
#Kevin POV
Pagi itu, cahaya sinar matahari masuk melalui jendela, dan mengusik mata imut nan anggunku yang sedang asik terpejam. Mataku yang terpejam pun, langsung bergerak-gerak, akan tetapi masih enggan untuk terbuka.
Masih teringat jelas, mimpi yang barusan saja muncul dalam mimpiku.
Mimpi saat tubuhku yang seksi ini sedang asik merajang sangar tubuh seorang wanita, akan tetapi dalam mimpi tersebut kami berdua sama sekali, tidak mengenakan sehelai benang sekali pun.
Mimpi itu cukup aneh, mengingat sosok yang ku cintai saat ini, merupakan sosok seorang pria ganteng, seksi dan kekar, seperti seorang Arya Bima Prasetya. Hei~ kenapa bukan dia saja yang berada dalam mimpiku? Dan bermain surga dunia di dalam mimpiku…
Kenapa harus ada seorang wanita yang mengerikan ada di mimpiku?
Mana sekarang prisai pustaka keramatku, masih merasakan denyutan-denyutan aneh akibat mimpi LUCHNUT yang merusak iman dan takwa ku semalam lagi.
Entahlah~ apakah itu, mimpi indah atau mimpi buruk?
Indah karena rasanya nikmat dan buruk karena pasangannya seorang wanita(?)
“Agggghhhhh~” Samar-samar ku mendengar suara erangan wanita yang mengerang di sebelahku. Dan…
Ah~ Erangan wanita?
Ini mimpi kah?
Kok terkesan nyata?
“BROOOOOOOTTTTT… Tuuuuuuuttt~.” Terdengar suara yang aneh di sekitarku, nyaring di awal, lembut dan halus di bagian akhir…
“Suara itu… suara apakah itu?” Gumamku dalam hati, akan tetapi, mataku yang terpejam dengan imut nan anggun tersebut, masih enggan untuk terbuka.
Hingga hidungku yang sensitive tersebut mengendus-endus sebuah aroma, aroma yang baunya sangat menyengat sekali, mirip seperti aroma bau JENGKOL BUSUK yang baunya seakan-akan dapat merusak indra penciumanku.
Mataku yang terpejam dengan imut nan anggun pun, akhirnya pasrah, dan terbuka dengan lebar.
“Ini dimana?” Gumamku, sambil mengedip-ngedipkan mataku, melihat pemandangan di sekitarku merupakan sebuah kamar yang kesannya cukup mewah, berbeda dari kamar Apartment Ku yang kesannya cukup buluk.
Aku pun melihat pemandangan yang ada di sebelah tubuhku terbaring, tak ku sangka di sebelah ku, ada penampakan seorang wanita yang sedang tertidur nyenyak di sampingku, dengan memamerkan tubuh bagian bahu yang polos.
Bahunya benar-benar sangat putih dan bersih, dan di bagian dadanya hanya ditutupi oleh selimut Bed Cover, yang saat ini, ternyata, sedang ku gunakan juga.
Aku pun melihat tubuhku sendiri, yang sama persis seperti dia, tubuhku saat ini dalam keadaan polos, hanya bagian bawah ku saja yang kini tertutup oleh selimut Bad Cover, yang sama seperti wanita tersebut gunakan.
“AAAAAAAAAAAAAAAAGGGGGGGHHHHHHHH~” Jeritku histeris, saat mencerna kenyataan yang ada, kenyataan bahwa mimpi yang semalam ku alami, ternyata mimpi itu bukanlah sebuah mimpi… akan tetapi sebuah kenyataan…
Semalam setelah wanita Luchnut yang bernama Kimmy ini habis bermain-main dengan bibirku… jari-jarinya yang lentik itu pun, lalu melepas bajuku satu persatu…
Tangan-tangan putihnya bermain-main dengan tubuhku dan menggerayangi ku, menciptakan rasa geli-geli sedap yang enggan tuk aku lepaskan…
__ADS_1
Profesional sekali Bule ini!
Tubuhnya yang lembut pun, lalu mendekap tubuhku dengan kuat, dan akhirnya…
........
..............
“AAAAGGGGHHHH~ MAMAAAAAAAAA~ SEMALAM AKU DI PERKOSYAAAAAAAAAAAA!!!~ TIDAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK!!!~ (jeritku menggunakan bahasa Indonesia).
Wanita Bule, Blasteran Belanda Jepang itu pun, akhirnya terbangun dari tidurnya, karena mendengar jeritan manjaku yang sangat nyaring, yang nyaringnya ngalah-ngalahin suara TOAK Masjid.
“Hei kenapa kau berteriak dan meracau nggak jelas seperti itu?!” Protesnya, sambil mengucek-ngucek matanya, dan mendudukkan tubuhnya di sebelahku.
Spontan saja selimut yang sedari tadi menutupi tubuh bagian atasnya, menjadi terturun, dan mengekspose.... TIIIIT dan TIIIIT
“AGGGGGGHHHHHHH~” Jeritku lagi, sambil menutupi mataku.
Aku pun dengan sigap, langsung menutupi tubuh bagian atasnya tersebut kembali, dengan selimut Bed Cover yang tadi.
