Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 67 : Ojek Online


__ADS_3

 


Ketika Gladish keluar dari rumahnya.


 


Ada sosok cowok dengan jaket hijau dan helm hijau, dengan lambang Aplikasi Ojek Online, Aplikasi yang sering di pakai Gladish. Akan tetapi, Ojek Online tersebut datang dengan motor besar berwarna metalik biru, yang tampaknya sudah tak asing lagi di matanya.


“Ni Niko???” Pekik Gladish, kaget dengan tampilan Niko saat ini. “Kamu Niko kan?” Tanya Gladish lagi memastikan, takutnya matanya yang salah mengenali orang di tengah kegelapan malam seperti ini.


 


“Lain, saya bukan Niko, Neng.” Jawab pemuda Ojek Online tersebut, saya Leonardo DiCaprio.” Jawab Pemuda Ojek Online tersebut, yang menyadari wajah tamvan-nya mirip sekali dengan Leonardo Dicaprio.


Gladish pun memutar bola matanya, dan tanpa permisi langsung saja memicik klik tali helm Pemuda Ojek Online tersebut. Dan mencoba menarik helm hijau tersebut, dengan cara paksa.


“Neng… Neng… mau apa? Jangan Perk*sa Abang, Neng!” Pekik, Si Pemuda tersebut, sambil berusaha mempertahankan helm yang menempel di kepalanya. “Jangan Perk*sa Abang!”


Akan tetapi terlambat…


Helm tersebut akhirnya terlepas dari kepala Pemuda Ojek Online tersebut, dan menampilkan rambut indahnya, yang sedikit kepirang-pirangan.


“BWAHAHAHAHHAHAHAHA~ HAHAHAHHAHAAHHAAA!!~ HAHAHAHHAHAAHHAAA!!~” Suara tawa Gladish seketika pecah, melihat penampakan Pemuda Ojek Online tersebut, merupakan seseorang Pemuda yang memang sudah tak asing lagi di kehidupan kelamnya. “Eh Dedemit Onta, ngapain Loe kemari? Mana pakai pakaian Ojek Online segala lagi!”


“Yah, gua ke sini, yah~ biar bisa pergi bareng Elo, latihan silatnya!” Ucap Niko, sambil tersenyum simpul.


“Hahahahahahahaha~ Elo sudah alih Profesi yah?” Ucap Gladish, sambil mencubit baju hijau berlambang Applikasi Ojek Online, yang sekarang sedang di pakai oleh Niko. “Kamu cocok banget, sumpah, jadi Ojek Online!” Sindir Gladish, sambil menghapus air mata tawa di matanya.


“Sudah jangan bawel, naik gih!” Ajak Niko, sambil melirik bangku belakang, di area motor besarnya.


Gladish pun mengikuti arah mata Niko, dan…


“Gleek~” Gladish pun langsung meneguk air liurnya, melihat motor bagian belakang Niko, posisinya menurun.


“Helmnya?”


“Nih, udah Gue sediakan!” Langsung saja Niko menyerahkan Helm yang sedari tadi Ia bawa menggunakan tas helm dan menggantungnya pada bagian depan motornya tersebut, ke arah Gladish.


 


----


Baik Niko, maupun Bambang sering menyediakan helm khusus penumpang, pada bagian depan motor mereka, untuk sekedar berboncengan pulang sekolah, entah bersama Rafi, Arga, atau pun teman-teman yang lain... tapi terkadang juga mereka sering lupa bawa, kalau misalnya sudah hampir terlambat masuk ke dalam sekolah.


----


♡♡♡♡


 


Malam itu, Arya dan Jennie berencana untuk Dinner di luar, kata Jennie biar dia saja yang menyetir.


Mendengar hal tersebut, Arya pun hanya bisa memicingkan matanya. “Tumben?” Gumamnya dalam hati.


Arya sebenarnya agak panik sih, takutnya Restoran yang di pilih oleh Jennie, sama dengan Restoran yang di pilih Kimmy, tapi mengingat Jennie yang nggak suka makan-makanan mentah khas Jepang, yah~ mungkin Arya bisa sedikit bernafas lega. Karena Restoran yang di pilih Kimmy untuk dinner malam ini merupakan Restoran Jepang.


 

__ADS_1


“Sudah sampai…” Ucap Jennie, sambil melepas Seatbelt mobil yang ada di pinggangnya.


 


“Ini dimana?” Tanya Arya, melihat pemandangan di depan matanya bukan merupakan sebuah Restoran mewah yang biasa selalu di singgahi oleh Jennie.


 


Akan tetapi, penampakan yang di lihat Arya saat ini merupakan rumah besar nan mewah, bagaikan sebuah Istana.


