Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 82: Mimpi Koboi


__ADS_3

Malam itu di kamarnya, Arga sedang tertidur pulas…


Cara tidur Arga sangatlah rapi… bagaikan pangeran tidur…


Dalam tidurnya, matanya yang tertutup rapat seperti menekan-nekan, tapi Ia tetap enggan untuk membuka mata tersebut. Sepertinya, dia mendapatkan sebuah mimpi…


Tapi Ia belum tahu, apakah mimpi yang sedang di alaminya saat ini, merupakan sebuah mimpi indah, atau kah sebuah mimpi buruk?


**Di dalam mimpi Arga**


Saat ini dia ada di sebuah gurun pasir, dimana cuacanya sangat panas, dan juga di sekelilingnya terdapat tumbuhan-tumbuhan kaktus.


Dalam mimpi tersebut…


Dia saat ini adalah seorang koboi, dilihat dari topi dan rompi coklat tua, yang kini sedang di pakainya.


Dia juga memiliki asisten perempuan, yang saat ini juga memakai pakaian koboi yang sama seperti dirinya, akan tetapi topi dan rompi yang di pakai oleh asisten perempuan tersebut, saat ini berwarna Terracotta.


Asisten perempuan itu, saat ini sedang menuntun kuda jantan berwarna coklat kesayangan Arga, dengan tali gantungan jemuran.


Asisten perempuan dari koboi yang bernama Arga tersebut, sangat pandai sekali dalam hal…


Memasak?


Salah… salah…


Menjahit?


Salah… salah…


Bersih-bersih?


Salah… salah…


Jadi apa dong yang benar???


Ia pandai sekali dalam hal MENGUPIL, yakni Gladish.


“Hei ini mimpiku, kenapa kau masih terlihat jorok disini?!” Tegur Arga, saat melihat Gladish sedang asik mengupil tepat di sebelahnya.


“Maaf Tuan, karena kau mencintaiku, kau harus menerimaku apa adanya.” Ucap Gladish, sambil menuangkan cairan Hand Sanitizer di tangannya, dan meratakannya. (Yah~ kan habis ngupil, harus segera di sterilkan dong)


“Ka ka ka kapan, a aku bilang, aku mencintaimu?!” Tanya Arga, dengan nada yang bergetar, dan pipi yang merona kemerahan.


Gladish pun tersenyum simpul, dan mendekatkan bibirnya ke arah telinga Arga. “Tadi siang… kau memang nggak pernah mengatakannya, tapi… kau mencium bibirku.” Bisik Gladish ke arah, daun telinga Arga.


“… dengan lembut dan lama~ FUUUU~ FUUUU~” Sambung Gladish lagi dengan di iringi tiupan, di area sekitar telinga Arga.


Mendengar hal tersebut, tubuh Arga pun seketika merinding…


Gladish pun menjauhkan wajahnya dari arah telinga Arga, dan mengedipkan sebelah mata kanan nya, ke arah Arga.


“I I I Itu, a aku hanya terbawa su suasana!!!” Alibi Arga, dengan nada yang gugup, dan tubuh yang masih gemetaran…


“Alasan~” Umpat Gladish, sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


“Yak! Bukannya kamu duluan yang memulai!!!” Protes Arga, kepada Gladish. Akan tetapi, nggak di tanggapi oleh Gladish.


Gladish malah sibuk menatap langit berwarna biru terik, dan berteriak dengan kencang… “HEI AUTHOR LUCHNUT!!! NGGAK ADA AKHLAK!!! KENAPA KAU BILANG DISINI KEPANDAIAN KU HANYA MENGUPIL, HAH!! … NGGAK BERKELAS SEKALI!!!” Protes Gladish, kepada… kepada…


A APA?! AUTHOR???


“AKU DISINI PERANNYA JAGO SILAT TAHU, JAGO BERKELAHI!!! BUKANNYA JAGO NGUPIL… DASAR AUTHOR DEDEMIT LAMPIR!!!” Umpat Gladish kepada Author.


(Author yang terdjolimi T_T)


Tiba-tiba saja…


“Tolong… tolong… tolong~” Terdengar teriakan dengan nada suara yang sangat cantik, sepertinya orang yang berteriak itu pun juga cantik, seperti suaranya.


Dalam mimpinya ada adegan Seorang Penjahat sedang menculik seorang putri yang sangat cantik… penjahat itu di gambaran mimpi seorang Arga, adalah Arya.


Penjahat (K*lamin) kejam yang menggunakan baju serba hitam, dengan sarung bermerek cap Gajah Jongkok sebagai jubah di area lehernya.


Dan, seorang putri cantik yang berteriak tersebut adalah sesosok Maya. Dengan pakaian daster biru panjang, bergambar Frozen… dengan mahkota berlian (Batu akik) yang saat ini menghiasi kepalanya.


Hah, Maya???


“Tolong… tolong… tolong~” Teriak Maya lagi… dalam ikatan tali rapiah merah, yang baru saja di ikatkan oleh Arya kepada dirinya.


