
Pagi itu ketika Niko baru bangun tidur, dia tidak lupa meraba-raba sekitar bantal dan gulingnya, mencari keberadaan Handphone’nya.
Tentunya subuhnya dia sudah sholat Subuh dulu, baru tidur lagi… dan sekarang barusan saja bangun lagi…
Biasanya Si Up To Date Niko, selalu Kepo sama Status WA teman-teman SMA’nya, apalagi statusnya Gladish. Akan tetapi, sayang, Gladish dari kemarin nggak pernah update status…
Apa boleh buat, di antara banyaknya status WA teman-teman sekelas di berandanya, dia pun akhirnya terpaksa…
Ingat!!!
TERPAKSA, buka statusnya Prisil…
Kebetulan gadis itu, kemarin baru saja, meng’up-date 4 status baru.
Di status yang pertama si Prisil meng’up-date foto masa kecilnya.
“Aduh lucu sekali sih… gemes…” Gumam Niko sambil senyum-senyum sendiri.
Habis itu dia langsung membuka status Prisil yang kedua, disana ada gambar bantal bibir….
Niko pun spontan langsung menghentikan aktifitasnya melihat status WA Prisil…
Dia nggak mau gagal move on dari adegan ciuman ganasnya bersama Prisil, dua hari yang lalu…
Dia juga nggak mau jadi bucin ke Prisil, lalu mengkhianati cintanya ke Gladish dan mengkhianati persahabatan sejatinya dengan Bambang.
“Tobat, tobat Ko…. Itu Zina, itu Zina, Bahlul Ente!” Ucap Niko pada dirinya sendiri, dengan logat-logat Arabnya, berusaha menghilangkan pikiran kotornya tentang adegan ciuman tersebut.
Nggak munafik, saat melihat status bibir… Niko mulai membayangkan yang aneh-aneh lagi tentang dirinya dan juga Prisil…
Tiba-tiba saja…
“Ting Teng~” Ada satu Pesan WA masuk, tentu saja Pesan tersebut datangnya dari seorang Prisil.
“Astagfirulloh allazim…” Gumam Niko, melihat pesan yang baru masuk tersebut rupanya, pesan dari seorang Prisil. “Baiklah TERPAKSA aku buka pesan ini!”
Niko pun langsung membuka pesan itu dengan cepat.
“Niko lagi ngapain?” Pesan Prisil.
“Mau tau aja, atau mau tau banget?!” Bales Niko, dan terkirim.
Nggak lama kemudian, 1 pesan dari Prisil masuk lagi ke dalam Handphonenya.
“Mau tau banget…” Jawab Prisil.
__ADS_1
“Deg~” Seketika saja, jantung Niko mulai bergendang, dangdutan nggak karuan… “Dag dig dug… Dag dig dug~”
“Udah ah nggak usah di balas… Nanti dianya baper lagi.” Ucap Niko, sambil menangkupkan posisi Handphonenya, padahal aslinya dia sendirian lah yang baper.
“Ting Teng~” Ada satu Pesan WA masuk.
“Pasti dari Prisil lagi…” Gumam Niko. Segera mengambil Handphonenya kembali.
“Jalan, Yuk Ko!” Satu pesan masuk dari Rafi, Niko pun langsung memutar bola matanya, pasti Rafi ngajak dia jalan, cuma mau nebeng motornya buat ke suatu tempat.
Tapi yah apa salahnya sih nemenin teman doank, itung-itung hari ini hari minggu juga…
Ketika Niko mau mengetik, tiba-tiba saja ada pesan masuk, dari Prisil yang bertuliskan… “Kok Nggak di balas?”
Akan tetapi, tanpa melihat secara teliti Niko pun menulis pesan… “Mau jalan kemana kita?” Tanya Niko, dan langsung mengirimkan pesan tersebut begitu saja.
“Ting Teng~” Ada satu Pesan WA masuk.
“Serius mau ajakin aku jalan?” Tanya sebuah pesan yang ketika Niko baca baik-baik, bertuliskan nama Prisil di atasnya.
“Astagfirulloh allazim…” Gumam Niko, melihat pesan yang baru masuk tersebut, rupanya dari seorang Prisil.
Rupanya Niko salah kirim… seharusnya pesan itu untuk Rafi, bukan buat Prisil.
Niko pun berpikir lagi, alangkah indahnya jika hari minggunya saat ini, di isi dengan kehadiran sesosok gadis cantik, dari pada diisi oleh makhluk sejenis, berbatang, dan bermata empat.
