
“Eh, ada Gladish!” Seru Bunda, sambil datang menghampiri Gladish, “Hei Gladish!” Sapa Bunda Arga, dan mencium pipi kiri dan kanan gadis tomboy tersebut.
“Hei Tante!” Jawab Gladish ramah, sambil membalas cipika-cipiki Bunda Arga tersebut.
Melihat pemandangan Gladish dan Bunda Arga yang tampak mesra dan saling mengenal tersebut, Maya dan Niko sukses membulatkan mata mereka bulat-bulat.
“Ada hubungan apa Bunda Arga dengan Gladish?” Pekik mereka dalam hati, berbarengan, dengan aura kecemburuan yang besar di sekitar mereka.
“Ma Maaf Tante…” Ucap Maya, sambil membelakangkan rambut bagian depannya, ke arah belakang kuping. “Apakah Tante dan Gladish sudah saling mengenal?” Tanya Maya dengan nada sopan, menuntaskan rasa penasarannya.
Niko pun mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Maya, yang sesuai dengan isi hatinya saat ini.
“Tentu saja…” Jawab Tante Lia, sambil mengelus lembut rambut Gladish bagian belakang. “Gladish kan calon anaknya Tante.” Jelas Tante Lia dengan nada yang santai.
Mendengar jawaban Tante Lia tersebut Maya dan Niko lagi-lagi membulatkan mata mereka bulat-bulat, bukan hanya mata mereka saja yang kini tampak bulat, akan tetapi mulut mereka juga tampak bulat, karena sudah terbuka lebar, dan membentuk huruf O.
Becca dan Rafi pun juga terkejut… tapi ekspresinya tidak se-lebay Maya dan Niko.
Begitu juga dengan Arga, dia juga ikutan terkejut, pasti teman-temannya akan salah paham dengan kalimat yang telah di lontarkan oleh Bundanya tersebut
Sementara, Prisil dan Arya yang sudah paham akan keadaan, hanya bisa terkekeh melihat muka bengong keempat orang tersebut.
Teman-teman Maya?
Akh~ Mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri, mereka asik ngerumpi di sekitar area pojok taman, yang terdapat banyak hidangan cemilan di area tersebut.
“Tante~” Protes Gladish pelan, sambil mengerutkan alisnya. Dia terlalu malu, karena sebentar lagi Ia akan mempunyai Ibu Baru.
“Jadi Gladish dan Arga sudah di jodohkan yah, Tante?” Tanya Rafi, dengan nada Polosnya.
Tante Lia pun terkejut dengan pertanyaan Rafi, akan tetapi, tak lama Tante Lia pun terkekeh merespon pertanyaan tersebut. “Iya…” Jawab Tante Lia singkat, sambil mengedipkan sebelah matanya.
“APAAAAAAAAAAAA???!!!” Seru mereka (Gladish, Arga, Niko, Bambang, Rafi, Prisil, Becca, Arya dan Maya) berbarengan, mereka sama-sama syok dengan jawaban yang di lontarkan Tante Lia tersebut.
“Tenang Niko, selama belum ada jalur kuning melengkung di antara mereka, kamu masih bisa membuat tikungan tajam di antara mereka.” Batin Niko dalam hati, yang masih menggunakan level Bucin tingkat akut, untuk menenangkan dirinya sendiri.
Jiwa Pecakornya meronta-ronta pada saat itu. (Pecakor \= Perebut Calon Orang)
“Tenang Maya, kalau misalnya kamu dan Arga kelak di takdirkan tidak berjodoh oleh Tuhan, bukankah masih ada kakaknya Arga yang gantengnya tak kalah luar biasa?” Batin Maya dalam hati, yang menggunakan mode Move On untuk menenangkan dirinya sendiri.
Susah jadi orang cantik mah, mati satu, tumbuh seribu hehehe~
“Teman-teman, ini semua nggak seperti apa yang kalian pikirkan!” Seru Arga, berusaha memberikan penjelasan, atas kesalahpahaman ini. “Aku dan Gladish, sebenarnya…”
Belum selesai Arga memberikan penjelasan, Gladish pun langsung memotongnya...
“Iya teman-teman Aku dan Arga sebenarnya telah di jodohkan.” Ucap Gladish, mengambil kesempatan dari peryataan Tante Lia tersebut, sambil ikut memainkan sebelah matanya kearah teman-temannya.
“APAAAAAAAAAAAA?” Teriak mereka, terkejut kembali, dengan kalimat yang baru saja di lontarkan Gladish.
__ADS_1
“Berani-beraninya gadis ini!” Batin Maya, geram dalam hati, sambil menatap sinis ke arah Gladish.
Gladish yang sadar akan tatapan Maya yang sinis ke arahnya tersebut, langsung tersenyum Evil. “Sudahlah Maya, kau mundur saja!” Batin Gladish, merasa menang, sambil membalas tatapan sinis ke arah Maya.
Sementara Niko memasang muka melas-melas sedihnya, dan bernyanyi dalam hati… “Ku menangiisssss membayangkan betapa~ kejamnya dirimu atas diriku…”
Sementara Bambang yang melihat ekspresi Niko, seperti korban penghianatan sahabat dekat, yang menikung dengan tikungan yang sangaaaat tajam, setajam silet (Arga), sekaligus cinta bertepuk sebelah tangan yang tak kesampaian selama satu tahun tersebut (Gladish), langsung merangkul pundak Niko, dan menepuk-tepuk pundak lelaki rapuh tersebut. “Semangat, Semangat! Kamu kuat!” Bisik Bambang, ke telinga Niko.
