Introvert Melankolis

Introvert Melankolis
Chapter 8: CUUUUUUPPPPP


__ADS_3

Hai namaku Gladish… biasanya teman-temanku menjulukiku, “Kamu masih Gadis atau sudah Janda?” mengikuti lantunan lirik lagu "Gadis Atau Janda" yang dibawakan oleh artis dangdut Mansyur S. dan Elvy Sukaesih.


Kamu mau kuberitahu suatu rahasia?


Sebenarnya aku bukan seorang gadis lagi.


Dan aku pun juga bukan seorang janda.


Maksudku disini aku sudah tidak perawan lagi.


Wah, pasti kamu bingung yah???


Kamu jangan salah paham loh yah!


Aku nggak perawan disini, bukan karena aku diperkosa atau berzina atas dasar suka sama suka. Bukan!


Akan tetapi selaput keperawannku sudah lama pecah, karena aku mengikuti olahraga Pencak Silat, yang mengharuskanku berlatih dengan menggunakan teknik gerakan-gerakan kaki dan paha. Bahkan aku mengikuti Pencak Silat dari jenjang Sekolah Dasar.


Karena selaput darahku pecah, aku sempat berhenti dari olahraga ekstrim ini, apalagi ibu selalu memarahiku karena sering pulang larut malam, di usiaku yg masih sangat muda, yakni kelas 5 SD.


Waktu itu aku menangis sejadi-jadinya, rasa takut pun menghantuiku, aku takut tidak diterima oleh calon suamiku kelak, karena hal ini terlanjur terjadi kepadaku.


Tapi setelah ibu dan ayahku bercerai, kalau tidak salah waktu aku kelas 2 SMP. Aku yang berfikir, sudah terlanjur nggak virgin lagi, lebih tepatnya sangat rindu sih dengan olahraga bela diri yang satu ini. Akhirnya aku memberanikan diri… Memberanikan diri untuk kembali mengikuti olahraga Pencak Silat lagi.


Dan tak terduga, Bapakku pun merestui.


“Nggak apa-apa Gladish, yang penting kamu senang, toh kelak kamu bisa lindungi dirimu sendiri kan?” Kalimat restu yang keluar dari mulut Bapakku.


₩₩₩₩₩


Lima belas menit, sebelum bel masukan…


“BRUUUUUKKK!!!” Terdengar suara pintu kelas 2 IPA 6, yang kubanting dengan sangar.


“MANA NIKO?!” Teriakku marah, ke arah kelas.


Terlihat beberapa anak yang sedang berkumpul, kaget dengan gebrakan pintuku tersebut.


“Yaelah Gladish, kaget aku, kirain apa?!” Ucap Nindi Sang Bendahara Kelas, sambil mengeus-elus dada.


“Iya nih Dhis, bikin jantungan saja.” Pekik siswi lainnya.


Ku luaskan pandanganku, mencari jejak-jejak keberadaan Niko, akan tetapi Nihil.


“Mungkin Niko ada di warung kecil, yang letaknya di belakang tembok sekolah.” Jawab seorang siswa cowok, yang kebetulan sering main ke warung itu juga.


Mendengar hal itu, aku pun membalikan badanku dan…


“Dhis, Dhis… Tunggu!! Hosh, Host…” Gumam Prisil-dari arah kantin, yang kelelahan mengejar langkahku.


Aku pun menoleh, ke arah Prisil. Kamu bisa manjat tembok?” Tanyaku kepada wanita super duper feminim tersebut.


“What?” Pekik Prisil, sambil membulatkan matanya lebar-lebar.


₩₩₩₩₩


“Dhis, Dhis… Serius aku takut!” Jerit Prisil, melihat tembok yang tepat berada di hadapan kami. Kira-kira tinggi tembok itu setinggi tinggiku, yang kira-kira 164 cm. “Sudah yuk Dhis, kita kembali lagi, mana mungkin ada warung di tempat terpencil seperti itu. Iya kan?” Sambungnya.


