Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 42 : Madam Lisa


__ADS_3

Arya merasakan pusing tak tertahankan, dia kembali merindukan sosok belaian wanita, jiwa binatangnya kembali meronta-ronta, sepanjang hari ini. Tapi sial~ waktu masih menunjukan pukul jam tiga siang, padahal Ia ingin sekali bermain di Club Malam, sekarang juga. Menghabiskan malam panjang, dan berpesta dengan beberapa gadis cantik di Club' tersebut.


 


Akan tetapi, Ia takut dimarahin Bunda kalau Ia tidak tidur di rumah, dan menginap di luar malam ini. Ini lah bagi seorang Arya Bima Prasetya, tidak enaknya kalau tinggal di Indonesia bersama keluarga kecilnya (Arga dan Bunda), tidak sebebas kehidupan gelapnya di Singapore, pastinya.


 


Arya pun datang ke sebuah minimarket, yang bernuansa serba biru…


“Selamat datang di IniMarket…” Sapa Pelayan dari IniMarket tersebut, dengan ramah.


Arya pun tersenyum simpul, mendengar kalimat sapaan tersebut. “Pelayan itu manis juga.” Gumam Arya dalam hati. “Sayang dia cowok.” Lanjutnya, dengan mimik wajak tak berselera.


Ia pun membeli beberapa kotak pengaman di sebuah mini market tersebut, tentunya dia memilih merk yang paling terkenal dan termahal diantara merk yang lain.


₩₩₩₩₩


“Arga, kenapa diam saja? Ayo makan!!!” Ajak Rafi ke arah Arga.


Arga pun memberikan kertas HVS itu ke arah Rafi. Rafi pun mengerutkan keningnya dan mengambil kertas HVS tersebut. “Teman-teman maukah kalian datang ke pesta ulang tahunku nanti malam?” Baca Rafi dengan nada pelan.


“HAH, ARGA BESOK KAMU ULANG TAHUN?!” Seru Becca, dengan TOAK yang KENCENG BANGET, saat mendengar bacaan pelan Rafi yang duduk tepat di sebelahnya.


Arga pun menjawabnya dengan anggukan.


“Cih~ padahal aku rencananya mau kasih kejutan untuk Arga besok.” Pekik Maya dalam hati.


Niko pun mengambil kertas HVS yang baru saja di baca oleh Rafi. “Arga Ulang Tahun?” Tanyanya, sambil mengerutkan keningnya. “Kenapa nggak ngomong langsung saja, kenapa harus di tulis dengan kertas?” Protes Niko kearah Arga.


“Ah, itu…” Gumam Arga malu, sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


Gladish pun mengambil kertas HVS, yang barusan ada di tangan Niko. “Wah, Arga mencoba membuat undangan ulang tahun untuk kita, teman-teman! Keren, keren!” Puji Gladish, dengan maksud menutupi sifat canggung Arga, yang terlihat aneh tersebut.


“Aku akan datang!” Seru Rafi, sambil mengangkat tangan kanannya.


“Aku juga dong!” Seru Becca, mengangkat tangan kanannya juga, mengikuti gerakan Rafi.


“Aku pasti.” Ucap Bambang, sambil merangkul kepala Arga. Mengarahkan mulutnya ke kepala Arga, dan membuka mulutnya lebar-lebar~ seolah-olah akan memakan Arga.


“Tentu saja, aku juga...” Gumam Niko, sambil tersenyum renyah.


“Aku juga…” Seru Prisil sambil bertepuk tangan. “Aku penasaran bagaimana orang tua dan saudara Arga, pasti mempunyai visual wajah yang luar biasa!” Tebak Prisil.


“Aku, boleh?” Tanya Maya ke arah Arga, sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Nggak Boleh!” Sanggah Prisil. “Kamu loh nggak punya teman disini!” Sambung cewek feminim tersebut, dengan nada sinis, sambil melipat kedua tangannya di dada.


“Sudah, sudah!” Pekik Niko, sambil menutupi mulut Prisil, dengan tangan kanannya.


