Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 31 : Awal Mula Pertemuan


__ADS_3

#Niko POV


Hai nama Gua Niko, kalian pasti bertanya-tanya kenapa Gue Niko, cowok terkece, tergantz, termanis, ter-oke and terhitz seentero SMA Tunas Bangsa, bisa-bisanya naksir dengan seorang Gladish.


HAH GLADISH????


Iya Gladish.


Cewek terjorok, terdodol, tertomboy, terganas dan terhancur di SMA Tunas Bangsa ini.


Pasti kalian nggak percaya kan?


Sama Gua juga nggak percaya.


Pasti kalian ngira Gua dipelet sama Gladish?


Gua sih maunya gitu.


Tapi yah FAKTANYA rasa itu alami-alami aja kok, awalnya Gua juga nggak suka sama Gladish, tepatnya Gua benci sama dia, Gua benci dia yang jorok, Gua benci dia yang kasar, dan Gua benci dia yang dodol (meskipun sialnya Gua yang harus memegang peringkat ranking terakhir di kelas)


Makanya Gua sering ajak dia kelahi…


Tapi, kok lama-lama…


BTW kalian pasti penasaran kan bagaimana awal mula pertemuan Gua, Niko, si cowok tertamvan seentero SMA Tunas Bangsa, dengan cewek jadi-jadian macam Gladish ini?


Ok ok, TERPAKSA gua ceritain! :’)


Pada suatu hari di sebuah desa terpencil, yang bernama Desa Konoha…


WOI SALAH CERITA WOI!!!


Iya, iya! Ini yang benar -_-


Pada suatu hari, di sore hari, berwarna biru, se-biru hatiku… (Pasti bacanya sambil nyanyi :P)


Gua dan teman-teman yang lain, siswa dan siswi berseragam putih biru akan tetapi dengan lambang identitas sekolah yang berbeda-beda, maksudnya dari berbagai macam SMP… Yap, kita murid baru Gaes.


Pada saat itu, kita semua, sebagai siswa dan siswi baru di SMA Tunas Bangsa. Kami disuruh sama kakak-kakak OSIS yang mendadak menjelma sebagai Panitia MOS (Masa Orientasi Sekolah) yang selalu memasang ekspresi GUALAK, untuk berbaris di tengah lapangan. Untuk mengikuti kegiatan wajib bagi Siswa dan Siswi baru, yakni MOS.


Ok disini gua harus berpakaian ekstra culun nan banci. Rambut pendek bergelombang Gua harus di kuncir dua (pita-nya tali rapiah), celana seragam biru Gua harus berada tepat di atas perut, dengan lilitan tali rapiah yang digunakan sebagai pengganti sabuk, harus mengenakan tas selempang yang terbuat dari karung (lagi-lagi tali rapiah yang harus di gunakan sebagai pengganti Tali Tas), harus mengenakan kaos kaki dengan pasangan yang berbeda (Kanan Putih, Kiri Hitam).


Dan juga harus mengenakan kalung yang terbuat dari tali rapiah yang di tengahnya diikat dengan kertas karton (yang bertuliskan nama julukan kita, dan nama itu harus menggunakan nama yang konyol) aku pun langsung mencari spidol hitam, dan menuliskan besar-besar sebuah nama julukan yang super konyol dan sesuai dengan kepribadian Gua, yakni Nikolas Saputra (pemeran film Ada Apa Dengan Cinta).


 


”Anak-anak gadis calon penghuni SMA Tunas Bangsa cantik-cantik juga yah!” Gumam Gua dalam hati, takjub, sambil sibuk memutar wajah Gua, melihat-lihat pemandangan indah dan segar di sekeliling Gua. Ya maklum, cowok normal, EHM~


Tiba-tiba saja panca indra penglihatan Gua yang indah ini, dinodai oleh sesosok cewek, yang berdiri dan berbaris tepat di sebelah kanan Gua.


Ceweknya sih lumayan Ok, nggak terlalu cantik sih, cuma enak aja di lihat, manis lah yah.


“Bujubuseeett!!! Gila tuh cewek, sempat-sempatnya tuh Doi NGUPIL DENGAN TAMPANG CUEKNYA di tengah barisan banyak orang kayak gini?!” Aku pun memelototi cewek kucir banyak disebelah ku, dengan ekspresi wajah yang SUPER DUPER ILFEEL... Iyuuuhhh~ (Siswi cewek diwajibkan menguncir rambut sebanyak-banyaknya dengan tali rapiah sebagai pita-nya).

__ADS_1


Dia pun dengan santainya membuang upilnya, dengan cara mengetek-nya.


“Tuk!" Tanpa sengaja kotoran hidung alias UPIL cewek nggak tahu diri tersebut, jatuh tepat di sepatu kanan Gua. Membuat Gua Jijik dan sontak Gua pun langsung meledak saat itu juga.


Gua pun menghampirinya, dan…


“HAI CEWEK, NGGAK TAHU DIRI BANGET SIH LO?!” Teriak Gua dengan nada emosi, sambil meremas kuat kerah baju gadis itu, dengan kedua tangan Gua.


Mendengar teriakan Gua, spontan saja semua mata tertuju pada kami, Gua dan Gadis menjijikan yang masih belum ku ketahui namanya tersebut…


Cuma di papan karton di dadanya bertulisan "Gadis atau Janda?"


“Apaan sih loh?” Tanyanya dengan tampang polos, seakan tak terjadi apa-apa.


“Ini, lihat sepatu Gua!” Seru Gua, sambil memperlihatkan sepatu hitam baru, bermerk, yang baru pertama kali Gua pakai yang terkena sebongkah berlian eh~ Upil.


