
Mata Arya pun fokus, dengan seseorang yang mirip sekali dengan Melanie di dalam foto besar berbingkai emas tersebut.
“Tunggu… kenapa wajah ini seperti wajah Melanie?” Tanya Arya refleks, tanpa sadar.
Dan terdengar oleh Madam Lisa.
“Iya, kebetulan gadis cantik itu memang bernama Melanie.” Jawab Madam Lisa, sambil tersenyum simpul. “Kamu mengenalnya?”
“Iya, dulu gadis ini merupakan teman sekelasku, waktu SMA.” Jawab Arya, sambil menatap dalam-dalam wajah Melanie dalam bingkai foto tersebut, gadis dengan gaun hitam minim, yang memperlihatkan lekuk tubuh indah nan jenjangnya, dengan kulit yang eksotis, yang terlihat sangat cantik, dengan rambut yang diikat kebelakang, memperlihatkan leher jenjangnya yang tampak cantik. “Wah, aku nggak menyangka wanita j*alang itu merupakan seorang P*lacur, kukira dia cuma Playgirl biasa… Hahahahahaa.” Tawa Arya renyah, dengan ekspresi wajah yang terlihat jijik.
“Kasihan dia.” Ucap Madam Lisa yang sukses membuat Arya menaikan sebelah Alisnya. “Aku ingat pertama kali dia di bawa kesini oleh ayahnya, wajahnya penuh dengan linangan air mata.
“Linangan air mata?” Pekik Arya, dengan senyum meremehkan. “Bukannya dia terlihat sangat Profesional?” Protes Arya pada Madam Lisa, sambil menatap Madam Lisa dengan tatapan sinis.
Ia teringat kembali, bagaimana wajah seorang Melanie melayani dan memperlakukan lelaki-lelaki kaya hidung belang tersebut dengan sangat, sangaaaaaaaaaaaattt baik, mulai dari pria ABG, hingga pria paruh baya. Dengan mobil mewah yang berganti-ganti setiap harinya.
Berciuman, memeluk, menggandeng dan m*remas… hal-hal tak senonoh itu saja, yang menjadi pemandangan yang dulu, hampir setiap hari disaksikan oleh Arya dari balik kaca mobil hitamnya.
Dia tak menyangka kalau Melanie benar-benar seorang PSK, P*lacur, L*nte dan semacamnya.
“Iya… dia Profesional, bahkan dulu dia yang paling professional disini.” Ucap Madam Lisa.
“Hahahahahaa~” Arya pun terkekeh, mendengar ucapan dari Madam Lisa.
“Semua orang pasti sangat bahagia, apabila Ia di lahirkan dari keluarga sendok emas, maupun Ia yang di lahirkan dari keluarga sendok perak… namun, bagaimana dengan orang yang dari kecil, di lahirkan dari keluarga sendok besi?”
Arya pun menatap sinis ke arah Madam Lisa, sambil mengerutkan alisnya, Ia sadar perumpamaan sendok besi yang tujukan padanya oleh Madam Lisa, hanya sebagai bentuk pembelaan dari gadis-gadis yang saat ini bekerja untuk dirinya. “Gampang, bukankah sendok besi tinggal menjual dirinya kepada Madam Lisa bukan, untuk menyambung hidup?” Tanya Arya, lagi-lagi dengan senyum meremehkan, sambil memegang lembut beberapa helai rambut Madam Lisa, dari arah depan, dan menggulung-gulungkan rambut tersebut dengan jarinya.
“Akan tetapi, ada yang perlu harus kau ingat Arya…” Sambung Madam Lisa sambil menatap mata Arya dalam-dalam. “Tidak ada satu orang gadis pun di dunia ini, yang ingin di takdirkan menjadi seorang PSK!” Seru Madam Lisa dengan nada yang tegas.
Dan sukses membuat Arya membatu dibuatnya.
₩₩₩₩₩
Malam harinya.