Aku pun membuka mataku kembali.
“Yak! Kamu nggak tahu malu yah?!” Protes Ku, melihat ekspresinya yang terlihat biasa saja, saat mendapati tubuh bagian atasnya terekspose.
Melihat ekspesi ku yang panik, Bule (Jamu) tersebut hanya memicingkan matanya ke arah ku. “Ini, baru pertama kali terjadi kepadamu yah?”
“A APA?” Pekik ku kaget, dari kata-katanya tersebut, sepertinya Bule (Jamu) ini sudah biasa melakukannya berkali-kali.
“Jangan bilang, kau masih perjaka?!” Tanya Si Bule (Jamu) tersebut, dengan sorot mata yang seakan-akan meremehkan. Seakan-akan seseorang yang masih perjaka itu merupakan LELUCON di matanya.
Memang apa salahnya masih perjaka?
Hei kau yang merampas kesucian ku, berani-beraninya kau kini meremehkan ku, dasar wanita D*jjal!!!
“IYA AKU MASIH PERJAKA, KENAPA MEMANGNYA HAH?!”
Teriak Ku, dan tak terasa kini mataku terasa perih, air mataku pun menetes tanpa henti. “Hiks~ Hiks~ Huhuuhuuuu~” Isakan tangis ku, mencoba mencerna semua kenyataan pahit mengerikan, yang barusan ku alami, semalam.
Oh sial, seharusnya ciuman pertamaku, malam pertamaku, kesucian ku dan keperjakaanku, seharusnya kulepaskan dengan orang yang sangat aku cintai… tapi ini... Hiks~
Oh Arya, maafkan aku… Hiks~
#Kevin POV END
♡♡♡♡
Pagi itu, di SMA Tunas Bangsa…
__ADS_1
Bel masukan belum berbunyi, siswa dan siswi masih banyak yang belum berdatangan, ada yang sebagian anak masih berada di kantin, ada sebagian juga yang berada di kelas untuk piket, atau hanya sekedar ngumpul…
“Bambang kamu kenapa?” Tanya Niko, sambil menaruh tas ranselnya, di sebelah tempat duduk Bambang. Karena mereka merupakan teman sebangku.
Niko saat ini sedang mendapati Bambang sedang membenamkan wajahnya di atas meja, dengan tangan yang melipat, seperti bantal untuk menahan kepalanya.
Tanpa menjawab, Bambang pun segera menaikan wajahnya. dan mengarahkan wajahnya ke arah Niko. Terlihat pipi kiri Bambang yang tampak bengkak, dan beberapa bekas memar berwarna keunguan menghiasi wajah Bambang.
“Bambang, wajahmu kenapa? Kok bonyok gitu???” Tanya Niko khawatir.
“Aku di pukul Bapakku semalam di rumah. Hiks~” Jawab Bambang, sambil hati-hati memegangi pipi bengkaknya.
Di sebelah mereka tampak Prisil dan Becca yang hendak keluar dari kelas.
“Tau nggak Becca, aku benci banget sama cowok yang merokok!” Ucap Prisil ke arah Becca, dan mereka pun berlalu melewati Bambang dan Niko, dan keluar dari ruangan kelas tersebut.
Bambang yang mendengar kalimat menyakitkan yang barusan keluar dari mulut Prisil pun, merasa minder. Ia pun menghela nafas panjang dan… Kembali membenamkan wajahnya di atas meja.
Niko yang sudah lama tahu, bahwa Bambang naksir Prisil pun, merasa iba, dan berniat ke luar dari kelas untuk menemui dan berbicara dengan Prisil.
♡♡♡♡
“Prisil, Loe Gila yah?!” Umpat Becca, sambil menggeleng-gelengkan kepala nya ke arah Prisil. “Kita kan kemarin baru saja mendapati Bambang ngerokok, tega-teganya Loe nyindir kayak gitu, ke Bambang!”
“Gua memang benci sama cowok yang ngerokok, Becca!” Jelas Prisil.
“Tapi kan ngapain juga Loe nyindir gitu ke dia, mau dia ngerokok kek, tatoan kek, judi kek, mabok kek… nggak ada pengaruh apa-apanya sama Elu?!” Timpal Becca lagi.
“Yah pengaruh lah.” Jawab Prisil, santai. “Bambang loh pernah bilang suka sama Gua, Gua takut aja Doi yang jadi jodoh Gua di masa depan!”
“Astaga!” Pekik Becca nggak percaya, ternyata sudah sejauh itu arah pemikiran dari seorang Prisil.
“Biar dia mundur aja deh, biar Gua bisa bebas deketin Niko tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.” Ucap Prisil, sambil tersenyum simpul.
Beca pun hanya memutar bola matanya, mengingat dulu dia menebak kalau Prisil naksir Niko, tapi Prisil berkali-kali mengatakan kata “NGGAK.” Padanya. (Saat di angkot bertiga dengan Gladish, ketika ingin kerja kelompok di rumah Niko)
“MAKSUDMU APA?!” Tiba-tiba saja terdengar teriakan seseorang, dari arah yang nggak jauh dari jarak mereka berdua berdiri.
.
.
.
.
.
__ADS_1
#To Be Continued