Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 79: Trcyduk di Bioskop


__ADS_3

 


“Hei Ga, ternyata tempat kencan pilihan Loe, memang sesuai untuk orang-orang yang mesum yah?"


“A Apa?” Pekik Arga, nggak mengerti.


“Tuh lihat!” Tunjuk Gladish, saat melihat seseorang yang duduk di depan mereka sedang melakukan hal-hal tak terpuji, yakni sedang ciuman.


Saat itu juga, Arga langsung Syok dengan pemandangan yang saat ini ada di depan kedua matanya, secara langsung.


 


Tiba-tiba saja bibir Gladish mendekat ke arah Arga...


Melihat hal tersebut, Arga nggak berani menoleh ke arah Gladish, takut cewek tomboy berwatak mesum itu menerkam bibirnya yang masih polos.


Siapa tahu aja, si mesum Gladish, terbawa suasana, karena melihat adegan ciuman yang kini terpampang nyata di hadapan mereka!


Gladish pun mendekatkan bibirnya pada telinga Arga, dan membisikan sesuatu kepada Pria Introvert, yang berwatak SEDIKIT Melankolis tersebut.


“Hei Ga, kayaknya seru deh, kalau Gua ngerjain pasangan mesum itu!” Bisik Gladish, ke arah telinga Arga. Sambil melirik ke arah pasangan yang ritme ciumannya semakin memanas.


 


“A Apa?” Lagi-lagi kata itu yang Gladish dengar dari mulut Arga. “Kamu mau apa, Dhis? Tanya Arga, akhirnya, sambil mengerutkan alisnya.


 


“Lihat baik-baik yah!!!” Pinta Gladish, sambil tersenyum Evil.


Gladish pun mengambil beberapa Pop Corn... yang ada di Cup Jumbonya. Dan…


 


“PLuuukk… PLuuuukkk… PLuuukk… PLuuuukkk…” Bunyi suara rintikan, lemparan pop Corn yang Gladish lempar ke arah pasangan mesum tersebut, mengenai kepala mereka…


 


Kedua pasangan mesum itu pun kaget, dan melepaskan permainan ciuman panas mereka, yang sedari tadi mereka lakukan di ruangan Bioskop tersebut…


 


“Hahahaaa~” Tawa Gladish menggema. “Mampus Loe, tercyduk! Makanya jangan mesum di tempat umum.” Umpat Gladish. Dengan suara yang nggak begitu nyaring. Akan tetapi, dia yakin, suara itu terdengar oleh pasangan mesum tersebut.


“Gladish, kamu jahil banget sih!” Tegur Arga, sambil menyenggol lengan Gladish. “Nggak sopan tau!”


“Biarin!” Ucap Gladish, cuek.


Akhirnya… Kedua pasangan tersebut pun menoleh ke arah belakang, yakni ke arah Gladish dan Arga.


“Hei kamu, bocah nggak sopan!” Tegur pasangan yang laki-laki dari arah depan mereka, dengan nada dan ekspresi marah.

__ADS_1


Meski di dalam ruangan Bioskop itu gelap, dan hanya bercahayakan sinar remang dari arah layar kaca besar yang berisi film yang mereka nonton. Akan tetapi karena jarak tempat duduk mereka yang lumayan dekat, sehingga mereka bisa mengenali kedua orang, yang kini ada di hadapan mereka.


“Sepertinya, aku kenal suara itu.” Ucap Arga, sambil mengingat ingat. Sepertinya suara pria tersebut, sudah tidak asing lagi baginya.


“I i i itu pak Damar, Ga!!!” Ucap Gladish tergagap-gagap, ketakutan, sambil mencubit Jaket hitam milik Arga, yang saat ini duduk di sebelahnya. Bagaimana Gladish tidak mengenali wajah Pak Damar dalam kegelapan coba?!


Setiap gadis itu mengantuk, karena malamnya ada latihan silat...


VISUAL wajah TAMPAN nan TEGAS milik Pak Damar, selalu bisa memberinya kekuatan dalam menahan kantuk di kelas, tepatnya di pelajaran Biologi.


Pak Damar pun terkejut dan kaget, saat namanya di sebut oleh bocah remaja yang perempuan, yang ada di hadapannya tersebut.


 


Sepertinya bocah perempuan tersebut, merupakan salah satu muridnya, akan tetapi dia tidak mengenalinya, karena jujur saja, murid nya di setiap kelas terlalu banyak.


