Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 83 : Kebun Teh


__ADS_3

#Niko POV


Hari ini libur sekolah… tak jarang aku dan keluargaku melakukan liburan keluarga di sekitar kota Bogor atau kota di sekitar Bogor, biasanya kami pergi liburan dengan menggunakan mobil Van milik keluarga kami, yang muatannya cukup lumayan besar.


Di dalam mobil itu, keluargaku terdiri atas…


Aku, Ibu, kedua saudara kembar laki-laki ku, yang mucil-mucil (Yang selalu pengen ku tabok) dan Ayahku yang kemarin baru pulang dari Negara Arab Saudi.


 


Di dalam mobil ini, ternyata, kali ini bukan hanya liburan untuk keluargaku saja, tak ku sangka, semalam Ibu ku juga mengajak keluarga Maya, untuk liburan keluarga bersama kami… ada apa gerangan?


 


Biasanya Ibu ku, tidak pernah mengajak orang lain maupun keluarga lain, dalam acara Familly Time kami.


“Niko, kamu duduknya dekat Maya saja yah!” Ucap Ibu Ku, saat aku ingin bergabung duduk bersama kedua adik-adik kembar burik ku.


Saat mendengar kata-kata dari mulut Ibu barusan, Aku pun mengerutkan alisku.


“Perasaanku kok nggak enak yah?” Batinku, perasaan ada yang aneh. Ah~ biarkan saja lah, bukankah hampir setiap hari perasaanku selalu nggak enakan yah, gara-gara kelebihan kemampuan cenayang ini.


Aku pun akhirnya, tanpa membantah, duduk di sebelah Maya.


“Yah, lumayan duduk deket orang cantik.” Batinku lagi.


“Jangan deket-deket!” Gumam Maya, dengan ekspresi datar, dan tak bersahabat, sambil menjauhkan sedikit jarak dari tubuhku.


“Pembualan!” Bisik ku pelan ke arahnya, sambil menjauhkan juga tubuhku dari arah tubuhnya. Memang aku cowok apaan??


Beberapa saat kemudian, kedua adik Maya, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan pun juga masuk ke mobilku, mereka duduk di belakang, bersama adik-adikku, si kembar.


“Aku yang duduk di sebelah Memey!” Seru, salah satu adikku yang paling rese, yang bernama Viko.


“Nggak mau, aku duluan yang duduk dekat Memey, Huwaaa~” Tangis Riko, salah satu adikku yang paling Melow (cengeng).


Aku pun memutarkan kepalaku, dan menoleh ke arah mereka.


Ku melihat si Viko mulai mengusir, Kakaknya Memey yang laki-laki, agar mereka berdua (si kembar) dapat duduk memepet Memey dari arah kiri dan kanan mereka. Durhaka sekali mereka, padahal umur Yongki terlihat lebih dewasa dari pada mereka.

__ADS_1


Dasar adik-adik Luchnut!!!


Kecil-kecil udah tahu saja mana yang cantik!!!


“Kak Yongki mau duduk dimana?” Tanya Memey, yang melihat kakaknya sudah beranjak dari tempat duduknya.


“Di sebelah Pak Supir saja, pusing!” Jawab Kakaknya Memey, yang bernama Yongki, padahal, ku lihat kursi di belakang tersebut masih bisa duduk berempat karena badan mereka ukurannya kecil-kecil. Sepertinya si Yongki mempunyai sifat yang dingin dan nggak asik, sama seperti teman sekelasku si Arga.


Sedangkan Bapakku yang sekarang duduk di depanku, sedang mengobrol dengan Bapaknya Maya, dengan logat Inggris, yang… Maaf, aku nggak ngerti, maklum lah otakku masih Pentium Satu.


Tapi sepertinya Bapaknya Maya, Cadel sih… Bahasa Inggrisnya belepotan. Di lihat dari Ekspresi Bapakku, yang mengerutkan alisnya berkali-kali, sedikit kurang mengerti apa yang Bapak Maya Ucapkan.


Dan depannya lagi, kedua emak-emak, yakni Emak Maya, dan Emak Ku… seperti biasa, selalu ngerupiin sinetron, kalau nggak sinetron tentang perselingkuhan, pasti sinetron tentang azab-azab.


Dan yang paling depan saat ini adalah Supir keluarga kami… yang siap mengantar kami, kemana pun kami mau. Dan ada Yongki yang baru bergabung di depan, bersama Si Supir.


Yah dalam mobil Van ku. Paling depan tempat kursi kemudi, terdapat dua buah kursi duduk, 3 kursi untuk dua orang, dan 1 kursi untuk tiga orang.



