
#Prisil POV
Mendapat tatapan setajam itu dari seorang Niko, Aku pun gugup… “Ka, ka, karena, karena dia suka sama Gua…” jawab Ku gagap, akibat kegugupan Ku.
“Rasanya gua mau mati, sumpah! Jarak Niko sama Gua, sekarang deket banget! Duh~ Deg-degan gua!” Jerit Ku, dalam hati.
“Prisil, Bambang itu walau ngerokok, tapi dia itu aslinya baik banget loh, Gua jamin kalau Loe jadian sama dia, dia bakal sayang banget sama Loe! Dia juga Bla Bla Bla Bla…” Jelas Niko, panjang lebar, seakan-akan seorang Sales ganteng, yang sedang menjajakan barang dagangannya, dan memuji barang dagangannya sebagus mungkin, agar laku di beli. “Dia juga ketua kelas, sangat bertanggung jawab, ramah, lucu, dan bisa di andalkan!”
Menanggapi hal itu, aku hanya bisa tersenyum, senyum yang meremehkan.
“Loe, jangan suka sama Gua deh.” Ucap Niko, tiba-tiba, sambil mengerutkan alisnya.
Seketika saja aku pun membelalakkan mataku, mendengar hal tersebut, dari arah mulut Niko.
Bagaimana tidak?
Jujur aku malu…
Aku malu!
Karena sudah ketahuan suka sama dia.
Malu aja~
Takut di tolak…
Dan nyatanya benar kan aku di tolak sama dia???
Sepertinya, dia dengar deh, kata-kata apa yang baru saja, sudah ku bicarakan dengan Becca : “Biar dia (Bambang) mundur aja deh, biar Gua bisa bebas deketin Niko tanpa ada rasa bersalah sekalipun.”
“Kamu tahu sendiri kan aku itu orang nya bodoh, ranking terakhir pula… Nggak pantas loh di bandingkan sama kamu yang selalu masuk peringkat kelas.” Ucap dia merendah.
Kamu pernah dengar istilah ‘MERENDAH untuk MEROKET?’
Hal yang kurasakan dari Niko, kurang lebih seperti ini…
Dia ‘MERENDAH untuk MENOLAK’
Jujur sakit sih, dia merendah-rendahkan dirinya sendiri… padahal aslinya, dia saat ini hanya ingin sekali membuang ku dalam kehidupannya. Tapi mencari cara dengan cara merendah, agar aku menjauh dari kehidupannya, tanpa harus membenci dirinya sedikit pun.
“Terus aku itu jahil, suka di hukum guru, suka bully orang (Gladish), suka… Bla Bla Bla Bla” Niko terus saja menjelek-jelekkan dirinya sendiri di hadapan ku. Seakan-akan dia makhluk yang paling hina yang ada di muka bumi ini.
“Cukup Niko! Cukup!!!” Seruku kepadanya, sambil menutupi kedua telingaku sendiri, kuat-kuat. Aku benar-benar nggak mau mendengarnya!!!
Niko pun berusaha melepaskan kedua tangan ku, yang saat ini sedang menutup rapat, kedua telingaku.
“Prisil lepas, dengerin omongan Gua dulu, sampai selesai!” Seru Niko kepadaku, masih berusaha melepaskan tanganku, dari kupingku.
Karena tenaganya laki-laki, dan lebih kuat. Kedua tangan ku yang kuat menutupi telingaku pun, akhirnya terlepas.
“Dengar ini baik-baik, Prisil…”
Sebelum dia meneruskan ocehan-nya kembali, aku pun segera mengambil kedua pipinya, dengan kedua tanganku, mendekatkannya dengan wajahku… dan…
“Cuuuuuuupp…” Membenturkan bibirnya yang lembut, ke arah bibirku.
Yah~ Hal ini lah, yang sudah sangat lama ku rindukan, dari dalam diri Niko…
Bibir lembutnya, yang menyatu dengan bibirku.
Akhirnya, kami berciuman lagi~
Masih teringat dengan jelas, kejadian, saat diriku pertama kali bisa sangat menyukai dirinya.
Yakni, ketika dirinya terjatuh di atas tubuhku...
Tubuh bidangnya yang menindih tubuhku, dengan kuat…
Dan, bibir lembutnya yang juga menindih bibirku, dengan kuat…
__ADS_1
Ah, manisnya~
Aku benar-benar tidak bisa melupakan kejadian itu!
My First Kiss!
Setelah kejadian itu, wajah Niko selalu membayang-bayangi ku bagaikan hantu!
Wajah Niko selalu masuk dalam mimpi buruk dan indah ku!
Wajah Niko saat ini, hanya ada dia satu-satunya, di dalam otakku.
Niko pun terkejut, saat menerima ciuman dadakan dariku tersebut. Dia pun mengedip-ngedipkan matanya, seakan bingung, ingin bertahan atau melepaskan ku.
Akan tetapi, dia pun akhirnya luluh, dia pun memilih untuk pasrah, dan dia pun akhirnya diam saja…
Dia menikmatinya???
~akh, dasar pria!
Aku pun kini mulai memberanikan diri, memberanikan diri untuk mencoba sebuah teknik, yang sering ku tonton, dari acara drama Korea kesukaanku.
Aku pun mencoba membuka bibirnya dengan bibirku, dan memasukan lidahku yang basah, ke dalam mulutnya.
