Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 96 : Gengsi Tinggi


__ADS_3

“Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt~” Ayunan Gladish pun berhenti.


“Jadi kamu mau apa, bermain yang lain, seperti permainan orang dewasa?” Tanya Gladish dengan sorot mata yang terlihat nakal, dan senyuman yang seakan-akan ingin menghabisi Arga saat itu juga.


Arga pun langsung menelan air liurnya sendiri melihat wanita yang di cintainya tersebut saat ini, menatapnya dengan tatapan mata yang menggoda.


“Kau melukai harga diriku!” Ucap Arga tiba-tiba.


“Sejak kapan aku melukai harga dirimu?!” Pekik Gladish sambil mengerutkan alisnya. “Bahkan aku nggak sanggup membawa pisau belati untuk memberikan luka di harga dirimu!”


“Aku bagaikan Pria miskin, karena kau ajak kencan ke tempat seperti ini!”


“Jadi? Kau merasa kaya raya dan berharga diri tinggi setelah mengajakku kencan untuk pertama kalinya di pasar?”


“Yak! Bukannya setelah itu kau, ku traktir nonton ke bioskop!”


Sekali lagi Arga menunjukkan kalau harga dirinya tinggi, Ia sifatnya bagaikan 11 12 sama seperti Arya, dalam hal ini memiliki gengsi yang tinggi.


“Jadi kita sekarang mau kemana?”


“Ayo ikut aku!” Ajak Arga sambil menggenggam dan menarik tangan Gladish, mengajak Gladish untuk pergi ke suatu tempat.


Gladish pun turun dari ayunannya, melihat tangan Arga menggenggam tangan kanannya, tangan kanan yang terdapat cincin hitam matahari yang telah di sematkan di jari manis tangannya tersebut, oleh lelaki bersifat dingin tersebut…


Dan bagaikan di tarik oleh Magnet, tubuh Gladish pun mengikuti langkah Arga, dengan senyuman simpul yang mengembang di wajahnya.


♡♡♡♡


Niko dan Prisil sekarang berada di depan sebuah pusat permainan Timezone, yang letaknya berada di dalam Mall besar yang ada di Bogor.


“Sil, loe ngapain ngajak Gua ke sini?” Tanya Niko sambil, melepaskan tangan Prisil yang sedari tadi menggenggam erat tangannya.


“Ya mau main lah, masa mau Shopping!” Jawab Prisil santai, sambil melipat kedua tangannya di dada.


Niko pun langsung memutar bola matanya, dia merasa seperti anak SD saat ini. “Ya udah~ sekarang kamu mau main apa?” Tanya Niko.


Akan tetapi pertanyaan Niko tersebut tidak di jawab Prisil. Prisil pun lalu masuk ke dalam area Timezone tersebut, dan di ikuti oleh Niko.


Prisil dan Niko pun kini sedang berada di depan mesin bermain Pump It Up, sebuah mesin permainan untuk ngedance. Dengan sebuah layar dan dua buah tempat penginjak kaki berbentuk panah di bawahnya.


“Gila Loe Sil, Gua ogah main ini… Kayak anak alay tau!!!” Pekik Niko, sambil hendak berlalu dari hadapan Prisil.


Prisil pun dengan cepat menangkap lengan Niko, yang hendak berlalu darinya.

__ADS_1


“Bagaimana kalau kita mengadakan sebuah taruhan!” Tawar Prisil, sambil tersenyum simpul.


“Eh?”


♡♡♡♡


“I itu… Nona muda… Tuan muda yang ada di be belakang anda, wajahnya sangat luar bi biasa tampan.” Jawab Waitress Perempuan tersebut dengan nada yang juga ikut bergetar.


Jennie pun mengerutkan alisnya. Ia pun berbalik ke arah belakang tubuhnya, mengikuti arah tatapan mata Waitress tersebut.


Jennie pun langsung membelalakkan matanya, saat melihat sosok Pria bertubuh tegak, bidang nan tampan, yang ada di hadapannya tersebut, saat ini...


“Bagaimana ini, tubuhku juga ikutan bergetar…” Gumam Jennie dalam hati, merasakan tubuhnya saat ini juga turut menggetarkan meja yang saat ini menjadi sandaran kedua tangannya.


Pria bertubuh tegak, bidang nan tampan tersebut pun spontan menghentikan langkahnya, ketika Ia melihat penampakan wajah wanita berparas jelek, hancur, berkacamata dan bertompel besar yang ada di hadapannya. Wanita yang saat ini dia duga menjadi pasangan kencan butanya, sekaligus memjadi calon jodoh yang direncanakan oleh kedua orang tuanya, di masa depan.