Gladish sibuk mengetik sebagian hasil dari diskusi, tugas pekerjaan kelompoknya tadi siang. Yah~ setelah mereka bertujuh mencari beberapa referensi dari internet dan buku-buku cetak Biologi, tentang sistem reproduksi hewan, mereka bertujuh nantinya harus memilih hewan apa yang harus mereka jadikan tumbal untuk penelitian praktik mereka nanti. Dan mereka sudah memutuskan untuk memilih Mencit (Sejenis Tikus Putih) untuk di jadikan hewan percobaan.
Tentunya Gladish yang bertabiat malas tersebut, mengetik semua pekerjaan itu di ranjangnya, dengan beralaskan dua buah bantal kesayangannya sebagai pengganti meja untuk meletakan laptop silvernya tersebut.
“Ting Teng~” Bunyi WA Gladish berbunyi. Gladish pun meraba-raba kasurnya, mencari-cari keberadaan Handphone hitamnya, yang kebetulan keberadaan Handphone hitamnya tersebut tak jauh dari pijakannya.
Gladish pun membelalakkan matanya, melihat di layar pesan WhatsApp Nya bertuliskan nama Arga.
“Gladish, Please... datang yah di acara ulang tahunku besok malam!” Isi pesan dari Arga tersebut, untuknya.
Seketika saja tubuh Gladish pun meloncat kegirangan, masih dalam keadaan duduk di kasur Spring Bed tersebut. Senyum Gladish pun langsung mengembang dengan sempurna di pipinya, Ia tak bisa menyembunyikan lagi, rasa bahagianya yang memuncak pada saat itu.
“Langsung bilang ‘Iya?’ saja, atau… masih jual mahal yah, baiknya?” Pikirnya. Gladish pun bingung, harus membalas pesan Arga, tapi dia tetap berusaha untuk mengetikan sesuatu…
__ADS_1
“Aku lihat jadwal dulu yah…” Ketik Gladish, sambil terkekeh, akan tetapi langsung segera di hapus nya…
“Emm, gimana yah, jadwalku besok terlalu sibuk…” Ketiknya lagi, akan tetapi langsung segera di hapus nya.
“Semoga aku nggak sibuk yah, kalau sibuk aku males…” Ketiknya lagi, akan tetapi, lagi lagi langsung segera di hapus nya.
“Iya aja deh…” Gumam Gladish, akhirnya.
Akan tetapi, belum sempat Gladish mengirim pesan bernada ‘Iya’ yang barusan Ia ketik tersebut.
Satu pesan baru masuk kembali di HandPhone Gladish, “Ting Teng~”
Lagi?
Dan kebetulan pesan tersebut dari Arga lagi.
WOOOWW!!!
Gladish pun serasa baru saja memenangkan sebuah Jackpot atau lotre, Ia pun membaca keseluruhan pesan tersebut yang isinya… “Soalnya ini permintaan Bunda. Kata bunda, Gladish wajib datang ke pesta ulang tahunku, nanti kalau Gladish nggak datang, katanya dia bakal marah besar.” Isi pesan Arga, seketika saja Gladish pun langsung membanting Handphone tersebut ke arah kasurnya…
“BUUUKKKKKKK~”
Handphone tersebut pun langsung terpental dan hampir jatuh ke arah lantai… untungnya Gladish pun langsung melompat dalam keadaan tengkurap, dengan cepat, dan segera menyelamatkan Handphone-nya tersebut kembali.
Mengingat Handphone-nya yang baru saja Ia beli sendiri dengan uang tabungannya tersebut, cicilannya belum juga lunas.
Gladish pun dengan cepat mengetikan sesuatu, di layar Handphonenya. “Jadi hanya Tante Lia saja yang berharap aku datang ke pestamu?!” Balas Gladish dan mengirimkannya ke kontak Arga. “Kamu nggak kah?” Ketikan pesannya lagi, lalu mengirimkannya lagi ke kontak Arga.
