
“Sekarang kamu pilih deh, mau ikut Bapakmu yang penghianat itu, atau ikut dengan Ibumu yang menderita itu?”
“Deg~” Merupakan pilihan yang sulit untuk Gladish…
Kalau dia ikut dengan ibunya, dia harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk tinggal satu atap, bersama dengan Arga...
Akan tetapi, apabila dia memilih untuk tinggal dengan Bapaknya, berarti Gladish harus SIAP, di cap sebagai anak durhaka kepada ibunya, oleh tante-tantenya tersebut.
Apalagi Tante Ajeng dikenal sebagai tukang kompor, dengan opini-opini yang di buatnya, dengan gampangnya dia menjadikan seseorang yang tak bersalah, menjadi kambing hitam.
“Aku pilih ikut Arga, ah~ ah~ salah, salah, maksudku Bapak.” Ucap Gladish dengan keringat dingin, jawabnya tanpa berani menatap Tante Ajeng, sekarang ini dia benar-benar sudah seperti anak durhaka kepada ibunya sendiri, cinta benar-benar sudah membutakan hati nuraninya.
Karena Tante Ajeng nggak kenal sama Arga, jadi Tante Ajeng mengira kata Arga hanya lah, kata-kata angin lalu.
“Ah, maksud Gladish, biar Bapak yang menanggung hidup Gladish saja tante. Gladish sayang Ibu, tapi Gladish takut menyusahkan Ibu… lagi pula waktu mereka cerai juga, Ibu yang meminta Gladish untuk ikut Bapak saja, dan hak asuh Gladish saat ini ada di tangan Bapak.” Terang Gladish.
Yah~ dulu setelah Bapak dan Ibunya bercerai, Gladish sempat berteriak ingin ikut ibunya, bahkan mengikuti ibunya tinggal, dan menempel dengan Ibunya seperti permen karet.
Akan tetapi, Ibunya Gladish malah menyuruh anaknya tersebut ikut dengan Bapaknya, karena mengingat pekerjaannya saat itu tidak sebagus mantan suaminya, yakni Bapak Gladish.
“Bagaimana kalau tiga hari saja!” Tawar Tante Ajeng.
Gladish pun mengerutkan alisnya. “Tiga hari, maksudnya?”
“Tiga hari, kamu ikut Ibumu gimana?"
♡♡♡♡
Di sebuah Cafe Coffe, yang letaknya ada di depan Mall besar di Bogor, Prisil dengan mengenakan dress kaos berwarna Pink, sedang menunggu seseorang, dengan minuman Ice Chocolate Coffe dan sepotong Cheese Cake yang kini menemaninya, saat menunggu seseorang tersebut.
Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya dari arah belakang.
Prisil pun menoleh, dan berusaha menebak siapa sosok Pria yang menghampiri dirinya tersebut saat ini.
Pria berkaos dan Jeans serba hitam, dengan masker wajah hitam, dan mengenakan topi hijau lumut.
Melihat penampilan sosok bermasker hitam, yang dia pastikan sosok tersebut merupakan seorang Niko, di lihat dari matanya yang berwarna cokelat… Prisil pun mengernyitkan dahinya.
“Kamu Ter*ris?” Tanya Prisil, basa-basi.
Niko pun menggeleng…
__ADS_1
"Kamu Pembunuh?"
Niko pun menggeleng…
“Atau… kamu maling?” Tanya Prisil lagi, dengan menampilkan mimik ekspresi ketakutan.
“Iya…” Jawab Niko sambil menggeser, salah satu kursi di dekat Prisil dan mendudukan tubuhnya.
“Maling apa?” Tanya Prisil kembali.
“Maling hati.” Ucap Niko sambil terkekeh. “Aku juga maling minum…” Niko yang kecapekan karena baru sampai pun, langsung mengambil minuman es coklat yang ada di hadapan Prisil, dan hendak meminumnya.
Akan tetapi ketika hendak menyedot sedotan minuman Prisil, Niko pun mengalami kesulitan, karena lupa kalau dirinya saat ini sedang mengenakan masker wajah di area mulutnya.
“Hahahahahahhahahaa~” Prisil pun, spontan tertawa kencang banget, saat melihat Si Niko lupa melepaskan maskernya saat hendak meminum minuman miliknya.
“B*ngke lu Sil!” Seru Niko, sambil melepas masker di area mulutnya, dan menyedot minuman Prisil tersebut.
“Kamu juga sih Ko, macam artis saja pakai masker segala, jalan sama cewek.” Ucap Prisil, sambil memotong Cheese Cakenya, dengan sendok.
“Aku nggak mau lah, ketahuan jalan sama cewek, apalagi kalau ketahuan sama teman-teman sekelas kita, bisa bahaya.” Ujar Niko, sambil memegang tangan Prisil yang sedang mengiris Cheese Cake dengan sendoknya, dan mengarahkan sendok itu ke arah mulutnya.
