Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 87: Bagaimana Ini?


__ADS_3

“Boleh aku buat pengakuan?” Ucap Arga, yang sukses membuat tubuh Gladish membatu sejenak.


“Pe pengakuan apa?” Tanya Gladish dengan nada bergetar.


“Nggak terasa yah… sebentar lagi kita akan menjadi saudara tiri.”


“Iya, nggak terasa.” Ucap Gladish dengan nada yang datar, dia sangat bingung, dia harus marah, ngamuk, sedih, atau bahagia… saat ini.


Seharusnya saat ini, dia melompat-lompat… Karena Arga sosok pujaan hati saat ini sedang meneleponnya.


Tapi karena kenyataan yang dia barusan dengar dari mulut tante Ajeng, dia mengurungkan semua itu…


“Aku suka…” Ucap Arga, dengan nada tertahan.


“Su Suka?” Pekik Gladish, sambil membelalakkan matanya, dan terdapat rona-rona merah di pipinya. “Suka aku?” Tanya Gladish lagi.


“Bu bukan…” Ucap Arga, dengan suara yang bergetar.


“Asyeeeemmm…” Pekik Gladish dalam hati, sambil menyipitkan matanya. “Jadi kamu suka apa?” Tanya Gladish lagi.


Arga diam sebentar…


Masih diam…


Lama juga diamnya…


Pulsa jalan woi!!!


“Aku suka kalau… kalau… kalau kita menjadi adik kakak…”


“Jadi, kau hanya menganggap ku sebagai kakak?” Tanya Gladish dengan nada yang kecewa.


Belum nembak lagi, sudah kecewa lagi…


“Iya…” Jawab Arga, singkat.


“Yak!” Protes Gladish.


“Kakak Tiri!” Panggil Arga.


“Yak! Aku kakak tiri yang kejam tahu, ku gigit kau!” Ancam Gladish lagi.


“Hahahaaa” Suara tawa Arga, renyah.


“Tertawa lagi! Dasar adik tiri Luchnut~” Umpat Gladish.


“A Aku membayangkan ba bagaimana… Ba Bagaimana kalau kita tinggal di satu rumah yang sama.” Ucap Arga tiba-tiba, dengan nada yang gugup.


Polos banget sih nie anak?


“Tinggal di satu rumah, yang sama?” Batin Gladish lagi, dengan wajah yang memerah…


“Eh, aku salah ngomong… Agggghhhhh~” Arga pun langsung mematikan panggilan tersebut. Tanpa salam penutup, tanpa salam perpisahan…


Nggak sopan!


Gladish pun menurunkan Handphonenya, dari kupingnya ke arah pipinya…


Gladish membayangkan hal-hal menyenangkan, kalau dia tinggal bersama Arga…




***1. Bisa mengintip Arga mandi***.



Gladish membayangkan dirinya sedang ada di depan pintu kamar mandi, sambil berusaha mengintip lubang pintu kamar mandi, sambil membungkukkan badannya, dan menonjolkan bok\*ngnya.



“Gladish kamu ngapain?” Tanya Arya yang barusan datang, dengan handuk yang mengalungkan di lehernya, sepertinya lelaki bertubuh bidang tersebut ingin masuk ke dalam kamar mandi juga.



“Kak Arya!” Pekik Gladish sambil membelakakan matanya dan menutup mulutnya yang terbuka lebar, dengan tangannya.



Kak Arya pun langsung memicingkan matanya. “Pasti kamu mau mengintip Arga yah?” Tanya Arya, sambil tersenyum evil ke arah Gladish.



“I…Iya kak…” Ucap Gladish pasrah, sambil meringis. “Maafin Gladish Kak…” Ucap Gladish, sambil menyalimkan tangan Kak Arya.



Tiba\-tiba saja pintu toilet tersebut terbuka.


__ADS_1


“Hei Gladoooooosh, hei Aryoooooo… ngapain kalian disini?”



“Bapaaaaaaakkkk!!!” Ucap Gladish dan Kak Arya, berbarengan. Syok dengan penampakan di kamar mandi tersebut bukan Arga, akan tetapi Bapak Gladish.



***2. Bisa makan di piring yang sama dengan Arga***.



“Bapak piringku mana?” Tanya Gladish, sambil mencari\-cari piring yang ada di lemari kaca khusus penyimpanan piring di dapur.



“Pada pecahan…” Jawab Bapak, menjawab pertanyaan Gladish.



“Kok Bisa?” Tanya Gladish lagi, sambil mengerutkan alisnya.



Bapak langsung membisikan sesuatu pada anaknya yang tomboy tersebut.



“Tadi malam Bapak ketahuan selingkuh, jadi tadi malam banyak piring terbang berterbangan di dapur.” Bisik Bapak, ke arah telinga Gladish.



