
“Kangennya aku sama suamiku, Arya Bima Prasetya.” Ucap Kevin menatap penuh cinta bingkai foto Arya koleksinya (yang tentu saja foto tersebut di ambil dan di cetaknya dari aku media social Arya), sambil mencium-cium foto tersebut dengan sangar.
Setelah puas mencium bingkai foto tersebut dengan memb*bi buta, Kevin pun menaruh bingkai foto tersebut di meja belajarnya, tepatnya di sebelah Laptop yang saat ini berada di hadapannya, dan melanjutkan kembali penngetikan proposalnya.
Proposal untuk apa?
Yap~ pertanyaan yang bagus!
Jadi, seorang Kevin berencana memutuskan untuk menarik penelitian tugas akhirnya di rumah sakit di Singapore, guna untuk ikutan magang di rumah sakit kecil yang ada di kota Bogor, RUMAH SAKIT yang sama dengan tempat Arya melakukan penelitian, yakni Rumah Sakit Permata.
“Ting Tong, Ting Tong…” Terdengar bunyi Bel dari arah pintu Apartement kediamannya.
“Suara bel, tumben?” Pekik Kevin sambil menaikan bola matanya ke arah atas, mengingat kalau dia selama ini, tidak mempunyai teman di Singapore kecuali hanya Arya.
Biasanya kalau Bel kamar apartementnya berbunyi, ada kiriman paketan belanja online yang di pesan olehnya, akan tetapi saat ini Ia merasa tidak pernah memesan apa pun.
Atau, pemilik Apartement yang meminta uang sewaan?
Itu tidak mungkin banget, soalnya dia sudah melunasi kontrakan Apartemen ini dari sebagian uang yang sudah di berikan oleh Arya untuknya.
Atau, kiriman paket dari orang tuanya di Indonesia?
Yah~ itu mungkin banget. Mengingat Ia sudah lama tidak melakukan pulang kampung belakangan ini.
“Ting Tong, Ting Tong…” Terdengar Bunyi Bel lagi, yang masih menunggu si empunya Apartement membukakan pintunya.
Dari pada menduga-duga, Kevin yang malas pun akhirnya sekuat tenaga untuk beranjak dari tempat duduknya, dan berlari ke arah pintu masuk Apartemennya.
Sebelum membukakan pintu Apartemennya, Kevin pun mengintip siapa tamu yang saat ini berdiri di balik pintu ruang Apartementnya.
Terlihat sosok seorang cewek cantik, berpostur tinggi besar, berkulit sangat putih, seputih susu, berambut hitam pendek, dan berbibir tebal dengan lipstick merah yang sangat terang.
“Bule Jamuuuuuu?” Pekik Kevin, sambil mengerutkan alisnya, melihat pemandangan sesosok Kimmy dari arah layar monitor camera CCTV-nya, yang kebetulan berada di samping pintu ruang tamu Apartement tersebut.
*****
“Disini ibumu tinggal Dhis!” Jelas Tante Ajeng, sambil menunjukan rumah kecil, yang masih terbuat dari kayu kepada Gladish.
“Ja jadi ini rumah Ibu?” Tanya Gladish, dengan perasaan yang prihatin, bagaimana tidak, seumur hidupnya baru kali ini Ia menginjakan kakinya di rumah berbahan dasar kayu, yah~ meski saat ini Ia masih berada di luar teras rumah tersebut.
__ADS_1
“Tok Tok, Tok Tok…” Tante Ajeng pun mengetuk pintu kediaman rumah berbahan dasar kayu tersebut.
“Rossa, Rossa?!” Panggil Tante Ajeng, menyebut nama panggilan dari Ibunda dari Gladish tersebut.
“Tok Tok, Tok Tok…” Berkali-kali Tante Ajeng, mengetuk pintu rumah tersebut. Akan tetapi nihil~ dia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Rossa di rumah tersebut.
“Sepertinya tidak ada orang di rumah ini.” Ucap Gladish akhirnya, “Apa kita pulang saja Tante?
Tante Ajeng pun lantas tidak patah semangat, Ia pun segera mengeluarkan Handphonenya, dari arah tas hitam yang sedari tadi di tenteng nya.
Mencari kontak nomor Rossa, yang pernah Ia simpan… dan menghubungi kontak nomor tersebut.
“Tuuuuuuuttt… Tuuuuuuuttt…” Terdengar bunyi panggilan yang sedang menunggu dari arah Handphone Tante Ajeng.
Sementara itu Gladish pun hanya diam dan menunggu, jauh di lubuk hatinya dia sangat berdebar kencang, Ia saat ini sangat merindukan sosok yang tinggal di dalam rumah kayu yang Ia pijak saat ini, yakni sosok ibu kandungnya.
