Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 54 : Dipaksa Menikah?


__ADS_3

Di sebuah restoran Prancis berdesain mewah, yang berada di pusat kota Changi, Singapore…


Jennie dan Arya sedang menikmati daging Steak dengan saos Mushroom yang dimasak Medium Rare, dengan pisau dan garpu yang ada di tangan mereka masing-masing.



Dan dengan sebotol anggur merah, yang menemani makan siang mereka saat ini.



“Arya, kenapa kau dari tadi diam saja?” Tanya Jennie sambil mencoba memotong daging Steak yang ada di piringnya.


Arya pun memutar bola matanya. “Kau tak ingat sepanjang perjalanan tadi, kau hanya membahas seputar pernikahan?”


“Kenapa memangnya? Tanya Jennie, Jennie pun meneguk dengan anggun, segelas anggur yang sedari tadi sudah tertuang di gelas tangkainya. “Setiap hubungan antara dua pasang manusia, pasti berakhirnya di pelaminan, bukan? Entah sebagai pasangan pengantin, atau hanya sebagai tamu undangan.” Jelas Jennie, sambil menggoyang-goyangkan gelas anggurnya.


“Aku cinta sama kamu Jennie.” Ucap Arya, dengan nada yang setulus mungkin dan menggunakan mimik muka yang seserius mungkin. “Aku juga ingin sekali nikah sama kamu!” Ucapnya lembut, sambil menatap wajah Jennie dalam-dalam. “Tapi…”


Arya pun menaruh gelas anggur yang sedari tadi di pegang oleh Jennie, mengambil dua buah tangan Jennie, dengan kedua buah tangannya. “Aku belum siap nikah Jennie.” Jelas Arya sambil mengerutkan keningnya, dan menundukkan wajahnya.


“Kenapa?” Tanya Jennie dengan mata yang berkaca-kaca.


“Kamu tahu sendiri kan aku masih kuliah semester akhir, dan aku mau fokus disana.” Jawab Arya, dengan mata yang juga ikut berkaca-kaca.


Akh~ Arya benar-benar aktor yang baik.


Sudah biasa dia di ajak nikah sama mantan-mantan pacarnya, yah~ terutama dengan wanita yang sudah pernah di pakai olehnya. Akan tetapi dia selalu saja punya alasan untuk menolak dengan cara yang halus.


Sehingga wanita-wanita itu hanya tak berdaya, dan langsung melepaskan dirinya begitu saja, tanpa membenci dirinya.


Akh~ dasar cowok B*JINGAN!!!


Tapi, apa Arya tega melepaskan seorang Jennie?


Jennie Sean Anderson, seorang anak perempuan yang ketika lahir sudah di juluki predikat sendok emas, terlahir dari ayah yang berstatus Ceo perusahaan tekstil ternama, dan terbesar di Singapore. Sedangkan, ibu Jennie merupakan pewaris tunggal dari beberapa hotel berbintang lima, yang ada di Singapore.


Ayah dan Ibunya Jennie merupakan kolaborasi pernikahan sendok emas yang sempurna bukan?


Dan Jennie, keturunan mereka, merupakan sendok emas berkilauan, yang kini dilapisi berlian-berlian di ujung sendok nya.


Tak heran, di antara wanita-wanita yang pernah Arya pacari, Jennie lah wanita yang paling awet singgah di hatinya.


Bukan karena Jennie wanita yang tercantik, yang pernah Arya kencani… Bukan!


Kalian tahu sendiri kan, wanita cantik merupakan sesuatu yang mudah di dapatkan oleh seorang Arya.


Tapi Jennie merupakan wanita terkaya, di antara wanita-wanita cantik maupun kaya yang pernah Arya temui. Kekayaannya Jennie sekelas sultan.

__ADS_1


ATM berjalan yang sering membantunya dalam membayar uang kontrakan dan uang kuliahnya.


Kalau pun Arya menikah dengan seorang Jennie, sudah bisa Arya bayangkan dong kekayaannya kelak bisa sampai 7 turunan, atau bahkan bisa lebih.


Jadi Arya yakin, mau melepaskan seorang Jennie Sean Anderson?


“Gimana kalau kita nikahnya setelah aku lulus kuliah?” Tawar Arya, sambil mengigit bibir bawahnya. Tapi asli, sumpah, sebenarnya Arya cuma mengulur-ulur waktu saja, karena dia pada dasarnya nggak ada target sama sekali untuk nikah di umur 20an, apalagi berniat untuk nikah muda. Apakah dia harus mencapakkan Jennie setelah kuliahnya selesai?


Toh, ATM berjalan seperti Jennie, menurutnya hanya dia butuhkan pada saat masa-masa kuliah saja.


“Hei! Kamu kan juga saat ini masih kuliah!” Protes Arya kepada Jennie.


Mengingat Jennie yang saat ini, juga sedang proses menyelesaikan tugas tesis akhirnya di National University of Singapore (NUS), Universitas yang sama dengan dirinya, akan tetapi dengan jurusan yang berbeda.


Kalau Arya mengambil jurusan kedokteran, sedangkan Jennie mengambil jurusan Management Bisnis, Arya yang saat ini berusaha menyelesaikan kuliah S1-nya di semester akhir, sedangkan Jennie sedang berusaha menyelesaikan kuliah S2-nya di semester akhir. Yah~ soal umur, umur Jennie lebih tua 2 tahun di bandingkan Arya. Makanya pemikiran Jennie saat ini, jauh lebih dewasa.


