Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 36 : XXXL?


__ADS_3

Hai nama Gua Arya, Arya Bima Prasetya… saat ini aku berusia 16 tahun, kelas 2 SMA dan tampan.


Yah meski tubuhku berukuran Jumbo… NGGAK GENDUT loh yah, cuma JUMBO!!!


Hobiku makan, tidur, main game, godain cewek…


Tapi heran aku tuh, cewek kok hobinya menolak cintaku, padahal kan aku tampan?


Yah, meski aku terlihat Jumbo.


Ingat Jumbo! Bukan gendut loh yah! (ancam Reader pake golok).


Ah tapi itu dulu loh yah, sekarang Gua meski pun berbadan Jumbo tapi udah nggak Jomblo lagi kok, Gua punya pacar, pacar gua cantik pula!


Namanya Melanie, Melanie Anindita Putri, Cewek berambut lurus nan panjang, berwajah oval cantik, berlesung pipi besar yang manis sekali di wajahnya dan kulitnya lembut, halus, berwarna Eksotis, warna kesukaanku.


Tubuhnya juga bagus, tinggi dan ideal.


Selain wajah dan bentuk tubuhnya yang cantik, hatinya pun juga cantik…


Dia yang secantik itu, mau menerimaku yang seperti ini?


Apakah ini yang namanya cinta sejati?


Dimana kamu mencintai pasanganmu, dengan apa adanya, bukan ada apanya.


Apakah ini yang dinamakan Beauty and The Beast?


Dimana pasanganmu mau menerima apa pun kekuranganmu meski kamu jelek, gembrot dan hancur sekalipun… dengan ikhlas dan tanpa keluhan.


Apakah ini yang dinamakan cinta angka 10?


(Dimana teman-teman sering mengolok-olok atau menyindir kami yang dekat seperti ini)


Kamu angka 1 nya, dan aku angka 0 nya… meski aku cuma 0 dan kamu 1, kamu mau menerimaku yang 0 ini… dan menjadikan kita, angka 10, angka yang berjumlah lumayan banyak.


Oh Melanie, sungguh cantik wajahmu, juga cantik hatimu.


Aku bersumpah kepada sang pencipta yang maha agung, aku tak akan menyia-nyiakan gadis secantik dirimu, aku tak akan secuil pun menggoda atau mengganggu wanita lain lagi, demi dirimu! Ini janjiku, janji setiaku untukmu!


Tak henti-hentinya ku berterima kasih pada Allah. SWT yang sudah menghadirkan kamu ke dunia ini, untuk menemani diriku yang rapuh ini.


Tak henti-hentinya ku menyebut namamu dalam setiap doaku agar kelak kita berjodoh, dan berakhir di pelaminan.


Tak henti-hentinya doa yang didalamnya ada namamu, terucap dari bibirku, dalam doa sehabis sholat ku, dalam doa sebelum tidurku, dalam doa sebelum makan ku dan dalam doa sebelum masuk Toilet~ ah sudahlah.


♧♧♧


“KREEEEEEEKKK~” Terdengar suara robekan kencang, saat aku berusaha memakai baju seragam putihku.


Lagi?


Baju seragamku robek lagi?


Ukg~ Sial!!!


Mana robeknya di bagian ketiak, gede banget pula robeknya!


Memangnya aku sekaya itu, hampir tiap hari membeli baju seragamku? Padahal Bunda baru saja menjahitkan sendiri bajuku di toko butiknya, baju berukuran XXXL yang sudah tidak ada lagi di toko mana pun.


XXXL?


Yah~ berat badanku kini naik lagi, di kelas 1 SMA kemarin beratku 90 Kilogram, sekarang hampir mencapai angka 100 Kilogram.


Mana sebentar lagi hari raya kurban lagi.

__ADS_1


Bisa-bisa satu kelas memboyongku untuk di kurban kan, menggantikan satu ekor sapi yang sekarang harganya semakin melonjak.


“BUNDA!!!” Teriakku, sambil datang menghampiri Bundaku, yang berada di ruang dapur.