Tapi aku nggak menggubris pernyataan Prisil. Aku pun langsung mendekat ke arah tembok tersebut, membungkukan tubuhku, menaruh kedua lengan tanganku ke atas tanah, membentuk tubuhku seperti hewan berkaki empat. “Kamu naik duluan!” Pintaku ke arah Prisil.


“Tapi Dhis, aku takut.” Tolaknya secara halus.

__ADS_1


“Kan ada aku.” Jawabku santai.


“Tapi sepuluh menit lagi, kita sudah masukan loh!” Sanggahnya.


“Atau aku yang naik duluan?” Tawarku padanya.


“Oke, oke… aku saja duluan yang naik!” Jawab Prisil, pasrah.


₩₩₩₩₩


#Author pov


Prisil pun melepas kedua sepatunya, dengan langkah hati-hati, Ia menginjak dan segera naik ke atas punggung Gladish, kedua tangannya pun langsung memegang kepala tembok tersebut, dan segera menaikan tubuhnya... Ketika tubuh gadis tersebut berusaha untuk naik keatas…


Tiba-tiba saja kepala gadis itu, berpapasan dengan tubuh Niko, yang tiba-tiba saja melompat untuk keluar dari batasan tembok tersebut. Wajah mereka pun berpapasan dan…


“AAAAAGGGGGGGGHHHHHHH~” Teriak keduanya.


“Prisil ada apa?!” Teriak Gladish, dari arah bawah-tidak bisa melihat keadaan di atas.


Tubuh Prisil pun tak seimbang, dan Niko pun menahan tubuh Prisil, tapi apesnya, tubuh Niko pun akhirnya ikutan tak seimbang…


"BRUUUUUKKKK"


Tubuh Niko pun, akhirnya terjatuh di atas tubuh Prisil dan…


“CUUUUUUPPPPP!” Bunyi suara bibir mereka bersentuhan.


Rupanya tak hanya tubuh Niko yang terjatuh di atas tubuh Prisil, akan tetapi bibir Niko pun ikutan mendarat di atas bibir Prisil, yang lembut…


“DAG… DIG… DUG…”


“DAG… DIG… DUG…”


Sementara itu Niko tak berkedip menatap Prisil yang kini berada tepat di bawahnya, bingung ingin berbuat apa, beranjak pun tak mau, kalau tak beranjak pun malu.


Gladis yang kaget dengan suara ‘jatuh’ tersebut, akhirnya menoleh ke arah mereka yang sedang terjatuh, betapa terkejutnya Gladish melihat temannya yang kini dengan posisi terlentang, tak berdaya… kini ditindih dan dicium oleh sesosok Niko yang di mata Gladish bagaikan lelaki Dedemit yang selalu mengganggu kehidupannya.


“YAK, NIKO!! APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA PRISIL, HAH!!!!” Teriak Gladish, melihat kelakuan tak senonoh Niko terhadap sahabat terdekatnya tersebut.


Niko pun beranjak dari tubuh Prisil, “Gla... Gla… Gladish!” Seru Niko gagap… di bayangan Niko, Ia kini seperti ketahuan sedang selingkuh dengan pelakor cantik, dihadapan istrinya sendiri. “A.. a… aku bisa jelaskan sayang!”


Gladish pun mengerutkan kedua alisnya. “Sayang?” Pekiknya.


“Eh… eh maksudku Gladish.” Jawab Niko. Niko pun segera berlari, karena melihat ancang-ancang Gladish yang hendak memukulnya.


Gladish pun nggak mau kalah, ia pun langsung mengejar Niko. Demi menyelesaikan dua masalah yang dilakukan oleh lelaki berparas arab tersebut.


Yang pertama masalah soal gosip bahwa Galdish ingin mencium bibir Arga (padahal memang benar).


Yang kedua masalah kelakuan Niko yang saat ini kepergok mencium bibir Prisil (padahal tidak sengaja).


Sementara Prisil masih terbaring bengong, atas kejadian yang menimpahnya barusan. “Ibu, ayah… maafkan aku… bibir anakmu kini sudah tak perawan lagi.” Gumamnya meringis. Sambil menahan sakit dan perih di sekujur tubuhnya yang baru saja terjatuh di atas tanah berumput liar.


