
Setelah menginap di rumah sakit semalaman. Kini Arya pulang kembali ke Apartementnya.
“Tiiitt… tiiitt…ttiiiittt.” Bunyi nomor password yang Arya tekan, di kunci pintu digital Apartemennya.
Setelah passwordnya cocok, Arya pun membuka pintu tersebut, sambil menyeret koper abu-abu yang sedari tadi di bawanya dan masuk ke dalam Apartement tersebut.
“Aryaaaaaaaaaa~~~” Sambut Kevin tiba-tiba di depan pintu, dan langsung saja menyambar tubuh Arya, dan memeluknya…
“Masya Allah, Subahanallah…” Gumam Arya dalam hati, sambil membelalakan matanya.
Arya pun langsung melepaskan tubuh Kevin yang menempel dari tubuhnya.
“Arya, aku senang banget, akhirnya kamu pulang!” Ucap Kevin sambil melompat-lompat kegirangan.
Mendengar hal itu Arya lalu menyipitkan matanya ke arah Kevin. Kevin saat ini, bagaikan orang yang ditinggal oleh Arya selama puluhan tahun, padahal Arya baru meninggalkannya selama seminggu.
“Kevin jangan lebay!” Ucap Arya dengan ekspresi sinis, sambil melewati tubuh Kevin, dan masuk ke dalam kamar Apartemennya.
“Kenapa dia jutek sekali?” Gumam Kevin, sambil memasang mimik wajah yang cemberut. “Menyebalkan!” Pekiknya lagi.
Kevin pun melihat koper abu-abu Arya, yang tertinggal di sekitarnya. Kevin pun menyeret koper tersebut, dan berniat membawanya ke kamar Arya.
Ketika Kevin membuka sedikit pintu kamar Arya. Kevin pun langsung membelalakkan matanya bulat-bulat.
Melihat pemandangan super hot dan seksi yang ada di hadapannya…
Pemandangan yang ada di hadapannya saat ini merupakan penampakan Arya yang sedang membuka baju kaosnya, dan menampakan kotak-kotak seksi dan menggiurkan di tubuhnya (Six Pack).
Ah~ benar-benar menggoda iman dan takwa.
Hidung Kevin pun sampai mimisan dibuatnya…
Apakah Kevin masih menganggap sosok seorang Arya MENYEBALKAN, setelah melihat hal yang luar biasa indah dari tubuh Arya yang seperti ini?
₩₩₩₩₩
“Bambang, Kamu itu ketua kelas!” Omel Pak Bagas, sambil memondar-mandirkan tubuhnya di depan Bambang, layaknya setrikaan. “Kamu itu contoh! Bisa-bisa nya kamu ngerokok di area sekolahan!” Tambah Pak Bagas lagi. “Dan, kamu itu Bla Bla Bla Bla…”
Tapi Bambang nggak fokus, dia terus membayangkan bagaimana bibir indah Prisil bermain di bibir Niko.
Membayangkan bagaimana rasanya bibir Niko menikmati sentuhan-sentuhan dari bibir indah Prisil.
“Hikksss~ Hikkksss~” Bambang pun kembali terisak, air mata Bambang pun kembali membanjiri pipinya.
Pak Bagas pun luluh, Ia mengira si Bambang menangis karena mendengarkan nasihat-nasihatnya.
“Mbang kamu nggak apa-apa?!” Tanya Pak Bagas, Khawatir. Meski pun Pak Bagas penampilan luarnya terlihat garang, akan tetapi jauh di dalam lubuk hatinya, dia sangat lemah ketika melihat orang lain menangis di hadapannya.
“Pak, sakit Pak! Sakiiittt! Huhuuhuuuu~” Erang Bambang, sambil memegangi dadanya yang terasa sakit dan memukul-mukulinya. Dia begitu terpukul sehabis melihat pemandangan Prisil dan Niko bermesraan di hadapannya, dia begitu sakit menerima penghianatan Niko, sahabat yang sudah Ia anggap layaknya seperti saudara kandung sendiri, yang di tujukan kepadanya.
__ADS_1
Kali ini Pak Bagas terlihat sangat khawatir, Ia menduga rasa sakit di dada yang saat ini di rasakan oleh Bambang, merupakan rasa sakit yang di akibatkan oleh Rokok.
Karena bukan rahasia umum Rokok merupakan alat hisap berbahaya yang bisa mengakibatkan kerusakan jantung, apalagi Bambang usianya masih remaja.
“Tuh kan Mbang, makanya jangan ngerokok lagi yah, sekarang kau sudah kena dampaknya kan?? Sekarang jantungmu kesakitan kan?!” Ucap Pak Bagas, menasehati Bambang.
Bambang yang mendengarkan kalimat yang keluar dari mulut Pak Bagas tersebut, langsung mengerutkan alisnya… “Kok Pak Bagas ngomongnya nggak nyambung yah? Jangan-jangan Pak Bagas salah paham lagi!” Pikir Bambang, dalam hati… akan tetapi, raut wajahnya masih dalam keadaan menangis, tentunya.
Dasar Melankolis!!!
“Pokoknya Bapak nggak mau tahu! Besok pagi, orang tuamu harus datang ke sekolahan, untuk menemui Bapak di ruang ini!” Jelas Pak Bagas sambil memainkan kumisnya yang lebat nan seksi.