“Kasian sekali putri itu!” Seru Gladish, sambil menutupi mulutnya yang terbuka, dengan tangannya. (Sok Anggun)


“Tolongin nggak yah~ tolongin nggak yah~” Pikir Arga, sambil mendeyut-denyutkan mata sebelah kanannya. Dengan sorot mata yang malas.


“Bahlul Ente!” Ucap seseorang, Pria berkebangsaan arab, besorban kotak-kotak merah, dengan baju putih panjang (Ala-ala Emak Kuntil) yang di pakainya… tiba-tiba saja pria tersebut berdiri di tengah-tengah Arga dan Gladish.


“Kamu setan yah?” Tanya Gladish sambil mendorong tubuh Niko, yang saat ini sedang berdiri di sebelahnya.


“Sembarangan Loe Dhis. Makhluk tamvan layaknya patung Porselen Eropa gini, kamu anggap setan?!” Protes Niko, sambil menggembungkan pipinya.


“Habis kau berdiri di antara kami…" Pekik Gladish, menanggapi kalimat protes Niko. "Kata Pak Ustad, jika ada dua orang yang sedang berdua-duaan, dan ada orang ketiga di antara mereka, orang itu adalah setan!” Jelas Gladish, yang memberikan sabdah yang salah, kepada Niko.


“Oh gitu yah, Dish~” Gumam Niko, dengan nada yang bodoh.


"HAHAHAHAHAHAAAA~ HAHAHAHAHAHAHAHA~ HAHAHAHHAHAAHHAAA~" Suara tawa Arya, menggema di sekitar hamparan gurun pasir tersebut.


Tiba-tiba saja, Arya sang Penjahat Wanita pun membawa kabur tubuh Maya, dengan kuda hitamnya.


“Woi Thor! Gua ini Pecinta Wanita, bukan PENJAHAT WANITA!!!” Protes Arya kepada author.


(Baiklah-baiklah -_-)


“Tolong… tolong… tolong~” Teriak Maya kembali, saat ini tubuhnya yang sedang terikat kuat, di bawa kabur oleh Arya Sang Pecinta Wanita (namun ku bukan buaya, yang setia pada seribu gadis~) , dengan kuda hitamnya.


“Woi Thor, dialog Gua kok dari tadi TOLONG terus... terus juga copy paste pula! Hiks~” Jerit Maya kepada Author.


(Maafin author yang malas ini, yah May T_T)


“Arga, disini hanya kamulah yang bisa menyelamatkan Maya…” Ucap Niko, sambil menyerahkan sebuah kampak sakti berlebel 212, yang memancarkan sinar menyilaukan, kepada Arga.


“Buat apa ini, Ko?” Tanya Arga, yang kagum dengan sinar di kampak tersebut.

__ADS_1


“Buat Tebang pohon.” Ucap Niko, sambil menyipitkan matanya. “Yah~ buat tolongin Tuan Putri Maya lah, Ga!” Jelas Niko, akhirnya.


“Males!” Ucap Arga, cuek. Sambil melempar kampak itu, di sembarang arah.


Tanpa di duga, kampak yang bersinar itu terbang, berputar-putar, lurus, berputar-putar lagi...


"SYUUUUUUUUUUUUUTTTTT.... SYUUUUUUUUUUUUUTTTTT.... SYUUUUUUUUUUUUUTTTTT~"


Dan...


"JLEEEEBBB~" Mendarat ke arah punggung Arya, dari arah belakang, yang sedang sibuk memacu kudanya, sambil memeluk tubuh Maya yang ada di depan tubuhnya. (Modus)


Arya dan Maya pun terjatuh dari kuda hitam tersebut.


Arya pun mati mengenaskan, dengan darah biru yang berhamburan dari tubuhnya (Holang kaya), dan dengan lidah yang menjulur ke luar, dari arah mulutnya…


Dan Maya pun berlari ke arah Arga…


“Pangeraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn!!!” Teriak Maya, sambil mengangkat dasternya yang panjang, berlari dengan mimik wajah bahagia ke arah Arga dan…


“Kenapa tubuhku nggak bisa digerakkan.” Gumam Arga, yang sebenarnya ingin menghindar dari terjangan tubuh Maya tersebut.


Dan....


"HAAAAAAAAAAAAAAPPPPPP....!!!" LALU DI TANGKAP~


Maya pun menangkap dan memeluk tubuh Arga dengan erat.


**Mimpi Selesai WOOOOIII**


Arga pun kaget, dan terbangun dari tidurnya!


“Host… Host… Host…!!!”


"Host… Host… Host…!!!”


"Mimpi apaan itu?" Tanya Arga, kepada dirinya sendiri, sambil sibuk berusaha mengatur deruan nafasnya, yang kini sedang beritme dengan kencang tersebut.


.


.


.


.


#To Be Continued


Arya, visual versi INDO, Fav Author😍😍😍



tolong votenya ya reader😘😘😘


__ADS_1



__ADS_2