Dan dia hanya mengingat siswa dan siswi yang PALING di setiap kelas-nya, misal yang paling pintar, paling bawel, paling bodoh, dan sebagainya…


 


“Arga, Gladish…” Gumam seorang wanita yang ada di sebelah Pak Damar. Wanita itu langsung menutup mulutnya, sambil membulatkan matanya bulat-bulat, sepertinya dia sudah melakukan kesalahan yang Fatal, telah menggumamkan nama Gladish dan Arga.


“Bu Ratih!” Seru Arga dan Gladish berbarengan.


Arga dan Gladish tentu saja Syok, karena ketahuan bolos sama Guru Bidang Study dan juga Guru wali Kelasnya, yang kini ada di hadapan mereka.


Apalagi sebelumnya Bapak-nya Gladish dan Bunda-nya Arga, menelepon Bu Ratih, agar anak mereka di izinkan untuk tidak masuk, hari ini guna membantu persiapan pesta pertunangan mereka.


 


 


Akan tetapi…


Sebenarnya…


Tak hanya Gladish dan Arga yang kaget karena tercyduk bolos ke sekolah dan melihat kelakuan guru mereka…


Kedua guru tersebut, yakni Bu Ratih dan Pak Damar juga kaget, di jam pelajaran seperti ini, ada kedua muridnya yang membolos dan pergi ke Bioskop.


Mereka berdua juga malu, karena tercyduk oleh kedua murid mereka, sedang melakukan kegiatan mesum…


Apalagi Bu Ratih, saat ini Bu Ratih sangat terpukul karena statusnya saat ini.


 


Yah~ saat ini Bu Ratih menyandang status, sebagai Istri orang lain…


 


Suami Bu Ratih saat ini tidak ada di Bogor, saat ini suaminya ada di lokasi, tepatnya di pulau Kalimantan, di bidang tambang Batu Bara.

__ADS_1


 


♡♡♡♡


 


Di sebuah Cafe J.CO, yang letaknya nggak jauh dari lokasi Bioskop tersebut.


Kini mereka berempat duduk di Cafe tersebut, Arga yang duduk di sebelah Gladish, dan berhadapan dengan Pak Damar, sedangkan Gladish posisinya berhadapan dengan Bu Ratih.


Kini masing-masing di tangan mereka menggenggam segelas Coffe… dan di tengah meja mereka saat ini, ada sekotak Donat dengan berbagai macam pilihan toping.


“Sebelumnya, ibu mau minta tolong sama kalian berdua…” Ucap Bu Ratih, dengan raut wajah yang gelisah. “Kalian bisa nggak merahasiakan hal ini sama pihak mana pun, baik pihak sekolah, mau pun pihak yang ada di luar sana?!” Tanya Bu Ratih dengan nada suara, yang penuh dengan tekanan.


Gladish pun sekilas melirik cincin yang ada di jari manis, tangan kiri Bu Ratih yang sedang menggenggam segelas minuman kopi tersebut.


Gladish bingung saat ini mau bilang IYA atau NGGAK…


Di sisi lain…


 


Kalau dia bilang IYA, itu sangat mencederai HATI NURANINYA sebagai seorang MANUSIA, karena dia tahu, setahun yang lalu Bu Ratih baru saja menikah…


Akan tetapi…


Kalau dia bilang TIDAK, dia takut akan mempengaruhi nilai-nya di kelas. Apalagi dia terkenal sebagai lima besar ranking yang paling bawah.


 


Dia benar-benar dilema saat itu, karena dia takut… tidak dinaikan kelas oleh wali kelasnya tersebut.


“Tapi Bu…”


Belum sempat Gladish melanjutkan kalimatnya, kalimatnya tersebut, langsung saja di potong oleh Pak Damar. “Kami janji, kalau kalian merahasiakan hal ini dari pihak mana pun, kami akan membantu menaikan nilai kalian berdua!”


“Iya Bu, Pak…” Jawab Arga, tiba-tiba. Yang sukses mengagetkan telinga Gladish. “Kami berjanji akan menutupi Aib kalian berdua.” Jawab Arga dengan nada yang tegas dan mantab.


Seketika saja, Gladish langsung menoleh ke arah Arga, dan memelototkan matanya bulat-bulan ke arah Arga.


“Astaga!!! Aku nggak percaya, pria berkepribadian dingin dan pendiam, yang ada di sebelahku ini, ternyata adalah seorang penjilat!” Jerit batin Gladish, masih setia memelototkan matanya yang bulat, ke arah Arga.


#To Be Continued


Bu Ratih👇👇👇




Oh iYa,, Jangan Lupa sedekahnya untuk RanKing Introvert Melankolis Yah,, biar nggak jelek2 amat rangkingnya, sejelek ranking Gladish😅😅😅👇👇👇

__ADS_1




__ADS_2