“Astagfirullah all’azim.” Terdengar suara kalimat istighfar, yang terucap dari mulut adikku. Yang saat ini, sedang asik duduk di meja makan sambil menyantap sereal coklat gandum kesukaannya, yang di dihidangkan dengan susu vanilla hangat, sebagai menu sarapan paginya.


Ia pun nggak berhenti menggelengkan kepalanya. Melihat takjub tubuh besar ku yang seksi menggoda iman dan takwa ini, yang hanya di balut oleh kaos kutang seksi dan celana panjang abu-abu.


Oh iya, aku akan mengenalkan adik kecilku ini kepada kalian. Namanya Arga, Arga Bima Prasetya, umurnya tahun ini sudah sepuluh tahun, dan saat ini Ia duduk di bangku SD (Sekolah dasar), tepatnya kelas 6 SD.


Dan sialnya~


Ia yang sekecil itu terlihat sangat tampan, bertubuh bagus, bahkan dari lahir. Aku benar-benar iri!


Apakah aku anak haram? Kenapa hanya aku yang terlihat berukuran Jumbo di keluarga kecil ini?


Ayah kurus, ibu kurus, adikku kurus… aku?


Tuhan apakah ini adil?!


Aku bingung, apakah ini kelebihan ku darimu?! Tapi kok nyesek banget yak? Rasanya ingin mati saja! Rasanya ingin sekali menggantungkan diriku yang lemah ini di bawah pohon toge! Hiks~


“Pagi anak-anakku!” Sapa Ayahku, yang banyak orang bilang wajahnya mirip denganku, meski hanya postur tubuhnya saja yang berbeda.


Ah~ sepertinya aku disini bukan anak haram!


Ayah mencium pipiku, mencium pipi Arga, dan mencium bibir Bundaku...


“MuaaaccHhh~” Suaranya, m****** bibir Bundaku, tepat di depanku dan Arga.


“Iyuuuhhh~” Keluhku, melihat pemandangan menjijikan tersebut.


Sial~ Bunda dan Ayah bermesraan begitu lama, seakan dunia milik berdua, dan kami anak-anaknya hanya ngontrak!


Ku lihat si Arga tampak menikmati pemandangan di depannya. Langsung saja aku segera menutupi matanya yang polos dari pemandangan yang memalukan tersebut.


“Kalian hentikan!” Pekik ku kesal, melihat Ayah dan Bundaku berciuman di sembarang tempat. “Terlalu mesra, bisa mengakibatkan perceraian loh di masa depan!” Peringatan ku, kepada mereka.


Bunda pun mendorong Ayahku, mendengar kalimat protes ku.


Ayah pun melepaskan dekapannya dari Bundaku. “Arya ngomongnya, Le Le~” Pekik Ayah sambil tersenyum malu, dan mengelus-elus lembut rambutku. Yah~ faktanya Ayahku nggak pernah marah padaku, dan selalu memperlakukanku dengan lembut.


“Bunda, bajuku robek lagi!” Aduh ku, dengan nada ingin menangis.


“Makanya diet!” Sindir Arga, mendengar pengaduanku. Aku pun mencibir kesal ke arah adikku.


Yah~ faktanya meski adikku ini merupakan sosok yang pendiam, akan tetapi sekali Ia ngomong, tak jarang, Ia selalu membuatku menjadi darah tinggi.


 


Bunda pun melirik jam dinding yang menggantung di tembok dapur, jam tersebut menunjukan pukul 06.20 WIB. “Bunda rasa masih sempat, untuk menjahitnya sebentar!” Ucap Bunda lembut, menenangkan ku.


Ah~ bundaku memang yang terbaik!


 


₩₩₩₩₩


 


“Alhamdulillah, nggak di kunciin sama Pak Satpam!” Gumamku lega, ketika berhasil melewati pintu gerbang sekolah yang akan di gembok oleh Pak Satpam sekolah.


