Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 71 : Gladish, Kamu Cantik


__ADS_3

Pagi itu, hal pertama yang di lakukan Arya setelah bangun tidur adalah…


Mandi?


Akh~ mari kita lupakan tentang mandi…


Hal pertama yang di lakukan Arya setelah bangun tidur adalah memeriksa kontak Handphone-nya.


Terdapat 152 panggilan tak terjawab dan 102 pesan masuk. Dan semua panggilan dan pesan tersebut berasal dari kontak nomor yang sama, yakni Jennie, yang mengakibatkan batrai Handphone Arya langsung ter-OFF sendiri, karena ratusan panggilan dan pesan berantai tersebut, mengakibatkan batrai Handphone Arya langsung sekarat.


Bagaimana dengan hati Arya, menanggapi kehilangan mesin ATM kesayangannya, alias Jennie?


 


Nggak bisa di bohongin, Sebenarnya hati Arya merasakan sedikit rasa sakit sih, bagaimana tidak, dia sudah berpacaran dengan Jennie selama tiga tahun lamanya.


Yah~ bukan karena cinta tentunya, karena Arya bisa saja membuang Jennie dalam waktu singkat seperti mantan-mantan terdahulunya.


 


Paling cepat waktu pacaran, ala ala Arya berkisar sehari dan paling lama berkisar cuma tiga bulan.


Wow~ singkat sekali…


Akan tetapi Jennie berbeda, hubungannya dengan Jennie bertahan selama 3 tahun lamanya, nggak lain dan nggak bukan, karena kasta Jennie yang berbeda dari mantan-mantan Arya sebelumnya.


Jennie Sean Anderson, merupakan Nona Muda kaya raya, dan kekayaannya sekelas sultan.


……


#Flashback


 


Malam itu setelah Arya meminta uang sebanyak 20 Miliar US Dollar kepada pihak Orang Tua Jennie, tanpa pikir panjang, dan tanpa ada drama tawar-menawar, orang tua Jennie langsung mengeluarkan sebuah buku cek dari arah dalam koper hitam yang sedari tadi dibawa oleh pelayan pria tua, pria tua tersebut sedari tadi sudah berdiri dengan tegap di samping Ayah Jennie.


Ayah Jennie lalu dengan cepat menuliskan nominal uang, sekitar 20 Miliar US Dollar, beserta memberikan tanda tangan pada lembaran cek tersebut, dan merobek bagian ujungnya, untuk di berikan kepada Arya.


 


Wah~ mudah sekali bagi mereka, membuang duit sebanyak 20 Miliar US Dollar, hanya untuk membuang sebuah sampah seperti dirinya, dasar HOLANG KAYA!!!


Sedikit menyesal bagi Arya~


Tau gitu, Arya sang RAKYAT JELATA sekaligus GEMBEL, seharusnya meminta nominal lebih banyak, dari pada nominal yang barusan dia ucapkan tadi.


 


Arya pun sedikit tersenyum simpul, membayangkan bahwa Ia bisa pulang esok pagi, kembali pulang ke Indonesia, untuk menghadiri acara pesta pertunangan orang tuanya.

__ADS_1


Di tengah dompet mahalnya, yang isinya sudah sakaratul maut.


Yah meski pun Ia harus menerima kenyataan pahit, bahwa dirinya dan Jennie tidak bisa bertemu lagi untuk selama-lamanya. Hiks~ hiks~


 


Setelah menerima cek dengan nominal besar tersebut, Arya pun berniat pergi meninggalkan ruang makan terkutuk tersebut, pergi meninggalkan sarang keluarga Lampir terkutuk yang baru saja Ia singgahi tersebut.


“Arya, kamu mau kemana?” Tanya Jennie, yang barusan datang dari arah toilet dan masuk kembali ke dalam ruang makan tersebut.


Menanggapi pertanyaan Jennie tersebut, Arya pun hanya bisa tersenyum simpul.


“Selamat tinggal Jennie…” Ucap Arya pelan, akan tetapi sukses membuat tubuh Jennie merinding dibuatnya dan sukses membuat mata Jennie membulat dengan lebar.


Saat berjalan, bahu Arya pun tersenggol oleh bahu Jennie, dan tanpa kalimat maaf sedikit pun, tubuh Arya berhasil melewati tubuh Jennie yang ada di sebelahnya.


“Tu… tunggu…!” Pinta Jennie, akan tetapi sosok Arya tak merespon permintaan Jennie, dan terus melangkah maju, keluar dari ruang makan berukuran besar tersebut…


“TUNGGU ARYA… TUNGGU!!!” Teriak Jennie, Jennie pun ingin berlari menyusul langkah Arya.


Akan tetapi…


Kedua lengan tangan Jennie, di tahan oleh dua orang anak buah, dari keluarga besarnya.