“Bukankah kalau kita nikah, sambil kuliah pun juga bisa?” Tanya Jennie, berusaha meyakinkan.


“Tapi aku belum mapan!” Jelas Arya, dengan nada yang merendah.


“Kenapa tunggu mapan?” Tanya Jennie, sambil mengerutkan alisnya.


“Karena siapa yang kelak akan menghidupi mu, dan anak-anak kita, kalau aku belum mapan?” Ucap Arya memberikan alasan yang lebih realistis, mengingatkan tanggung jawabnya sebagai seorang laki-laki, terhadap istri dan anak-anaknya, kelak.


“Hahahahahahahaha~” Mendengar hal tersebut Jennie pun tertawa lepas, dan meneguk lagi gelas anggurnya, kali ini dengan tegukan yang sanggar. “Arya, Arya… jangan sok lelaki bertanggung jawab, sekarang ketika pacaran saja, siapa yang banyak menghidupi kamu?” Tanya Jennie, dengan nada meremehkan.


Mendengar hal itu, Jennie pun langsung mengangkat kedua alisnya.


“Tapi kenapa kau mau menikah secepat ini?” Tanya Arya lagi. Baginya, menikah \= kehilangan masa mudanya.


“Ayahku ingin aku menikah dengan anak kerabat, rekan bisnisnya.” Jelas Jennie, sambil menuangkan kembali gelas anggurnya yang kosong, dengan sebotol anggur yang saat ini sedang di pegang-nya. Tampak raut wajah Jennie sekarang sedang stres dan frustasi di buatnya


“Kenapa serumit ini? Kau hanya tinggal menikah saja dengan pilihan ayahmu, gampang bukan?!” Ucap Arya santai, mencoba memberikan solusi, sambil memotong dan melahap Steak yang ada di piringnya.


Jennie pun langsung memelototkan matanya ke arah Arya, mengambil pisau yang ada di sekitar piringnya, memegangnya dengan posisi terbalik, dan...


“TUKKK… TUUUKKK… TUUUUKKK!!!” Menyucuk-nyucukkan pisau makan tersebut, ke arah daging steak miliknya dengan sanggar, bersamaan dengan ekspresi kesalnya.


Arya pun lalu membuka mulutnya melihat hal tersebut, Jennie di matanya saat ini, mirip seperti seorang Psikopat.


₩₩₩₩₩


“GLADISH TUNGGUUUU!!!” Teriak Niko, sambil mengejar langkah Gladish, yang tengah berlari dari arah kelas 2 IPA 6, menuju koridor sekolah.


Saat ini perasaan Gladish sangat marah, sekaligus malu… dan parahnya, dia juga saat ini hampir saja menangis, tapi, tapi… dia takut… dia takut ketahuan oleh teman-teman yang lain kalau… kalau dia saat ini, Ia akan menangis.


Gladish paling anti kalau dilihat orang lain sedang menangis, dia paling benci kalau terlihat lemah di depan orang lain.

__ADS_1


“Ah sial~ dasar lelaki Br*ngsek!!!” Umpat Gladish, dalam hati.


Karena Niko berlari lebih cepat dari pada Gladish, Niko pun kini berhasil mengejar langkah Gladish.


“GLADISH TUNGGUUUU!!!” Teriak Niko lagi, kali ini sambil menarik tangan Gladish.


“Lepaskan!” Seru Gladish, sambil mengibaskan tangan Niko.


Niko pun nggak menyerah, dia masih menggenggam kuat tangan Gladish.


“KAMU MAUNYA APA, HAH?!” Bentak Gladish ke arah Niko, sambil membelalakkan matanya.


“Aku maunya kamu!” Ucap Niko lirih.


“CIIIIHHH~” Decak Gladish, kesal. “Pasti kamu mau jahili aku lagi, IYA KAN?!” Bentak Gladish lagi, dengan nada penuh penekanan.


“Iya… aku mau jahili kamu lagi… setiap hari, setiap saat, setiap waktu, setiap menit, setiap detik… aku selalu, maunya jahili kamu terus!” Ungkap Niko, dengan suara yang lemah, akan tetapi, tetap bisa terdengar jelas oleh telinga Gladish.


Gladish pun mengerutkan alisnya, tak mengerti apa maksud dari Niko tersebut. “Ma… maksudnya?”


“Aku suka kamu Gladish…”


#To Be Continued


.


.


.


.


Hai hai pembaca kesayangan INTROVERT MELANKOLIS💜💜💜😍😍😍


Jangan lupa yah LIKE, KOMEN, SHARE, RATTING 5, VOTE-nya.


Jangan lupa tinggalkan VOTE biar INTROVERT MELANKOLIS yang Badung ini,, masuk ranking kelas🤣🤣🤣


Contohnya seperti di bawah ini 👇👇👇👇



BTW edisi kangen sama sampul lama🤣👇 bagusan yang lama atau yang sekarang yah?🤔🤔🤔



💃💃💃

__ADS_1


Makasih cinta-cintaku semuanya, sudah membaca dan mendukung INTROVERT MELANKOLIS selama ini.... Chalanghae 😍😘


__ADS_2