Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 47 : My Secret Admirer


__ADS_3

Di ruang UKS…


Bambang hanya berduaan dengan Prisil.


Prisil sibuk mengobati tangan Bambang dengan obat merah, lalu mem-perban tangan Bambang, sedangkan Bambang juga tak kalah sibuk… Ia sibuk memandangi kecantikan paras gadis, yang kini ada di depannya tersebut.


Bambang sangat bahagia, karena ini merupakan moment yang langkah baginya. Batinnya, kapan lagi bisa berduaan gini dengan Prisil. Apakah ini merupakan kesempatan emas baginya, untuk menyatakan perasaan cintanya kepada gadis feminim tersebut?


 


“Prisil ada yang mau aku omongin sama kamu!” Ucap Bambang, memulai pembicaraan, dari suasana yang sedari tadi hening tersebut.


“Aku juga, ada yang mau aku bicarakan sama kamu!” Ungkap Prisil.


“Yaudah, kamu duluan saja!”


“Jangan donk!” Elak Prisil. “Kan tadi kamu duluan yang ingin bicara sama aku!” Sambungnya.


“Tapi kan dimana-mana harus ladies First (Wanita dulu).”


“Okey~” Ucap Prisil akhirnya. “A a aku naksir Niko!” Ucap Prisil, dengan nada terbata. Ia begitu malu harus mengungkapkan perasaannya saat ini, kepada Bambang.


Bagaikan petir di siang bolong…


Kalimat yang terdengar sederhana itu, sukses membuat tubuh Bambang tak berkutik, seakan membatu.


“Kreeekkk~” Hatinya seakan patah di buatnya, dalam waktu sekejap mata.


“Bisakah kau membantuku?” Tanya Prisil sambil mengerutkan alisnya, dengan rona-rona kemerahan di pipinya. “Kamu tahu sendiri kan susah bagi seorang gadis, dalam mengungkapkan perasaannya duluan kepada seorang cowok yang begitu di sukai-nya.”


“Begitu disukainya? Kau bercanda.” Pekik Bambang dalam hati. Sambil mengepalkan tangannya, berusaha untuk menahan amarahnya.


“Maaf… Aku tidak bisa.” Ucap Bambang, tanpa ada satu pun ekspresi yang tertuang di wajahnya.


“Apa?!” Prisil pun membulatkan matanya, jawaban dari Bambang sangat tidak sesuai dengan ekspetasinya. “Kenapa?” Tanya Prisil lagi, tak terima. “Bukannya manusia harus saling menolong satu sama lain?”


Seketika saja mata Bambang pun memerah.


“HAHAHHAHAHAAAAAA~” Tawa Bambang menggema tiba-tiba, dalam ruangan tersebut. “Mana ada seseorang yang tega membantu seseorang yang di sukai-nya, demi mendapatkan hati dari lelaki lain?!” Gumam Bambang dalam hati. “HAHAHHAHAHAHHAHAHA~” Tawanya kembali, demi melindungi harga dirinya. Dia tidak ingin terlihat seperti SAD BOY, pria yang ingin menangis karena patah hati di depan orang yang benar-benar di sukai-nya saat ini.


“Pokoknya, aku tidak bisa!” Ucap Bambang, sambil beranjak dari tempat duduknya dan hendak berlalu dari ruang UKS tersebut.


Akan tetapi sebelum berlalu, Bambang pun menghentikan langkahnya di depan pintu UKS tersebut.


“Prisil dengar ini BAIK, BAIK!” Ucap Bambang dengan nada serius, akan tetapi dirinya tak berani menatap wajah Prisil saat ini.


“Mungkin kalimat yang akan aku ucapkan saat ini, menjadi kalimat pertama dan terakhir, dariku untukmu!” Ucap Bambang, sambil menahan nada serak di lehernya, seakan nada suara tersebut ingin berpesta merayakan kesedihan. Yah~ Bambang saat ini dalam keadaan sedang BENAR-BENAR ingin menangis.


Tapi dia sedang mencoba sekuat tenaga, agar terlihat tenang, dan tak tampak ingin menangis.


