Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 44 : Arga, kamu ganteng


__ADS_3

 


Keesokan paginya, ketika akan berangkat menuju ke arah sekolah, Gladish berusaha menghentikan sebuah angkot berwarna biru. “Pak, Pak… STOP PAK!” Teriak Gladish.


Angkot biru itu pun berhenti…


Gladish pun terkejut, dan membuka mulutnya, saat melihat penampakan sesosok Arga yang sedang asik membaca buku Sains kesayangannya, yang tampak duduk di pojok angkot biru tersebut, yang dilihat Gladish, dari arah jendela luar.


Gladish pun langsung tersenyum-senyum sendiri, nggak bisa menutupi rasa bahagianya. “Beruntung sekali aku pagi ini!” Gumamnya dalam hati.


“Neng Geulis, jadi masuk nggak?” Tegur supir angkot tersebut, membuyarkan lamunan Gladish.


“Jadi Pak!” Seru Gladish.


Arga pun, yang merasakan suara seorang gadis yang tak asing lagi baginya, segera mengadahkan wajahnya ke arah depan, setelah cukup lama menunduk dan menyibukkan diri, dengan dunia buku Sains-nya.


 


Di lihatnya sosok pemilik suara tersebut, merupakan sosok Gladish, sang dambaan pujaan hatinya, Arga pun tanpa sadar langsung tersenyum.


“GILAAA SUMPAAAHH SENYUMNYA MANIIIISSS BANGEEETT!” Erang Gladish dalam hati.


Gladish yang menyadari senyum manis seorang Arga yang dingin, pagi ini tercipta hanya untuknya, Gladish pun ikut tersenyum, membalas senyuman manis Arga.


“Neng, jadi masuk nggak?” Tanya supir angkot itu kembali, melihat keberadaan Gladish, yang masih belum beranjak dari pijakannya.


Dengan tangan kanannya, Gladish pun langsung membelakangkan rambut panjangnya, di belakang kupingnya. Dan dengan langkah elegan nan anggun, masuk ke dalam mobil angkot tersebut.


“Neng ini, sok-sok berjalan anggun masuk ke angkot, kayak mau masuk ke dalam mobil Limosin saja!” Tegur seorang Mbok Penjual Sayur, ke arah Gladish, yang kebetulan Mbok tersebut duduk di sebelah Arga.


Dilihat dari dua keranjang biru yang berisi berbagai macam sayuran masak dan berbagai macam lauk matang yang dibawanya. Dapat disimpulkan bahwa, Mbok itu merupakan penjual sayur.


"Breeeeeeemmm~" Supir itu pun, menjalankan angkot birunya.


Gladish pun duduk, tepat di depan Arga.


Jadi di dalam angkot tersebut hanya ada 4 orang, sang supir yang duduk di bangku supir, Mbok Penjual Sayur dan Arga yang duduk bersebelahan, dan Gladish yang terpaksa memilih duduk di depan Arga.


 


Gladish pun yang melihat pemandangan tersebut, pemandangan Mbok Penjual Sayur dan Arga yang duduk bersebelahan, mulai terlihat cemburu. Apalagi melihat cara duduk Mbok tersebut, seakan sengaja mendekatkan dirinya dengan tubuh Arga.


 


Langsung saja, Gladish berniat menggeser keberadaan Mbok Penjual Sayur tersebut dari Arga, tentunya dengan cara yang sopan. “Permisi Mbok, saya mau duduk disini…” Pinta Gladish, dengan nada yang ramah.


 


Akan tetapi, Mbok berumur paruh baya itu pun, enggan berpindah posisi, “Jarang-jarang toh duduk dekat orang ganteng?” Gumam Mbok tersebut, dalam hati.

__ADS_1


Sementara Arga pun, langsung mengerutkan keningnya, melihat keberanian Gladish.


“Permisi Mbok, saya mau duduk disini… dekat dengan teman sekolah saya!" Ucap Gladish lagi, tanpa menunggu persetujuan Mbok tersebut, Gladish pun langsung menggeser tubuh Mbok tersebut, dan duduk di tengah-tengah mereka, antara Mbok Penjual Sayur dan Arga.


“Hei Neng!” Protes Mbok tersebut. “Kamu itu nggak so…”


Langsung saja Gladish mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari arah kantongnya, dan menyerahkannya secara sembunyi-sembunyi ke arah Mbok Penjual Sayur tersebut. Tentunya tanpa sepengetahuan Arga.


Mbok itu pun girang, dan segera menutup mulutnya, rapat-rapat.


“Bantu Gua, Mbok.” Bisik Gladish.


Mbok itu pun mengangguk. “Ok.” Bisik-nya, sambil menggeser geser, tubuhnya, agar tubuh Gladish semakin dekat dengan tubuh Arga.


Arga pun yang merasa kesempitan, di pepet oleh tubuh Gladish yang semakin dekat dengannya.


Ia pun mulai berpindah posisi tempat duduknya, yakni, di depan Gladish dan Mbok Penjual Sayur tersebut.


Gladish pun akhirnya mengikuti Arga lagi, dan duduk disebelahnya.


“Hei!” Protes Arga, yang melihat Gladish mengikutinya seperti permen karet.


“Arga, kamu ganteng.” Puji Gladish.


Arga, pun mengerutkan keningnya. Nggak mengerti kenapa Gladish tiba-tiba memujinya. Tapi tanpa sadar, pipinya pun seketika memerah.


