
Tapi Arya tidak menyerah, Ia kali ini malah merangkul pinggang Gladish, dan kembali mendaratkan tatapan tajam ke arah mata Gladish…
Gladish pun akhirnya hanya bisa membatu mendapat tatapan mata setajam itu.
Dag… dig… dug…
Dag… dig… dug…
Arya pun langsung mendekatkan wajahnya ke arah wajah Gladish… dan…
Memiringkan wajahnya.
Sadar akan di cium…
Gladish pun akhirnya memundurkan wajahnya.
Tapi Arya tak menyerah, tangannya yang satu lagi memegangi kepala Gladish, menyelipkan beberapa jemari tangannya pada helaian-helaian rambut Gladish, dan menahan kepala gadis tersebut…
“Dia milikku!” Teriak sebuah suara, di belakang mereka… Suara yang sudah tak asing lagi bagi kehidupan Gladish. “Jangan sentuh dia!”
“Milikku?!” Pekik Gladish sambil membulatkan matanya lebar-lebar.
Mendengar suara tersebut, spontan saja, membuat tangan Gladish langsung mendorong tubuh Arya yang sedari tadi akan menerkamnya dengan kuat.
“Arga…” Gumam Gladish, sambil menoleh ke arah Arga.
Terlihat sesosok Arga, yang memakai setelan Batik Bogor yang sama seperti Batik milik Arya dan juga Gaun Batik yang di pakai oleh Gladish.
Arga pun langsung menundukkan tubuhnya, menarik lengan kanan Gladish dengan kuat, dan membawa gadis itu pergi, menjauh dari sosok Arya…
♡♡♡♡
Arga membawa Gladish pergi, menuju ke belakang perkarangan rumahnya.
“Lepasin!” Ucap Gladish, sambil menghempaskan tangan Arga yang sedari tadi menerkam lengannya dengan kuat.
“Kenapa kau membawaku kesini?” Tanya Gladish, ke arah Arga.
Arga pun diam, bingung mau menjawab seperti apa… Kalau dia bilang kalau dia cemburu, tentu saja dia malu!!!
Dia pun akhirnya hanya menggaruk tengkuk lehernya, dan memalingkan wajahnya dari arah Gladish…
“Hei Bisu! Kenapa kau membawaku kesini?” Tanya Gladish lagi, masih menuntut jawaban dari mulut Arga… Kali ini Ia bertanya, sambil melipat kedua tangannya.
“Kamu tidak apa-apa kan? Arya tidak apa-apain kamu kan?” Tanya Arga akhirnya, sambil memasang ekspresi khawatir ke arah wajah Gladish.
Mendengar pertanyaan tersebut, Gladish pun ingin tertawa, akan tetapi, Ia berusaha sekuat tenaga untuk menahannya. “Aisss… hampir saja aku dapat menyentuh bibir Kak Arya yang seksi.” Jawab Gladish, akhirnya, sambil memasang ekspresi kecewa pada wajahnya.
“A Apa?!” Pekik Arga, kaget, sambil mengerutkan alisnya.
“Bibir Kak Arya kira-kira bagaimana rasanya yah? Tanya Gladish lagi, sambil menaruh jari telunjuknya sendiri ke arah bibirnya.
“Dasar gadis mesum!”
“Ah~ kau juga mesum!”
__ADS_1
“Yak!” Protes Arga.
“Mesum teriak mesum!” Ejek Gladish.
“Aku tidak mesum!” Protes Arga.
“Kamu mesum, buktinya kemarin kamu yang mencium aku duluan!” Jelas Gladish, sambil menyipitkan matanya.
“Itu karena kau yang memulai duluan! Huh~” Pekik Arga, di iringi dengan hentakan nafasnya…
Mendengar jawaban tersebut Gladish pun hendak pergi, berlalu, meninggalkan Arga~
Akan tetapi Arga menahan tangan Gladish dengan tangannya.
“Tunggu dulu!” Tahan Arga.
Gladish pun menghentikan langkahnya, mengikuti suara permintaan Arga.
Arga pun melepaskan tangan kanannya, yang baru saja menahan tangan Gladish...
Ia pun merogok kantung celananya…
Terlihat sebuah kotak kecil berwarna merah.
“Apa itu?” Tanya Gladish, kepada Arga… sambil mengerutkan alisnya.
Arga pun membuka kotak kecil berwarna merah tersebut…
Gladish pun membulatkan matanya, melihat sebuah penampakan cincin berwarna hitam, dengan hiasan bunga matahari kecil berwarna kuning, di tengah cincin hitam tersebut.
“Buat aku?” Tanya Gladish lagi, asal menebak, sambil menunjuk dirinya sendiri.
Melihat jawaban Arga seperti itu, spontan saja kedua pipi Gladish memerah dengan sempurna. “Oh, tuhan bagaimana ini?” Batin Gladish… tanpa bisa mengeluarkan kata-kata dari arah mulutnya.
Arga pun mengambil tangan kiri Gladish.
Dan menyematkan cincin hitam dengan hiasan matahari kuning tersebut, pada jari manis tangan Gladish.
Setelah selesai memasangkan cincin hitam tersebut dari arah jemari Gladish, Arga pun tersenyum simpul.
