
#Niko POV
Aku pun beranjak dari tempat dudukku. Aku pun mendekati Gladish, dari arah belakang…
Mengambil beberapa helai rambut hitam Gladish yang panjang tersebut, dengan telapak tanganku…
“Kau mau apa?!” Tanya Gladish, dengan nada yang kasar, seperti menyiapkan ancang-ancang apabila Aku akan berbuat sesuatu yang jahil kepada dirinya.
Aku pun menggangkat telapak tanganku yang berisikan helaian rambut-rambut Gladish.
Ayo Niko kamu pasti bisa, ayo bilang ke Gladish…
“Rambutmu bagus, aku suka!” Jeritku dalam hati, memberikan komando kepada diriku sendiri, untuk merayu Gladish.
“…”
Hening
Diriku pun akhirnya diam tak berkutik.
Dan Gladish pun tetap diam membisu, tak berkutik.
Dan… akhirnya…
Aku pun akhirnya mengikuti gerakan Kak Arya, yakni mencium rambut panjang dan indah milik Gladish, yang berada di telapak tanganku tersebut... dengan lembut.
ku mencium aroma strawberry dari arah rambut tersebut.
“Ayo Niko bilang ke Gladish, kalau rambutnya berbau wangi!! Kamu pasti bisa!!” Jeritku dalam hati LAGI, memberikan komando kepada diriku sendiri, untuk merayu Gladish.
“Hei kenapa kamu memegangi rambutku?” Tanya Gladish, sambil mengibaskan tanganku, dengan tangannya.
“Bukan hanya di pegang Gladish, tapi tadi aku lihat dia juga mencium rambutmu! Hehehe.” Jelas Nindi memberitahu Gladish, sambil terkekeh. yang sedari tadi menatap tingkah laku ku dengan intens…
“CIEEEE~ GLADISH~.” Goda anak-anak yang lain, yang barusan melihat kelakuanku.
Ku melihat wajah Gladish pun memerah di buatnya.
Sementara Arga yang sedari tadi ada di tempat duduknya, langsung pergi keluar kelas…
Ada apa dengan anak tengil itu? Apa dia cemburu?
Rasakan!
Gladish milikku!
Disusul dengan langkah Prisil yang ikutan keluar dari kelas tersebut.
Prisil?
Kenapa dia ikutan keluar juga?
Ah jangan pedulikan~ Fokus ke Gladish, Niko!
“YAK!!!” Pekik Gladish, seakan tak terima. “Kenapa kau mencium rambutku?”
“Aku mencium rambutmu karena…”
“Ayo Niko bilang kalau rambutnya Gladish baunya Wangi, enak, indah, dan kamu suka!” Komando diriku, dalam hati, untuk kesekian kalinya, kepada diriku sendiri.
Tapi…
Kenapa aku jijik untuk mengatakannya???
__ADS_1
Keringat dingin pun bercucuran di area keningku.
“Rambutmu… Baunya apek...” Ucapku akhirnya, tiba-tiba saja kata-kata jahat tersebut keluar begitu saja, bagaikan air dari arah mulutku. “... Enggak enak di hirup, baunya, melebihi sampah dan aku jamin nggak ada yang suka dengan rambutmu!” Sindirku kepadanya, kata-kata tersebut keluar begitu saja, ke arah Gladish, tanpa bisa ku kendalikan.
“HHAHAHHAHAHAHHA~ HAHAHAHHAHAAHHAAHHAA~” Suara tawa anak-anak yang lain menggema di sekitarku, tertawa dengan apa yang barusan ku ucapkan terhadap gadis tomboy tersebut. Lebih tepatnya menertawai Gladish. “HHAHAHHAHAHHA~ RAMBUTNYA BAU~ HAHAHHAA.”
Medengar kata-kataku yang jahat terhadap dirinya, ditambah dengan suara anak-anak yang sedang menertawakannya. Gladish pun langsung mengerutkan alisnya. Matanya pun tiba-tiba saja memerah.