“Kau kira Alien yang menerbangkannya?!” Pekik Tante Lia, dengan sorot mata yang ingin membunuh ke arah Bapak Gladish. sambil memotong daging sapi yang ada di hadapannya saat ini, dengan gerakan yang menusuk\-nusuk, layaknya PSycopat. Yang siap memotong\-motong daging si Bapak.



“Baiklah, kalau begitu, TERPAKSA aku satu piring dengan Arga saja!” Seru Gladish, sambil melirik piring Arga dan mendekat padanya.



Gladish pun mengambil garpu, dan mengambil Mie Goreng yang ada di piring Arga.



Arga pun diam saja dan mengambil Mie Goreng juga dari piringnya.




Mereka pun dengan perlahan lahan saling menyedot mie tersebut…



Saling menyedot… saling menyedot… wajah mereka pun semakin dekat… semakin dekat dan…



“KREEEEEEEKKK…”



Tali Mie tersebut terputus. Ternyata, tiba\-tiba saja Arya yang kejam pun datang, dengan gunting kertas, yang sedari tadi di bawanya, dan memotong ikatan Mie mereka, dengan sadis… tanpa adanya perasaan.



Padahal, sebentar lagi mereka akan melakukan ciuman Mie yang tak terduga. T\_T



“Dasar Jomblo sialan!” Umpat Gladish ke arah Arya, sambil memicingkan matanya.



***3. Bisa numpang bobo bareng Arga***.



“Tok… Tok… Tok~” Suara ketukan pintu dari arah kamar Arga.



Arga yang sedang sibuk membaca buku di meja belajar kamarnya pun menoleh, dan melihat Gladish dengan pakaian piyama birunya sedang berdiri di depan pintu kamarnya, sambil membawa seperangkat alat tidur \(Bantal dan guling\).



“Adik~ Aku nggak bisa tiduuuurr~” Rengek Gladish, ke arah Arga. Dan mendekat ke arah Arga. Kebetulan umur Gladish lebih tua dua bulan, dari pada umur Arga.



“Akh~ Kasihannya kakakku yang cantik ini nggak bisa tidur.” Ucap Arga, sambil mengelus\-elus lembut rambut panjang Gladish, yang barusan mendekat padanya.

__ADS_1



“Iya Dik, apalagi besok kita mau berangkat ke sekolah bareng. Kakak takut terlambat.” Alasan Gladish, sambil menggoyang\-goyangkan tubuhnya, manja ke arah Arga~



“Kakak Cantik, adik temani tidur yah kak?!”



“Serius dik?” Tanya Gladish, dengan mata yang berbinar.



Arga pun langsung menutup buku yang sedari tadi di bacanya. “Serius kakak!” Ucap Arga, sambil menatap Gladish dengan sorot pada berbinar juga.



Mereka pun akhirnya tidur dalam kasur yang sama, dengan tubuh yang saling memeluk satu sama lain.



~~~ ***Bayangan Gladish selesai*** ~~~



Gladish pun langsung menjatuhkan tubuhnya dari ayunan, yang sedari tadi dia naikin, dan duduk berjongkok di depan ayunan tersebut, sambil memegangi kepalanya.



“Bagaimana ini...?” Tanya Gladish ke pada angin.



Akan tetapi…



Sunyi~



Angin pun diam saja, seakan enggan untuk menjawab pertanyaannya.



“Bagaimana ini?” Tanya Gladish kembali, sambil membenamkan wajahnya pada tangannya yang kini sedang melipat di atas siku pahanya.



Awalnya Gladish ingin sekali dengan jahatnya menghancurkan pertunangan Bapaknya dengan Tante Milea… agar Bapaknya dan Tante Milea, sebulan lagi tidak jadi melangsungkan pesta pernikahan mereka tersebut.



Gladish benar\-benar marah saat ini…



Akan tetapi, telepon Arga barusan menggoyahkan lagi hati Gladish, yang sudah mantap untuk melakukan kefrotalan itu.



Apalagi barusan Arga bilang kalau dia suka sama Gladish… mungkin maksudnya, suka Gladish jadi saudara tirinya.



Tapi jujur, nggak munafik… Gladish juga suka sama Arga, suka Arga sebagai seorang Pria, suka Arga sebagai saudara tirinya juga…



Bakal Gladish sering membayangkan serunya satu rumah bersama Arga, Arya dan Tante Lia.



“Bagaimana ini, Oh tuhan?? Bagaimana ini????” Tanya Gladish lagi, kali ini diiringi dengan suara isakan tangis.



\#To Be Continued



Maaf yah, Author rajin Up, moga pembacanya ga bosen bacanya...😣😣😣



Mohon dukungannya yah, share bolehlah,, biar Novel ini semakin banyak yang baca... Assalamuallaikum semua😘😘😘



![](contribute/fiction/459264/markdown/808442/1596851196452.jpg)

__ADS_1


__ADS_2