“Iya aku serius, kita jalan yuk, kamu mau-nya jalan kemana?” Pesan Niko kepada Prisil, dan pesan pun dikirim…
“Aduh, maaf nih Fi, aku lagi nggak enak badan nih, Huhuhuhu~” Pesan Niko ke Rafi… dan pesan pun dikirim…
♡♡♡♡
Pagi itu Gladish sengaja mandi cepat-cepat dan memakai baju bagus… guna…
“TIIIIITTTTTT… TIIIIIIIIIITTTTTT……” Suara telepon Gladish, yang saat ini sedang melakukan panggilan Video Call kepada kontak Arga.
Yah~ Saat ini Gladish lebih memilih untuk melakukan panggilan Video Call kepada Arga, karena dia sadar betul, kalau dia hanya mengirimi Arga pesan WA, paling sebentar dia harus menunggu pesan balasan tersebut sekitar 5 menitan dan paling lama sekitar dua jam-an.
Panggilan pertama Gladish pun, nggak di angkat…
Tapi, bukan Gladish namanya kalau langsung nyerah gitu aja, cewek tomboy itu pantang nyerah, sebelum mendapatkan pria idamannya saat ini.
Pada panggilan ke lima…
Arga pun mengangkat panggilan Video Call tersebut. Terlihat Arga saat ini sedang mengucek matanya, karena masih merasakan kantuk yang sangat berat.
__ADS_1
“Nga~pain sih Dhis, pagi-pagi gini VC Gua?” Tanya Arga, dengan suara yang berat. Sepertinya laki-laki berwatak pendiam tersebut, belum sadar 100% dari tidurnya.
“Hei, Ga… Masa jam segini masih tidur kalah sama Ayam…”
“Ini loh hari minggu, Dhis!” Gumam Arga, sambil menguap, dan kembali menutup matanya.
“ARGAAAAAAAAAAA!!!!” Teriak Gladish dengan suara yang kencang.
Akan tetapi, Arga pun nggak peduli, rasa kantuk baginya mengalahkan segalanya… dia langsung mematikan panggilan Gladish dari Handphonenya…
“GGGRRRRRRRRRRR~” Geram Gladish, nggak terima. “Baik, kalau ini mau mu Arga, ku jemput kau di rumah orang tuamu!!!”
Ketika Gladish keluar dari kamarnya, Tante Ajeng juga keluar dari kamar kosong, yang tepat berada di sebelah kamarnya.
Kebetulan di rumah Gladish memang ada 2 kamar kosong, yang belum ada siapa pun yang menempatinya.
Ayahnya sengaja membeli rumah baru di kota Bogor, dengan kamar berjumlah 4 seperti ini, memang didesain untuk kamar Bapak dan Tante Lia yang menjadi satu kamar, satu kamar untuk Gladish, satu kamar untuk Arya dan satunya lagi untuk Arga.
Tentu saja Tante Ajeng dan ketiga saudara Bapak yang lainnya, masih ada di rumah Gladish untuk menginap, karena tadi malam pesta pertunangan Bapaknya berlangsung, rencananya nanti sore baru mereka semua, tante-tante tersebut, kembali ke Jakarta.
“Wah, tante nggak nyangka ternyata Gladish semalam nggak berbuat keributan di pesta pertunangan Mas Hendra.” Ucap Tante Ajeng sambil tersenyum simpul. “Ini tidak seperti Gladish, yang Tante kenal~”
Gladish pun terdiam membatu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Tante Ajeng tersebut.
Yah~ Gladish selama ini di kenal oleh Tante-Tantenya, merupakan anak yang Barbar, dia selalu menyelesaikan masalahnya langsung dengan emosi dan adu jotos, tanpa berfikir lebih dahulu…
“Sekarang kamu pilih deh, mau ikut Bapakmu yang penghianat itu, atau ikut dengan Ibumu yang menderita itu?”
“Deg~” Merupakan pilihan yang sulit untuk Gladish…
Kalau dia ikut dengan ibunya, dia harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk tinggal satu atap, bersama dengan Arga…
Akan tetapi, apabila dia memilih untuk tinggal dengan Bapaknya, berarti Gladish harus SIAP, di cap sebagai anak durhaka kepada ibunya, oleh tante-tantenya tersebut.
Apalagi Tante Ajeng dikenal sebagai tukang kompor, dengan opini-opini yang di buatnya, dengan gampangnya dia menjadikan seseorang yang tak bersalah, menjadi kambing hitam.
.
.
.
#To Be Continued
Oh iya, kalau kalian penasaran tentang asal muasal author buat karakter Kevin...
Kalian bisa cek Novel author yang judulnya OH MY B2UTY.... di Chapter terakhirnya ada karakter Hoya (Kevin)🤫🤫🤫
__ADS_1