Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 78: Bioskop


__ADS_3

Di kantor guru…


“Addduuuuuhhhh~ Addduuuuuhhhh~ kepalaku sakit banget!” Erang Bu Ratih, sambil memegangi kepalanya, Bu Ratih pun terjatuh di lantai, dan…


“PRAAANNGGG~” Tak sengaja memecahkan gelas yang ada di salah satu meja guru.


“Bu Ratih, Bu Ratih...” Beberapa Guru, yang ada di kantor ruang guru tersebut pun tampak khawatir, dan mendekat dengan tubuh Bu Ratih, yang kini ada di lantai tersebut.


Pak Damar pun dengan langkah sigap, segera menolong Bu Ratih. “Biar saya yang mengantarkan ke rumah beliau.” Ucap Pak Damar sambil mengendong tubuh Bu Ratih, dengan kedua tangannya. “Kebetulan rumah saya dekat dengan rumah beliau.”Sambung Pak Damar.


“Iya Pak, hati-hati yah, Pak!” Ucap guru-guru. Sambil membiarkan Pak Damar, pergi keluar ruangan kantor guru tersebut, sambil menggendong tubuh Bu Ratih.


“Kasian Bu Ratih, selama suaminya pergi di lokasi, dia sering sakit-sakit an seperti itu.” Ucap salah satu guru wanita di kantor tersebut


 


“Iya Jeng, kasian banget.” Tanggap rekan guru, yang lainnya.


 


♡♡♡♡


 


Bandar Udara Internasional Changi Singapore…


 


“Halo Bunda, maafin Arya yah…” Ucap Arya, memasang suara sedih, dengan seseorang yang ada di seberang.


“Arya nggak bisa pulang, menghadiri pesta pertunangan Bunda…” Ucap Arya **dusta.


“Susah banget dapat tanda tangan dosennya Bunda, mana uang Arya habis pula… Huhuuhuuuu~”


Arya saat ini sedang mengerjai Bundanya, sembari menunggu pesawatnya, yang kini masih Delay, sudah hampir satu jam.


Ketika Arya mematikan Handphonenya.


Tiba-tiba saja ada panggilan lagi dari kontak Jennie… Arya pun dengan sadis menolak panggilan tersebut, dan tanpa perasaan segera memblokir nomor kontak Jennie.


Luar biasa memang pengaruh uang 20 Miliar US Dolar tersebut bagi seorang Arya Bima Prasetya, uang memang bisa merubah manusia 180°. Orang yang semula terlihat baik di mata mu, dalam sekejap mata juga, dapat berubah menjadi seorang iblis.


Arya pun segera beralih ke kontak Arga, untuk menghubungi adiknya yang rada bisu tersebut, agar nanti Ia bisa di jemput di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.


 


“Tiiiittt… Tiiiittt… Klik.” Nggak sampai tiga detik, panggilan Arya itu langsung di matikan oleh Arga.


“Hah?! Di matikan???”


Arya pun nggak menyerah, dia berusaha untuk menghubungi Arga kembali.

__ADS_1


 


“Tiiiittt… Tiiiittt… Klik.” Nggak sampai tiga detik, panggilan Arya itu langsung di matikan oleh Arga.


 


“WHAT!!! DIMATIKAN LAGI???!!! DASAR ADIK LUCHNUUUUT!!! ADIIIIIKKKK JAHANAAAMM!!! KEMBALI KAU DI PERUT BUNDAAAA!!!” Teriak Arya yang tampak kesal karena panggilannya di tolak untuk kedua kalinya oleh Adik Durhakanya tersebut.


 


Cewek-cewek cantik yang kebetulan, duduk di sekitar Arya di bandara tersebut, yang awalnya kagum dengan kegantengan Arya… Jadi ILFEEL melihat tingkah Arya yang teriak-teriak sendirian di deretan kursi tunggu, di bandara tersebut.


Arya pun sedikit malu, karena menjadi pembicaraan mba-mba cantik di sekitarnya.


Tapi… Ia pun lagi-lagi nggak menyerah, dia kembali menghubungi adiknya, Arga…


“Nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif atau berada…” Suara mba-mba operator, menggema, memperingatkan Arya nggak usah menelepon lagi, karena Si Empunya Handphone saat ini, sudah mematikan ponselnya.


“Asyeeeemmm! Dasar adik durhaka! Tak kutuk kau jadi Batu Akik!” Pekik Arya kesal, sambil mencatuk-catuk Handphonenya. Kini suaranya lebih pelan, karena sadar dari tadi di lihatin sama mbak-mbak cantik di sekitar bandara tersebut.


♡♡♡♡


 


“Telepon dari siapa? Kok kamu nggak angkat?” Tanya Gladish melihat Arga berkali-kali mematikan Handphone-nya. “Telepon dari cewek mu yah?” Tanya Gladish, sambil memasang ekspresi cemberut.


