
Arya pun mendekati Maya, dari arah belakang…
Mengambil beberapa helai rambut hitam Maya yang panjang tersebut, dengan telapak tangannya…
“Ka Kau mau apa?” Tanya Maya, dengan debaran jantung yang kuat.
Arya pun menggangkat telapak tangannya yang berisikan helaian rambut-rambut Maya.
Dan…
Mencium rambut panjang dan indah milik Maya, yang berada di telapak tangannya tersebut... dengan lembut.
Niko yang tak sengaja melihat pemandangan tersebut pun, tiba-tiba saja langsung membelalakan matanya. “Kenapa tiba-tiba saja, aku merinding yah?” Pekik Niko sambil memeluk dirinya sendiri, melihat pemandangan tersebut.
Pemandangan dihadapannya benar-benar terlihat romantis, akan tetapi dia benar-benar memiliki perasaan yang tidak enak dengan aura yang di pancarkan oleh Arya, Kakak dari sahabatnya Arga tersebut. “Apa-apaan ini? Ganteng sih Cuma kok kelihatan norak yah?” Pekik Niko yang selalu terlihat jijik, saat melihat hal-hal yang berbau romantis.
₩₩₩₩₩
“A a apa yang ka kamu la lakukan?” Tanya Maya dengan nada yang tergagap. Melihat perlakuan Arya yang tiba-tiba romantis kepadanya. Akan tetapi dia tidak menepis tangan Arya yang masih memegangi dan menciumi rambutnya, seakan menikmati sentuhan tersebut.
“Harum…” Gumam Arya, masih mencium lembut, aroma rambut Maya yang panjang tersebut. “Rambutmu wangi Vanilla.”
Maya pun terdiam, membeku dan tak berkutik, tak bisa di pungkiri, kali ini dia merasakan baper yang luar biasa mendapatkan perlakuan-perlakuan Arya yang terkesan manis, apalagi bagi gadis-gadis normal pada umumnya.
“Boleh aku meminta nomor Handphone mu, Nona cantik?” Tanya Arya, sambil melepaskan rambut Maya yang sedari tadi dicium dan disentuhnya.
Sadar Arya sudah melepaskan tangannya dari arah rambutnya, Maya pun langsung membalikkan badannya ke arah Arya.
“Hei, tidak sembarangan orang yang boleh tahu nomor Handphone ku!” Jelas Maya, sambil melipat kedua tangannya, dan dengan nada sok jual mahal. “Nomor teleponku MAHAL!” Jelasnya, sambil memberikan penekanan pada kata ‘mahal’ yang barusan di ucapkannya.
“Emmm~ Bagaimana yah?” Gumam Arya. “Padahal niatku meminta nomor teleponmu, hanya untuk mengganti rugi mobil Sedan BMW Nona Cantik, yang baru saja ku rusak.” Jelas Arya, sambil membuang mukanya kepada Maya. “Tapi ternyata kamu nya nggak mau, yah sudah!!!”
“Yak!” Pekik Maya, dengan perasaan hati yang terpaksa, Maya pun menggeledah tas selempang kecilnya, dan mengambil Handphone berwarna Silver-nya. “Ini nomorku!” Gumam Maya, dengan nada yang tak ikhlas. Akan tetapi dalam hatinya menjerit kegirangan.
Arya pun tersenyum, dia saat ini bisa membaca ekspresi Maya yang sok jual mahal. “Gadis ini sangat mudah di taklukan.” Gumam Arya dalam hati.
₩₩₩₩₩
Pernahkah kamu merasa sendirian, meski kamu berada di tengah-tengah keramaian?
Yah~ ini lah yang selalu di rasakan pria Introvert, seperti Arga Bima Prasetya.
Meski di sekelilingnya sangat ramai, namun bagi Arga, dia tetap merasa seperti sendirian.
Arga benar-benar nggak nyaman dengan keramaian, Ia ingin pesta ini cepat berlalu, sehingga dia bisa kembali berbaring di kamarnya, sendirian.
Akan tetapi mereka semua, teman-temannya, seakan enggan pulang dari rumahnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.10 WIB. Dan besok masih masuk ke sekolah.
Arga melihat sekelilingnya, menari bersama, dengan dentuman musik dandut remix, yang menurut Arga sangat tidak enak didengar oleh telinganya.
Gladish pun kini duduk di sebelah Arga.
“Kamu nggak mau ikut bergabung dengan kami?” Tanya Gladish, maksud Gladish disini ialah, bergabung menari bersama, dengan teman-teman yang lain.
Arga pun menggeleng.
__ADS_1
Kriiiikkk…
Kriiiiikkk…
Terjadi keheningan di antara mereka.
“Aku membayangkan…”
“Emmm…?” Arga pun menoleh ke Arah Gladish.
“Aku membayangkan, bagaimana kalau aku dan kamu satu rumah, dengan Bunda, Bapak, dan Arya.” Ucap Gladish, mencairakan suasana. “Eemmm… Pasti sangat menyenangkan.”
Arya pun menaikan sebelah alisnya, mendengar kata-kata Gladish tersebut. “Begitukah?”
Bagi Arga, hal yang paling menakutkan ialah, tinggal serumah dengan Gladish… dia takut… dia takut saja tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri di depan Gladish, gadis yang saat ini sangat dia sukai.
Saat ini pun, saat duduk bersebelahan dengan Gladish, jantungnya berdebar dengan kencang. “Semoga Gladish tidak tahu.” Pintanya, dalam hati.
Niko yang melihat penampakan tak mengenakan… antara Gladish dan Arga dari kejauhan. Akhirnya ikut nimbrung dengan mereka.
