
“Niko, buka pintunya!” Pinta Ibunya, dari arah dapur.
“Iya Bu.” Jawab Niko, sambil menuju ke arah pintu ruang tamu, yang tak jauh dari jangkauannya.
“Kreeeeekk~” Suara bunyi pintu tersebut, saat di buka oleh Niko. Niko pun membelalakan matanya, terkejut, melihat pemandangan sosok bidadari cantik, yang kini ada di depan matanya.
“Maya?!” Pekik Niko, sambil mengerutkan keningnya.
“Hai.” Ucap Maya sambil melambaikan tangannya, dengan senyum lebar, yang memamerkan gigi-gigi putihnya.
“Ada apa kamu kemari May?”
“Ini ada sekotak Pizza berlebih di rumahku.” Jelas Maya, sambil memamerkan satu kotak Pizza, yang sedari tadi di bawa oleh tangan kanannya.
“Lah, terus?” Tanya Niko tak mengerti.
“Boleh aku masuk?!” Pinta Maya.
Niko pun berpikir sejenak, Ia begitu tidak nyaman dengan keberadaan Maya di tengah teman-teman sekelasnya, yakni keenam rekan kerja kelompoknya.
Akan tetapi sebelum Niko menjawab dan mempersilahkan untuk Masuk, Maya sudah menerobos duluan, masuk ke rumah Niko.
“Wah, ada si Ketua OSIS!” Seru Becca, melihat keberadaan Maya di rumah Niko.
“Lain! itu mah bukan ketua OSIS…” Sangkal Bambang. “Itu mah, Bidadari.” Sambung Bambang lagi, dia begitu takjub dengan kecantikan Maya yang bertambah berkali-kali lipat, ketika memakai baju rumahan saja, bukan pakaian seragam sekolah, seperti yang Ia sering lihat pada hari-hari biasanya.
Padahal yang di pakai Maya saat ini, bukan pakaian rumah biasa, tentu saja kaos putih bermerk Gucci dan rok silver bermerk Fendi. Untuk menunjang penampilannya.
“Wah, Ia cantik sekali.” Gumam Rafi terpesona, sambil membetulkan letak kacamatanya yang miring.
Prisil pun langsung memasang muka cemberut. “Kenapa ada Maya di rumah Niko?” Pekiknya dalam hati. “Jangan-jangan mereka…”
“Maya pacarmu yah, Ko?” Tanya Gladish ke Niko. Yang sukses membuat mata Prisil terbelalak, karena pertanyaan Gladish ini sangat mewakili perasaannya.
“Hahahaaa, sembarangan Lo Dish, dia loh cuma tetangga aku!” Jelas Niko.
Mendengar penjelasan Niko, tentu saja Prisil tetap tidak bisa tenang, karena gadis yang menjadi tetangga Niko mempunyai paras secantik itu, dan merupakan siswa tercantik yang menjadi kebanggaan para siswa laki-laki di SMA Tunas Bangsa. Jujur saja menurut kabar angin, Maya terpilih menjadi ketua OSIS Pure karena kecantikannya, bukan karena Visi Misi-nya semata.
“Hai Arga!” Sapa Maya, sambil melambaikan tangannya, kepada Arga yang sedari tadi diam dengan kedatangannya.
“Hai.” Balas Arga, membalas sapaan Maya, dengan ekspresi yang ramah.
“Kok kesel yah?” Umpat Gladish dalam hati, melihat interaksi antara Maya dan Arga.
₩₩₩₩₩
Waktunya mengerjakan tugas kelompok, Maya masih betah disana menemani mereka, meski pun ada beberapa orang yang risih dengan kehadirannya (terutama Gladish dan Prisil), akan tetapi mereka hanya bisa diam. Karena penampakan Pizza yang dibawa Maya menunjukan aroma yang enak dan mehong.
Mereka pun berniat mengerjakan tugas kelompok tersebut di meja ruang tamu, sambil lesehan dan membentuk sebuah lingkaran.
__ADS_1
Niko sengaja dari tadi mendekatkan diri dengan Gladish, biar bisa duduk sebelahan dengan gadis tomboy incarannya tersebut…
Ketika Arga duduk, Maya langsung mengambil tempat duduk di sebelahnya, di sebelah kiri Arga.