“BLuuuusssshhh~” Wajah Prisil langsung memerah bagaikan kepiting rebus, terjadi KEBAPERAN untuk kesekian kalinya, bagi Prisil, karena telapak tangannya Niko kali ini, seolah-olah DICIUM olehnya.


Niko yang menyadari reaksi Prisil yang tak biasa pun, langsung melepaskan tangannya dari arah bibir Prisil. “Maaf.” Ucapnya singkat.


“Boleh May.” Jawab Arga, sambil menganggukkan wajahnya. “Kamu bawa teman akrab mu juga yah disana… biar kamu ada teman ngobrol!” Lanjut Arga sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


“Tersenyum simpul? Tumben cowok Alien itu tersenyum.” Pekik Gladish, dalam hati, dengan wajah yang cemberut. “Tersenyum Nya di depan Maya pula!” Sambungnya kesal, kesal bangeeeeeettt malah… tapi keselnya masih sebatas di dalam hati.


 


Tentu saja Gladish merasa kesal, betapa tidak? Karena sejauh Gladish mengenal Arga, dari zaman SD, hingga zaman SMA, Arga di kenal tipe cowok dingin yang tidak mudah untuk tersenyum.


 


“Sipp, Ga.” Ucap Maya sambil mengacungkan jempolnya ke arah Arga.


“Wah pasti kak Arya senang nih, aku membawa gadis secantik Maya di rumah.” Gumam Arga dalam hati, sambil tersenyum simpul.


“WHAAAAAAAATTTT?! Dia tersenyum, lagi???” Tanya Gladish, dalam hati, masih memperhatikan ekspresi wajah Arga. “Mana senyum yang Ia tunjukan ke Maya, manis parah pula!” Pekik Gladish dalam hati, nggak terima.


 


Kali ini Gladish benar-benar benci dengan senyum Arga!


 


“Gladish, besok malam kamu datang nggak ke rumah Arga?” Tanya Becca, memperhatikan Ekspresi Gladish, yang saat ini gadis tomboy tersebut menunjukan wajah yang amat kesal, seperti menahan amarah dan wajahnya merah padam, seakan-akan mau meledak.


“A apa?” Pekik Gladish, buyar dari lamunannya.


“Besok malam kamu datang nggak ke rumah Arga?” Ulang Becca kembali. Karena hanya Gladish, di antara mereka, yang belum mengkonfirmasi tentang kedatangannya.


“Aku sibuk sekali.” Jawab Gladish, akhirnya. “Aku akan memikirkan lagi, apakah bisa datang atau nggak-nya!” Sambungnya kembali, dengan nada jual mahal, sambil mencibirkan bibirnya. Ia pun mengisi penuh gelas kaca kosongnya dengan es kopi susu, dan meminumnya dengan sanggar.


₩₩₩₩₩


 


Suatu tempat yang sudah tidak asing lagi, bagi kebanyakan lelaki-lelaki hidung belang biad*b, yang bertabiat playboy, seperti dirinya.


“Ada perlu apa, Tuan?” Tanya seorang wanita paru baya, di sebuah meja resepsionis tempat bernuansa Jepang tersebut.


Wanita paru baya tersebut berpakaian minim dan sangat seksi, yang menunjukan lekukan-lekukan tubuhnya yang padat dan sintal, wanita itu sering di juluki sebagai Madam Lisa.


“Madam, dulu aku sering Video Call denganmu, apa kah kau sudah lupa denganku?”


Madam Lisa pun tampak mengingat-ngingat. “Tuan Arya?!” Serunya, tampak sudah mengingat. “Youtuber Health With Arya itu yah?”


Arya pun tersenyum simpul, seolah membenarkan…


Pramusaji cantik pun mendekat kearah Arya, dan menyajikan segelas minuman bening, beralkohol, kepada lelaki bertubuh bidang tersebut…


“Madam, bisakah aku memesan seorang gadis, untuk menemaniku siang ini?” Tanya Arya Sambil meneguk gelas beralkohol, yang baru saja disajikan pramusaji untuknya.