Ah~ memerah?
Kenapa?
Aku pun panik…
Dan…
“BUUUUUUUUUKKKKK!”
Tiba-tiba saja satu buah kepalan tangan, mendarat keras ke arah pipi kiriku. Tubuhku pun sampai jatuh terjerungkup di buatnya.
"Aku benci kamu!” Pekik Gladish kepadaku, dengan sorot mata yang berkaca-kaca. Seakan ingin menangis.
Pada saat itu, aku benar-benar merasa seperti pecudang~
#Niko POV End
₩₩₩₩₩
Di dalam perpustakaan, Arga pun merenung.
Di hadapannya saat ini, sudah berada beberapa tumpukkan buku di atas meja bacanya, akan tetapi tak ada satu pun, buku yang ingin di bacanya, jangankan untuk membaca, untuk membuka salah satu dari tumpukan buku tersebut, Ia enggan.
Teringat kembali di memori otaknya, bagaimana cara Niko memperlakukan Gladish, cewek pujaan hatinya tersebut.
Niko yang mengangkat telapak tangannya yang berisi beberapa helai rambut Gladish dan menciumnya.
Entahlah~ tiba-tiba saja, Arga merasa ada yang sakit di dadanya. Ia seakan cemburu. Cemburu melihat kelakuan Niko yang saat itu terkesan manis terhadap Gladish.
Ia juga iri, karena Niko bisa melakukan hal-hal yang berani tersebut, sedangkan dirinya TIDAK.
Jangankan berniat mendekati Gladish, hal sederhana seperti menatap mata Gladish saja, Ia tidak mempunyai keberanian untuk itu.
“Bagaimana ini?” Gumam Arga, dengan nada bingung, bingung dengan dirinya sendiri... bingung dengan dirinya sendiri yang seolah-olah seperti lelaki pecundang.
Tiba-tiba saja, Prisil datang ke perpustakaan.
Karena jam pelajaran Pak Burhan kosong, petugas perpus memperbolehkan anak-anak kelas 2 IPA 6 untuk berkunjung kesana. Untuk sekedar membaca buku.
Prisil pun meggerakan kepalanya, ke arah kiri dan ke arah kanan, seperti mencari-cari sesuatu.
Ketika Prisil menemukan sesuatu yang di carinya, Ia pun tersenyum sipul dan menghampiri sesuatu itu.
“Argaaaa!!”” Seru Prisil, sambil mengangkat tangan kanannya, dan melambaikannya ke arah Arga.
Arga pun menoleh, mendengar ada seseorang yang menyerukan namanya. “Prisil?” Gumam Arga, sambil mengerutkan alisnya.
Prisil pun menghampiri keberadaan cowok introvert tersebut.
“Kamu sendirian?” Tanya Prisil, sambil menggeser kursi yang ada di depan Arga, dan mendaratkan tubuhnya di kursi tersebut.
Arga pun menjawabnya dengan anggukan. Dan mengambil salah satu buku yang ada di hadapannya, seakan pura-pura akan membacanya.
“Kau kesini, karena cemburu melihat Niko mencium Gladish?” Tanya Prisil langsung di pusat intinya, tanpa basa-basi terlebih dahulu.
__ADS_1
Seketika saja, Arga memelototkan matanya bulat-bulat, seakan-akan kedua bola mata tersebut akan Ia keluarkan dari peradapannya. “Cium, mereka sudah berciuman?” Tanya Arga, dengan nada panik, dan ekspresi gelisah.
Prisil pun tersenyum simpul, terlihat sekali bahwa pria yang sekarang ada di hadapannya tersebut, saat ini menunjukan mimik kecemburuan yang sangat tinggi.
“Maksudku mencium rambutnya Gladish. Hehehe~” Jawab Prisil, sambil terkekeh.