“Hai sobat-sobat burikku!” Sapa Niko, sambil mengambil tempat duduk di tengah-tengah mereka berdua, antara Gladish dan Arga, dengan menggeser posisi duduk mereka ke kiri dan ke kanan.
“Hei Dedemit Onta, ngapain kamu disini?!” Pekik Gladish, sambil melotot ke arah Niko. kehadiran Niko di tengah-tengah mereka bagaikan pengganggu usaha Gladish dalam melakukan pendekatan kepada Arga.
“Nggak baik membiarkan seorang lelaki dan seorang perempuan, yang bukan muhrim, berdua-duaan seperti ini, apalagi… di malam yang hampir larut seperti ini.” Jelas Niko bijak, layaknya Ustad Kondang.
Gladish pun memutar bola matanya, mendengar ceramah dari Niko.
“Terus kamu setannya gitu?” Tanya Arga, dengan ekspresi datar.
Arga meski jarang komunikasi ke orang lain, akan tetapi sekali dia ngomong, kalimat yang keluar dari mulutnya, biasanya kalimat yang sering menyakitkan hati. Salah satu korban ketajaman mulut Arga ialah Kakaknya sendiri, yakni Arya.
“Ayo anak-anak, waktunya pulang! Besok kalian masih sekolah loh!” PERINGATAN Tante Lia, kepada teman-teman Arga, yang saat ini masih betah di pesta kecil tersebut, atau kata lainnya yang lebih kasar, yakni DIUSIR.
₩₩₩₩₩
Di dalam kamarnya yang bernuansa hijau, Niko kesulitan untuk bisa memejamkan matanya untuk tidur.
Niko kembali membayangkan, adegan Kak Arya mengambil rambut hitam panjang Maya, yang indah dan mencium rambut tersebut dengan lembut.
Akh~ dia benar-benar merasa merinding pada saat itu…
Kakaknya Arga menurutnya benar-benar seorang Profesional.
Bahkan setelah itu, dia berhasil mendapatkan Nomor Handphone Maya, dilihat dari adegan Maya mengulurkan Handphone-nya dan Kak Arya juga langsung mengeluarkan Handphone-nya, guna mengetikan sesuatu.
Haruskah Niko juga harus belajar banyak kepada kakaknya Arga, supaya Ia bisa mendapatkan hati Gladish?!
₩₩₩₩₩
Ke esokan harinya…
Di jam pelajaran Guru Terkiller, seentero SMA Tunas Bangsa, yakni Pak Burhan. Guru Fisika.
Kosong…
__ADS_1
Pak Burhan Izin tidak bisa mengajar hari ini dikarenakan ada kerabatnya yang baru saja meninggal dunia.
Kesedihan bagi Pak Burhan merupakan bentuk dari kebahagiaan anak-anak kelas 2 IPA 6. Meski bahagia mereka dengan cara yang salah.
Bagaimana tidak…
Jarang-jarang loh seorang Pak Burhan, mengambil Cuti, izin ataupun sakit. Beliau sungguh rajin dan bersemangat dalam hadir ke sekolah, dan mengajar murid-muridnya… Meskipun Ia tahu bahwa tidak ada murid satu pun yang bersemangat akan kehadirannya.
Di tempat duduknya, Niko sibuk menatap Gladish dari arah kejauhan…
Gladish yang saat ini sedang berkumpul dengan teman-teman perempuannya untuk sekedar bergosip, dan bibir Niko pun langsung menggariskan sebuah senyuman… ketika melihat sosok Gladish sedang tertawa terbahak-bahak dari arah kejauhan.
Di tengah tawanya, Gladish yang lagi berdiri sendirian, di tengah kawan-kawannya yang tengah duduk pun tersadar, bahwa sedari tadi ada sosok yang memperhatikannya dari kejauhan, Ia pun akhirnya menoleh…
Di lihatnya penampakan seorang Niko yang sedang menatapnya dengan Intens…
“Deg…” Jantungnya pun lalu bergetar kencang.
Gladish pun langsung berpaling dari arah Niko, membuang mukanya… penampakan Niko yang kini menatapnya dengan intens, terasa sangat horor bagi dirinya. “Jangan-jangan, Niko mau ngerjain aku lagi?!” Duga Gladish dalam hati.
Niko pun beranjak dari tempat duduknya. Ia pun mendekati Gladish, dari arah belakang…
Mengambil beberapa helai rambut hitam Gladish yang panjang tersebut, dengan telapak tangannya…
“Kau mau apa?!” Tanya Gladish, dengan nada yang kasar, menyiapkan ancang-ancang apabila Niko akan berbuat sesuatu yang jahat kepada dirinya.
Niko pun menggangkat telapak tangannya yang berisikan helaian rambut-rambut Gladish.
Dan…
Mencium rambut panjang dan indah milik Gladish, yang berada di telapak tangannya tersebut... dengan lembut.
#To Be Continued
.
.
.
Hai hai pembaca kesayangan INTROVERT MELANKOLIS💜💜💜😍😍😍
Jangan lupa yah LIKE, KOMEN, SHARE, RATTING 5, VOTE-nya
Jangan lupa tinggalkan VOTE biar INTROVERT MELANKOLIS yang Badung ini,, masuk ranking kelas🤣🤣🤣
Contohnya seperti di bawah ini 👇👇👇👇
Makasih cinta-cintaku semuanya, sudah membaca dan mendukung INTROVERT MELANKOLIS selama ini.... Chalanghae 😍😘
(Edisi Kangen sama sampul lama 😣)
__ADS_1