
Kevin pun hanya tersenyum simpul melihat keindahan itu… akan tetapi kini matanya tertuju di bibir Arya yang terlihat tebal dan tipis. Ingin sekali Ia merasakan keindahan tersebut, merasakan kelembutan bibir tersebut.
Perlahan-lahan Ia dekatkan wajahnya ke arah wajah Arya…
Semakin dekat…
Dag dig dug… (Suara Soundtrack dentuman jantung Kevin saat ini)
Semakin dekat…
Dag dig dug…
Semakin dekat…
Dag dig dug…
“Sedikit lagi…” Girang Kevin dalam hati. Ketika menyadari hidung mereka kini bersentuhan.
Dan….
“You call me on the telephone, you feel so far away
You tell me to come over, there's some games you want to play
I'm walking to your house, nobody's home
Just me and you and you and me alone.”
Mendengar bunyi deringan Handphone dari arah kantong celana Arya, Kevin pun langsung menjauhkan wajahnya dari arah wajah Arya.
Kevin pun sedikit frustasi karena rencananya gagal, lelaki tampan berdarah Menado tersebut langsung menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya.
Padahal dia sudah berinisiatif untuk melepaskan keperawanan bibirnya, pada siang hari ini, bersama dengan seorang Arya, sang pujaan hati.
Mendengar bunyi deringan Handphone dari arah kantong celananya tersebut, Arya pun langsung terbangun dari tidurnya.
“Hoaaaammmm~ Siapa yang meneleponku?!” Tanya Arya, dengan suara yang menguap, karena masih mengantuk. Ia pun mengucek-kucek matanya, dan terkejut melihat ada sosok Kevin di dalam kamarnya.
“Wake up in your bedroom and there's nothing left to say
When I try to talk you're always playing board games
I wish I had monopoly over your mind
I wish I didn't care all the time” Bunyi nada dering Handphone Arya, yang bunyinya lumayan kencang.
“Ngapain kamu ada di sini Vin?” Tanya Arya lemah, sambil berusaha berdiri, dan dengan langkah sempoyongan mengambil Handphone yang ada di saku celananya.
“Aku... Aku tadi niatnya cuma mau membantu merapikan kamarmu sebentar, eh nggak menyangka, kamu ternyata sudah pulang dan tertidur di dalam kamar.” Jawab Kevin dengan nada bergetar, karena gugup.
Arya pun tak menanggapi jawaban Kevin, Ia sibuk mencari-cari keberadaan Handphonenya, meraba-raba beberapa kantung celananya, yang Ia gantung di belakang pintu kamar Apartment-nya dan menerima panggilan tersebut.
“Halo Kimmy, how are you?” Sapa Arya, kepada seseorang yang barusan menelponnya tersebut.
__ADS_1
“Kimmy?!” Pekik Kevin, sambil mengerutkan alisnya. “Siapa lagi perempuan yang bernama Kimmy itu?” Batin Kevin. Dia terlihat nggak suka dengan nama perempuan asing, yang barusan di sebutkan oleh Arya tersebut. “Jangan-jangan perempuan itu pacar Arya yang baru?” Duga Kevin.
(Percakapan dalam Bahasa Inggris)
“Kamu selalu ada di hatiku sayang... Terima kasih ya, tadi di kampus, udah mau menerima cintaku.”
“Oh bertemu malam ini? Tentu saja aku selalu ada waktu buat kamu sayang~” Gombal Arya, dalam percakapan tersebut.
“I Miss You too, sayang... muach... muach...” Ucap Arya, mengakhiri percakapan teleponnya, sambil mencium-ciumkan Handphone-nya tersebut ke arah bibirnya.
Melihat hal tersebut, Kevin pun hanya bisa meneguk air liurnya... karena seharusnya, saat ini yang bisa menikmati bibir Arya itu adalah dirinya, bukan Handphone tersebut.
“You call me on the telephone, you feel so far away
You tell me to come over, there's some games you want to play
I'm walking to your house, nobody's home
Just me and you and you and me alone.” Bunyi nada dering Arya lagi, yang bunyinya lumayan kencang, untuk yang ke dua kalinya.
“Jennie.” Gumam Arya, sambil mengerutkan alisnya.
“Aiiisss~ Jennie? Si Nenek Lampir itu!!!” Batin Kevin kesal, sambil mengigit-gigiti ujung kukunya.
Ia masih ingat betul tentang Jennie, perempuan yang berpenampilan Super Norak (menurut Kevin), yang ingin memisahkan antara dirinya dengan Arya, Ia hampir saja memindahkan Arya ke Apartment lain yang lebih mewah dan besar, untung saja Kevin menangis menjerit-jerit pada saat itu... jadi dia masih bisa tinggal bersama Arya, sampai saat detik ini.
“Halo, Jennie Ku yang manis, belahan hati Ku, belahan jiwa Ku dan belahan pant*t Ku. Ada apa kau meneleponku, sayang?” Ucap Arya, dengan kata-kata gombalan yang tak kalah mautnya.
“Oh malam ini? Tentu saja aku selalu ada waktu buat kamu sayang~” Gombal Arya, dalam percakapan tersebut.
Dan Kevin pun langsung mengelus dadanya, karena ikutan kaget karena mendengar teriakan dari Arya tersebut.