~Yah, gadis itu sedikit cemburu.


“Lain, cuma orang iseng.” Jawab Arga singkat.


Dan, jawaban singkat itu, malah membuat Gladish semakin memasang ekspresi cemberut.


“Oh iya… kita mau nonton apa?” Tanya Arga basa-basi, meski dia punya Film Favorit tersendiri yang ingin sekali di tontonnya hari ini.


Gladish pun tanpa basa-basi menunjuk film yang berjudul “Malam yang Panas Membara.” Film bertajuk 21+ ke atas.


Arga pun yang melihat poster gambar wanita dan pria yang saling berpelukan dengan ekspresi menggoda tersebut, langsung saja meneguk air liurnya.


 


“Silahkan Mba dan Mas, memilih film yang ingin di tonton!” Sapa Mba Penjaga Karcis Bioskop tersebut dengan ramah, kepada mereka.


Mereka yang tersadar, sudah sampai di antrian yang paling depan pun, segera menunjuk film yang ingin di tonton oleh mereka.


 


Gladish dengan mantap memilih film Malam yang Panas Membara.


Dan, Arga dengan mantap memilih film…


“HAH, ‘Suamiku Ternyata Bukan Suamiku’?” Pekik Gladish sambil membelalakan matanya, melihat film yang di pilih oleh Arga merupakan film adaptasi dari sinetron lebay di Channel Ikan Terbang, yang kini telah di Filmkan, karena Popularitasnya sangat tinggi di khalangan para ibu-ibu rumah tangga. Bahkan bapaknya tersebut juga suka sinetron tersebut.

__ADS_1


“Kok kamu pilih film itu sih?” Protes Gladish. “Itu kan film lebay!!!” Umpatnya.


“Le Lebay?” Pekik Arga, dengan wajah yang memerah, bukan memerah yang karena suka, akan tetapi memerah yang karena malu.


 


“Iya, Le-Baaaaayyyy!!”


“Sa salah tunjuk.” Jawab Arga, takut, dengan tangan yang bergetar, Ia pun menunjuk film dewasa seperti apa yang Gladish pilih.


Sebenarnya Arga juga nggak suka sama film bertema perselingkuhan kesukaan ibu-ibu tersebut, cuma karena Bunda-nya hampir setiap hari, sering memutar sinetron bertema perselingkuhan tersebut, Arga pun jadi ikut-ikan nonton, dan tak jarang pula, Arga ikutan menangis bersama Bunda-nya ketika menonton sinetron tersebut.


♡♡♡♡


Arga dan Gladish kini sudah duduk di kursi yang mereka pesan, yakni kursi paling belakang, ruang bioskop tersebut.


Dengan minuman bersoda di tangan mereka masing-masing, dan se’Cup Pop Corn rasa Caramel dengan ukuran besar, di tangan Gladish, untuk mereka makan berdua.


Di tengah film mulai, Arga banyak memalingkan wajahnya… dia takut terpengaruh dengan isi Film yang tak sesuai umurnya tersebut.


Tadi…


Pas Mbak Penjaga karcis melihat KTP mereka berdua dan melihat umur mereka berdua yang sama-sama berumur 17 tahun, Mba Penjaga karcis tersebut menyerahkan karcis tersebut, dan merestui mereka berdua untuk masuk kedalam.


Batin Arga saat itu ingin berteriak “HOI UMUR KAMI BARU 17 TAHUN, DAN FILM LUCNUT, PERUSAK MORAL INI BERATTING 21 PLUS! INGAT 21 PLUS…!!!”


Tapi… Arga saat itu memilih untuk diam, membiarkan suara hatinya terkubur, atau membiarkannya seperti angin lalu, seakan suara hatinya tersebut tak penting bagi orang lain.


Seperti biasa seorang Introvert sangat kesulitan mengungkapkan isi hatinya, pendapatnya, suaranya…


Kadang mereka di akhir hanya bisa menderita sendiri, memendam perasaan yang sulit untuk di sampaikan.


 


“Hei Ga, ternyata tempat kencan pilihan Loe, memang sesuai untuk orang-orang yang mesum yah?” Tegur Gladis, sambil terkekeh.


“A Apa?” Pekik Arga, nggak mengerti.


“Tuh lihat!” Tunjuk Gladish, saat melihat seseorang yang duduk di depan mereka sedang melakukan hal-hal tak terpuji, yakni sedang ciuman.


Saat itu juga, Arga langsung Syok dengan pemandangan yang saat ini ada di depan kedua matanya, secara langsung.


 


#To Be Continued


Besok-besok author nggak janji ya, bisa Double Up lagi, author cuma bisa usahain aja hehe...🙄🙄🙄


Gara-gara VISUAL Indonesia sudah author tampilkan, kok sekarang author bayangin mereka pake visual Indonesia yah,, ada yang sama???😅😅😅


__ADS_1



__ADS_2