Pria yang setahu Jennie bernama David tersebut, langsung memasang ekspresi ketakutan. “Ka ka kamu moster?” Tanya Pria tersebut dengan nada bergetar, sambil membelalakan matanya bulat-bulat, seakan mau terlepas dari kelopak matanya.


“La Lain aku bukan moster, aku Jennie!” Ucap Jennie gugup, mencoba menjelaskan kepada pria yang memiliki paras yang luar biasa tampan tersebut. Sambil tersenyum kecut di akhir kalimatnya.


Dan sialnya~


Tubuh David langsung Syok dan jatuh terduduk… saat wanita jelek buruk rupa dihadapannya tersebut, memamerkan deretan gigi berkawat hitamnya yang menyeramkan… dan wanita itu menyebutkan kalau namanya ialah Jennie, nama yang sangat mirip, seperti nama wanita yang di gadang-gadang sebagai teman kencan buta-nya, sekaligus jodohnya di masa depan tersebut.


Jennie yang sadar pria itu ketakutan karena melihat wajah jelek nya, langsung berdiri dari kursinya, hendak menghampiri pria tampan tersebut.


"Sreeeettt... Sreeeettt... Sreeeettt..."


Dan pria tampan tersebut langsung berdiri, dan menegakan tubuhnya, sesampainya Ia di depan pintu restoran dan berlari meninggalkan Jennie sendirian di dalam restoran tersebut.


Wajar saja sih, reaksi berlebihan yang di lakukan oleh David saat ini.


Mengingat dirinya merasa kaya raya, dan juga merasa tampan luar biasa. Mana mungkin mau dengan seorang wanita memiliki paras sehancur Jennie, meski pun Jennie memiliki kekayaan yang jauh di atasnya, dia nggak peduli, karena di matanya… jelek tetaplah jelek!!! Hancur tetaplah hancur, dan nggak ada keringanan dalam hal itu!!!


♡♡♡♡


Saat ini Gladish dan Arga sedang berada di depan arena bermain, Jungle Land Sentul Bogor…


Gladish pun keluar dari angkot, dan Arga yang lebih dulu keluar dari angkot tersebut pun, membayar ongkos angkot tersebut kepada sang supir…


Ketika angkot yang baru saja membawa mereka tersebut, berlalu…


“Maaf yah, cuma bisa ajak kamu dengan naik angkot, soalnya Kak Arya sekarang ada di Bogor, jadi mobilnya di pakai oleh dirinya.” Ucap Arga kepada Gladish, dengan mimik wajah yang sedikit malu.

__ADS_1


“Lah kenapa memangnya? Bukannya kalau kita mau berangkat ke sekolah, kita selalu mengendarai transportasi angkot?” Tanya Gladish.


Gladish nggak sampai pikir Arga mempunyai gengsi tinggi yang luar biasa, seperti ini. Padahal menurut Gladish wajar saja seorang Arga belum mempunyai kendaraan sendiri, toh dia juga masih berstatus pelajar, yang belum bisa menghasilkan uang sendiri.


Arga pun terdiam, dan mulai berjalan masuk ke dalam gerbang menuju pintu masuk Jungle Land Sentul Bogor.


♡♡♡♡


Di sebuah kamar rumah sakit kecil, Permata…


Terlihat seorang pasien bername tag Melanie sedang tertidur pulas karena obat impus.


Sementara di sebelahnya terdapat sesosok Arya yang sedang sibuk menatap wajah Melanie dalam-dalam.


Arya begitu takjub dengan wajah Melanie yang begitu putih, bersih, mulus dan menawan. Tentunya dengan aksen wajah ovalnya, yang semakin membuat Arya terpana.


“Wajahmu manis banget ya Mel!” Kagum Arya, melihat pemandangan indah di depannya-bagaikan magnet, perlahan Arya pun mendaratkan telapak tangannya kearah pipi Melanie dengan penuh kehati-hatian, takut si pemilik pipi terbangun dari lelap nya.


Dia menatap bulu mata Melanie yang lentik, hidung yang mancung, bibir yang mungil dengan garis lesung pipi yang ada di area kiri, dekat bibirnya…


 


Arya pun hanya tersenyum melihat keindahan itu… akan tetapi kini matanya fokus di bibir Melanie yang terlihat tipis nan mungil. Ingin sekali Ia merasakan keindahan tersebut, merasakan kelembutan bibir tersebut....


Perlahan-lahan Ia dekatkan wajahnya ke arah wajah Melanie…


 


Semakin dekat…


Dag dig dug…(Suara Soundtrack dentumann jantung Arya saat ini)


Semakin dekat…


Dag dig dug…


Semakin dekat…


Dag dig dug…


“Sedikit lagi…” Gumam Arya dalam hati. Ketika menyadari hidung mereka kini bersentuhan…


Dan…

__ADS_1


#To Be Continued



__ADS_2