Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 90 : Tanda Bekas Sayatan


__ADS_3

Hari semakin larut… akan tetapi Niko saat ini tidak bisa tidur, Niko pun pergi ke halaman belakang, daerah kolam renang rumahnya, untuk mencari angin.


Di perkarangan dekat kolam renang… Niko pun melirik sekuntum bunga mawar merah yang menghiasi perkarangan kolam renangnya tersebut.


Niko pun tersenyum dan hendak memetiknya.


“Auuuuwwww~” Pekik Niko, tak sengaja tersentuh oleh duri dari bunga mawar merah tersebut. Setetes darah pun keluar dari jari telunjuk Niko.


Niko pun bodoh amat, dan tetap memetik mawar merah tersebut…


Niko pun mendudukkan dirinya di kursi khusus berjemur, kolam renangnya…


“Gladish…” Gumam Niko, sambil memetik satu kelopak dari bunga mawar tersebut.


“Prisil…” Gumamnya lagi, lagi-lagi sambil memetik satu kelopak dari mawar tersebut.


“Maya..” Gumamnya lagi, dan satu kelopak mawar jatuh ke lantai.


Ko… Ko… bisa-bisanya dirimu mengundi ketiga gadis tersebut, dengan kelopak bunga?


Kayak ketiga gadis itu, naksir kamu saja~


Pede Sekali dirimu! -_-


“Gladish…” Ucap Niko lagi, di dua kelopak bunga yang masih ada… dan tinggal satu yang tersisa…


“Gladish…” Ucap Niko lagi, menghilangkan kata Prisil, yang seharusnya menjadi pemenang dalam undian kelopak mawar tersebut.


“Tuh kan, aku jodohnya sama Gladish!”


“Biar seribu bunga deketin aku, aku tetap setia donk mencintai Gladish… Bwahahahahaha” Tawa Niko pun menggema... dan angin pun membawa kelopak-kelopak mawar tersebut, hingga berterbangan, dan mendarat di atas air kolam bercahaya biru tersebut...


♡♡♡♡


Sebelum tidur, Maya merasakan tenggorokannya terasa kering, Ia pun menuju ke arah dapur rumahnya, dan membuka Kulkas di dapur tersebut. Ia pun segera mengambil sebotol air mineral, dan meneguknya dengan sangar.


“Kak… Kakak naksir yah sama yang namanya Kak Niko itu?” Tanya Memey, menghampiri Maya, yang sedang berada di dapur.


“Uhuk~ Uhuk~ uhuk~” Maya pun langsung tersedak air mineral tersebut, saat mendengar pertanyaan yang barusan Memey lontarkan ke padanya.


“Kakak jangan naksir Kak Niko, yah!” Ucap Memey kembali, tanpa menunggu jawaban dari arah mulut Maya.


“Kenapa memangnya?” Tanya Maya lagi, tanpa menjawab pertanyaan dari Memey.


“Dia terlihat Bodoh!” Umpat Memey, sambil melipat kedua tangannya.


Maya Pun mengernyitkan dahinya, dia teringat kembali curhatan Si Lala, yang dulu pernah naksir sama Si Niko, dan setelah menyelidiki tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Niko, Lala mengatakan kalau Si Niko itu merupakan ranking terakhir di kelasnya, dan Lala jadi ILFEEL di buatnya.


Jujur saja sebenarnya mulai hari ini, Maya mulai kagum dengan keberanian Niko, lelaki berdarah Arab itu… rela mempertaruhkan nyawanya, demi menyelamatkan dirinya sendiri, dan juga Maya.


Maya pun mulai suka sama Niko, apa yang dilakukannya tadi siang tersebut, pelukan dan ciuman pipi yang dia lakukan kepada Niko tersebut, merupakan sesuatu yang tulus dari dalam lubuk hatinya.


“Ya enggak lah, mana mungkin Kak Maya yang perfect kayak gini, mau sama Si Niko.” Jawab Maya akhirnya.

__ADS_1


Maya gengsi bilang suka sama Niko, apalagi adik perempuannya, baru saja bilang kalau Niko itu BODOH.


Mama Maya yang hendak masuk ke dapur dan sekilas mendengar pembicaraan mereka berdua pun, mulai naik pitam.


“Hei, anak-anak curut! Kalian ngomong apa?? HAH!!!” Bentak Mama Maya kepada kedua anak-anak perempuannya tersebut. “Niko itu, jodohnya Maya di masa depan!”


“A Apa?” Gumam Maya, dengan senyuman tertahan di wajahnya, gengsi dong ketahuan sama adiknya, bahagia karena mau di jodohin sama Niko.


“Percuma ganteng pinter, tapi Miskin.” Mama Maya pun mulai menyindir tentang cowok yang pernah di taksir Maya. “Mending ganteng bodoh, tapi Kaya!”


“Percuma ganteng bodoh kaya, tapi nggak bisa mengolah uangnya sendiri, di tipu sana-sini, di bodohin sana-sini…” Bela Maya, karena Maya yakin yang di sindir Mama nya itu ialah Arga, satu-satunya sosok yang pernah di ceritakan Maya kepada Mama nya tersebut.