Wajah dan tubuh pria tersebut, saat ini, hanya bisa membelakangi tubuh Prisil, yang masih setia di tempat duduknya. Menutupi matanya yang sedang berkaca-kaca pada saat ini, agar tak terlihat Prisil.


Prisil pun hanya mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan maksud pria kharismatik yang saat ini berdiri tepat didepannya, dengan posisi membalikan badan, tanpa saling menatap.


“Aku suka kamu Prisil! Ingat itu BAIK, BAIK!” Pengakuan Bambang, akhirnya, masih tak berani menatap Prisil. Sambil berlalu meninggalkan ruang UKS tersebut, dan meninggalkan Prisil sendirian di ruangan tersebut.

__ADS_1


Kali ini tubuh Prisil lah yang seakan membatu. Dirinya kini bingung… antara Syok dan malu. Syok karena mendapat pernyataan suka, secara tiba-tiba oleh seorang lelaki.


Dan malu, karena sebelumnya dia mengatakan perasaan suka pada lelaki lain (Niko), kepada orang yang sedang menyukainya tersebut (Bambang).


“Ya Tuhan, apa-apaan ini?” Pekik Prisil sambil menggigiti bibirnya sendiri. “Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana?” Tanya Prisil bingung kepada dirinya sendiri, sambil memukul-mukul pelan kepala-nya sendiri… Saat ini, Ia tiba-tiba saja merasa sangat amat bersalah, sekaligus merasa sangat bodoh.


 


₩₩₩₩₩


 


10 menit sebelum bel pulang-an sekolah berbunyi, anak-anak yang sedari tadi berada di dalam Laboratorium IPA, dan baru saja selesai melaksanakan penelitian dengan kelompoknya masing-masing. Di suruh Pak Damar kembali ke dalam kelas mereka yakni 2 IPA 6. Guna menyiapkan buku-buku mereka untuk persiapan pulang.


 


Tentu saja pembelahan Mencit-Mencit dalam kelompok Gladish CS, dilakukan oleh Niko dan Becca. Karena Gladish dan Rafi ketakutan dalam menghadapi Mencit tersebut. Sedangkan Bambang sendiri, masih dalam keadaan terluka.


Mereka menggunakan dua Mencit, betina dan jantan, supaya tahu system reproduksi masing-masing mencit berdasarkan jenis kelamin.


Tapi menurut Gladish yang paling tak terduga ialah Arga, Ia yang selalu terlihat pemberani, Cool, tenang dan tanpa ekspresi. Ternyata enggan sama sekali menyentuh Mencit-Mencit tersebut.


FIX Gladish pun mengambil kesimpulan, kalau Arga juga takut sama Mencit.


“Hahahaa~ Pintar sekali Ia menyembunyikan ekspresi ketakutannya!” Pekik Gladish dalam hati, sambil mengingat ekspresi Arga yang selalu tampak tenang, di Lab IPA barusan. "Doi pantas jadi Aktor!" Batinnya, sambil memandang tubuh Arga dari tampak belakang, yang kebetulan posisi duduk lelaki Introvert tersebut, tepat berada di depan mejanya.


Ketika Gladish menggeledah lacinya, untuk memasukan buku-buku pelajarannya kembali ke dalam tas hitamnya, tiba-tiba saja tangannya menemukan sebuah kotak kecil yang di bungkus cantik dengan bungkus kado warna Cream, dengan dihiasi simpul pita berwarna Merah di atasnya.



Galdish pun tersentuh saat melihat sebuah kartu ucapan, berwarna kuning yang menempel di bawa kotak kado kecil tersebut.


Isinya berbunyi:


“Teruntuk kamu orang spesial dalam hidupku!” Bunyi pesan tersebut, yang tertanda. “By Secret Admirer.” Di bawah tulisan bermakna indah tersebut.


“Apa?! Aku punya pengagum rahasia?” Pekik Gladish dalam hati, dengan ekspresi terkejut, dan hampir tak percaya dengan apa yang baru saja dibacanya.


Tiba-tiba saja ada rona-rona kemerahan di pipinya, Gladish pun tersenyum malu dibuatnya.


Ia pun memutar kepalanya, matanya mencari ke arah sekelilingnya, kira-kira siapakah seseorang Romantis yang mengirimi hadiah yang sangat manis ini untuknya?


