Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 74 : Persiapan Pesta Pertunangan


__ADS_3

#Kevin POV


Sambil membawa sebuah tentengan Plastik putih… aku pun berjalan menuju ke apatement ku tercinta. Plastik putih itu bukan berisi makanan loh yah, apa lagi buah tangan untuk Arya.


Plastik putih itu, isinya baju setelan kesayanganku, yang habis di muntahi oleh Si Bule (Jamu) Luchnut, kemarin malam, sebelum merebut paksa kesucianku… Hiks~ hiks~


Akh~ akhirnya aku sampai juga di Apartement ku tercinta, aku pulang agak lama.


Karena aku harus menunggu pelayan hotel (yang sengaja ku bayar lebih) untuk membelikan aku sepasang baju baru, supaya bisa ku pakai kembali, pulang ke Apartment Ku.


Yang benar saja!


Bagaimana aku bisa pulang dalam keadaan bau muntahan Bule (Jamu) seperti itu?


Masa iya, aku harus pulang dalam keadaan Tel*njang?


Minimal baju ku yang habis di muntahin Bule (Jamu) tersebut, harus direndam selama 7 hari, 7 malam dengan air sabun dan kembang 7 rupa, agar setelan baju keren bermerk KENDI *Eh~ eh~ salah maksud Gua GUCI… GUCCI kesayanganku tersebut, dapat ku pakai kembali di kesempatan yang lain. Misalnya, kencan dengan Arya gitu.


Gimana baju setelan itu, tidak menjadi baju kesayangan coba?!


Setelan baju keren bermerk GUCCI tersebut, merupakan hadiah spesial dari My Love, Sweet Heart (Arya), ketika diriku berulang tahun yang 22 tahun.


Yah~ meski pun Aku tahu, hadiah mahal nan mewah tersebut di belinya dari hasil MENIPU dan MEMELOROTI uang Si Nenek Lampir Jennie.


Aku sangat, sangaaaaaaaatt senang pada saat itu! Dan, aku sudah berjanji pada suamiku (Arya), akan menjaga dan merawat setelan baju itu secara baik-baik, dengan sepenuh hati, seperti merawat anak kami sendiri.


“Tiiitt… Tiiitt… Tiiiittt… Tiiittt.” Suara password dari arah kunci pintu digital Apartment Ku. Aku pun membuka pintu apartement tersebut, dan masuk ke dalamnya.


“ARYAAAAAAAA~ AKU PULANG!!!” Teriak ku, ketika memasuki Apartment kami.


Kasihan Arya, pasti Doi kelaparan, karena semalam aku nggak pulang ke rumah, dan nggak sempat masakin dia deh…


Aku pun mencari-cari keberadaan suamiku…


Di dalam kamarnya?


Tapi dia tidak ada…


Di dapur?


Tapi dia juga tidak ada…


Di dalam gudang?


Apalagi… Nggak ada… ngapain juga dia kesana coba?!


Di dalam toilet?

__ADS_1


Seketika saja, jantung ku berdetak kencang. “Dag, dig, dug… Dag, dig, dug… seeerrr.”


Aku pun membuka pintu toilet tersebut, yang ternyata nggak di kunci, berharap bisa melihat bentuk tubuh six pack Arya yang guanaaaas dan penampakan sarang burung walet cap naga terbang miliknya.


“AGGGGGGHHHHHHH~” Teriakku histeris, pura-pura ketakutan, saat aku membuka pintu toilet tersebut.


Akan tetapi…


“Jeng… jeng… jeng…” Tak ku sangka dan tak kuduga.


Toiletnya kosong… asyeeeemmm!!!


“Arya, kamu dimana? Aku rindu!!!” Jeritku dalam hati, sambil mendudukan tubuhku sendiri di kursi meja makan Apartementku.


Ntahlah~ saat ini aku benar-benar merasa lelah, lelah dengan semua yang baru saja menimpa diriku yang lemah ini…


Akh~ aku adalah korban pemerkosaan yang malang… Hiks~


Dengan iseng, aku membuka tudung saji berwarna biru Navy kembang-kembang yang ada di hadapanku.


Sapa tau saja, ada makanan di dalamnya…


Sapa tau aja, karena aku nggak memasak hari ini, Arya berinisiatif membelikan aku sebungkus makanan.


Akan tetapi, lagi-lagi harapan tak sesuai dengan kenyataan yang ada~


( Makanya jangan banyak berharap! )


Di dalamnya hanya ada sebuah piring putih, yang di atasnya terdapat secarik kertas… mau nya sih isinya makanan, bukannya kertas… jujur aku sudah lapar berat.