Malang sekali nasibnya kala itu…


Sudah jatuh, tertindih pula, bibirnya pun ternoda pula. Darah segar pun akhirnya mengalir lembut, dari arah hidung gadis tersebut.


………


……

__ADS_1



Tak lama kemudian, dari arah tembok…


Bambang melompat, menjatuhkan tubuhnya ala-ala ninja ke arah tanah. Disusul dengan Rafi yang ikut mendaratkan tubuhnya, ala-ala Ninja di sebelah Bambang.


“Eh ada yang terbaring di tanah, siapa itu?” Tanya Bambang. Melihat sesosok cewek yang terbaring lemah di atas tanah berumput lebat, di sekitar mereka beranjak.


“Sepertinya yang jatuh itu, mirip teman sekelas kita deh.” Jawab Rafi, sambil merapikan letak kacamatanya yang memiring.


“PRISIL!” Seru mereka, berbarengan. Menyadari cewek yang terbaring lemah itu bukan hanya MIRIP teman sekelas mereka, tapi cewek itu MEMANG teman sekelas mereka.


₩₩₩₩₩


“NIKO TUNGGU!!!” Teriak Gladish.


Sungguh kebodohan jikalau lelaki itu harus berhenti berlari, mengikuti perintah Gladish. Mengingat kalau gadis B*bi itu marah, tidak hanya wajah tampannya saja yang akan kena benjol, akan tetapi sekujur tubuhnya bisa saja biru-biru, atau paling parah, bisa saja salah urat (patah tulang nggak mungkin lah yah, secara teman satu kelas sendiri, pasti dikasih diskon lah yah).


Kini impian Niko pun terwujud… yakni dikejar-kejar oleh gadis pujaan hatinya.


Niko berlari ke arah lantai atas, Gladish pun mengejarnya ke arah lantai atas.


Niko berlari ke arah lantai bawah, Gladish pun mengejarnya ke arah lantai bawah.


Sungguh luar biasa, usaha gadis itu untuk mengejar-ngejar cintanya... asek-asek…


“TEEEEEEEEETTTTTTTTT….TEEEEEEEEEEETTTTTTT…. TEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTT.” Bunyi Bel Tanda Masukan pun berbunyi dengan kencang…


Terlihat beberapa siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa, kembali menuju ke dalam kelasnya masing-masing


Niko pun berhenti di depan perpus untuk mengambil nafas sebentar, alias kecapekan.


Melihat Niko kelelahan… Gladish pun tak tinggal diam, dia harus memanfaatkan kesempatan itu, ia pun mengambil ancang-ancang, mengangkat rok panjangnya tinggi-tinggi, memutar badannya dan…


Reader : Tunggu Gladish, itu aurat?


Author : Tenang, doi pake Celana Sot hitam panjang kok ^_^


Gladish pun mengambil ancang-ancang, mengangkat rok panjangnya tinggi-tinggi, memutar badannya dan…


Sebuah Tendangan T (Jurus Silat) yang cukup tinggi mendarat ke arah wajah Niko.


"BRUUUUUKKKKK!!!"


Eh lain…


Sebuah Tendangan T yang cukup tinggi mendarat ke arah wajah Arga.


“Hah, Arga?” Pekik Gladish, kaget plus ketakutan karena tendangannya barusan, merupakan tendangan yang… SALAH SASARAN.


Spontan saja tubuh Arga yang terkena tendangan tersebut, kembali pingsan, terjatuh di atas lantai…


Sementara tubuh Niko berhasil menghindar, karena sudah terlalu terbiasa Doi terkena serangan cinta (Tendangan T) tersebut dari arah pujaan hatinya.


“Arga!” Jerit Maya histeris, melihat kejadian tersebut. Gadis itu baru saja menampakan diri, menyusul Arga keluar dari arah perpus.


Maya pun menoleh ke arah Gladish, dan menatap gadis tersebut dengan sorot mata yang tajam.


Sorot mata yang penuh dengan aura permusuhan…


#To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2