Gladish pun yang sedari tadi berdiri agak jauhan dengan Arga, langsung menggeser posisi Rafi yang berada di dekat Arga dan berniat duduk di sebelah kanan Arga, Niko pun nggak mau kalah, langsung berlari duduk di sebelah Gladish. Dan menggeser posisi Rafi secara tiba-tiba.
Ketika Rafi ingin duduk di sebelah Niko…
Prisil pun juga nggak mau kalah, dia pun menggeser Rafi, dan mengambil tempat duduk di sebelah Niko.
Rafi pun pasrah, dan berniat duduk di sebelah Prisil, akan tetapi di hadang oleh Bambang, dan Bambang pun tentu saja langsung duduk di sebelah Prisil.
Rafi pun lagi-lagi harus pasrah dan berniat duduk di sebelah Bambang, akan tetapi di tahan oleh Becca.
“Yak!” Umpat Rafi kesal, kerena posisi duduknya selalu di geser. “Kenapa? Hah! Kenapa? Mau deketin Bambang juga?!” Tanya Rafi ke arah Becca, dengan keadaan marah.
Becca pun menyipitkan matanya, melihat reaksi Rafi yang berlebihan. “Biar duduknya bagus, selang-selingan, cewek-cowok gitu!” Bisik Becca sambil terkekeh.
Rafi pun melihat, teman duduk sebelahnya merupakan si cantik Maya. “Baiklah aku pasrah.” Gumamnya luluh dengan kecantikan Maya. Sambil mendudukkan tubuhnya di antara Becca dan Maya.
"Apakah ini rasanya beristri dua?" Pekik Rafi dalam hati, sambil tersenyum simpul.
₩₩₩₩₩
“Gaes, Fertilisasi itu apa sih?” Tanya Gladish, dengan tampang bodohnya.
“Masa kamu nggak tahu Dish?” Tanya Niko sambil menyipitkan matanya. “Fertilisasi itu Ventilasi Dhis…” Jawab Niko asal, sambil bercanda. Padahal aslinya, dia sendiri juga nggak tahu artinya Fertilisasi itu apaan.
Arga pun menggelengkan kepalanya, dan mulai menjelaskan. “Fertilisasi itu…”
Yang sukses membuat Niko dan Gladish meradang mendengarnya…
“Fertilisasi itu artinya pembuahan, sedangkan Ventilasi itu artinya pergerakan keluar masuknya udara dari ruang tertutup.” Jelas Maya, memamerkan kecerdasan IQ-nya
“Kok Kesel yah? Untung cantik.” Pekik Niko, dalam hati, menahan emosinya.
“Kok Kesel yah? Untung bawa Pizza.” Pekik Gladish, dalam hati, menahan emosinya.
Mama Niko, beserta kedua bibi pembantu pun datang menghampiri mereka, sambil membawa hidangan cemilan yakni siomay goreng, tahu bakso goreng dan bolu kukus, beserta ceret plastik berisikan es kopi susu (sesuai request Bambang) dan ceret plastik air putih (sesuai request Arga). Disertai dengan delapan buah gelas kosong.
“Silahkan dinikmati.” Ucap Ibu Niko, ramah.
“Wah, banyak sekali makanan dan minumannya!” Seru Becca, yang sedari tadi perutnya mulai keroncongan.
“Ayo, Ayo semua, silahkan dinikmati!” Seru Niko, mempersilakan teman-temannya untuk menikmati semua hidangan yang disajikan oleh ibu Niko dan para pembantunya tersebut.
“Makanan disini banyak loh, kayaknya Pizza Lo bakal nggak laku deh!” Gumam Gladish ke arah Maya. Sambil menggigit tahu bakso buatan mama Niko dengan sangar. Dengan keadaan mata yang melotot ke arah Maya. Seakan bisa mencabik-cabik Maya seperti tahu bakso tersebut.
“Iya nggak laku, seperti keberadaan Lo yang nggak di butuhkan disini!” Seru Prisil, yang ikut kesal dengan keberadaan Maya. Prisil kesal saja, soalnya sahabatnya Gladish dan gebetannya Niko, barusan saja di remehkan oleh Maya.
“Tenang, Pizza itu kan buat yang lain, bukan buat kalian!” Ucap Maya santai, dengan ekspresi nggak kalah sinis. Maya yang merupakan ketua OSIS di SMA Tunas Bangsa sudah biasa menghadapi Hatter atau orang yang akan berlaku jahat kepadanya, meski pun kejahatan tersebut sering kali dia yang memulai duluan.