Mendengar hal itu, Arga pun menarik nafasnya singkat, dan mengeluarkannya. “Huuuuuuuuufffttt.”
“Kau mau membantuku?” Tanya Prisil, dengan nada sedikit memohon.
Mendengar hal tersebut, Arga pun langsung mengerutkan keningnya. “Membantumu? ... Membantu dalam hal apa?” Tanya Arga balik.
“Memisahkan antara Gladish dan Niko.”
Mendengar hal tersebut, Arga pun langsung membuka mulutnya, tak percaya dengan pola pikir Prisil. “Memangnya Gladish dan Niko saat ini pacaran?” Tanya Arga hati-hati, tanpa berani menatap wajah Prisil, Ia tak ingin ekspresinya tampak, kalau saat ini Ia sedang mengalami kecemburuan yang amat tinggi.
“Enggak sih, cuma kan hal itu pasti bisa saja akan terjadi… lihat saja agresifnya Niko seperti apa?! Menyebalkan!” Jelas Prisil, dengan nada kesal, seakan cemburu.
Arga saat ini mulai bisa membaca, kalau saat ini Prisil sedang menaruh hati terhadap Niko.
Arga pun mulai berfikir, benar juga apa yang di katakan oleh temannya yang selalu berpenampilan feminim tersebut. (Prisil, yang saat ini dengan kuncir kuda tinggi ke arah samping, dengan hiasan pita merah muda di kunciran tersebut.)
“Prisil!” Seru Arga, akan tetapi tak berani menatap Prisil, saat ini matanya tertuju pada buku ilmiah yang saat ini sedang di pegangnya. “Walau digenggam kuat, andai Ia bukan milik kita, Ia pasti akan terlepas juga. Akan tetapi… walau di tolak ke tepi, andai Ia untuk kita, Ia akan tetap mendatang juga… itulah yang di namakan jodoh.” Jelas Arga, mencoba untuk berusaha bijak.
Sedangkan Prisil hanya terngangga, baru kali ini Ia mendengar kalimat sepanjang ini keluar dari arah mulut Arga. “Wah~ kalimatmu panjang sekali! Kamu beneran Arga kah?” Tanya Prisil, tak berhenti melepaskan pandangannya ke arah Arga.
Sementara Arga pun hanya memutar bola matanya mendengar hal tersebut.
“Yah~ Jadi kamu nggak mau membantuku?” Pekik Prisil, dengan ekspresi kecewa. Seakan tau jawaban Arga, dari sabdah panjang seputar jodoh, yang baru saja di jelaskan oleh pria Introvert tersebut.
Prisil pun berdiri dari pijakannya, dan hendak meninggalkan lelaki Introvert tersebut sendirian…
“Si siapa bilang? A aku mau kok membantumu!” Seru Arga akhirnya, dengan nada yang bergetar.
#To Be Continued
.
.
.
Hai hai pembaca kesayangan INTROVERT MELANKOLIS💜💜💜😍😍😍
Jangan lupa yah LIKE, KOMEN, SHARE, RATTING 5, VOTE-nya.
Jangan lupa tinggalkan VOTE biar INTROVERT MELANKOLIS yang Badung ini,, masuk ranking kelas🤣🤣🤣
Contohnya seperti di bawah ini 👇👇👇👇
BTW ini si seksi Jennie pacar Arya yang ada di Singapore yah👇👇👇
Si Nona kaya, asal Singapore ini Tampilannya selalu mahal, mewah, High Class dan elegan... dia merupakan ATM Berjalan Arya selama di Singapore💁♀️💁♀️💁♀️
dan sebentar lagi doi akan muncul di episode INTROVERT MELANKOLIS selanjutnya, yeeeeyyy!!!💃💃💃
__ADS_1
Makasih cinta-cintaku semuanya, sudah membaca dan mendukung INTROVERT MELANKOLIS selama ini.... Chalanghae 😍😘