
“Hei! Tahu dari mana kamu tentang Melanie?!”
“Hei kakak nggak ingat, dulu waktu kakak masih SMA, kakak mau bunuh diri!” Ucap Arga, sambil membalikan tangan kiri Kakaknya, yang sedang duduk di sebelahnya tersebut, dan memperlihatkan garis nadinya yang seperti menonjol… terlihat seperti ada TANDA BEKAS SAYATAN di garis nadi, tangan kiri, Kakaknya tersebut.
“Sesudah menyayat nadi Kakak seperti ini, Kak Arya selalu meneriakan nama seseorang yang bernama Melanie… Dalam mimpi Kakak.” Jelas Arga, sambil menyentuh tanda bekas sayatan itu dengan ujung jemarinya.
.
.
.
.
#Flashback
Setelah melabrak perselingkuhan Melanie, dengan pria gendut seperti dirinya dan apesnya di situ, Arya lah yang di cuekin oleh Melanie… Arya pun pulang ke rumah dengan langkah sempoyongan.
“Arya kamu mabuk?” Tanya Tante Lia, yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu bersama temannya, sambil menghampiri anaknya yang seperti orang teler tersebut, dan memegangi kedua bahu Arya.
“Bun~da, Arya tidak ma~buk… Arya Nggak Ma~buk Bun~da.” Ucap Arya mendayu-dayu, dengan mata dan pipi yang memerah.
“Lia dia anakmu?” Tanya teman Tante Lia, sekaligus Owner tempat Tante Lia berkerja.
Yang kebetulan datang jauh-jauh dari kota Bogor ke Jakarta untuk urusan bisnis, sekaligus menyempatkan diri untuk bertamu ke rumah teman SMA, sekaligus karyawannya, yakni Tante Milea.
“Iya Siska, namanya Arya.” Jawab Tante Lia, dengan ekspresi malu.
Ia sungguh malu karena anaknya, saat ini, di lihat oleh bosnya dalam keadaan sehancur ini.
“Kamu tunggu sini dulu yah, aku mau antar anakku dulu, untuk masuk ke dalam kamarnya.” Pamit Lia terhadap tamunya tersebut.
“Silahkan.” Ucap Siska, sambil menyeruput secangkir teh hangat, yang ada di tangannya.
Tante Lia pun berlalu, dengan menuntun masuk, tubuh Arya yang mabuk, ke dalam kamarnya.
♡♡♡♡
“YA AMPUN MOBILKU!!!” Teriak seorang Pria, histeris mendapati mobilnya, pulang ke rumah, dalam keadaan penyok. “INI PASTI ULAH ARYA!!!”
Saat ini Arga dan Ayahnya baru saja pulang dari tempat pemancingan ikan, mereka pergi ke tempat pemancingan ikan tersebut dengan mobil istrinya, Lia… karena dari pagi-pagi sekali, mobilnya telah lenyap di bawa kabur oleh Arya.
Untung saja hari ini hari weekend, jadi Lia tidak bekerja untuk hari ini.
__ADS_1
“Ayah jangan teriak-teriak, sepertinya kita sedang kedatangan tamu.” Gumam Arga, sambil melirik sebuah mobil Sport mewah yang terparkir tak jauh dari kediaman rumahnya tersebut.
“Bodoh amat!” Ucap Ayah Arga, sambil berlari masuk, dengan seperangkat alat pancing di dalam tasnya, guna mendatangi sosok anak gendutnya, Arya tersebut.
♡♡♡♡
Beberapa menit, setelah Ayahnya berlari ke arah loteng, menuju kamar Arya.
Arga pun masuk ke dalam rumah tersebut.
Dia melirik ada sosok wanita paru baya anggun, dengan rambut sanggul… Seumuran ibunya, sedang duduk manis di ruang tamunya.
“Adik Ganteng, sini!” Panggil wanita paru baya tersebut, sambil tersenyum simpul.
Menuruti panggilan wanita paru baya tersebut, Arga kecil pun mendekat ke arah wanita paru baya tersebut.
“Ada apa tante?” Tanya Arga, dia pun menduga mobil Sport mewah tersebut, kepunyaan tante cantik, yang kini ada di hadapannya tersebut.
Wanita paru baya tersebut, memegang dagu Arga, dan mendongakkan nya… “Wajahmu ini sempurna… kamu juga pintar dan… Agh~ bagaimana ini??? Sepertinya kamu rival anakku di masa depan?!”
“Maksud tante?” Ucap Arga, tak mengerti, sambil mengerutkan alisnya.
Tante itu pun lalu melepaskan tangannya, dari arah dagu Arga.