₩₩₩₩₩
Sepulang sekolah...
Arga, Niko, Rafi, Gladish, Prisil dan Becca pergi ke berkunjung ke rumah Bambang. Karena ingin menjenguk Bambang yang tidak masuk ke dalam kelas pada hari ini, karena terkena penyakit aneh, yakni kejang-kejang.
Niko yang naik motor dengan berboncengan dengan Rafi, Sedangkan yang lainnya mengikuti arah motor Niko, dengan menumpang mobil Arga.
Tak lupa mereka pun membawa sekeranjang buah segar, sebagai buah tangan untuk keluarga Bambang.
“Ting Tong~ Ting Tong~” Suara Bel rumah kediaman Bambang bergema. Ternyata rumah Bambang terletak di kawasan Perumahan Kompleks TNI di Bogor.
“Assalamuallaikum...” Ucap mereka berlima, ketika Ibu Bambang membuka pintu rumahnya.
“Waalaikumsalam...” Ucap suara wanita paru baya dari arah balik pintu. “Kalian teman-teman Bambang yah?” Tanya Ibu bertubuh tambun tersebut, melihat pakaian kelima remaja tersebut berseragam putih abu-abu dengan lambang sekolah yang mirip dengan sekolah anaknya.
Ibu Bambang pun mempersilahkan mereka masuk, dan mengantar mereka menuju kamar Bambang.
__ADS_1
Ketika Ibu Bambang membuka pintu kamar anaknya...
Betapa terkejutnya lah Ibu Bambang, melihat anaknya sedang asik merokok di dalam kamar, sambil duduk bersila di pinggir jendela kamar, dalam keadaan jendela kamar yang terbuka lebar.
Gladish, Prisil dan Becca pun ikut terkejut, melihat pemandangan tersebut. Sedangkan Arga, Niko, dan Rafi melihat pemandangan tersebut dengan ekspresi yang biasa saja. Karena secara tak langsung mereka sudah menjadi perokok pasif, akibat ulah dari asap rokok yang di keluarkan oleh mulut Bambang, hampir tiap hari, pada jam istirahat sekolah.
“BAMBAAAAAANNNGGGG!!!!” Teriak Ibu Bambang histeris, melihat kelakuan anaknya yang luar biasa nakalnya.
“AAAAAAAAAAAAAAAAGGGGGGGHHHHHHHH!!!!” Teriak Bambang, yang melihat ibunya memergokinya, sedang santuy merokok tersebut.
₩₩₩₩₩
“Kevin, bolehkah aku minta tolong padamu???” Tanya Arya ke arah Kevin, dengan tampang panik, sambil memegangi kedua lengan tangan Kevin, dan mengguncang-guncang kan tubuh Kevin.
“Apalagi?” Tanya Kevin, dengan tampang kesal, akan tetapi enggan menampik tangan Arya, yang menempel di lengannya.
“Aku nanti malam, ada janji dengan Kimmy.” Jelas Arya frustasi, sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. “Akan tetapi, aku nanti malam juga, ada janji juga dengan Jennie.... AAAAGGGGHHHH~” Teriak Arya frustasi, sambil mengacak-acak rambut di kepalanya dengan kedua tangannya.
Mendengar cerita Arya, Kevin pun lalu mengerutkan alisnya. “Lha, tumben kamu bodoh? Biasanya kamu pintar dalam urusan bodohin cewek?” Tanya Kevin, dengan nada sindiran.
Akan tetapi, Arya nggak terlalu memasukan ke dalam hati sindiran dari Kevin tersebut. “Oke, gua akui, kalau Gua itu bodoh!” Ucap Arya, sambil menenangkan hatinya sendiri yang sekarang sedang terguncang. “Akan tetapi, bisa nggak kamu bantu Gua malam ini?” Tanya Arya lagi, sambil menatap kedua mata Kevin, dalam-dalam.
Kevin pun melemah menerima tatapan mata yang dalam, dan tajam dari arah mata Arya, yang menurutnya sangat menggoda iman dan takwanya.
“Ka Kamu, ma mau, mi minta bantuan apa Arya?” Tanya Kevin dengan nada suara yang super duper gugup, karena terkena tatapan maut Arya tersebut.
“Bisakah kau membantuku untuk mengencani salah satu dari mereka?”
#To Be Continued
.
.
.
.
Hai hai pembaca kesayangan INTROVERT MELANKOLIS💜💜💜😍😍😍
Jangan lupa yah LIKE, KOMEN, SHARE, RATTING 5, VOTE-nya.
Jangan lupa tinggalkan VOTE biar INTROVERT MELANKOLIS Biar Author Nya tetap semangat dan Nggak Pensiun Dini 🤣🤣🤣
Contohnya seperti di bawah ini 👇👇👇👇
Ini Kimmy, Mahasiswa keturunan 2 negara Penjajah Indonesia (Jepang dan Belanda) 🤣👇👇👇
Bye-Bye 💃💃💃
__ADS_1
Makasih yah semuanya, sudah membaca dan mendukung INTROVERT MELANKOLIS selama ini.... Chalanghae 😍😘 assalamuallaikum🙋♀️🙋♀️🙋♀️