Air mata Gladish pun spontan saja berjatuhan kembali, kali ini bukan air mata kesedihan… akan tetapi air mata kali ini merupakan air mata keharuan, dia benar-benar terharu dengan apa yang baru saja Arga perbuat padanya.
“Tujuh tahun lagi…” Gumam Arga kemudian. “atau… sekitar delapan tahun lagi, cincin ini akan berubah menjadi emas putih, dengan permata biru di tengahnya.” Ucap Arga lagi, sambil menatap jemari kiri Gladish yang masih setia di pegangnya.
“Terima kasih…” Gladish pun langsung memeluk tubuh Arga yang ada di hadapannya tersebut. “Terima kasih~ huhuhuu~” Tangis Gladish pun memecah di dada Arga. Antara tangis kesedihan dan kebahagiaan, tercampur jadi satu.
Arga pun kaget dengan pelukan tiba-tiba tersebut, yang barusan di lakukan Gladish kepada tubuhnya.
Ia TAK MENOLAK, akan tetapi… Ia juga TIDAK BERANI MEMBALAS pelukan tersebut... di lihat dari tangannya yang seakan Ia ingin memeluk tubuh Gladish balik… akan tetapi, langsung dia urungkan…
“Arga…” Gumam Gladish Akhirnya, masih dalam pelukan Arga.
Sebenarnya dia ingin sekali memberi tahu Arga tentang perselingkuhan, antara Bunda Arga dengan Bapaknya…
“Ada apa?” Tanya Arga.
Gladish pun mengigiti bibir bawahnya. Lalu…
“Tidak apa-apa…” Jawab Gladish, akhirnya. Sambil memejamkan matanya...
__ADS_1
Gladish pun teringat kembali dengan kata-kata Arga… ketika mereka berdua memergoki tentang perselingkuhan Bu Ratih dengan Pak Damar:
“Saat ini… kamu hanya memikirkan emosimu sendiri saja Gladish, tapi apakah kau memikirkan akibatnya saat kau mengadukan hal tersebut dengan pihak sekolah."
Iya… benar kata Arga, Gladish nggak boleh gegabah untuk saat ini… Ia takut…
Ia takut kalau Arga tahu, dan Bapaknya tidak jadi menikah dengan Tante Lia…
Dia takut… dia harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk tinggal satu rumah bersama Arga…
Dan dia nggak mau hal itu terjadi!
“Ibu Maafin Gladish… Kali ini biarkan Gladish egois…” Gumam Gladish dalam hati… sambil mengeratkan pelukannya ke dalam tubuh Arga.
♡♡♡♡
Sepulang dari kebun teh, dan mengantarkan Maya beserta keluarganya pulang ke rumahnya.
Seluruh keluarga Niko pun berhamburan keluar mobil Van tersebut, dan memasuki area rumah mereka.
Pak Heru pun pergi dengan mobil Van tersebut, menuju ke arah Garasi Mobil, yang berukuran sedang, yang sepertinya hanya cukup untuk menampung 1 buah mobil Van, pada area belakang rumah keluarga Niko tersebut…
Ketika mobil Van itu hendak masuk Garasi yang ada di belakang kediaman rumah keluarga Niko, Pak Heru pun segera mengambil remote dan secara otomatis gerbang Garasi itu pun terbuka.
Setelah Mobil Van tersebut, masuk dengan sempurna, pintu Garasi tersebut menutup sendiri secara otomatis.
Pak Heru pun memencet remote itu, akan tetapi dengan tombol yang berbeda…
Dan, seluruh lampu ruangan Garasi tersebut langsung menyala… Pak Heru pun mengendalikan mobilnya turun… hingga memasuki ruangan seperti lorong bawah tanah.
Terdapat 11 mobil dengan jenis yang berbeda dan satu motor metalik biru di area parkir bawah tanah tersebut berjajar dengan rapi.
Dan ketika Pak Heru memarkirkan mobil Van tersebut, mobil yang berjajar itu sekarang genap menjadi 12 mobil.
Setelah selesai dengan tugasnya, Pak Heru pun berjalan menuju pintu Lift, yang terhubung otomatis ke arah dapur kediaman rumah Niko.
dan...
"Jleb... Jleebb... Jleeebb..." Seluruh lampu area parkir kediaman Niko, langsung mati dengan sempurna.
Meskipun rumah Niko tampak luar seperti perumahan kompleks perumahan orang Kaya biasa pada umumnya, akan tetapi sebenarnya… di kompleks perumahan Orang Kaya tersebut.
Keluarga Niko lah yang paling Kaya, di antara penduduk Komplek perumahan Elite, di daerah rumahnya tersebut…
#To Be Continued
Visual Pak Heru👇👇👇
PLEASE JANGAN KASIH RATTING JAHAT DISINI YAH,, YANG KASIH RATTING JAHAT TAK DOAIN SEMOGA REZEKINYA SEPETT PEEET PEEETT....🤪🤪🤪
YANG KASIH RATTING BAIK DAN DUKUNG AUTHOR,, AUTHOR DOAIN, MOGA REZEKINYA LANCAR JAYA😘😘😘🙏🙏🙏
__ADS_1