“Akh~ sudah lah, cuma saingan cinta dari gadis rakyat jelata, yang nggak penting doang~” Ucap tante asing itu, sambil tersenyum simpul.
“Tunggu…” Pinta tante asing tersebut.
Arga pun lagi-lagi menuruti perintah tante tersebut, ia pun menghentikan langkahnya…
“Laki-laki gendut itu kakakmu kan?” Tanya tante asing itu, sambil menunjuk Foto keluarga berukuran besar, yang tergantung di ruang tamu.
Di foto tersebut, berisi foto...
Bunda yang duduk memangku tubuh Arga kecil, dan ayah berdiri sambil memegang, kedua pundak dari Arya remaja, yang bertubuh jumbo.
Dan wanita tersebut mengarahkan telunjuknya ke arah remaja, laki-laki gendut.
Dan Arga pun menjawab pertanyaan dari tante asing tersebut, dengan sebuah anggukan.
“Jaga dirinya baik-baik… karena pada bulan purnama, dia akan membunuh dirinya sendiri.” Ucap Tante asing tersebut, dengan senyuman simpul di wajahnya.
Arga yang melihat senyuman simpul dari tante asing tersebut, seketika saja, merasakan merinding di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Tapi Arga tak mau ambil pusing, dia menganggap omongan tante asing tersebut, hanyalah sebuah omongan angin lalu…
♡♡♡♡
Keesokan harinya…
“Kakak, Aku pinjam cat warna yah~” Ucap Arga, di depan pintu kamar Arya, akan tetapi sosok Arya tidak ada di kamarnya, dan pintu kamar Arya pun kebetulan tak terkunci.
Tanpa permisi lagi, Arga pun langsung saja masuk ke dalam kamar Kak Arya-nya tersebut, guna mencari keberadaan cat warna milik kakaknya.
Saat Arga menggeledah tas Arya, terkejutlah dia mendapati seutas tali tambang panjang, di dalam tas kakaknya tersebut. Dia langsung membelalakkan matanya, dia teringat kembali kata-kata wanita asing, yang kemarin baru saja di temui-nya tersebut:
“Jaga dirinya baik-baik… karena pada bulan purnama, dia akan membunuh dirinya sendiri.” Ucap Tante asing tersebut, dengan senyuman simpul di wajahnya.
Arga pun langsung meneguk air liurnya sendiri, mengingat kata-kata dan senyuman simpul dari wajah tante asing tersebut. Perasaannya saat ini pun, jadi nggak enak, tak karuan.
Ia pun akhirnya mengambil tali tambang tersebut, guna berniat untuk menyembunyikannya.
♡♡♡♡
Malam harinya…
Di ruang keluarga, terdapat Arga, Ibu, dan ayahnya yang sedang menonton acara keluarga… di stasiun TV ikan Pari.
“Wah~ bulannya cantik sekali, Bunda~” Ucap Ayah Arga, sambil iseng membenarkan Gorden jendela ruang keluarga, yang kebetulan langsung menuju ke arah pemandangan taman belakang rumahnya.
Mendengar hal itu dari mulut suaminya, Bunda pun ikut mendekat dan melihat ke arah jendela… “Wah, sudah bulan purnama saja, cantik sekali bulannya!” Seru Bunda Lia, sambil ikut terpesona melihat arah bulan tersebut.
Arga pun hanya tersenyum simpul mendengar percakapan orang tuanya tersebut, akan tetapi dia enggan beranjak untuk melihat bulan purnama tersebut, dia malah asik sibuk, menonton acara keluarga Favorit yang ada di hadapannya.
“Ngomong-ngomong, Arya kok lama sekali di kamar mandi yah Yah?” Tanya Bunda ke arah Ayah. “Bunda, sudah kebelet pipis…” Gumam Bunda sambil memegangi rok bagian depannya.
“Bulan purnama? Kak Arya?” Gumam Arga tiba-tiba… Ia teringat kembali kata-kata yang kemarin, yang di ucapkan oleh wanita asing tersebut kepadanya:
“Jaga dirinya baik-baik… karena pada bulan purnama, dia akan membunuh dirinya sendiri.” Ucap Tante asing tersebut, dengan senyuman simpul di wajahnya.
“Ayah, Bunda, ayo selamatkan Kak Arya! Kak Arya mau bunuh diri!” Seru Arga tiba-tiba, dan berlari di arah kamar mandi keluarga mereka, yang kebetulan dekat dengan ruang dapur.
“A Apa?!” Seru Bunda dan Ayah mereka, kaget, dan ikut berlari juga ke arah kamar mandi, mengikuti jejak Arga.
#To Be Continued
Visual Yongki, adik Maya👇👇👇
__ADS_1
votenya juga y