
Di kantin sekolah, pada istirahat kedua…
Gladish dengan mimik wajah yang terlihat amat lesuh, terlihat sedang melamun. Dengan tangan kirinya, yang saat ini sedang menopang pipi kirinya, sedangkan tangan kanannya saat ini sedang mengaduk-aduk pelan semangkok soto ayam yang baru saja Ia pesan.
Tiada tanda-tanda kehidupan baginya, hari ini.
Hari ini baginya merupakan hari yang buruk, mulai dari marahan dengan Arga, dan tak lama kemudian dilanjutkan dengan dirinya yang di panggil di ruang BK, beserta orang tuanya.
Masih teringat jelas perkataan menyakitkan yang Arga lontarkan kepadanya, tadi pagi, sebelum bel masukan menggema di area sekolah.
………
……
“*Tunggu!” Tahan Gladish.
Gladish pun menatap kembali wajah Arga dalam-dalam. “Kalau kau lupa… kenapa… kenapa kau tidak membaca pesanku?” Tanya Gladish dengan suara serak dan bergetar, ah sial~ gadis tomboy tersebut rupanya sudah sangat ingin sekali menangis di hadapan cowok dingin tersebut. “Kenapa kau tidak mengangkat teleponku? KENAPA… HAH?!” Bentak Gladish akhirnya.
“Maaf…” Ucap Arga singkat, Arga pun langsung mengibaskan tangan Gladish dengan sekali hentakan. “… Aku tidak terbiasa… aku tak terbiasa berkomunikasi secara intens dengan orang yang menurutku tidak terlalu penting.” Jawabnya dingin, dan berlalu dari hadapan Gladish*.
…
……
“Dasar cowok Alien Br*ngsek!” Pekik Gladish sambil membanting sendok soto yang sedang di pegangnya.
Tiba-tiba saja...
“Pluk~” Terdengar suara cipratan genangan kuah soto yang ada di mangkok Gladish, rupanya ada sosok penampakan binatang kecil seperti kurma, berwarna coklat, memiliki kaki banyak, kepalanya berantena dan memiliki sayap… Terbang dan masuk ke dalam mangkok soto gadis bertampang tomboy tersebut. Tanpa Izin!
“HUWAAAAAAAAAAAAAA~ KECOA…. MAMAAA!!!” Teriak Gladish histeris, sambil menaiki bangku yang sedari tadi Ia duduki, dan Ia pun melompat-lompat ketakutan di bangku tersebut.
“BWAHAHAHHAHAHAHAA~ BWAHAHAHAHAHAHA~ BWAAHAHAHAAHAHAA~” Terdengar suara ngakak dari suara seorang cowok bernada cempreng, yang suara itu sudah tak asing lagi baginya.
“Nikoooo!!!” Seru Gladish, kesal.
Niko pun menghampiri meja tempat duduk Gladish, dan mengambil kecoa tersebut, dari kuah mangkok soto itu, dengan tangan telanjangnya.
__ADS_1
“Dasar cewek preman, penakut!” Sindir Niko. “Ini loh mainan! Hahahahaa~ Hahahahaa~” Tawa Niko renyah, sambil memamerkan kecoa mainan yang bertubuh elastis itu, ke arah Gladish.
Gladish pun menyipitkan matanya, dia hampir lupa kejadian yang baru saja Ia alami, juga pernah menimpanya sebulan yang lalu, ketika dia memesan nasi campur di kantin yang berbeda (karena banyak pedagang yang berjualan kantin sekolah).
#Flashback
Ketika itu, saat Gladish sedang asik melahap nasi campurnya, ketika Ia hendak menyendokan nasi campur ke mulutnya, tiba-tiba saja Niko hadir dan melempar sebuah cicak mainan ke arah sendok, nasi campur yang akan dilahap Gladish.
Gladish pun dengan refleks memasukan cicak mainan itu kedalam mulutnya, bersamaan dengan sendok nasi campur, yang sedang disantapnya.
Tiba-tiba saja Gladish merasa sangat geli di mulutnya, dia merasa ada sesuatu benda asing yang mengerayang di mulutnya dan Gladish pun langsung memuntahkan sesendok nasi campur itu, beserta benda asing tersebut, dari arah mulutnya.
“AAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGHHHHHH~” Teriak Gladish histeris, betapa terkejutnya Ia, melihat ada penampakan seekor cicak bertubuh elastis, yang baru saja keluar dari mulutnya.
“BWAHAHAHAHAHHHAA~ BHAHAHAHAHHHAAA~ BWAHAHAHAHAHAHHA~” Suara ngakak Niko, yang kecang banget, keluar dari mulutnya. “Itu loh cicak mainan, masa gitu aja takut! Bwahahahhaaa~” Seru Niko, masih dengan suara tawa renyah yang terbahak-bahak. “Dasar cewek preman penakut!” Cibirnya lagi.
Gladish yang menemukan ada sosok Niko yang tak jauh dari pijakannya tersebut. Langsung menyadari, kalau cicak mainan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya tersebut, merupakan ulah Niko, cowok Dedemit Br*ngsek yang selalu saja menjahilinya.
“NIKOOOOOOOOOOOO!!!!” Jerit Gladish kesal, sambil melayangkan tinju mautnya ke arah pipi kanan, cowok tampan blasteran Arab tersebut.