5 menit kemudian,
Arga belum membalas…
10 menit kemudian,
“Ting Teng~”
Spam Video dari Niko.
Gladish pun langsung membuka video tersebut
Isi Video : Penampakan seekor buaya yang sedang menghadap kesamping, yang dengan langkah pelan berjalan ke arah depan (yakni ke arahnya) dan dengan cepat tiba-tiba saja buaya tersebut melompat ke arahnya, seakan ingin memakannya. "HAAAAAAAAAAAAAAPPPPPP~"
“AAAAGGGGHHHH`” Teriak Gladish histeris. Video tersebut sukses membuat jantung Gladish hampir copot, kaget.
“Dasar DEDEMIT sialan! Dasar laki-laki JAH*NAM! Dasar…! Dasar...! Dan dasar…” Umpat Gladish dalam ketikan, sambil melayangkan ketikan sumpah serapahnya ke arah kontak Niko.
“BWAHAHAHAHAHHAA~” Balas pesan Niko, kepadanya.
“Bener-bener yah, laki-laki ini mentalnya kebal sekali!” Umpat Gladish dalam hati. Sambil menunjuk-nujuk foto profil Niko di kontak WhatsApp-nya.
__ADS_1
Akan tetapi, di liriknya di pesan yang lain...
Arga pun sampai saat ini, belum juga membalas…
20 menit kemudian,
“Ting Teng~”
Akhirnya, pesan masuk dari Arga, terpampang juga di Handphone Gladish.
“Iya, aku juga berharap kamu bisa datang ke pesta ulang tahunku.” Balas Arga, akhirnya.
“AAAAAGGHHH~” Seketika saja Gladish berteriak, sangking bahagianya. Ia pun langsung berdiri di atas kasur Spring bednya, dan melompat-lompat kegirangan di atas kasur empuk tersebut.
Gladish pun menghentikan lompatannya, saat melihat Laptopnya yang sedari tadi berdiri di kasurnya, termiring dan hampir terjatuh dari kasurnya.
“Eiiittt~ Eiiittt~” Pekik Gladish, berusaha menyelamatkan Leptopnya. Yang hampir jatuh dan meninggal dunia.
₩₩₩₩₩
Di sisi lain, di dalam kamar yang bernuansa biru muda. Arga pun tersenyum, Ia tersenyum sendiri di meja belajarnya, dengan Laptop yang juga menyala di depannya, di atas meja belajarnya.
Jujur saja, dia baru saja berhasil membohongi Gladish malam ini, sebenarnya dirinya sendiri lah, yang sangat mengharapkan sosok kehadiran Gladish yang datang ke pesta ulang tahunnya tersebut.
Akan tetapi Ia terlalu malu, hingga Ia hanya memakai tameng NAMA BUNDA nya untuk menutupi hal itu.
Ia pun meletakkan Handphonenya kembali, di sudut sisi meja belajarnya.
Dan melanjutkan kembali, mengetik sisa beberapa paragraf tugas pekerjaan kelompoknya yang sedari tadi, sebagian telah Ia kerjakan.
#To Be Continued
Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE, SHARE dan RATTING 5-nya yah... Biar Author-nya bersemangat dalam ngetik dan berimajinasi...
Kalau ada poin berlebih tolong sumbangkan kepada author yang MISS QUEEN ini, Huhuhuuuuu~ 😭😭😭👇👇👇
BTW ini wajahnya Becca yah, ingetin baik-baik, sapa tahu ketemu di jalan 🤣🤣🤣👇👇👇
Rambutnya ikal, wataknya lumayan tomboy, anaknya rame dan menyenangkan💁♀️💁♀️
Udah dulu yah gaes,, Terimkasih sudah membaca....Assalamuallaikum🤗
Besok kira-kira visualnya siapa lagi yah? Ehm~🤔🤔🤔
__ADS_1