Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 32 : Menolong Rafi


__ADS_3

“Apa ini?” Gumamku ketika menemukan sebuah kertas yang di penuhi dengan bercak darah.


“SEPULANG SEKOLAH KAMU HARUS DATANG KE TAMAN BELAKANG SEKOLAH, KALAU NGGAK KAMU AKAN MATI!”


“Yak! Apa-apaan ini?” Pekikku ke arah Bambang, yang sedang membersihkan meja Prisil dengan penuh cinta.


Maksudnya membersihkan meja Prisil, sambil mencium-cium kursi dan meja bekas gadis itu tempati… aku pun mengerutkan keningku dan membuka mulutku seperti huruf O, melihat kelakuan Bambang, yang bisa di bilang, Iuuuhhh~ menjijikan!


 


Gua pun menghampiri Bambang yang saat ini seperti terkena serangan sakit jiwa. “Bang coba lihat ini!” Seruku, sambil menyerahkan sebuah kertas yang di penuhi dengan bercak darah tersebut.


 


Dengan ekspresi ragu, Bambang pun mengambil kertas berbercak darah tersebut dan membacanya. “Ini punya siapa?” Tanya Bambang, sambil melirik ke arahku.


“Gua dapat kertas ini dari kolong meja Rafi.” Jawabku seadanya.


“Dari warna bercak darahnya, sepertinya surat ini, baru hari ini ditulisnya.” Duga Bambang, yang kebetulan ikut Ekstrakurikuler PMR (Palang Merah Remaja), meskipun jarang aktif.


“Jangan-jangan sekarang Rafi…” Gumam Gua dan Bambang berbarengan, sambil berhadapan satu sama lain.


“Loe juga memikirkan, apa yang Gua pikirkan?” Tanyaku ke arahnya.


Bambang pun hanya menjawabku dengan anggukan.


Kami pun lalu menjatuhkan sapu, yang sedari tadi kami pegang, dan bergegas berlari ke taman belakang sekolah, untuk menolong siswa culun nan lemah, teman sekelas kami, Rafi.


Ketika kami keluar dari arah pintu, ada dua orang gadis yang berpapasan dengan kami, yang satu membawa sepasang alat pel-pelan dan yang satunya lagi menenteng ember merah yang berisikan air sabun.


“Hai, Hai… kalian mau kemana?” Tanya Gladish dengan sorotan mata yang tajam, sambil menahan lenganku dengan tangan kirinya, dan tangan satunya lagi sedang sibuk menenteng seember air.


Gua hampir lupa, kalau selain Gua dan Bambang, Gladish dan Rebecca juga sedang di hukum oleh Pak Burhan karena tidak mengerjakan PR Fisika.


Selain di beri tugas tambahan PR Fisika sebanyak 3x lipat, kami berempat juga ditugaskan untuk membersihkan ruangan kelas sepulang sekolah. Kami pun membagi tugas secara adil, Gua dan Bambang tugasnya menyapu dan membersihkan laci, sedangkan Gladish dan Becca tugasnya mengepel seluruh ruangan kelas kami.


Melihat langkahku yang tertahan, Bambang pun juga ikut menghentikan langkahnya.


“Kalian mau kabur yah?!” Selidik Becca, sambil menyipitkan matanya ke arah Gua dan Bambang. Gadis itu kini sedang memegang sepasang alat pel-pelan di tangannya.


Gua pun langsung menatap mata Gladish dengan sorot mata yang tajam. “Ini urusan pria, jangan ikut campur!” Jawabku sinis, sambil mengibas kasar, tangan kirinya yang sedari tadi menahan lenganku.


“Yak!” Pekik Gladish, yang oleng karena tangan satunya sibuk menenteng ember berisikan air sabun.


Begitu lepas dari kekangan gadis tomboy kuat tersebut, Aku pun segera menarik tangan Bambang, untuk ikut berlari bersamaku.

__ADS_1


₩₩₩₩₩


Gua dan Bambang sekarang ada di taman belakang sekolah, letaknya tepat di sebelah tembok pembatas, warung yang sering Gua kunjungi dengan Bambang.


Kami pencari-cari keberadaan Rafi di taman sekolah yang sepi bagaikan hutan tersebut. Biasanya taman tersebut berisi tanaman-tanaman buah-buahan, beserta sayuran hasil penanaman siswa dan siswi Ekstrakurikuler Green Generation.


“Hebat kamu yah! Merasa sok jagoan kamu sekarang yah?!” Samar-samar Gue mendengar nada teriakan dari arah rumah kaca di taman tersebut.


“Ayo Bang kita kesana!” Ajak ku pelan ke arah Bambang, takut jejak kami berdua ketahuan, mereka yang menindas Rafi.


Langkah kami semakin dekat dengan rumah kaca tersebut… dan suara orang-orang yang mem-bully Rafi pun semakin jelas.


“Jadi kalian selama ini berteman denganku, hanya ingin mendapatkan contekan saja dariku?!” Terdengar suara Rafi dengan nada terisak.


“Ya iyalah, siapa juga sih yang mau berteman dengan orang cupu dan jelek kayak kamu!!!” Ucap seseorang, yang suaranya sudah tidak asing lagi bagiku, kalau tidak salah, pemilik warna suara itu ialah Fuad, teman sekelas ku.


Aku pun berhasil mengendap dan mengintip dari arah dekat, dari balik kaca, kronologi kejadian tersebut… dan memang benar itu suara pemiliknya adalah Fuad.