“Hahahaaa… Kau ingin gadis yang seperti apa?” Tanya Madam Lisa sambil terkekeh.


“Yang cantik.” Jawab Arya mantab.


“Ah itu gampang.” Bisik Madam Lisa ke telinga Arya.


“Yang Body Goal juga Madam.” Lanjut Arya lagi.

__ADS_1


“Ah tenang, itu sangat gampang.” Jawab Madam lagi, menyanggupi permintaan Arya.


“Kalau bisa yang masih perawan juga, Madam!” Tambah Arya lagi..


Madam Lisa pun memutar bola matanya. “Cantik, Body Goal dan masih perawan? Udah keburu di pakai duluan kali sama pelanggan yang sebelumnya! Hahaha~” Jelas Madam Lisa, sambil terkekeh, menanggapi permintaan Arya yang terlalu tinggi.


“Hahahaha~” Tawa Arya renyah.


 


Madam Lisa, merupakan wanita paru baya berparas cantik, yang sudah hampir lima belas tahun berprofesi sebagai germo atau mucikari, yang berperan aktif sebagai pengasuh, perantara dan pemilik tempat pekerja s*ks komersial (PSK), yang saat ini sedang di kunjungi oleh Arya.


Jujur saja, baru kali ini Arya berkunjung di kediaman kantor Madam Lisa, biasanya Arya bertransaksi dengan Madam Lisa hanya dengan melalui Via Online, baik Email maupun WhatsApp.


Arya pun melihat sekeliling ruangan kantor tersebut, dengan seksama, menikmati desain Jepang, dengan gambar lukisan beberapa wanita Geisha di dinding penjuru ruangan tersebut dan hiasan-hiasan bunga plastik Sakura yang berdiri tegak di atas pot-pot plastik berukuran besar.


Di tambah dengan music instrumental lagu tradisional Jepang, yang menambah unsur suasana klasik Jepang tersebut.


Mata Arya pun, tiba-tiba saja tertuju pada sebuah bingkai foto besar, yang menggantung di sudut sisi ruangan tersebut, bingkai tersebut menggantung tak terlalu tinggi, sehingga pas dengan letak wajahnya.


Arya pun mendekat...


Foto di bingkai emas tersebut, terlihat seperti foto keluarga besar, anggota prostitusi di kantor tersebut...


Isi foto bingkai besar tersebut, terdiri dari Madam Lisa yang berdiri di tengah, dan puluhan gadis-gadis cantik, yang berpakaian sangat minim dan bergaya sensual, yang berdiri di sebelah kanan dan kiri Madam Lisa.


Melihat tatapan Arya, Madam Lisa pun menjelaskan. “Ah~ itu foto kami pertama kali, saat kami baru saja pindah di gedung ini. Mungkin diambil sekitar enam tahun yang lalu.” Jelas Madam Lisa, sambil bernostalgia tentang masa lalu mereka.


Mata Arya pun fokus, dengan seseorang yang mirip sekali dengan Melanie, di dalam foto besar berbingkai emas tersebut.


“Tunggu… kenapa wajah ini seperti wajah Melanie?” Tanya Arya refleks, tanpa sadar.


Dan suara Arya tersebut, terdengar oleh Madam Lisa.


“Iya, kebetulan gadis cantik itu memang bernama Melanie.” Jawab Madam Lisa, sambil tersenyum simpul. “Kamu mengenalnya?”


#To Be Continued


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE, SHARE dan RATTING 5-nya yah... Biar Author-nya bersemangat dalam ngetik dan berimajinasi...


Kalau ada poin berlebih tolong sumbangkan kepada author yang kismis ini, Huhuhuuuuu~ 😭😭😭👇👇👇



BTW ini wajahnya Rafi yah, ingetin baik-baik, sapa tahu cinta 🤣🤣🤣👇👇👇



tampilannya cupu, pintar, polos dan mengemaskan🙆‍♀️



Udah dulu yah gaes,, Terimkasih sudah membaca....


Kalau mau request visual Tokoh silahkan komeng di bawah ini yak 👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2