Ia yang penasaran pun, langsung saja membuka kotak berbungkus kado tersebut.


.


“Ciiiitttt~ Ciiiiitt~ Ciiiittt~” Bunyi kotak tersebut, ketika Gladish membukanya.


Galdish pun spontan membelalakan matanya. Ketika melihat penampakan isi, dari kado tersebut.


“HWAAAAAAAAAAA~ TIKUUUUUUSSSS~” Teriak Gladish, jijik, sambil melempar kotak tersebut ke arah depan, dan menaikan tubuhnya di atas kursi, dan melompat-lompat ketakutan.


Ia begitu jijik saat membuka kotak berwarna Cream tersebut, saat melihat sesosok mencit putih yang menggeliat-geliatkan tubuhnya seakan kehabisan udara, karena kotak tersebut tidak ada ventilasi udara di sekitarnya. Kotak tersebut benar-benar bertekstur tebal dan kedap udara.


Sungguh jahat, seseorang yang memperlakukan hewan kecil hingga sesak nafas seperti itu, hanya demi untuk menakut-nakutinya.

__ADS_1


Kebetulan yang duduk di depan Gladish merupakan sosok Arga. Arga yang tiba-tiba mendapat serangan tiba-tiba tersebut (Pelemparan mencit di bagian belakang seragamnya).


Akhirnya mengeluarkan ekspresi aslinya, ekspresi yang selama ini selalu pintar Ia sembunyikan, yakni ekspresi ketakutan.


“HUUWAAAAAAAAAAAA~” Teriak Arga, sambil berusaha mengibas-ngibaskan tubuh bagian belakangnya, seakan berusaha mengusir Mencit putih tersebut dari area tubuhnya.


Rafi yang duduk di sebelah Arga pun berteriak tak kalah heboh, melihat penampakan Mencit putih yang menempel mesra pada baju belakang seragam Arga, teman satu bangkunya tersebut.


Sementara itu, siswa dan siswi yang lain ikut khawatir melihat pemandangan tersebut.


.


Berbeda dengan Niko, Niko tertawa kencang banget, melihat pemandangan tersebut dari arah kejauhan.


Gladish pun menatap sinis ke arah Niko, begitu mudah baginya menemukan seorang tersangka, dalam kejadian-kejadian sial yang selalu menimpa dirinya, contohnya seperti saat ini.


“NIKOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!” Teriak Gladish.


Niko pun menjulurkan lidahnya “Bweee~”


Dan seperti biasa, mereka pun saling berkejar-kejaran dengan mesrah bagaikan film Bollywood.


Dimana saat ini Niko berperan sebagai Shah Rukh Khan, dan Gladish di bayangan Niko berperan sebagai Kajol Devgan.


“Ah mereka romantis sekali!” Gumam Nindi, sang bendahara kelas, saat melihat adegan Gladish dan Niko saat ini sedang asik berkejar-kejaran di bawah pohon beringin, di tengah guyuran hujan, seperti film India yang pernah di tontonnya.


Yah~ Cuaca Bogor siang ini, dalam keadaan diguyur hujan yang lumayan cukup deras.


#To Be Continued


.


.


.


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE, SHARE dan RATTING 5-nya yah... Biar Author-nya bersemangat dalam ngetik dan berimajinasi, dan update-nya bisa lebih sering-sering lagi😉


Kalau ada poin berlebih tolong sumbangkan kepada author yang Unyuu ini, Eaaaakkk~ 🤣🤣🤣👇👇👇



BTW ini wajahnya Lala, temannya Maya yah 👇👇👇



 


Gadis Jenius, kutu buku, berkacamata ini, menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS, mendampingi jabatan Maya💁‍♀️💁‍♀️



Oia kalau mau membaca karya author yang lain, klik saja yah nama author Yanstagram143v: "Oh My B2uty" (Fanfiction) dan "Lovely Ghost" ~Tapi jarang Updatenya karena author fokusnya di INTROVERT MELANKOLIS🤣🤣🤣 Kecuali ada yg baca baru author up kelanjutannya😅😅😅


Udah dulu yah gaes,, Terimkasih sudah membaca....Assalamuallaikum🤗

__ADS_1


__ADS_2