Tak lama kemudian, panggilan telepon pun di terima, oleh sosok yang ada di seberang sana…
“Rossa kamu dimana?”
*****
“Sssssssssssstttt~ Jangan kencang-kencang!!!” Tegur Prisil, sambil menutupi mulutnya dengan jari telunjuknya. “Entar di dengar sama anak-anak yang lain lagi, elo tahu sendiri kan kalau di sekolah tercinta kita ini, banyak Lambe Turah nya!”
Prisil dan Becca saat ini sedang mengobrol di kantin sekolah sambil mengunyah semangkok bakso dan es kelapa, yang masing-masing berada di hadapan mereka.
“Pantesan aja kemarin aku lihat ada Video heboh di Youtube… Cuma kayaknya langsung di Blokir sama pihak Mall deh, soalnya baru hanya setengah jam saja, Video-video tersebut sudah terhapus dari beberapa Chanel Youtube.”
“What?!” Pekik Prisil kaget. “Gimana, muka Gua kelihatan nggak?”
“Nggak kok, muka Loe kayaknya aman, soalnya gadis yang ada di Video itu terlihat nutupin pipinya dengan tangan.”
“Yah~ karena Gua habis di tonjok sama Bambang.” Jawab Prisil.
“Whaaaaaaaaaatttt?!” Kali ini Becca yang kaget dengan pernyataan Prisil, Becca nggak menyangka Bambang berani main tangan terhadap seorang cewek.
“Bambang nggak sengaja kok.” Ucap seseorang yang tiba-tiba, langsung nimbrung di hadapan mereka.
“Nikoooo!!!” Seru Becca dan Prisil secara berbarengan, melihat kehadiran Niko yang ada di hadapan mereka.
__ADS_1
“Kenapa Loe malah belain Bambang sih Ko, setelah perlakuan jahat yang udah kamu terima oleh Bambang!” Ujar Prisil tak terima.
“Gua ngomong apa adanya kok, realita. Bukannya Bambang mau nonjok Gua, dan tiba-tiba Loe hadir di antara kami?” Jelas Niko, membela Bambang.
“Please deh Ko, berhenti belain Bambang!” Sambung Prisil kembali.
“Prisil jangan terlalu benci deh sama Bambang, entar cinta!” Seru Becca kepada Prisil.
“Becca!” Tegur Prisil, dengan nada tak terima.
“Lagi pula, Loe pernah bilang kan Bambang pernah suka sama Elo, Gua yakin kalau Bambang nggak bakal ngelakuin itu secara sengaja kepada orang yang benar-benar dia sukai.” Sambung Becca lagi.
“Oh iya BTW, Video-video di chanel Youtube tentang perkelahian kita itu, yang hapus sebenarnya pihak Nyokap Gua sih, bukan pihak Mall!” Ucap Niko sambil menyomot plastik kerupuk, yang ada di toples besar yang ada di hadapannya.
“Whaaattttt?!” Pekik Becca dan juga Prisil, yang nggak ngerti lagi sampai sejauh mana seorang Niko menguping pembicaraan mereka.
“Hebat nyokap Loe, memang nyokap Loe punya pengaruh apa, sampai-sampai bisa menghubungi pihak Youtube segala untuk menghapus video-video kalian?” Tanya Becca penasaran. Biasanya orang-orang yang berpengaruh lah yang dapat menghapus beberapa Chanel yang ada di media social.
“Nggak ada pengaruh apa-apa kok, cuma emak-emak biasa, yang ingin melindungi anaknya dari kejahatan media sosial yang di lakukan oleh para netizen yang budiman.” Jawab Niko sambil tersenyum simpul.
“Bohong! Pasti nyokap Loe punya pengaruh!” Ucap Prisil, nggak percaya.
“Ya udin, kalo nggak percaya… nyam~ nyam~” Jawab Niko cuek, sambil sibuk mengunyah kerupuk terakhirnya.
“Jadi Ko, apa tindakan selanjutnya yang ingin Loe ambil setelah ini?” Tanya Becca hati-hati.
“Maksudnya?” Tanya Niko balik, sambil menyomot gelas minuman es kelapa Prisil, yang ada di hadapannya. Tenggorokannya serek, habis makan kerupuk.
Sontak saja lagi-lagi wajah Prisil memerah, melihat Niko menyedot sedotan yang habis di tempelin oleh bibirnya.
“Apa Loe akan berbaikan sama Bambang, setelah apa yang telah Bambang perbuat sama Elo?” Tanya Becca kembali, sambil mengerutkan alisnya.
#To Be Continued
__ADS_1