“Maya, kamu berani melawan Mama?!” Bentak Mama Maya, sambil berkacak pinggang.


“Sudah ah Mah~ Maya capek…” Ucap Maya, sambil menutup botol air mineralnya, dan berlalu dari arah dapur tersebut.


♡♡♡♡


Di dalam kamarnya, Gladish berbaring dengan piyamanya…


Dia pun mengarahkan tangan kirinya ke atas pandangannya, pandangan yang tepat di bawah garis lampu, Ia pun mengamati tangan kirinya di bagian jari manis, yang berhiaskan cincin hitam bermata bunga matahari, yang baru saja di berikan Arga kepada dirinya.


“Ini kah rasanya punya tunangan~” Ucap Gladish, sambil tersenyum bahagia, menatap cincin yang tersemat di jari manisnya tersebut. “AGGGGGGHHHHHHH~ BAHAGIANYA~ AAAAGGGGHHHH~” Teriak Gladish, sambil berbalik dan membenamkan wajahnya di kasur… dan menghentak-hentakan kakinya.


♡♡♡♡


Di kamar Arga…


Seperti biasa sebelum tidur Arga menyempatkan diri membaca buku Ensiklopedia…


Dia teringat kembali adegan dia memasangkan cincin di jari manis Gladish.


Arga pun langsung membenamkan wajahnya ke arah buku, yang baru saja Ia buka tersebut. Saat ini dia merasa benar-benar malu…


“BRAAAAAKKKKK~” Terdengar suara gebrakan pintu dari arah pintu luar kamarnya, tentunya yang lupa Ia kunci.


Dan pintu kamar Arga pun terbuka dengan sempurna. Ada sosok Arya, yang terlihat sebagai pelaku pendobrakan pintu tersebut.


Arga pun nggak bergeming, Ia nggak peduli… Ia masih sibuk membenamkan wajahnya ke arah buku yang terbuka di hadapannya tersebut.


Arya pun merangkul leher Arga, dan mencekiknya dengan kuat dengan rangkulan lengannya.


Kepala Arga yang sedari terbenam pun, kini terangkat ke atas, karena ulah Arya.


“Agh, Ka~ kak Ar~ya, apa~an sih?” Pekik Arga, kesulitan dalam bernafas, sambil berusaha melepaskan lengan Arya yang memeteng lehernya.


“Kamu yah~ berani-beraninya bilang, Gladish itu milikmu!” Ucap Arya, masih dalam keadaan memeteng, leher Arga. “Ayo ngaku, kamu suka kan sama Gladish?!”


Arga pun akhirnya menggerakan siku kirinya, dan…


“Buuuuuukkkk~” Mendaratkan siku kirinya, di dada Arya yang sedari tadi memeteng dirinya.


“Aaaawwww~” Aduh Arya, yang merasakan sakit di dadanya.

__ADS_1


“Host… hosstt… hoossstt~” Suara nafas Arga, yang dia keluarkan berkali-kali, karena sedari tadi tertahan oleh ulah Si Sinting Arya.


 


“Kalau nggak suka, Kakak nanti ambil loh, Gladishnya!” Ancam Arya.


“Iya, aku suka!” Jawab Arga, akhirnya.


“Dasar!” Arya Pun mengepalkan tangannya, dan mencatuk pelan ke arah kepala Arga.


 


Mereka pun kini sama-sama mendudukan tubuh mereka, di atas ranjang, tempat tidur Arga…


 


“Aku penasaran, sama Kak Arya?!”


“Penasaran, kenapa?”


“Diantara para mantan dan pacar Kakak, siapa yang paling kakak sukai?”


“HAHAHHAHAHAHAHHAHAAA~” Tawa keras Arya, menggema di seluruh ruang kamar Arga.


“Kak!” Tegur Arga, menghentikan suara tawa Arya, yang Ia rasa cukup menyeramkan.


“Kakak tidak ada menyukai siapa pun.” Ucap Arya santai. “Aku selama ini hanya melempar umpan manis saja kepada mereka… mereka saja yang terlalu gegabah menangkap umpan manis tersebut… sehingga bibir mereka yang kini terluka… dan terpancing olehku.” Cerita Arya, yang mengibaratkan seorang wanita, bagaikan ikan pancingan, di matanya.


 


“Apakah wanita yang kakak sukai tersebut, masih bernama Melanie?” Tebak Arga, sambil mengerutkan alisnya, kepada kakak satu-satunya tersebut.


“Hei! Tahu dari mana kamu tentang Melanie?!”


“Hei kakak nggak ingat, dulu waktu kakak masih SMA, kakak mau bunuh diri!” Ucap Arga, sambil membalikan tangan kiri Kakaknya, yang sedang duduk di sebelahnya tersebut, dan memperlihatkan garis nadinya yang seperti menonjol… terlihat seperti ada TANDA BEKAS SAYATAN di garis nadi, tangan kiri, Kakaknya tersebut.


#To Be Continued


.


.


.


.


Visual si Jutek Memey👇👇👇




__ADS_1


Jangan lupa votenya y



__ADS_2