
Ketika Gladish membuka pesan dari Arga tersebut, ternyata lelaki dingin tersebut, tidak merespon satu pun, apa yang di tanyakan oleh Gladish dalam pesan WhatsApp-nya.
Arga cuma mengiriminya, satu pesan, dengan satu buah kalimat.
Akan tetapi, satu pesan dengan satu buah kalimat tersebut, sukses membuat senyum di pipi Gladish, mengembang dengan sempurna.
Isi dari pesan Arga tersebut adalah…
“Gladish, besok kamu mau nggak, berangkat sekolah bareng aku?” Tanya Arga, melalui pesan WhatsApp tersebut.
“KYAAAAAAAAAA~” Teriak Gladish, sambil menaiki ranjangnya, dan melompat-lompatkan tubuhnya, di ranjang tersebut.
Gladish pun langsung menjatuhkan tubuhnya, dalam keadaan terlentang di atas ranjang tersebut. “Ini nyata?” Gumamnya, sambil mengatur nafasnya berkali-kali.
Dan mencubit pipi kirinya. “Auuuuwwww, sakit!” Erangnya. Yah~ sakit, dan ini teryata nyata.
Gladish pun mengetik kembali sebuah pesan dari Handphone-nya yang sedari tadi Ia genggam di tangan kanannya..
Ia teringat kembali, moment dimana dia satu angkot dengan Arga, untuk pertama kalinya semenjak SMA, bersama si Mbok Penjual Sayur, di angkot biru.
“Naik angkot?” Ketik Gladish lagi, dan dikirimnya.
“Iya.” Pesan Arga.
“Kamu pasti nggak mau yah?” Pesan Arga lagi, wah cepat banget balasannya, tumben cepat, jangan-jangan faktor minder… the power to angkot.
“Mau lah.” Ketik Gladish, dan kirim. Gladish pun langsung terkekeh, mencari-cari kalimat-kalimat gombalan yang tepat untuk Arga. “Jangankan naik angkot, jalan kaki bersamamu pun aku mau~” Ketik Gladish, dan kirim.
₩₩₩₩₩
Saat ini seperti biasa, Arga sedang duduk di kursi meja belajarnya. Tentu saja dia duduk disana, sembari membaca buku tebal.
Akan tetapi…
Tak seperti biasanya…
Arga yang biasanya selalu membaca buku tebal yang bertemakan sains atau ilmu pengetahuan. Kali ini, Arga sedang di sibukkan membaca buku Novel tebal, yang berjudul ‘Petualangan Sang Pendekar’
Tentunya sembari berkirim pesan dengan seseorang yang ada di seberang sana, yang kebetulan seseorang itu yang memberikan buku itu untuknya, sebagai hadiah ulang tahun…
“Mau lah.” Pesan Gladish.
Belum sempat di balas oleh Arga, ada satu pesan baru lagi yang terlihat dari layar Handphone Arga.
“Jangankan naik angkot, jalan kaki bersamamu pun aku mau~” Pesan Gladish.
Membaca kalimat (gombalan) WhatsApp dari Gladish tersebut, seketika saja pipi Arga langsung memerah bagaikan buah tomat. Apakah ini yang dinamakan Baper? Seperti apa yang sering orang lain katakan?
Sempat bingung dengan apa yang ingin dia katakan. Sebelum mengirimkan pesan yang selanjutnya. Arga pun berfikir, kata-kata apa yang pas, untuk di kirimkan lagi kepada sang pujaan hatinya tersebut.
Selama ini, Arga selalu LAMA membalas PESAN-PESAN dari seorang Gladish, bukan karena Arga tinggal makan dulu, tinggal mandi dulu, tinggal nyuci baju dulu, tinggal BAB dulu, tinggal nikah dulu… baru membalas pesan dari Gladish. Bukan!
Jadi dia selama ini terlalu sibuk BERFIKIR dan TERLALU BERHATI-HATI, dalam memilih kata-kata apa yang pas, untuk Ia kirimkan lagi kepada Gladish.
Yah~ Tentunya dia tak lepas, mempertimbangkan faktor harga dirinya juga, dia nggak mau terlihat terlalu agresif, dia nggak mau terlihat terlalu mengejar.
__ADS_1
Istilahnya dia mau, tapi malu… atau istilah lainnya, dia mau tapi jual mahal…
Lebay memang~ Tapi itulah isi pemikiran, dari cowok Introvert yang mempunyai watak sangat Melankolis tersebut.
Terlalu DINGIN dan terlalu BERLEBIHAN dalam menyikapi sesuatu, yang sebenarnya sesuatu itu BIASA SAJA.
“Oke, kita jalan kaki. Tunggu besok yah!” Ketik Arga akhirnya, dan dikirimkan kepada Gladish.
₩₩₩₩₩
#Gladish POV
Pagi harinya, aku dan bapak sedang menikmati sarapan pagi kami, yakni bubur ayam. Karena kami berdua sama-sama tidak bisa masak. Jadi untuk pagi ini, aku pun memanaskan 2 porsi Bubur Ayam. Yang Bapak sengaja beli tadi malam untuk kami sarapan.
Yah~ paling kemahiran kami dalam hal memasak, hanya menggoreng, memanaskan dan memasak Mie.
Jadi, kebiasaan memasak mie kami itu, hanya terkhusus kan teruntuk tertanggal tua. Kalau di tanggal muda, biasanya kami selalu makan di luar, atau nggak catering.
