Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 101 : KDRT di Rumah Hantu


__ADS_3

Arya pun berusaha untuk berpikir dengan cepat, tapi sial~ dia sudah nggak bisa berpikir dengan jernih lagi…


Langsung saja dia menarik tangan kiri Lasmi yang hendak berlalu dari hadapannya, mendekatkan ke dalam tubuhnya…


“Apa yang akan kau lakukan Br*engsek! Lepaskan aku!!!” Teriak Lasmi, sambil berusaha melepaskan tubuh Arya yang saat ini mendekap erat tubuhnya.


Dan…


Bibir Arya pun semakin dekat ke arah bibir Lasmi…


Melihat hal tersebut Lasmi pun mengedip-ngedipkan matanya dan memundur-mundurkan kepalanya.


Melihat aksinya mau di tolak, Arya pun pantang menyerah ia pun menahan kepala Lasmi dengan tangan kirinya.


Arya pun memajukan bibirnya kembali…


Sedangkan Lasmi kini menutup matanya kuat-kuat… ia sangat takut membayangkan bibir Arya menempel di bibirnya. Karena dalam 24 tahun dia hidup di dunia ini, dia sama sekali belum pernah merasakan yang namanya ciuman dengan seorang pria… atau bisa dibilang ini akan menjadi ciuman pertamanya.


“Lasmi sadar, apakah ciuman pertamamu akan di rebut oleh pria mesum seperti ini?” Batin Lasmi ketakutan, sambil terus menutup matanya kuat-kuat.


“HAHAHAHAHAHAAAA~ HAHAHAHAHAHAAAA~” Tawa Arya akhirnya, melihat ekspresi wajah Lasmi yang ketakutan, seakan-akan seperti mau di perkosa oleh dirinya.


Mendengar suara tawa yang keluar dari mulut Arya, Lasmi pun akhirnya membuka matanya. “Ke kenapa kau tertawa?” Tanya Lasmi dengan nada tergagap.


Arya pun langsung mendekatkan bibirnya ke telinga Lasmi dan membisikan sesuatu di telinga tersebut. “Wajahmu jelek sekali, hahhahaaa~” Ucap Arya Blak-blakan, di sertai dengan kekehan tawa.


Dan…


“BRUUUUUUKKKK~” Sebuah bogem keras pun mendarat ke arah pipi kiri Arya.


“Dasar pria mesuuuummm!! Akan ku laporkan perbuatan mesum mu ke kepala rumah sakit!!!”


“Agggghhhhh~~” Arya pun memegangi pipinya, menahan sakit karena bogeman tersebut. Langsung melihat di sekeliling atas kamar inap Melanie yang saat Ia pijak, mencari-cari keberadaan sesuatu, akan tetapi tidak ada… dan Arya pun tersenyum.


“Sepertinya tidak ada CCTV di ruangan ini Nona Jelek! Tidak ada barang bukti!!!” Ucap Arya, sambil tersenyum evil. “Bisa-bisa aku yang menuntut mu sebagai pencemaran nama baik!”


Mendengar kata-kata Arya yang terdengar masuk akal, Lasmi pun langsung meneguk air liurnya.


“Bagaimana Nona Jelek?!”


“Berhenti memanggilku Jelek!” Teriak Lasmi, nggak terima. “Aku itu Cantik!”


“Kata siapa?”


“Ibuku…”


“BWAHAHAHAHHAHAHAHA~” Ngakak Arya, sambil memegangi perutnya.


Lasmi pun langsung menendang siku lutut Arya. “BUUUKKKKKKK!!!”

__ADS_1


“AUUUUWWWWWWWWW~” Teriak Arya kesakitan, malang sekali nasibnya, baru saja kena bogem di pipinya, kini harus merasakan tendangan kembali di lutut kakinya. “Br*eeengseeekkkk!!!” Teriak Arya, satu tamparan hendak dia darat kan ke arah pipi Lasmi.


Melihat pipinya yang hendak di tampar, Lasmi pun spontan langsung menutup matanya, pasrah akan tamparan tersebut.


Akan tetapi Arya sekuat tenaga menahannya. Pantang baginya menyakiti seorang gadis, meski gadis yang terlihat jelek dan menyebalkan sekali pun.


Arya pun menggenggam tangannya sendiri, dan menurunkannya.


Lasmi pun membuka matanya… “Kenapa nggak jadi mukul, Hah? Kenapa?”


“Wajahmu, terlalu jelek untuk ku pukul!” Ucap Arya, sambil berlalu meninggalkan Lasmi.


“Bre*seeeekkk!!!” Pekik Lasmi, dengan mata memerah. Baru kali dia secara Blak-blakan di panggil jelek oleh seorang Pria. Dan itu sangat menyakiti hatinya. “Dasar cowok Bre*seeeeeeeeekkk!!!”


*****


Saat ini Gladish dan Arga sedang memasuki wahana rumah hantu…


Suasana ketika pintu rumah hantu tersebut tertutup sangatlah gelap. Gladish yang ketakutan sedang berjalan di belakang Arga, sambil mencubit ujung baju kaos Arga dengan kedua tangannya.


“Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~” Teriak Gladish saat melihat sesosok hantu yang duduk di atas tembok.