#Flashback End*
Serius, saat ini Gladish rasanya ingin sekali mengeluarkan serangan tinju mautnya ke arah Niko, akan tetapi Ia pun menahannya, bukan karena Niko yang sekarang se’spesial Arga, bukan…
“Tumben kamu nggak tonjok aku?” Tanya Niko akhirnya, melihat gelagat Gladish, yang langsung kembali duduk di tempatnya, seolah-olah tak terjadi apa-apa.
“Jadi, kamu kangen ku tonjok?” Ujar Gladish, menawarkan. Sambil menggeser mangkok sotonya, nggak bernafsu lagi untuk memakannya.
“Nggak sih, Hehe.” Jawab Niko, sambil mendudukan dirinya di bangku kosong yang ada di hadapan Gladish.
“Kamu ngapain ke kantin sini?” Tanya Gladish.
“Memang nggak boleh?” Tanya, Niko balik.
“Boleh lah, cuma kan nggak biasanya aja, biasanya Elu makan di warung tembok belakang sekolah, sama si Bamboong CS.” (Bamboong\=panggilan kesayangan Gladish untuk si Bambang)
“Bosen.”
“Lah kok bosen?”
“Habisnya disana nggak ada seseorang yang spesial bagi hidupku.” Ucap Niko, sambil melirik arah tembok belakang sekolah. “Tapi kan kalau disini, seseorang yang spesial itu ada.” Ucap, Niko sambil menatap dalam-dalam ke arah Gladish.”
Gladish yang di tatap dalam-dalam oleh Niko pun nggak percaya diri, untuk menarik kesimpulan bahwa seseorang yang di anggap oleh Niko SPESIAL itu DIA, Ia pun langsung memalingkan wajahnya, ke arah belakang.
__ADS_1
Di belakangnya, Gladish melihat pemandangan seorang Prisil yang sedang mendekat menghampirinya, untuk duduk bersama, sambil membawa semangkok Mie Ayam, beserta segelas Es Dawetnya.
#*Flashback
Tubuh Niko pun, akhirnya terjatuh di atas tubuh Prisil dan…
“CUUUUUUPPPP!” Bunyi suara bibir mereka bersentuhan.
Rupanya tak hanya tubuh Niko yang terjatuh di atas tubuh Prisil, akan tetapi bibir Niko pun ikutan mendarat di atas bibir Prisil, yang lembut…
Gladis yang kaget dengan suara ‘jatuh’ tersebut, akhirnya menoleh ke arah mereka yang sedang terjatuh, betapa terkejutnya Gladish melihat temannya yang kini dengan posisi terlentang, tak berdaya… kini ditindih dan dicium oleh sesosok Niko yang di mata Gladish bagaikan lelaki Dedemit yang selalu mengganggu kehidupannya.
“YAK, NIKO!! APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA PRISIL, HAH!!!!” Teriak Gladish, melihat kelakuan tak senonoh Niko terhadap sahabat terdekatnya tersebut.
#FlashBack End*
“Cieee~ Hahahahahaaa.” Gladish pun mengingat kembali moment manis antara Niko dan Prisil, dan Ia pun tak bisa menyembunyikan tawanya...
“Gladish atau janda, kenapa Elo ketawa sendiri?” Tegur Prisil, sambil menaruh mangkok Mie Ayam’nya di sebelah Gladish.
“Dia mulai gila, karena mangkok sotonya Gua kerjain, Bwahaahhaaa~” Jelas Niko, sambil tertawa renyah. “Yah, udah Dhis gua pesenin Lu soto lagi yah, itung-itung ngurangin dosa gua, ke Elu!”
“Nah gitu donk, itu namanya lelaki yang bertanggung jawab!” Seru Gladish, sambil mengibas-ngibaskan tangannya, untuk mengusir Niko dari hadapannya. “Sekalian, pesenin gua minumnya juga yah!” Tambah Gladish.
“Iya, nanti gua pesenin air kobokan!” Teriak Niko, sambil berlalu pergi dari hadapan Gladish dan Prisil, untuk mengganti makanan Gladish yang telah Ia jadikan sampah, dan juga sekalian Ia memesan makanan untuk dirinya sendiri.
“Eh, tumben yah Niko mau main ke kantin sekolah ini?!” Tanya Prisil sambil menuangkan Saos Tomat di Mie Ayamnya. “Biasanya kan Doi ngumpulnya, selalu di warung belakang tembok!” Lanjutnya, sambil menuangkan sesendok sambel pedas ke arah mangkoknya.
“Kata si Niko, di warung belakang tembok tuh nggak ada seseorang yang spesial bagi hidupnya.” Jelas Gladish, polos.
“Deg~” Jantung Prisil seakan berdetak mendengar hal itu dari arah mulut Gladish.
“Kira-kira… ehm~ siapa yah Dhis, seseorang yang spesial bagi Niko itu?” Tanya Prisil hati-hati, dengan ekspresi wajah penasaran yang amat tinggi.
“Kayaknya sih tadi arah matanya ke Elu… Elu kali?!” Duga Gladish santai, sambil menyomot krupuk pangsit dari Mie Ayam yang ada di mangkok Prisil.
Wajah Prisil pun memerah di buatnya, bibirnya pun menyiratkan senyum yang mengembang tak tertahankan. “Ah~ nggak mungkin ah, Elu kali Dhis!” Sela Prisil, dengan rona wajah merah malu-malu, akan tetapi masih tak percaya diri.
“Nggak mungkin… Nggak mungkin dia mau sama Gua, orang tiap hari dia dapat KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) terus kok dari Gua! Hahaha~” Sela Gladish, yang amit-amit mau di comblangin sama Si Niko.
__ADS_1
#To Be Continued