“Arya!” Sapa teman sekelas ku, sekaligus teman sebangkuku, Teddy Priady, yang kebetulan juga nyaris di kunci-in oleh Pak Satpam. “Host… Host~ capeknya!” Keluhnya sambil memegangi lututnya, yang baru saja menerobos pagar sekolah yang hampir terkunci.


“Mau minum?” Tawar ku sambil memberikan botol tumbler biruku, yang sedari tadi kubawa di ranselku bagian samping.

__ADS_1


Teddy Priady pun menerima botol tumbler biruku dan meminumnya. “Terima kasih.” Ucapnya kepadaku, sambil mengembalikan Botol Tumbler Ku. Yah kami sudah biasa saling berbagi minuman, bahkan makanan seperti ini, apalagi kita merupakan teman sebangku.


“Yap, sama-sama.” Ucapku, sambil mengembalikan botol biru tersebut ke tempat asalnya.


“Ngomong-ngomong Melanie itu, beneran pacarmu yah?”


“Sssstt! Jangan keras-keras!” Bisik ku kepadanya, mengingat Gua dan Melanie berjanji untuk merahasiakan hubungan PACARAN kami, meski hubungan pacaran ini terjalin sudah hampir setahun.


Maklum Gua dekat sama Melanie saja, sudah diolok-olok angka 10 jika kami bersama. Apalagi kalau mereka tau kalau kami pacaran. Bisa heboh satu kelas. Bukan angka 10 lagi kali gunjingan kami, bisa-bisa guling dan spring bad, balon dan tangkai atau nggak, truk dan container nya.


“Iya, aku beneran pacaran sama Melanie, tapi ini tuh rahasia.”


“Beneran rahasia? Atau, dia malu pacaran sama kamu?”


“Maksudnya?” Pekik ku, nggak mengerti.


“Kemarin loh aku lihat Melanie dan Reza jalan bareng di Ancol!” Adu Teddy.


“Reza? Reza siapa?” Tanyaku, mengingat di kelas kami tidak ada siswa yang bernama Reza.


“Main Lo kurang jauh, Ya! Hahahaaa~” Tawa Teddy renyah. “Itu loh kakak tingkat kelas 3 IPS 2, mantan ketua OSIS kita.


“Ada bukti nggak?” Tanyaku, tak percaya.


“Nggak lah, Gua nggak kepikiran buat foto mereka kemarin.”


“Nggak ada bukti, berarti Hoax!” Pekik ku, sambil berlalu meninggalkan Teddy.


“Yak Arya! Bucin banget sih Lo!” Teriak Teddy, ke arah Gua.


Entahlah~ bukannya aku nggak mau percaya sama Teddy Priady, akan tetapi bukankah dalam menjalin suatu hubungan itu, harus dilandaskan rasa percaya yang kuat yah, terhadap pasangan kita?


Dan aku, Arya Bima Prasetya, percaya sepenuhnya kepada Melanie. Tanpa terkecuali!


 


#To Be Continued


Terimakasih sudah membaca yah reader...


Jangan lupa favorit (❤) biar ga ketinggalan Chapter selanjutnya.


Jangan lupa jempolnya, buat absen👍


Jangan lupa komen, kritik n sarannya, biar gereget👄💋


Jangan lupa ratting lima bintangnya biar ratting nya nggak 4,5 lagi ( Ratting nya tambah turun Gaes) 🤣


Jangan lupa sharenya, biar tambah rame 👭👭👬👬👫👫


Jangan lupa vote nya, biar ini novel abal-abal bisa lulus kontrak😃


BTW INI FOTO VISUAL Melanie si mantan kekasih Arya👇👇👇👇




Jika tersenyum, lesung pipi Melanie terpancar jelas... 💜💁‍♀️



Ayo Request Visual lagi 😘😘😘


Kalau nggak ada yang request, update INTROVERT MELANKOLIS selanjutnya nggak ada visualnya loh😣😣😣

__ADS_1


Ayo yang mau request visual komen di bawah ini👇👇👇👇


__ADS_2