Aku pun mengambil kertas tersebut, dan membacanya…


“Kevin Zayeng (Sayang), sebelumnya aku maaf, nggak bisa pamit secara langsung kepadamu, karena pagi ini aku harus berkemas dan pergi ke Bandara… untuk pulang kembali ke Indonesia, menghadiri acara Lamaran Bundaku, besok.


Oh iya, kolor mahal ku yang ada di kamarmu, ku ambil kembali yah! Dasar kau sahabat J*HANAM!!!


Bisa-bisanya kau mencuri kolor ku yang paling mahal~ Beli sendiri dong! Jangan ketahuan banget Miss Queen-nya!!!


BeTeWe, uang sewaan Apartement bagian ku, sudah ku transfer di nomor rekening mu yah!


Tenang kukasih lebih!


Karena aku makhluk yang tamvan dan kaya raya, yang baik hati.


Silahkan foya-foya sepuas hatimu dengan uang itu, dan tolong uang lebihan nya kamu belikan kolor juga yah, jadi kamu nggak usah nebeng-nebeng kolor ku lagi…!!!


Bukannya aku pelit, akan tetapi kan kolor bekas orang lain, mengandung kuman dan bakteri-bakteri yang membandel seperti aku, muehehehehe~ sudah dulu ya Vin… Bye Bye~”

__ADS_1


Membaca surat cinta yang tragis, dari Arya tersebut, seketika saja mataku langsung berkaca-kaca. “Dia jahat, dia meninggalkanku sendiri lagi… hiks~ hiks~” Kali ini aku merasa menjadi janda kembali, untuk kesekian kalinya, karena sering Ia tinggalkan oleh suami.


Mengingat dia mentransfer uang untukku, aku pun segera mengecek Handphone ku, dan memeriksa SMS Banking ku, dan terkejutlah aku, melihat dana sebesar 20 juta Dollar Singapore dari Arya, masuk ke dalam rekeningku.


“Wow, Tuan Muda Arya Bima Prasetya, sungguh sangat dermawan! Rakyat minyak jelanta sepertiku, jadi merasa tersentuh. Hiks~” Gumamku pada angin, dengan mata yang berbinar-binar.


#Kevin POV End


♡♡♡♡


#Gladish POV


Akhirnya, setelah pulang dari pasar, aku dan Arga mampir ke rumahnya, ternyata disana sudah banyak keluarga sanak saudara Arga yang berdatangan dari Jakarta, kota dimana tempat dia pertama kali di lahirkan.


Mereka semua membantu Persiapan dapur Tante Lia. Dan ada beberapa keluarga yang ikut mendekor ruang tamu, dengan beberapa hiasan dengan balon hias, mawar putih, dan papan nama inisial pasangan, hiasannya sangat sederhana, akan tetapi tetap cantik.


Pesta itu akan diadakan kecil-kecilan saja, paling yang datang hanya keluarga dari Bapak ku, keluarga dari Tante Lia, teman-teman dekat dari kedua calon pengantin tersebut dan tetangga di sekitar Kompleks rumah Arga.


Pesta pernikahan mereka nanti, baru yang akan diadakan besar-besaran. Bahkan jauh-jauh hari, Bapakku sudah memboking sebuah Hotel Bintang Lima, untuk pesta pernikahan tersebut.


“Gladish kamu sudah makan?” Tanya Tante Lia, kepadaku.


“Belum Tante.” Jawabku, jujur apa adanya, kebetulan dari tadi perutku juga sudah keroncongan habis keliling-keliling pasar.


Tadi pagi sebelum berangkat ke pasar bareng Arga, Aku memang sudah sarapan, cuma yah~ kalian tau sendiri kan, perutku ini kayak karet, nafsu makannya pun kayak B*bi, suka lapar!


“Nggak usah tawarin Gladish, Bunda!” Seru Arga, setelah berganti pakaian dari kamarnya, kali ini dia memakai Kaos warna hitam dengan Jeans yang senada dengan bajunya.


Asyeeeemmm, nie Anak Khintil, cari mati dia!!!


Gua laper banget tau, lama-lama Gua gigit juga nie Anak Khintil!!!


“Biar Arga sama Gladish, cari makan di luar aja, Bunda!” Lanjut Arga lagi.


Dan ketika aku mendengar kalimat tersebut yang keluar dari bibirnya, aku pun membulatkan mataku lebar-lebar dan membuat pipiku memerah, maaf yah Arga, aku sudah Su’uzon sama kamu!


“Baiklah kalau begitu, hati-hati yah, kalian di jalan…” Jawab Tante Lia, sambil tersenyum simpul.


Apakah setelah ini, akan ada kencan yang sebenarnya?


#To Be Continued


Thor apakah setelah ini, kisah cinta segitiga ini akan berakhir???


Tenang, Author belum siapkan ranjau nya🤣🤣🤣


__ADS_1


__ADS_2