“Arga, tu tumben kamu tidak ketakutan?” Tanya Gladish, Gladish yakin kalau mentalnya Arga pasti lebih Down dari pada dia, buktinya main Roller Coaster saja Arga selebay itu, sampai muntah-muntah segala.


Akan tetapi dugaan Gladish salah, kali ini tubuh Arga hanya diam, tak bergeming.


Gladish pun memberanikan diri untuk berdiri di depan Arga, dan melihat wajah Arga. Rupanya lelaki Introvert Melankolis itu sedang menutup matanya kuat-kuat.


“Buuuukkkk~” Gladish pun memukul punggung Arga.


“Yak kau curang sekali! Kenapa kau menutup matamu?!”


“Haruskah aku selebay itu berteriak dan…”


“Kikikihihihihiiiiiii~” Tiba-tiba saja suara Arga terhenti karena ada penampakan suara kuntilanak dan pemandangan kuntilanak di hadapannya.


Arga pun hendak berlari kembali menuju pintu masuk yang tak begitu jauh dari pijakan mereka saat ini.


“Eittt~ kamu mau kemana, Ga?” Tanya Gladish sambil menahan lengan Arga yang hendak berlalu dari hadapannya. Gladish merasakan getaran yang cukup hebat dari arah lengan Arga yang kini Ia tahan. Tubuh Arga bergetar?


“Aku mau balik, aku mau ke toilet, mau Buang Air!” Alibi Arga, aslinya jantungnya lah yang kini sudah ketar-ketir.


“Mana bisa keluar dari pintu masuk, keluar itu harus dari pintu luar!” Ucap Gladish sambil tersenyum evil. Tubuh Arga yang bergetar rupanya memicu adrenalin nya untuk menjahili Arga.


*****


Kini Gladish, Arga dan pengunjung yang lain, sedang duduk di kereta rumah hantu tersebut.

__ADS_1



Di tengah kegelapan tersebut, dan suara-suara mencekam tersebut… kereta tersebut terus saja berjalan…


Di sepanjang perjalanan, terdapat penampakan-penampakan lukisan-lukisan dan sosok hantu.


Di saat pengunjung-pengunjung lain berteriak, Gladish hanya diam, sambil menyipitkan matanya, rupanya sosok hantu-hantu yang mereka jumpai dan lewati dari arah kereta tersebut, merupakan sosok hantu palsu alias boneka sejenis Barbie seukuran manusia.


Sungguh kontras sekali dengan sosok hantu ketika mereka baru saja masuk dari pintu rumah hantu tersebut, hantu tersebut merupakan manusia asli yang di dandani seperti hantu. Wajar Gladish merasa ketakutan melihat hantu yang pertama.


Tapi sekarang, hantu-hantu yang sejenis boneka tersebut, bagi Gladish bagaikan sebuah lelucon konyol!


Karena tidak ada suara dari arah Gladish yang duduk di sebelahnya, Arga pun memberanikan diri membuka matanya kembali.


“AAAAAGGGGGGGGGGHHHHHHHHH~” Teriak Arga histeris melihat sosok pocong yang saat ini ada di hadapannya.


“Ga, nggak usah lebay deh, itu kan boneka~”


Mendengar kalimat pahit dari mulut Gladish tersebut, harga diri seorang Arga pun lagi-lagi kembali terluka. Arga pun kembali menutup matanya, dan menyenderkan kepalanya di kursi kereta tersebut, seakan-akan mau kembali melanjutkan tidurnya. “Nanti kalau sudah sampe, tolong kasih tau aku yah!” Pekik Arga, dengan nada yang kesal.


“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~” Terdengar jeritan seorang gadis yang ketakutan, kebetulan gadis itu duduk tepat di depan tempat duduk Gladish, gadis itu pun langsung duduk menyamping dan segera memeluk pacarnya yang saat ini duduk di sampingnya.


“Bujubusett~” Pekik Gladish dalam hati. “Dasar gadis penuh modus!!!” Batin Gladish kembali dengan ekspresi kesal.


Gladish pun segera melirik Arga yang kini tertidur di sebelahnya. “KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~” Teriak Gladish dengan ekspresi datar, dan tanpa ba bi bu lagi, Gladish pun segera memeluk tubuh Arga yang kini duduk tertidur di sampingnya.


MODUS!!!


Arga yang merasakan tubuh yang empuk kini menempel di tubuhnya, langsung membuka matanya.


“Ge Ge Gladisssshhhh!”


“Aku takut, Arga~ aku takut~” Ucap Gladish dengan ekspresi yang lebay.


Langsung saja Arga yang merasakan ekspresi Gladish di buat-buat layaknya gadis feminim, segera memetengkan lengan tangannya ke arah leher Gladish.


“Uhuk~ Uhuk~ Ar Arga sa Sakiiittt~” Teriak Gladish terbata-bata, saat lengan Arga tiba-tiba berada di lehernya, dan memeteng nya.


Mendengar suara teriakan Gladish, Arga pun segera melepaskan lengannya dari arah leher Gladish.


“Jahatnya, belum apa-apa sudah main KDRT saja! Uhuk~ uhuk~”


“Bagaimana tidak KDRT, kamu jelas-jelas membuatku takut, melebihi hantunya, dasar gadis jadi-jadian!”


#To Be Continued



__ADS_1



__ADS_2