“TUNGGU ARYA… TUNGGU!!!” Teriak Jennie lagi, kali ini dengan isakan tangis.


#Flashback End


……


 


Akan tetapi, dengan kemampuan memasak Kevin yang setara Chef (Warung pinggir jalan), menjadikan bahan masakan yang sebenarnya biasa, berubah menjadi masakan istimewa.


 


Biasanya mereka menyiapkan uang patungan untuk masakan, dan Kevin lah yang bertugas memasak berbagai hidangan untuk mereka makan sehari-hari.


Arya pun lalu membuka tudung saji berwarna Biru Navy kembang-kembang, di meja makannya… dan siap melahap apa pun masakan yang akan di sajikan oleh Kevin. Dan…


“Jeng~ jeng~”


Isi tudung saji berwarna Biru Navi kembang-kembang di meja makan tersebut, kosong, sekosong isi hati Arya saat ini.


“KEVIIIINNN!!!” Teriak Arya Frustasi.


Tak ada jawaban…


Arya pun mendatangi pintu kamar Kevin, dan langsung saja membukanya tanpa permisi.

__ADS_1


Isi kamar Kevin yang di dominasi oleh warna merah muda kembang-kembang pun, juga kosong, sekosong isi hati Arya saat ini.


“Asyeeeeeeemmmm!!! Pekik Arya dalam hati sambil mengelus-elus perutnya karena hamil *Eits~ lapar.


“Banci kaleng itu kemana sih?!” Pekik Arya kesal.


Banci kaleng adalah olokan iseng dari Arya, buat Kevin, apabila Arya sedang kesal dengan sosok Kevin, habisnya lelaki berwatak kemayu melankolis itu, sangat suka sekali dengan warna pink, dasar pinky boy!


Ketika Arya ingin berlalu, langkahnya tertahan…


Sekilas~ Ia menemukan penampakan warna biru, di tengah-tengah kamar berdominasi warna pink tersebut.


Ia pun mendekat…


Semakin mendekat…


Dan…


“HEI INI KAN CELANA KOLOR KU!!!” Teriak Arya, mendapati celana kolor nya ada di Spring Bed bernuansa Pink milik Kevin. “KENAPA??? KENAPA ADA CELANA KOLOR KU DISINI… KENAPAAA????” Teriak Arya histeris, karena celana kolor miliknya, yang ada di kamar Kevin sekarang ini adalah Kolor paling mahal, bermerk Chanel kesayangannya.


♡♡♡♡


 


“Hei Arga!” Sapa Gladish, yang menghampiri Arga yang saat ini sedang duduk di ruang tamunya, dengan suguhan susu kotak rasa coklat yang disajikan Bapak Gladish untuknya, sebagai tamu. “Kau sudah menunggu lama?” Tanya Gladish lagi, saat melihat Arga bermain Handphone, sambil asik menyedot susu kotaknya.


“Nggak juga.” Jawab Arga, singkat. Sedikit pangling melihat sosok Gladish yang lagi-lagi terlihat cantik di matanya, dengan baju kasual yang sederhana.


 


Menurut Arga, baju Gladish kali ini, jauh lebih baik dari pada baju-baju Gladish sebelumnya. Baju-baju sebelumnya, memberikan kesan bahwa Gladish itu feminim banget, padahal menurut Arga feminimnya Gladish kemarin-kemarin itu maksa banget, dia seperti hanya Copyright gaya nya Prisil.


“Gladish, kamu cantik~” Ucap Arya tiba-tiba, tanpa bisa Ia kendalikan.


“A Apa?!” Pekik Gladish, kaget, spontan saja wajah Gladish langsung memerah pada saat itu juga.


Arga pun langsung membelalakkan matanya, kaget dengan kalimat apa, yang baru saja keluar dari arah bibirnya.


 


“Terima kasih…” Ucap Gladish, sambil senyum-senyum sendiri, menunduk malu-malu, dan tangannya sambil memukul pelan, ke arah bahu Arga.


“Tapi aku belum mencintaimu…” Ucap Arga, dengan cepat.


“A… Apa?” Pekik Gladish, yang merasa ucapan yang baru saja diucapkan, oleh Arga barusan, bukan tulus dari lubuk hatinya, akan tetapi kata-kata tersebut contekan dari kata-kata yang pernah di ucapkan olehnya di angkot, eh eh~ salah ding, kata-kata itu milik film Dilan 1990.


“Nggak tau kalau nanti… tunggu aja…” Ucap Arga kembali, sambil mengerutkan alisnya.


Gladish pun langsung manyun, kesal mendengar kalimat contekan, yang seharusnya terdengar romantis tersebut.

__ADS_1


 


#To Be Continued


__ADS_2