
#Bambang POV
Di dalam kelas…
Ketika Guru mata pelajaran di kelas, dengan sadisnya meninggalkan kami, setelah memberikan tugas yang buanyaaaaakk… sebanyak tagihan kartu kredit emakku yang gila shopping, bersama dengan teman ibu-ibu Persitnya.
Aku pun mengeluarkan cermin yang sedari tadi aku kantongin. “Aduh wajahku yang tamvan ini, masih bengkak lagi!” Batinku sambil meringis kesakitan. “Sakitnya~” Lirihku.
“Niko mana?” Tanya Rafi, sambil menghampiriku. Yang melihat aku duduk sendirian, bagaikan seorang jomblo. Rafi juga duduk sendirian sih, karena Arga izin tidak masuk sekolah.
Akh~ FIX! Kita sama-sama JOMBLO!!!
“Mana aku tahu…” Jawabku singkat, menurutku keberadaan Niko nggak penting-penting amat, soalnya kelas terasa damai kalau nggak ada dia. Maklum semenjak duduk sama Niko, berasa duduk sama ibu-ibu PKK (Pembinaan kesejahteraan Keluarga), banyak ngomong!
Rafi pun tanpa permisi langsung menarik dagu ku ke atas, dengan tangannya.
“Asyeeeemmm~ sakit tau!!!” Seru ku, kepada Rafi, sambil menepis tangannya.
“Preman mana yang memalak mu? Kok bisa bonyok gitu?!” Tanya Rafi, sambil memasang ekspresi ngeri.
Memang muka Gua, sehancur itu yah?
“Kita nggak boleh diam saja, ini namanya kekerasan, ini namanya kriminal, kita harus melaporkannya kepada polisi!” Ucap Rafi, tanpa menunggu jawabanku, dengan nada yang menggebu-gebu.
“TUUUUKKK~” Langsung saja, Gua mencatuk kepala Rafi, dengan keras.
“Auuuuwwww~” Adu-nya, sambil memegangi kepalanya.
“Jadi, Elu mau laporin Bapak Gua ke polisi, Fi?”
“Maksudnya?” Tanya Rafi, memasang ekspresi wajah nggak mengerti.
“Ini kerjaan Bapak Gua, tau! Bapak Gua yang kemarin malam mukul wajah Gua, hingga bonyok gini!” Curhat Gua, padanya. “Kemarin kan Gua kepergok ngerokok sama Emak Gua, dan Emak Gua adu-in hal ini, kepada Bokap Gua! Maka terjadilah~” Jelas Gua, panjang kali lebar.
“Ya udah, kita laporin aja Bokap Loe Ke Polisi! Ini namanya KDRT!”
Aku pun langsung memicingkan mataku ke arah Rafi. “Ini anak sering dapat peringkat kelas, tapi kok O’on-nya kebangetan sih?!” Batinku, sambil memijat kepalaku sendiri. Akan tetapi, aku memilih diam saja, capek nanggepinnya!
Aku pun sekilas melirik bangku Prisil yang kosong, bangku di sebelahnya juga kosong sih, tapi kan Gladish izin, dan Gladish sama kayak Niko, nggak terlalu penting dalam hidup Gua.
“Prisil juga nggak ada.” Lirihku, sambil menatap lirih ke arah bangku Prisil.
“Jadi Prisil sama Niko belum datang juga yah?!” Tanya Becca, yang tiba-tiba nimbrung diantara kami. “Gua tadi liat, Prisil tadi di bawa sama Niko, dan tangannya di gandeng sama Niko!” Ucap Becca, yang saat ini tampangnya hampir mirip kayak Niko, mirip kayak emak-emak, saat memulai pembicaraan HOT GOSIP kepada kami.
“Hah, serius?!” Tanya aku dan Rafi bersamaan.
“Iya… masa gua bohong.” Jawab Becca, dengan ekspresi wajah yang meyakinkan.
Gila nie Niko, dia kan tahu kalau gua udah lama suka sama Prisil, kok dia tega ngajak Prisil bolos? Dia mau makan teman yah???
“Makan itu nasi! Jangan teman!!!” Batinku, sambil meremas cermin, yang sedari tadi ku pegang.
“Tapi mereka sekarang dimana?” Tanya Rafi penasaran.
“Mana aku tahu.” Jawab Becca, sambil menaikan bahunya.
#Bambang POV END
♡♡♡♡
#Prisil POV
__ADS_1
Saat ini aku sedang ada di lobi toilet perempuan, aku masih membolos di pelajaran jam ke dua, makanya di toilet saat ini, penghuninya masih hanya aku.
Karena siswi yang lain masih sibuk belajar di dalam kelas, paling satu, dua orang yang tadi mampir ke toilet ini sebentar.
Aku sebagai siswi berprestasi, cukup syok karena nggak bisa mengikuti 2 jam pelajaran sekaligus, cukup syok karena baru pertama kali ini aku membolos di jam pelajaran sekolah.
Bagaimana tidak?
Selama satu jam lebih, si onta Arab menyedot bibirku dengan ganas. Mungkin dia mengira, dia itu sedotan WC kali yah, dan aku WC-nya, jadi harus bisa di sedot terus dan ditarik sampe kering.
Aku pun saat ini, masih berusaha untuk mengatur nafasku yang kini beritme, tak beraturan.
Deg-deg’an deh Gua, SUMPAAAAAHHH!!!