Kedua tangan cewek itu pun langsung mencengkram tangan Gua, dan dengan mudahnya melepaskan tangan Gua yang mencengkram kuat kerah bajunya. “Duh sakit, kuat juga nie tangan si Cewek Jorok ini!” Pekik gua, lagi-lagi dalam hati.


Mau nonjok, tapi Doi cewek....


 


Akhirnya sebagai lelaki yang gentleman, Gua pun menggunakan jurus ala-ala cewek, untuk berkelahi dengan cewek jorok tersebut , yakni menjambak rambutnya.


Yah, saat ini aku sedang menarik beberapa kunciran cewek tersebut dengan kedua tanganku.


Cewek jorok itu pun nggak mau kalah, Ia pun menarik kedua kunciran ku dengan kedua tangannya.


Kita pun saling menjambak.


 


Tak sedikit dari mereka yang menyoraki perkelahian kami.


Tak sedikit dari mereka yang tertawa puas, melihat perkelahian kami.


Tak sedikit dari mereka yang taruhan, menentukan siapa yang akan menang di antara kami.


Tak sedikit beberapa murid mengeluarkan Handphone kameranya untuk mengabdikan perkelahian kami…


Menyadari beberapa flash kamera, mengarah ke arah kami.


Wajah gadis itu pun memucat, sepertinya dia ada trauma tersendiri dengan keberadaan kamera-kamera tersebut.


Dan…


 


“BUUUKKKKKKK!” Cewek jorok tersebut, tanpa permisi, tiba-tiba saja menonjok wajah Gua yang tampan. Gua pun oleng dan jatuh terduduk di lapangan, sementara cewek jorok itu pun langsung berlari ke dalam kelas, untuk menghindari keramaian dan flash-flash kamera.


Sial bagiku, yang sedari tadi menahan diri untuk tak menonjok cewek itu, akhirnya diriku lah yang endingnya terkena korban tonjokan, dari insiden tersebut.


₩₩₩₩₩

__ADS_1


 


Dan, sialnya Gua dan cewek jorok tersebut, harus ditempatkan di kelas satu yang sama.


Karena insiden upil itu, gua dan dia sering sekali berkelahi di kelas. Dan kebanyakan Gua duluan yang mencari gara-gara.


Mungkin Gua masih punya dendam tersendiri sama Doi, karena insiden sepatu baru mahal Gua yang ternodai dengan upilnya tersebut.


 


Kami berdua pun selalu dijuluki Tom and Jerry di kelas. Dia Tom-nya dan aku Jerry-nya.


Terus kenapa Gua bisa naksir Gladish?


Ok, tadi itu hanya sepenggal cerita awal mula pertemuan Gua dengan Gladish saja yah, dan sekarang Gua akan menceritakan awal mula, penyebab Gua bisa tertarik dengan cewek jadi-jadian tersebut…


Pada waktu itu, ketika Gua dan kekasih Gua, hueeekkk~ hueeekkk~ (Muntah Belatung).


Pada waktu itu, ketika Gua dan sahabat Gua, Bambang di hukum sama Pak Burhan karena nggak mengerjakan PR Fisika.


Oia pasti kamu Bingung yah kenapa cowok dodol nan bejad sekelas Bambang, bisa jadi ketua kelas di kelas Gua?


Karena, meski Doi nggak terlalu tampan kayak gua (Ceile~), konon katanya si Bambang ini mempunyai aura kharismatik (seperti Ariel Noah itu loh) yang bisa membuat cewek-cewek klepek-klepek di buatnya.


Oia kembali ke cerita…


Selain di beri hadiah PR Fisika oleh Pak Burhan sebanyak 3x lipat, saat itu Gua dan Bambang sepulang sekolah, tidak boleh pulang dulu (Pada saat itu Pak Burhan menjabat sebagai Wali Kelas kami) Karena itu, kita berdua harus membersihkan kelas, ketika siswa dan siswi di kelas sudah diwajibkan pulang ke rumah mereka masing-masing. Sadis yah Pak Burhan?!


Saat itu aku kebetulan membersihkan meja Rafi, siswa ter-cupu di kelas kami.


Aku pun mengorek kolong meja tempat duduknya, mencari sebongkah sampah.


“Apa ini?” Gumamku kaget, ketika menemukan sebuah kertas kumal yang di penuhi dengan bercak darah.


“SEPULANG SEKOLAH KAMU HARUS DATANG KE TAMAN BELAKANG SEKOLAH, KALAU NGGAK KAMU AKAN MATI!” Isi dari kertas kumal dengan bercak darah tersebut, dan ku yakini kertas tersebut, lebih tepatnya merupakan sebuah surat ancaman.


“Yak! Apa-apaan ini?” Pekik ku ke arah Bambang, yang saat itu sedang membersihkan meja tempat duduk Prisil dengan penuh cinta.


Maksudnya, membersihkan meja Prisil, sambil mencium-cium kursi dan meja bekas gadis berparas cantik nan feminim itu tempati.


Aku pun mengerutkan keningku dan membuka mulutku seperti huruf O, melihat kelakuan Bambang, yang bisa di bilang… Iyuuuhhh~ menjijikan!


#To Be Continued


Ok, sekian dulu reader, terimkasih udh membaca😘😘😘


Jangan Lupa ya komen, likers, vote, ratting n sharenya... biar author tiba-tiba nggak down n kehabisan bahan gibah eh~ cerita 😚😚😚


ini visual Pemeran utama kita, Gladish👇



__ADS_1


Ayo-Ayo ada yang mau Request nggak visual siapa aja yg mau di bongkar oleh author,, tulis di kolom komentar y Guyz,, 👇👇👇👇


Komentar yang paling buanyak bakal Author ungkap visualnya di episode selanjutnya🤗🤗🤗


__ADS_2