“Kenapa memangnya, toh mereka juga teman-teman sekelas kita, dan banyak juga diantara mereka yang sudah punya pacar!” Ucap Prisil sambil, merebut Ice Cokelatnya dan sendok Cakenya dari tangan Niko.
“Apa kata Gladish kalau sampai dia tahu kalau aku jalan sama kamu?” Tanya Niko, akhirnya. Sambil pasrah es cokelat dan sendok Cake di rebut dari tangannya.
Yaiyalah, pasrah~ Wong bukan punya nya!
“Memang apa ngaruhnya kalau Gladish tahu kita jalan bareng?” Tanya Prisil, sambil mengerutkan alisnya. “Kamu takut di pukul sama Gladish?”"
“Aku suka sama Gladish…” Ucap Niko jujur, akhirnya dia nggak mau Prisil terus salah paham ke dia, dan selalu berharap lebih ke dia.
“Deg~” Suara jantung Prisil seakan tertahan, mendengar pengakuan jujur dari orang yang di sukainya tersebut. Langsung di depan dirinya sendiri.
Mata Prisil pun seketika memerah.
Dan, Niko pun peka akan hal itu. “Maaf Sil, Gua nggak bisa bohongin Elo soal hal ini… hati kan memang nggak bisa untuk di bohongin."
“Tapi kan, Gladish naksir Arga.” Ucap Prisil, akhirnya. Masih sedikit berharap akan Pria berdarah Arab tersebut berhenti menyukai Gladish, dan masih meliriknya.
♡♡♡♡
__ADS_1
Di sebuah Salon Elite, Kote Kent Ridge, Barat Daya Singapore…
#Adegan ini aslinya memakai Bahasa Inggris
“Bagaimana penampilan aku sekarang, cantik kan?” Tanya Jennie, kepada kedua pelayannya. Saat ini, dia baru selesai di dandani oleh sebuah salon ternama di Kote Kent Ridge.
“AAAAGGGGGGHHHHHHHHH~” Teriak kedua pelayannya tersebut, mereka kini Syock dan histeris melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka.
“Nona Muda, kenapa Nona berdandan sehancur ini?” Tanya Seorang pelayan yang bertubuh gemuk, dengan tampang panik kepada majikannya saat ini, yakni Si Nona Muda Jennie.
Saat ini Jennie, seperti biasa, sedang menggunakan gaun panjang mahal berwarna hitam, perhiasan emas di area leher, kuping dan tangannya. Kakinya pun, saat ini sedang mengenakan High Heels tinggi setinggi 9 cm keluaran merk ternama.
Akan tetapi penampilan pembungkus tubuh yang mahal tersebut, sangat kontras dengan penampilan wajahnya saat ini…
Rambut kelabang dua yang membuat tidak nyambung dengan gaunnya, bintik-bintik hitam di area hidung dan pipinya, tompel buatan di area pipi kanannya, dan juga kacamata besar norak yang menghiasi matanya saat ini.
“Nona, Apa benar kamu Nona Jennie?” Tanya Pelayan satunya lagi yang bertubuh langsing, tak percaya, dengan perubahan wajah yang dilakukan oleh nonanya mudanya tersebut. “Atau, kamu Nona yang lain?”
“Hei, masa kamu tidak mengenaliku, aku ini Nona Muda Jennie, Bukan Nona Muda yang lain.” Jelas Jennie, sambil tersenyum manis ke arah kedua pelayannya tersebut, dan parahnya saat dia tersenyum, gigi putihnya saat ini, telah mengenakan kawat gigi berwarna hitam, yang hampir memenuhi seluruh area giginya.
“Nona Muda, kau seram sekali… Pasti tuan David tidak akan melirikmu!” Ujar pelayan yang bertubuh gemuk tersebut.
“Iya Nona, takutnya Tuan David nanti marah besar dan menolak perjodohan ini.” Sambung pelayan yang bertubuh langsing itu lagi.
“Yah kalau ditolak malah bagus donk… Berarti penyamaranku berhasil, dan aku tidak akan jadi, di tunangkan lagi oleh ayahku!” Ucap Jennie, sambil tersenyum simpul, kepada pantulan kaca besar yang saat ini sedang memperlihatkan tubuh jelek nan hancur dirinya sendiri, yang ada di hadapannya tersebut.
Ternyata siang ini, Jennie sengaja berdandan sejelek ini, untuk mengahadiri kencan buta, makan siang, yang telah ayahnya rencanakan untuknya, jauh-jauh hari yang lalu.
Tentu saja pasangan perjodohannya kali ini, bukan orang dari kalangan biasa.
Seseorang yang sejenis dengannya, kali ini yang akan di jodohkan olehnya merupakan seorang anak dari CEO suatu perusahaan stasiun TV terbesar di Singapore.
#To Be Continued
>>>Mau Authornya semangat Up dan rajin posting???
Jangan Lupa komentarnya dan juga Vote-nya yak... 😘😘😘😘<<<
__ADS_1