 


“Ini adalah rumahku.” Jawab Jennie. Sambil membuka pintu mobilnya, dan keluar dari sana. Disusul dengan Arya.


“Hei Jennie! Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya kalau kita akan makan malam di rumahmu?” Protes Arya, kepada Jennie.


Jennie pun hanya tertawa renyah. “Aku ingin mengenalkanmu kepada Ayah dan Ibuku.” Jawab Jennie, dengan mata berbinar.


“Whaaaattt!” Pekik Arya kaget, Ia hampir saja jantungan mendengar hal yang barusan diucapkan oleh Jennie tersebut.


 


♡♡♡♡


Restoran Jepang di pusat kota Changi, Singapore…


Saat ini Kevin dan Kimmy sedang makan masakan Jepang, seperti Sushi, Sashimi, Yakiniku, Shabu-shabu, dengan Sake khas Jepang. Sambil membicarakan sesuatu, dan tertawa bersama-sama.


(Percakapan ini aslinya memakai Bahasa Inggris)


 


 


Mendengar hal tersebut dari arah mulut Kimmy, Kevin pun langsung memutar bola matanya. Akan tetapi tak terlihat oleh Kimmy.


 


“Wah, Kimmy aku juga nggak menyangka mengobrol denganmu bisa senyambung ini… kamu benar-benar jauh lebih baik dari Si Nenek Lampir, Jennie.”


 


“Jennie?” Pekik Kimmy. sambil berusaha mengambil daging Yakiniku-nya dengan sumpit.


“Siapa lagi kalau bukan pacar ke 36-Nya Si Arya.” Jelas Kevin, sambil tersenyum simpul.


“A Apa?” Pekik Kimmy, nggak kalah kaget. “Pa Pacar?”


“Iya, Pacar.” Ucap Kevin meyakinkan. “Karena dia yang paling awet, dari pada pacar Arya yang lain. Maklum lah, karena Si Jennie tuh pacar Arya yang paling kaya” Jelas Kevin, dengan nada yang santai.


“A APA?”


“Dan mungkin, kamu itu sekarang, berada di urutan pacar ke 142, Si Arya.” Duga Kevin, yang diam-diam menghitung jumlah pacar Arya. Selama empat tahun berada di Singapore. Itu baru yang ada di Singapore loh yah.


 


Kimmy pun langsung membelalakan matanya-nya dan… “Kreeekk~” Mematahkan sumpit kayu yang ada di tangannya.

__ADS_1


 


♡♡♡♡


 


Di tengah lampu-lampu jalan yang menyala terang di pinggir jalan, di tengah kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang, baik mobil maupun motor, yang melintas memadati jalan raya kota Bogor…


 


Niko kini berboncengan dengan Gladish, menggunakan motor biru metaliknya. Dengan kecepatan sedang.


Gladish yang kini duduk di kursi penumpang, berusaha tetap menjaga jarak, dari posisi duduk Niko yang berada di depannya, agar dadanya tidak menempel dengan punggung bagian belakang Niko.


“Pegangan yang erat!” Perintah Niko.


“Apanya?” Tanya Gladish dari arah belakang, yang sibuk memegangi Behel Motor belakang Niko.


“Pegang pinggang Gua, donk! Memang Gua tukang Ojek, yang pinggangnya di anggurin gitu aja!” Protes Niko.


“Yeh~ memang Loe sekarang tukang ojek kalee~” Ucap Gladish sambil terkekeh. “Liat dong kostum Loe sekarang, mirip mamang-mamang Ojek Online tau lah.”


“Cih~ mana ada mamang-mamang Ojek Online sekeren Gua?!” Pekik Niko, yang secara tak langsung, memuji dirinya sendiri.


“Ayo pegangan yang kuat! Gua mau ngebut!” Teriak Niko lagi.


“Apa?!” Pekik Gladish, yang terkejut dengan kata NGEBUT.


"BREEEEEEEEEEEEEEMMMMM~"


Tanpa mempedulikan keterkejutan Gladish, Niko pun langsung memperlaju kendaraan motornya.


“Brukk~”


Mau nggak mau, tubuh Gladish akhirnya terturun, dan tubuh bagian depannya, spontan menempel pada punggung Niko.


“Deg!” Tubuh Niko pun langsung menegang, menerima penempelan dari tubuh Gladish tersebut.


“Dag Dig Dug~”


“Dag Dig Dug~”


.


.


.


.


.


To Be Continued


Eaaakkkkk~ Authornya nggak jadi liburan🤣🤣🤣


Sehat-sehat yah reader,, moga malming ini menyenangkan😍😘

__ADS_1


__ADS_2