“BTW enak Pizza-nya May!” Puji Niko, sambil mengigit potongan Pizza yang dibawa Maya tersebut, sambil mengacungkan jempol ke arah Maya.
“Ini si Niko bodoh betulan atau apa? Bisa-bisanya dia yang juga habis disindir oleh Maya, kini memuji-muji pemberian Maya.” Pekik Prisil dalam hati, sambil memijat kepalanya.
__ADS_1
“Hei, kamu Idiot beneran kah, Ko?!” Pekik Gladish kesal, sambil berdiri dari pijakannya.
“Iya, aku memang Idiot beneran! Buktinya aku ranking terakhir.” Ucap Niko, dengan nada merendah. “Udahlah, nggak usah di pikirin… niat Maya kan ke sini baik, untuk bersilahturahmi ke kita dan menghidangkan makanan yang layak untuk kita. Udah lah nggak usah baper, nggak usah marah, nggak usah berantem, mungkin Maya nggak sengaja, kita berteman lagi saja yah?!” Ajak Niko dengan nada yang tulus.
Kata-kata Niko sukses membuat mata Maya terbelalak, Maya seperti di tampar keras oleh kerendahan hati Niko, Maya merasa malu, Ia merasa bersalah dengan kalimat kasar yang baru saja Ia lontarkan kepada lelaki berparas Arab tersebut.
Teman-teman yang lain pun, salut dengan kerendahan hati Niko…
Prisil pun sampai berkaca-kaca mendengarnya. “Aku memang nggak salah menjatuhkan hatiku padanya~” Gumamnya dalam hati, terharu.
“Wah Niko, Lo bijak sekali, tahun depan kayaknya Lo aja deh yang jadi ketua kelas, Gua mau pensiun dini!” Pekik Bambang, sambil memukul-mukul bahu sobat karibnya tersebut.
“Nggak ah~ Sembarangan Lo!” Pekik Niko, sambil menjauhkan tangan Bambang dari bahunya.
Arga sedari tadi diam saja, seakan sibuk dengan pemikirannya sendiri, tanpa menyentuh air untuk diminum, tanpa menyentuh cemilan untuk dimakan… “Apa yang harus kulakukan?” Gumamnya dalam hati, kebingungan. Wajahnya pun pucat, keringat dingin pun mengalir deras dari arah keningnya. Ia terlalu malu… malu dengan suatu hal yang menurut kebanyakan orang, sesuatu itu sangat simpel.
Dia pun lalu mengambil kertas HVS kosong yang tak jauh dari jangkauannya, dan mulai menulis.
“Arga, kenapa kamu diam saja? Ayo makan!!!” Ajak Rafi ke arah Arga.
Arga pun memberikan kertas HVS itu ke arah Rafi.
Rafi pun mengerutkan keningnya, bingung dan mengambil kertas HVS tersebut. “Teman-teman maukah kalian datang ke pesta ulang tahunku nanti malam?” Baca Rafi, dengan nada pelan. Membaca tulisan dari kertas HVS yang baru saja diberikan Arga tersebut.
“HAH, ARGA BESOK KAMU ULANG TAHUN?!” Seru Becca, dengan TOAK yang KENCENG BANGET, saat mendengar bacaan pelan Rafi yang duduk tepat di sebelahnya.
#To Be Continued
.
.
Hai Hai pembaca, terimakasih yah selalu menyempatkan diri untuk membaca karya saya d tengah kesibukan kalian, di tengah lenggang kalian atau d tengah banyaknya Novel d Noveltoon...🙆♀️
oh iya mohon
LIKE, komen, VOTE, ratting dan SHARE-NYA yah😉😉😉
.
Kalau kalian ada poin berlebih, Author minta tolong buat vote-nya🙏🙏, terserah berapa pun vote nya, seikhlas kalian saja🤗🤗
Seperti contoh di bawah ini 👇👇👇
Sapa tahu INTROVERT MELANKOLIS lebih rajin lagi, updatenya setelah banyak dukungan dan semangat kalian, hehe 😄💪
Oh iya ini visual dari ketua kelas kita tercinta, si Bambang yah👇👇👇
Meski Badung dan Nggak terlalu tampan, tapi kharismatik-nya itu💁♀️
__ADS_1
terimakasih semuanya, sampai berjumpa lagi di Chapter selanjutnya👋👋👋