sedari tadi menunggu Arga di depan toilet Pria.
“Sayang?” Pekik Arga, sambil mengerutkan alisnya.
Tangan Gladish pun kini meraba perut Arga, yang datar paripurna, tanpa lemak, tanpa Six Pack. “Sayang kamu hamil?”
Mendengar pertanyaan dari Gladish, Arga pun mengerutkan alisnya.
“Sayang… kita naik apa lagi habis ini yah?” Tanya Gladish kembali, sambil melepaskan tangannya dari arah perut Arga.
Arga pun memutar bola matanya, Doi pun langsung mengusap-usap perutnya yang datar, dan memutar-mutarkan telapak tangannya di area perutnya. “Sayang… Haruskah, aku menggugurkan anak kita?” Tanya Arga, sambil tersenyum simpul.
“A Anak ki kita?” Pekik Gladish tergagap, Gladish nggak menyangka Arga bakal bisa membalas godaannya tersebut.
Ketika Gladish berjalan, ada sebuah Amplop putih yang terjatuh dari arah kantong celana Jeans milik Gladish.
Arga yang melihat amplop putih yang terjatuh tersebut, segera memunggutnya.
“Apa ini?” Gumam Arga.
Mendengar suara Arga yang bergumam, Gladish pun menolehkan wajahnya.
“Akh itu suratku!” Seru Gladish, sambil berlari ke arah Arga lagi. “Hampir saja aku lupa~”
“Surat?!” Pekik Arga sambil mengerutkan alisnya.
“Iya, surat ini tadinya mau aku berikan kepadamu.” Jelas Gladish.
“Surat cinta?” Tanya Arga, dengan mimik wajah yang tiba-tiba memerah. Bapeeerr~
“Lain, mulai besok aku mau izin selama 3 hari dari sekolah!”
“Izin lagi?” Tanya Arga, karena Ia merasa Jum’at kemarin Ia dan Gladish sudah Izin dari sekolah. Dan sekarang gadis berwatak bar-bar ini mau izin lagi?
“Iya. Izin lagi.”
“Untuk apa?” Tanya Arga kembali, sambil membolak-balikkan amplop surat yang sudah ter-lem rapat tersebut.
Mendengar pertanyaan tersebut, Gladish pun langsung menundukan wajahnya. “Aku ingin bertemu dengan ibu kandungku~”
“Eh?”
“Bisakah besok kau membawakan surat ini, untuk wali kelas kita?”
♡♡♡♡
“Bambang~ Please hentikan! Please~” Teriak Prisil, berusaha berjalan dengan ritme terpincang ke arah mereka, karena kakinya masih cidera.
Prisil pun mencoba menjongkok di tengah mereka dan berusaha menghentikan aksi Bambang.
Dan…
__ADS_1
“BUUUKKK~” Satu tonjokan kini mendarat lepas di pipi Prisil.
Tubuh Prisil pun ambruk menerima satu tonjokan tersebut, pipinya pun kini terlihat merah.
“Sakiiiit~” Erang Prisil, dengan mimic wajah seakan ingin menangis.
“Prisiiiilll~” Pekik Bambang dengan ekspresi panik, dia benar-benar enggak sengaja menonjok pipi kiri Prisil.
“Hiks~ Hiks~” Tangis Prisil, bulir-bulir air mata pun berjatuhan dari kelopak matanya.
Melihat hal sadis tersebut terhadap seorang gadis lemah, langsung saja Niko mendudukan tubuhnya, dan…
“BUUUUUUKKKK~” Satu tonjokan keras pun mendarat lepas di pipi Bambang.
Pipi Bambang pun memerah, dan tubuhnya pun juga terjatuh dari pijakan duduknya.
“Loe bisa memukul pipi gua sepuas hati loe! Nggak papa gua bakal diam… Tapi jangan nyakitin cewek lemah yang nggak berdosa donk! Dasar banci!”
Bambang pun geram dengan apa yang barusan Niko lakukan dan ucapkan kepadanya.
“Br*ngseeeekkkk!!!” Erang Bambang, Ketika Bambang ingin membalas lagi…
“CUKUUUUUPPP~ CUKUUUUPPPPP!!!” Teriak Rafi sambil menghadang ke arah tengah, di antara keduanya. “KALIAN ITU SAMA-SAMA BANCI TAU NGGAK!!! NGGAK SADAR DIRI KALAU INI TUH TEMPAT UMUM, BIKIN MALU TAHU NGGAK!!!” Teriak Rafi, sambil mencengkram kerah baju mereka berdua, dari arah tangan kiri dan kanannya.
Kedua satpam Mall tersebut akhirnya berlari untuk menghentikan keributan tersebut, memisahkan Niko, Rafi dan Bambang, lalu membubarkan keributan dari para pengunjung yang sedang asik menonton pertunjukan perkelahian mereka tersebut.
♡♡♡♡
Ketika mereka hendak mendatangi Nona besarnya yang saat ini sedang kencan buta di sebuah ruang restoran hotel, tepatnya di ruang VIP restoran tersebut.
Mereka pun melihat ada Pria berjas hitam yang memiliki wajah yang sangat tampan, sedang berlari kencang, tentunya dengan ekspresi ketakutan dari arah wajahnya.