“Kami itu mau berteman sama Elo, karena cuma mau manfaatin otak encer Lo aja yah!” Jelas seorang Siswa, bernama Satria, yang juga teman sekelas ku. “Jadi nggak usah deh Lo harapin lebih!”


Dan… total jumlah siswa badung, yang sok preman disana, kira-kira ada 6 orang, dan semuanya merupakan teman sekelas ku.


Bambang yang sedari tadi ikut menonton pun, menjadi murka, dia tidak bisa diam terlalu lama, karena merasa sebagai ketua kelas dan Ia harus bertanggung jawab terhadap kejadian-kejadian menyimpang di kelasnya, termasuk berbagai macam bentuk pembullyan.


“BRAAAKKK!!!” Bambang pun membanting pintu rumah kaca tersebut dengan kasar, dan menerobos ke dalam rumah kaca tersebut.


“Bambang~ Huhuuhuuuu~” Gumam Rafi terharu, sambil menangis, Ia tak menyangka, ternyata masih ada teman satu kelasnya yang mau membelanya. Saat ini, posisi Rafi terduduk pasrah, dalam keadaan bonyok dan lebam, mungkin mereka habis melakukan tindakan kekerasan terhadap Rafi.


“Elo tuh sendirian, eh~ berdua ding sama si culun Rafi.” Jelas Fuad, sambil melipat kedua tangannya ke arah perut. “Kita loh banyak kami timpas sedikit saja, mati Lo berdua!!!”


“HAHAHHAHAHAAAAAA~” Tawa anak-anak yang lain, meremehkan.


Langkah Satria pun mendekat ke arah Bambang. “Baru jadi ketua kelas saja, sudah belagu Lo!” Gumam Satria, sambil mengangkat alis kanannya, tangannya pun mengibas-ngibaskan kerah seragam Bambang, seakan membersihkan kerah tersebut.


“Siapa bilang mereka berdua saja, ada aku kok!” Teriakku, keluar dari persembunyian ku.


“Nikoooo~ Huhuhuuuuu~” Gumam Rafi terharu, lagi-lagi sambil menangis, melihat keberadaan Niko, teman sekelasnya, yang ikut membelanya.


₩₩₩₩₩


#Author POV


“Mereka mau kemana sih?” Tanya Gladish, sambil mengibas-ngibaskan tangan kirinya yang sakit, karena dikibas oleh Niko dengan kuat.


“Biasa cowok, paling malas membersihkan kelas, lalu kabur.” Jawab Becca, sambil mengelengkan kepalanya, melihat kondisi kelas yang masih dalam keadaan kotor, belum selesai di bersihkan oleh Niko dan Bambang.

__ADS_1


“Cih, dasar dua cowok pemalas. Kita laporkan saja nanti kelakuan mereka sama Pak Burhan!” Pekik Gladish kesal, sambil mengacak pinggangnya.


“Eh Dhis, kertas apa ini?!” Seru Becca menemukan kertas ber-bercak darah yang terkesan angker, dari arah lantai bawah meja, dan Ia pun segera memperlihatkan kertas tersebut kearah Gladish.


“SEPULANG SEKOLAH KAMU HARUS DATANG KE TAMAN BELAKANG SEKOLAH, KALAU NGGAK KAMU AKAN MATI!” Isi kertas tersebut.


Langsung saja Becca dan Gladish mengerutkan alis mereka, dan saling bertatapan satu sama lain.


 


“Perasaanku kok nggak enak yah Dhis?” Pekik Becca lemah, sambil mengigit bibir bawahnya. “Jangan-jangan Niko dan Bambang, diancam sama orang jahat Dhis!” Duga Becca lagi, ketakutan, yang mengira surat tersebut di tujukan untuk Niko dan Bambang.


Gladish pun hanya diam…


“Dhis…!” Tegur Becca lagi, sambil mengguncang lengan Gladish.


“Gua harus pergi!” Seru Gladish, sambil membawa tasnya, dan berlari menuju ke arah luar kelas....


“Gladish, Gladish!” Teriak Becca, “Kamu mau kemana?!” Tanya Becca, dengan ekspresi bingung melihat tingkah Gladish.


Gladish pun memberhentikan langkahnya di ujung pintu dan menoleh ke belakang. “Becca tolong, kamu sendirian dulu yah membersihkan kelas ini!”


 


“Kenapa?” Pekik Becca, dengan ekspresi sedih.


“Kamu tahu kan aku kuat?” Ucap Gladish dengan tampang memohon. “Aku… Aku harus pergi menolong mereka?!”


#To Be Continued


Hai pembaca👋


Semoga selalu sehat dan selalu di lancarkan segala urusannya...🤲


Semoga pembaca disini di berikan kemurahan hati untuk like, vote, ratting 5, komen N shared Novel ini... agar author nya lebih semangat lagi💪,, amin🙆‍♀️


Ini Visualnya si Arga yg ga suka tersenyum😟 yah Gaes👇👇👇




Hai hai Pembaca jangan lupa request 1 visual yang akan di ungkap author di Chapter selanjutnya ya,, jika nggak ada yg request, berarti Chapter selanjutnya author nggak akan posting visual....😢


author akan memilih komentar yang paling banyak, yg akan jd visual selanjutnya😘

__ADS_1


silahkan coret2 visual tokoh kesayangan kalian yg blm terungkap, di kolom komentar y 👇👇👇👇👇


__ADS_2