“Aku Nggak kuat Mbang, aku nggak kuat~” Bisik Niko sambil terisak, dan menyandarkan kepalanya di atas bahu Bambang.
“Hahahahahahahaha… kita Bercanda.” Ucap Tante Lia, sambil terkekeh. “Sebenarnya Gladish sama Arga akan menjadi saudara tiri…” Jelas Tante Lia pada akhirnya, melihat ekspresi beberapa anak (Niko dan Maya) yang menampilkan mimik ekspresi terguncang, mendengar pernyataan tersebut. “Makanya tante bilang ananda Gladish, merupakan calon anaknya Tante.” Sambung Tante Lia sambil merangkul pundak Gladish.
Mereka semua pun, langsung menyipitkan mata mereka ke arah Tante Lia…
Marah, nggak yah?
Marah, nggak yah?
Mau marah tapi takut dosa~
₩₩₩₩₩
Di toilet…
“Hooooeeeeeeeeeeeeekkk~ Hooooeeeeeeeeeeeeekkk~”
Terdengar suara muntahan dari arah dalam toilet, pada saat itu.
Gladish yang makan dengan rakusnya selama pesta berlangsung, menambah dua buah piring nasi, beserta lauk dan sayurnya, belum lagi cemilan-cemilannya berupa kue dan puding… dan beberapa gelas sop buah.
Gladish pun tak bisa lagi untuk menahan semua hasrat yang ada, untuk melaksanakan kegiatan wajibnya berdasarkan panggilan alam, yakni BAB (Buang Air Besar).
Gladish yang sebelumnya sudah pernah ke rumah Arga, pastinya tentu sudah hapal di mana letak toilet di rumah Arga, Gladish pun berlari masuk ke dalam rumah tersebut… dan berlari ke arah dapur, menuju ke arah toilet.
Tiba-tiba saja…
“Hooooeeeeeeeeeeeeekkk~ Hooooeeeeeeeeeeeeekkk~” Terdengar suara bunyi muntahan dari arah Toilet.
Gladish pun langsung mengerutkan alisnya, mendengar suara muntahan tersebut dari arah dalam toilet tersebut.
“Ada yang hamil?” Gumam Gladish dalam hati, akan tetapi terdengar dari warna suara tersebut, merupakan suara pria.
Gladish pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak menyetujui pendapatnya tersebut.
“Apa ada yang tersedak tulang?” Tanya Gladish lagi dalam hati, yah~ kemungkinan besar bisa terjadi, kebetulan sekali kan di pesta tersebut ada penampakan Ikan Bandeng Bakar sambal matah.
Gladish pun langsung mengangguk-nganggukan kepalanya. Menyetujui pendapatnya tersebut.
Sambil menahan hasrat yang ada untuk keluar dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Ketika pintu toilet tersebut terbuka…
Gladish pun langsung membelalakan matanya.
“Kak Arya?” Pekik Gladish dengan ekspresi terkejut.
Arya pun tak kalah terkejut dengan penampakan Gladish, yang ada tepat di depan pintu toilet rumahnya tersebut. “Kamu mendengar semuanya?” Tanya Arya, sambil mengerutkan alisnya.
“Iya, aku dengar Kak.” Jawab Gladish, dengan ekspresi khawatir. “Kakak sakit?” Tanya Gladish, sambil menaruh tangannya ke arah kening Arya. “Tidak panas kok~” Gumam Gladish, sambil mengerutkan alisnya.
Arya pun langsung menjauhkan tangan Gladish dari keningnya, dengan lembut. “Ah tidak… aku nggak kenapa-kenapa kok Dhis.” Ucap Arya sambil tersenyum simpul.
₩₩₩₩₩
Setelah keluar dari rumahnya, sehabis dari toilet, mata Arya pun berpencar di area sekitar, mencari-cari sesuatu, yakni keberadaan Maya…
Setelah menemukan target…
Dia pun langsung menatap Maya dari arah kejauhan dan bibirnya pun langsung menggariskan sebuah senyuman…
Maya yang lagi berdiri sendirian, sambil memegang gelas Jus Jeruk pun tersadar, sedari tadi ada mata yang sedang memperhatikan dirinya. Ia pun menoleh…
Di lihatnya penampakan seorang Arya yang sedang menatapnya dengan Intens…
“Deg…” Jantungnya pun lalu bergetar kencang.
Maya pun langsung berpaling dari arah Arya, membuang mukanya… untuk menghindari debaran jantung yang semakin berdebar kencang di dadanya.
Arya pun mendekati Maya, dari arah belakang…
Mengambil beberapa helai rambut hitam Maya yang panjang tersebut, dengan telapak tangannya…
“Ka Kau mau apa?” Tanya Maya, dengan debaran jantung yang kuat.
Arya pun mengangkat telapak tangannya yang berisikan helaian rambut-rambut Maya.
Dan…
Mencium rambut panjang dan indah milik Maya, yang berada di telapak tangannya tersebut... dengan lembut.
#To Be Continued
Hai hai pembaca kesayangan INTROVERT MELANKOLIS💜💜💜😍😍😍
Jangan lupa yah LIKE, KOMEN, SHARE, RATTING 5, VOTE-nya
Jangan lupa tinggalkan VOTE biar INTROVERT MELANKOLIS yang bodoh ini,, masuk ranking kelas🤣🤣🤣
Contohnya seperti di bawah ini 👇👇👇👇
__ADS_1
Makasih cinta-cintaku semuanya, sudah membaca dan mendukung INTROVERT MELANKOLIS selama ini.... Chalanghae 😍😘