Sambil menyantap sarapan pagi ku, aku pun berfikir sejenak.
“Jalan kaki?!” Pekik ku dalam hati, mengingat pesan WhatsApp Arga kepadaku semalam. “Arga gila?! Aku loh bercanda doank, gombalin dia!” Batinku meronta-ronta, mengingat jarak rumahku dan sekolahku ada sekitar 3 Kilo Meter. Bisa di bilang jarak yang cukup jauh~ kalau hanya di tempuh dengan berjalan kaki.
Bisa-bisa betis ku bisa bengkak di buatnya...
Dan pesanku, yang belum Ia balas sampai sekarang tersebut, berbunyi: “Rumahku jauh… dan jalan kaki itu berat, kita nggak akan kuat… Naik angkot saja!”
Aku pun menggeleng-gelengkan kepalaku lagi. “Ah~ palingan dia hanya bercanda. Mana mungkin dia sempat menjemput lagi ke rumahku, yang ada dia nanti malah terlambat.” Gumamku dalam hati, mengingat kalau kami merupakan sama-sama anak angkot.
“Gladish hari Jum’at kamu libur saja yah!” Seru Bapak, ke arahku, dan menyadarkan ku, akan lamunan ku.
“Lah Pak, Kok Gladish harus libur?” Protes Ku, kepada Bapakku. Aku protes, bukan karena aku suka belajar di sekolah loh yah, bukan!
Aku badung, aku bodoh, aku sejujurnya juga malas pergi ke sekolah!
Di saat anak-anak badung lain sepertiku, selalu mencari-cari alasan untuk membolos, agar bisa seharian santai-santai di rumah saja… akan tetapi, aku nggak!
Karena kalau aku nggak pergi ke sekolah, aku nggak punya teman di rumah!
Kalian tahu sendiri kan, aku tinggal berdua saja dengan Bapakku, dan ketika pagi hingga sore, Bapakku bekerja di kantor.
“Yah~ kan, malam Minggu nanti (hari Sabtu) Bapak mau tukar cincin sama Tante Milea. Sekaligus antar seserahan.” Jelas Bapak, kepadaku, sambil tersenyum simpul.
“Ting-tong, Ting tong~” Tiba-tiba saja bel rumahku berbunyi.
Aku pun beranjak dari tempat dudukku, dan membukakan pintu.
Tak ku sangka dan tak ku duga ternyata ada sosok seorang Arga, yang menjadi tamu perdana kami, pada pagi hari ini.
__ADS_1
“Arga!” Pekik ku, kaget, aku benar-benar nggak menyangka Arga beneran datang berkunjung di rumahku.
Bapakku pun ikut berlari ke arah depan pintu, saat mendengar nama Arga, yang keluar dari mulutku. “Eh Nak Arga datang, ada apa ke sini pagi-pagi?” Tanya Bapak ku.
“Arga ke sini buat jemputin Gladish lah Pak, masa mau jemputin Bapak!” Ucapku dengan percaya diri yang tinggi, tentu saja aku bangga dengan diriku sendiri, yang pagi ini bisa di jemput oleh Pria seganteng Arga.
“Nggak Paman.” Elak Arga, seketika saja mataku langsung melotot ke arah Arga mendengar hal tersebut. “Paman, hari ini Bunda mengirimkan paman sarapan. Ini paman!”
Arga mengarahkan pandangannya ke arah meja teras, dan mengambil rantangan, yang baru saja Ia taruh di atas meja tersebut.
“Wah banyak sekali!” Ucap Bapak, sambil menerima rantangan tersebut dari tangan Arga. Rantangan berwarna orange tersebut, terdiri dari 3 buah rantang yang tersusun rapi, menjadi satu. “Ini isinya apa, Nak Arga?” Tanya Bapak penasaran.
“Ini Nasi Gudeg, Paman.” Jawab Arga.
“Terima kasih yah, Nak Arga!”
“Sama-sama Paman… Arga pamit dulu yah Paman, mau ke sekolah!” Pamit Arga sopan, sambil Izin untuk pergi berlalu dari rumahku.
Ketika Arga, berniat untuk pergi, aku pun langsung segera menahan lengan tangannya…
“Hai kau!” Panggil ku ke arahnya, sambil terus memelototkan mataku ke arah wajahnya.
Bapakku yang peka dengan kebucinan ku terhadap Arga tersebut, langsung berdehem… “Ehm, ehmmm… Arga bisakah kamu pergi bareng Gladish saja, ke sekolahnya pagi ini?”
#To Be Continued
.
.
.
.
Hai hai pembaca kesayangan INTROVERT MELANKOLIS💜💜💜😍😍😍
Jangan lupa yah LIKE, KOMEN, SHARE, RATTING 5, VOTE-nya.
Jangan lupa tinggalkan VOTE biar INTROVERT MELANKOLIS yang Badung ini,, masuk ranking kelas🤣🤣🤣
Contohnya seperti di bawah ini 👇👇👇👇
BTW KALIAN NGEFANS SAMA COUPLE APA DI "INTROVERT MELANKOLIS" INI???
KOMENG YA DI KOLOM KOMENTAR😎😎😎👇👇👇
Bye-Bye
💃💃💃
Makasih yah semuanya, sudah membaca dan mendukung INTROVERT MELANKOLIS selama ini.... Chalanghae 😍😘 assalamuallaikum🙋♀️🙋♀️🙋♀️
__ADS_1