“Tapi, aku belum mencintaimu!” Ucap Gladish lagi, rupanya gadis tomboy tersebut mengikuti kata-kata gombalan dari dalam Novel kesayangannya, yakni Dilan 1990.


“Nggak tahu kalau sore, tunggu saja!” Sambung Mbok Penjual Sayur tersebut, yang tampak hapal dengan kalimat gombalan tokoh Dilan tersebut. Mbok tersebut pun lalu tersenyum nyengir, dan memamerkan gigi-gigi kuningnya yang terlihat ompong kepada Gladish.


Dan sumpah, mood ngegombal Gladish langsung hilang begitu saja, pada saat itu juga.


“Fans Dilan juga yah Neng?” Tanya Mbok Penjual Sayur tersebut. Sambil membuka Sweater coklatnya. Dan memamerkan kaos putih yang bergambar Iqbal Ramadhan (Pemeran Tokoh Dilan) di dadanya.


 


₩₩₩₩₩


 


Di sisi lain, ketika bel masukan belum berbunyi, dan berbagai pelajaran belum dimulai…


“Becca kamu nggak lupa membawa Mencit nya kan?” Tanya Rafi, sambil mensejajarkan langkahnya dengan Becca, saat akan memasuki kelas.


“Oww~ tentu saja, Becca gitu loh…” Jawab Becca, membanggakan dirinya sendiri, sambil menepuk-nepuk dadanya. “Mau lihat?” Tawar Becca, sambil hendak membuka tas kuningnya, yang kebetulan tidak tertutup rapat (agar mencitnya masih bisa bernafas).


“Nggak ih, Aing takut sama Mencit.” Tolak Rafi, dengan tubuh yang gemeteran, seakan geli.


Niko melihat interaksi antara Becca dan Rafi pun tersenyum, Ia pun berinisiatif untuk menghampiri mereka. “Mana Becca, aku mau melihat anak dari kalian?!” Tanya Niko, sambil merangkulkan tangannya ke leher Rafi.

__ADS_1


“Anak?!” Gumam Becca dan Rafi bersamaan, sambil mengerutkan alis mereka.


“Bercanda, hahahha… Baper!” Goda Niko, sambil terkekeh. “Habisnya kalian terlihat serasi sih!”


Pipi Rafi pun tiba-tiba saja berubah menjadi merah merona.


Sedangkan Becca hanya memutar bola matanya, mendengar nada godaan dari Niko.


“Ntar yah aku lihatin!” Ucap Becca, akhirnya. Sambil membuka tas kuningnya, kebetulan dalam tugas kelompok tersebut, Becca lah yang di tugaskan dalam mencari Mencit dan membelinya dengan dana sumbangan dari kelompok.


Becca pun mengeluarkan sebuah kandang kecil, yang terbuat dari plastik dan kawat kasa, yang berisi 4 buah Mencit putih (penampakannya seperti tikus), dari dalam tas ransel kuningnya tersebut.


“Wah lucunya!” Seru Niko, sambil mengambil kandang kecil tersebut dari tangan Becca. Sementara Rafi langsung mundur alon-alon (mundur perlahan) dari mereka, karena begitu gelinya dengan penampakan empat ekor Mencit berbulu putih tersebut.


 


“Pasti Gladish akan sangaaaaaat bahagia, kalau di lempar sama salah satu dari si lucu ini.” Ucap Niko, dengan ide gilanya.


Dia sampai membayangkan wajah bahagia Gladish berteriak kencang, mengejar-ngejarnya dengan sepenuh cinta dan mencium pipinya dengan penuh nafsu menggunakan kepalan tangannya.


Bambang sang ketua kelas, yang kebetulan kena tugas piket hari ini, mendengar perbincangan mereka, dan berinsiatif mendatangi mereka. “Hei Niko!” Tegur Bambang. “Kamu pasti berniat menjahili Gladish lagi, dengan Mencit ini yah?”


“Wah, Bambang hebat, bisa baca pikiran Aing!” Seru Niko dengan mata berbinar. Sambil memonyong-monyongkan bibirnya.


“Awas kamu yah, main-main dengan Mencit ini, Mencit ini harganya mahal tahu!” Ancam Bambang.


“Nggak kok, murah banget, cuma dua puluh ribu rupiah dapat empat ekor.” Elak Becca.


Bambang pun memberikan kode agar Bacca menutup mulutnya, dengan menaruh satu jari di mulutnya sendiri. “Sssstttttt~”


Becca pun terkekeh, dan mejulukan lidahnya ke arah Bambang, sebagai bentuk penolakan. “Bweee~”


 


#To Be Continued


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE, SHARE dan RATTING 5-nya yah... Biar Author-nya bersemangat dalam ngetik dan berimajinasi...


Kalau ada poin berlebih tolong sumbangkan kepada author yang ANU(?) ini, Huhuhuuuuu~ 😭😭😭👇👇👇



BTW ini wajahnya Kevin yah, ingetin baik-baik, sapa tahu JODOHMU DI MASA DEPAN 🤣🤣🤣👇👇👇



Pria berkulit putih, berdarah Manado, yang memiliki kepribadian kalem, Introvert, dan Melankolis juga seperti Arga, tapi bedanya lelaki ganteng yang satu ini, hasrat percintaannya agak menyimpang😱😱😱😭😭😭


__ADS_1


Udah dulu yah gaes,, Terimkasih sudah membaca....Assalamuallaikum🤗


Besok kira-kira visualnya siapa lagi yah? Emm~ Mungkin Mimi Peri 🧚‍♀️ Ehm~🤔🤔🤔


__ADS_2