“Kalian mau kemana?” Tanya Pak Heru, supir keluarga kami.


♡♡♡♡


Saat ini kami semua sampai di puncak, tepatnya di Kebun Teh Puncak Argowisata Gunung Mas. Kami bersebelas di sambut dengan pemandangan yang hijau, indah dan asri, beserta cuaca sejuk dan jauh dari polusi.


Para Bapak, Bapak ku, Bapak Maya, dan Pak Heru. Dengan langkah bersemangat menuju ke arah tempat penyewaan Off Road Komodo yakni kendaraan mobil khusus yang di desain untuk jalur ekstrim.


Sedangkan, Anak-anak Krucil bersama-sama, menyerbu jasa penyewaan kuda dengan tampang O’on mereka, mereka kira mereka koboi apa? Bahkan si Yongki yang berwatak angkuh pun . ikut-ikutan jadi O’on karena pengen naik kuda juga, sedangkan para ibu-ibu sedang makan-makan di Gazebo, sambil menunggu anak-anak dalam menunggang kuda, tentunya di pandu dengan sang pemandu.


Ketika aku dan Maya, hendak duduk di Gazebo itu juga. Untuk ikut makan bersama para ibu-ibu yang suka Gibahin sinetron itu.


Mereka berdua pun, langsung menatap sinis ke arah kami.


“Ngapain kalian, para anak muda, datang kemari?” Ucap Ibu Ku, dengan dengan tatapan layaknya Ibu Tiri, kepada anak kandungnya sendiri.


“Mau makan lah Bu, kan lapar habis melakukan perjalanan hampir satu jam.” Jawabku, sambil duduk di Gazebo tersebut, dan mencomot lumpia panas yang baru di pesan oleh Ibuku.


“Iya Tante, Maya Juga udah ikutan lapar nie." Ucap Maya, sambil ikutan duduk di sebelahku.

__ADS_1


“Kalian kayak manula aja mau makan jam segini, padahal tadi pagi baru saja sarapan!” Kata Mama Maya, ekspresinya cocok seperti Ibu Mertua yang kejam di sinetron yang ada di Chanel Ikan Lele.


Mereka mengomentari kami yang barusan mau makan lagi, padahal Mereka sendiri juga lagi makan untuk yang kedua kalinya. Dasar Ibu-ibu Durhaka.


Ibu ku langsung membuka dompet berwarna Emas-nya, dan mengeluarkan segepok uang merah ke arah ku.


WOOOWW o.O


“Nih ambil!” Ucap ibuku, sambil menyerahkan lima lembar uang merah kepada ku, di antara segepok uang yang barusan Ia keluarkan tersebut.


Ehh~ Kok kesel yah??? -_-


Ini buat kamu...” Ucap Ibuku, sambil memasukan segepok uang tersebut, kembali ke dalam dompet emasnya. “… dan ajak Maya naik wahana apa pun yang dia mau!” Sambung Ibuku lagi.


“Iya Bu…” Ucapku sambil memasukan uang sebesar Lima Ratus Ribu Rupiah tersebut ke arah dompetku. Lumayan~


Aku dan Maya pun segera berdiri dari Gazebo tersebut.


“Niko tolong jaga anak tante yah, awas terjadi hal macam-macam sama anak tante!” Seru Mama Maya, ke arah ku, dengan nada ancaman.


“Iya tante…” Ucapku, sambil menyipitkan mataku.


“Ayo Niko!” Seru Maya, sambil menarik ujung Jaket Hijau ku. Berlalu meninggalkan mereka, Kedua Ibu Luchnut tersebut.


♡♡♡♡


Aku dan Maya saat ini tidak menaiki wahana apa pun, karena kami berencana uangnya buat kami bagi dua, untuk masuk kantong kami masing-masing saja… kan lumayan uang-nya buat nanti, buat ajakin Gladish jalan-jalan.


Saat ini kami berdua sedang berjalan, menyusuri hamparan kebun teh yang hijau dan asri.



“Perasaan Gua nggak enak Mey!” Ucapku, memecah kesunyian kami. Karena tiba-tiba saja, dada aku merasakan debaran yang aneh, bukan debaran cinta loh yah~ tapi…


“Sama Ko, perasaanku juga nggak enak.” Ucap Maya, merespon perkataanku barusan.


#To Be Continued.


Hayo-hayo perasaan nggak enak apakah itu???🤪🤪🤪

__ADS_1



__ADS_2