“Ganteng sekali Pria, yang barusan lewat itu!” Ucap pelayan bertubuh kurus, sambil tak berhenti menatap punggung Pria tampan berjas hitam tersebut, tanpa berkedip pula.
“Iya, ganteng sekali, tapi dia sepertinya mengeluarkan ekspresi yang sangat ketakutan, apakah dia baru saja melihat hantu?” Sambung Pelayan yang bertubuh gemuk, juga tak melepaskan pandangan matanya dari arah punggung pria tampan berjas hitam tersebut.
“Pria itu… sepertinya baru saja keluar dari ruang VIP Restoran yang di Booking oleh Ibu Nona Muda Jennie.” Ucap Pelayan yang kurus, sambil menunjuk ke arah pintu ruangan VIP tersebut.
“Jangan-jangan Pria tampan itu, yang bernama Tuan David, dan dia merupakan tunangannya Nona Muda Jennie!” Duga pelayan yang bertubuh gemuk.
“Wah pas sekali, Nona Jennie cantik, dan Tuan David ganteng~” Gumam mereka berdua secara bersamaan, dengan ekspresi gembira.
“Cekreeeeeeeeekkk~” Pintu ruang VIP restoran tersebut pun terbuka.
Terlihat Jennie yang sedang membuka pintu VIP tersebut sambil menggeram dengan muka dandanan hancur bertompelnya dan mengertakan gigi-giginya yang hitam. “Ggggggrrrrrrrrrrrr~” Erang Jennie kesal.
“KYAAAAAAAAAAAAA~~~~” Teriak kedua pelayan setia Jennie, kutan terbirit ketakutan. Mereka lupa kalau pemilik wajah mengerikan nan seram tersebut merupakan wajah Nona Mudanya.
♡♡♡♡
“Permisi Nona, saya… AGGGGGGGGGGHHHHHHHHHH…” Teriak seorang perawat wanita, yang kini sedang mendapati Arya melakukan tindakan-tindakan tak senonoh kepada tubuh pasiennya yang sedang tertidur dengan pulas tersebut.
__ADS_1
Arya pun kaget, dan spontan membalikkan tubuhnya ke arah asal suara teriakan tersebut, dan… “AGGGGGGGGHHHHHHHHHH!!!”
“Apa yang anda lakukan terhadap pasien itu Tuan?” Tanya seorang pelayan tersebut, sambil mendekatkan tubuhnya ke arah. Dia benar-benar kesal ada seorang calon dokter yang berbuat semena-mena kepada salah satu pasiennya.
Mendapati dirinya sedang tercyduk, Arya pun menutup matanya rapat-rapat dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam.
Haruskah dia menggoda perawat muda, yang kini sedang berdiri di hadapannya, agar tutup mulut?
Tapi???
Perawat tersebut menurutnya terlihat jelek dan culun.
Dia nggak mau…
Baginya menggoda orang jelek, sangat melukai harga dirinya!
“Ka kamu mau uang berapa?” Ucap Arya akhirnya dengan nada bergetar.
“Maksudnya?” Tanya perawat muda berparas jelek menurut Arya tersebut, sambil berkacak pinggang.
“Jangan pura-pura bodoh! Tolong sebutkan saja nominal nya!” Ucap Arya, dengan nada tegas, Arya kini sudah mulai menguasai kondisi.
“Jadi kamu berniat menyogokku dengan uang, untuk menutupi tingkah bobrokmu itu?” Tanya Perawat tersebut, kali ini dia langsung melipat tangannya ke arah bawah dada, dan membisikan sesuatu ke telinga Arya. “Tidak semudah itu dokter mesum.
Mendengar bisikan tersebut, Arya pun membelalakan matanya, bisa hancur penelitian akhirnya, kalau perawat jelek itu membongkar tabiatnya.
Dia pun melirik DADA DATAR TAK MENARIK, Perawat jelek tersebut, ada bacaan LASMI di Name Tag perawat jelek tersebut. “Oh namanya Lasmi, Gumam Arya dalam hati.
Lasmi tersenyum lebar, dan hendak berlalu dari arah tubuh Arya.
Arya pun berusaha untuk berpikir dengan cepat, tapi sial~ dia sudah nggak bisa berfikir dengan jernih lagi…
Langsung saja dia menarik tangan kiri Lasmi yang hendak berlalu dari hadapannya, mendekatkan ke dalam tubuhnya…
“Apa yang akan kau lakukan Br*engsek! Lepaskan aku!!!” Teriak Lasmi, sambil berusaha melepaskan tubuh Arya yang saat ini mendekap erat tubuhnya.
Dan…
#To Be Continued
YEEEYYYY~ INTROVERT MELANKOLIS UDAH MASUK EPISODE 100👏👏👏👏
MAAF YAH AUTHOR JARANG ONLINE😭😭😭
LAGI SIBUK SAMA DUNIA NYATA...🙏🙏🙏
YANG MINTA FEEDBACK SABAR YAH,, NANTI AUTHOR MAMPIR JUGA KALAU ADA WAKTU🤗🤗🤗
VISUAL LASMI👇👇👇
__ADS_1