Gila! Nafsunya besar banget!
Sampai-sampai hidungku kesulitan untuk bernafas, tertahan oleh hidungnya yang mancung.
Aku pun kini memandangi wajahku, dari arah kaca besar, lobi toilet.
“Bengkak…” Lirihku, sambil memegangi bibirku sendiri, yang terlihat mengembung.
Bagaimana nanti aku masuk ke dalam kelas? Apa orang-orang akan menyadari kalau bibirku kini bengkak?
Sentuhan-sentuhan bibir Niko masih terasa jelas, di bibirku yang bengkak saat ini. Dan tubuhnya yang mendekap tubuhku masih terasa nyata di seluruh tubuhku.
Aku pun tersenyum simpul, memandangi diriku sendiri, di depan kaca besar Lobi Toilet tersebut. Tak ada penyesalan sama sekali dalam diriku, setelah melakukan hal itu!!
#Prisil Pov End
♡♡♡♡
#Niko POV
Yah~ itu aku yang membuat suara cuurrr itu!
Sehabis hilaf mencium bibir Prisil, aku membasuh wajahku berkali-kali…
“Gila kau Niko, apa yang kamu lakukan tadi?” Tanyaku pada kaca Lobi Toilet tersebut, sambil melihat penampakan wajahku sendiri yang basah terkena air keran.
“Bengkak…” Lirihku, sambil memegangi bibirku sendiri.
Pantesan saja tempo hari perasaanku nggak enak terus, berada di dekat Prisil, ternyata dia mau melecehkan bibirku.
Tapi kenapa juga, aku membalasnya???
Bahkan aku juga menikmatinya~ sangaaaaaaaatt menikmatinya~
Agggghhhhh!!!~
Aku pun kini mengacak-ngacak rambutku sendiri, sanking Frustasinya!
Mengingat moment itu kembali, moment saat aku membalas ciuman Prisil dengan penuh nafsu, tanpa jeda dan tanpa henti. Bahkan sampai Prisil sendiri, kehabisan nafas karena ulahku!
“Bagaimana dengan Gladish?!” Tanyaku sendiri pada pantulan bayanganku di kaca.
__ADS_1
“Ah~ bodoh amat lah, kan dia juga nggak tahu!” Jawabku, pada diriku sendiri.
( Tanya sendiri, jawab sendiri, hedeeewww 🙄🙄🙄)
Saat ini, aku bagaikan seorang suami yang sedang bermain API dengan wanita lain, di belakang istriku sendiri, persis sekali dengan sinetron popular yang ada di Channel Ikan Lele, kesukaan Ibuku.
Tapi nggak bisa di pungkiri, aku juga sangat menikmatinya, bibirnya lumayan manis juga, lembut, nikmat, munafik kalo aku bilang jijik!
Apalagi Prisil itu juga cantik!! Nggak nyesel-nyesel banget ciuman pertamaku sama gadis secantik dia!!
Lagi-lagi, aku melihat pantulan bayanganku sendiri di cermin, ku melihat diriku yang sedang tersenyum bahagia, dengan sedikit garis-garis rona kemerahan, di pipiku.
Tapi…
Aku pun langsung menggeleng-gelengkan kepalaku sendiri.
Jangan Niko, jangan!
Prisil itu incerannya Bambang! Sahabat Loe!!!
Kalau kamu deketin Prisil, bagaimana nasibnya Bambang Gundang Gulindang?
Bisa-bisa, persahabatan kalian bisa retak!
Jangan biarkan hal mengerikan itu terjadi, Niko!
POKOKNYA GUA HARUS JAGA JARAK SAMA PRISIL! POKOKNYA GUA HARUS JAUHI DIA! TITIK!!!
#Niko POV End
♡♡♡♡
Siang itu, Arga sedang mengemudikan kendaraannya, dengan tujuan restoran cepat saji Ayam Goreng KFC, untuk makan siang mereka kali ini.
Jujur saja, Arga ini 11 12 sama kakaknya., Arya, gengsinya tinggi… Meski pun saat ini statusnya pelajar, dan uang tabungan dari uang saku-nya pas-pasan, tapi dia nggak mau mengajak cewek yang menurutnya spesial, makan di pinggir jalan, apalagi yang terlihat murahan. Gengsinya benar-benar tinggi!
Akan tetapi, Gladish menahannya, dan menolak keras, untuk mereka makan di restoran cepat saji tersebut, Gladish malah meminta Arga untuk menghentikan mobilnya di warung nasi campur area pinggir jalan, yang terlihat sederhana.
“Yakin kamu mau makan disini Dhis?” Tanya Arga sambil mengerutkan alisnya.
#To Be Continued
Hai semua🙋♀️🙋♀️🙋♀️
Bagi yang ingin mendapatkan stiker PEMBACA ELITE, jangan lupa yah, di antara 5 Novel yang kalian favoritkan atau rekomendasikan, pilih INTROVERT MELANKOLIS juga dalam rekomendasi kalian😅😅😅
Gini caranya👇👇👇
❤Insya allah kalau INTROVERT MELANKOLIS masuk daftar Rekomendasi pembaca Elite dari kalian, author selama 1 harian, akan mengadakan crazy up.... 🤣🤣🤣❤
Terima kasih telah membaca😍😘🙏
__ADS_1
Bye Bye semuanya💃💃💃