Akhirnya dia kalah, dengan nafsunya sendiri, yang sengaja ku ciptakan, yang sengaja ku pancing~
Dengan deruan suara nafas yang berlomba, dan suara bercak-bercak dari arah bibir kami…
Tangannya pun akhirnya mendekap ku dengan kuat, dan membalas permainan-permainan bibirku yang tadi, secara liar.
Dan…
Aku lah, pemenangnya!!!
#Prisil POV END
#Gladish POV
Setelah berbelanja beberapa bahan masakan untuk acara pertunangan Bapakku dan Tante Lia.
Aku dan Arga berniat kembali masuk ke dalam mobil, untuk pulang ke rumah Arga, untuk menaruh belanjaan-belanjaan ini.
Kedua tangan ku saat ini, penuh dengan plastik belanjaan.
Begitu juga dengan kedua tangannya Arga, juga penuh dengan plastik belanjaan.
Yang membedakan plastik belanjaan yang di bawa olehku dan plastik belanjaan yang di bawa olehnya adalah…
Dia menyuruhku membawa plastik barang-barang belanjaan yang dirasa ringan saja, sementara dia sendiri membawa plastik barang-barang belanjaan yang lumayan berat.
Akh~ inilah satu hal yang paling aku suka dari Arga. Dia selalu mengalah padaku.
Dia benar-benar gentleman, dia benar-benar lelaki sejati!
Ketika kami berjalan, di jalanan yang lumayan besar dan becek, tiba-tiba saja ada sebuah mobil angkot hijau yang sedang melaju, dan akan melesat di atas jalan berlubang, yang terdapat genangan air hujan coklat susu, di dalamnya.
“Agggghhhhh~” Teriakku yang merasa akan menerima cipratan air coklat susu tersebut. Dari arah Angkot yang akan melewati kami.
__ADS_1
Akan tetapi tubuh Arga yang peka, dengan cepat, segera memelukku, dan memutar tubuhku, sehingga dirinya lah yang akan terkena cipratan mobil angkot tersebut, demi melindungi ku.
Dan…
“BLAAAAAAAAASSSSSSSSHHH~”
Mobil angkot tersebut memberikan sensasi semburan cipratan SUSU MILO COKLAT NIKMAT, BERGIZI, DAN MENGANDUNG VITAMIN ke arah kami.
Akan tetapi, sayangnya, bukan aku yang terkena semburan cipratan coklat susu tersebut, melainkan Arga.
Kini jaketnya yang berwana biru tua tersebut, di dominasi oleh warna lumpur coklat, akibat air cipratan lumpur tersebut. Dan cipratan coklat susu tersebut sedikit mengenai celana Jeans-nya.
Ia sengaja mengorbankan tubuhnya, demi melindungi ku.
Akh~ dia So Sweet BANGEEETT!!! AGGGGGGHHHHHHH~ ARGAAAAA!!
“Arga, kamu tidak apa-apa?” Tanyaku padanya, mendapati bajunya jadi kotor seperti ini.
“Aku nggak apa-apa Dhis.” Jawabnya.
Ia pun menyadari tubuhnya yang bidang, masih cukup erat memeluk tubuhku.
“Akh~ Maaf.” Ucap Arga sambil melepaskan tubuhnya, yang tadi lumayan lama memelukku.
“Nggak apa-apa kok, Ga.” Ucapku, sambil tertunduk malu.
“Kamu sendiri gimana, baik-baik saja?” Tanya nya balik.
Kau bercanda? Mana bisa aku baik-baik saja setelah kau peluk dan lindungin aku seperti itu!
Yang ada, jantung ku jadi kacau, berdebar nggak karuan!
Yang ada, aku-nya yang tambah bucin ke kamu!
“Iya, aku baik-baik saja kok.” Jawabku, menanggapi pertanyaannya. “Terima kasih ya, Ga…”
“Terima kasih buat apa?” Tanya-nya kembali, seakan pura-pura lupa.
“Terima kasih yah, barusan kamu sudah lindungin aku.” Jawabku.
Entah aku yang salah lihat, atau gimana?
Aku kini menemukan rona-rona kemerahan dari arah pipi Arga. Apakah dia sakit?
“Iya, sama-sama." Ucap Arga, sambil memalingkan wajahnya dari arah wajahku, dan semburat rona-rona kemerahan yang terlihat manis di pipinya.
#To Be Continued
HEI READER...👋👋👋
Selamat Hari Raya Idul Adha 1441H/2020🙏😉
semoga tahun ini membawa berkah bagi kita semua
Oh Iya ini ARYA waktu masih gendut yang mau di kurbankan, sama teman-temannya 🤣🤣🤣🤣👇👇👇👇
Oh iya,, jangan lupa bersedekah koin / poinnya buat Author... biar author bisa sewa jasa tukang potong, untuk menyembelih Arya di hari raya kali ini 🐂🐂🐂....
hehehe.... bercanda Guyzz 😅😅😅
Di tunggu komennya juga yah,, biar author tetap semangat dan nggak mati ide, untuk double up hari ini 😉😉😉💪💪💪
Kalau komennya SEPI??
berarti Author nggak jadi double up, hari ini🤣🤣🤣
READER : DASAR AUTHOR LUCHNUT PHP!!!😤😤😤
__ADS_1
Bye Bye Semuanya🙋♀️🙋♀️🙋♀️