Mendengar hal tersebut seketika saja tubuh Bambang kejang-kejang di buatnya. “Agh~ Agh~ Agh~ Agh~” Suara deru nafas Bambang terengah-engah, seakan tercekik.
“Bambang... Bambang? Kamu kenapa?!” Tanya Pak Bagas, kaget, melihat tubuh Bambang kejang-kejang nggak karuan, bagaikan ikan lele yang baru di tangkap, dan di lepaskan begitu saja di daratan. “Apakah ini yang di namakan kesurupan?” Batin Pak Bagas, ketakutan. Karena seumur hidupnya Si Bapak Bagas, belum pernah melihat orang kesurupan, secara langsung, di depan matanya.
“Bodoh amat deh Gua, di kira GILA disini, mending gila, gila aja sekalian! Daripada, Gua harus kena hukuman dari Bokap Gua, yang galaknya melebihi Bulldozer!!” Batin Bambang, masih dengan akting kejang-kejangnya.
Dasar Si Bambang!!!
₩₩₩₩₩
“Kamu mau kemana lagi?” Tanya Kevin, sambil sibuk mengaduk sayur.
“Aku mau ke kampus, mau minta tanda tangan dosen pembimbing.” Jawab Arya, sambil sibuk mengancing pergelangan tangan kemejanya.
Kali ini penampilan Arya sangat rapi. Dengan kemeja biru muda lengan panjang, dan sisiran rambut yang rapi.
“Ayolah makan sebentar!” Tahan Kevin, “Aku sudah memasakan makanan Indonesia kesukaanmu.” Jelasnya.
Arya pun melirik meja makan, yang baru saja di sajikan beberapa hidangan lezat di atas meja makan tersebut.
Sayur Lodeh, daging rendang (kesukaan Arya), kentang mustofa, acar timun, dan tidak lupa dengan nasi hangat.
Terlihat mewah dan sangat menggugah selera, dimata Arya, apalagi di hidangkan nya ketika panas. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
Arya pun tergoda, Ia pun segera mengambil piring dan nasi yang telah disediakan oleh Kevin, Ia seakan lupa kalau sebelumnya Ia sudah menikmati sarapan pagi sekelas Eropa dengan Jennie, sebelum pulang ke Apartemennya.
“Oh Iya Arya… ada yang ingin aku nyatakan.” Ucap Kevin, dengan raut wajah malu-malu.
“Kamu mau nyatakan tetang apa?” Tanya Arya sambil melahap nasi, daging, dengan kuah sayur tersebut dengan tangan kanannya, dia begitu lahap memakan makanan tersebut, seakan lupa akan dietnya. “Cinta? Hehehe~” Tanya Arya lagi, sambil terkekeh.
Pipi Kevin pun langsung memerah mendengar pertanyaan dari Arya tersebut, mau-nya Kevin sih gitu, nyatain cinta ke Arya.
Cuma kevin terlalu takut, terlalu takut kalau nanti seorang Arya bakal menolaknya, ia terlalu takut persahabatan mereka bisa rusak karena hal ini. Karena Ia sadar betul, di antara mereka berdua, hanya Ia yang tak Normal.
Kalau Arya?
__ADS_1
Jangan di tanya lagi...
Ia suaanggggaaaaat NORMAL.
Sangking Normalnya, dia menggoda hampir semua wanita yang di anggapnya cantik, yang tak sengaja berjalan di sekitarya.
“Aku juga akan mengambil penelitian akhir semester, di Indonesia.” Jelas Kevin akhirnya.
“Di Menado?” Tanya Arya, mengingat Kevin berasal dari Provinsi Sulawesi Utara.
“Nggak.” Elak Kevin.
“Jadi?” Tanya Arya, sambil asik mengigiti lengkuas, yang dia kira potongan daging rendang di piringnya.
“Aku akan mengajukan penelitian di rumah sakit besar di Jakarta, sama seperti tempat mu, melaksanakan penelitian!” Ucap Kevin secara lantang.
“Bwahahahahhaaa~” Arya pun tertawa, terbahak-bahak.
“Kenapa kau tertawa?” Tanya Kevin, dengan memasang ekspresi wajah yang kecut.
“Kevin maaf, seleraku balakangan ini sangat rendahan.”
“Maksudnya?”
“Aku loh, sekarang ini, sedang mengajukan penelitian di rumah sakit kecil di kota Bogor.” Jelas Arya, sambil terkekeh.
“WHATTT?!” Kevin benar-benar kaget, Ia nggak menyangka seorang Arya nekat mengambil penelitian di rumah sakit kecil, untuk penelitian akhir laporan Skripsi-nya, hal ini 100% sangat bertentangan dengan citra seorang Arya, yang selalu tampak terlihat High Class.
Apalagi mengingat cita-citanya Arya, yang pernah Ia ceritakan ke Kevin, bahwa Ia sangat ingin sekali menjadi dokter ahli bedah terkenal di Indonesia.
#To Be Continued
.
.
.
.
Hai hai pembaca kesayangan INTROVERT MELANKOLIS💜💜💜😍😍😍
Jangan lupa yah LIKE, KOMEN, SHARE, RATTING 5, VOTE-nya.
Jangan lupa tinggalkan VOTE biar INTROVERT MEKANKOLIS Biar Author yang MALAS ini Tambah SEMANGAT 🤣🤣🤣
Contohnya seperti di bawah ini 👇👇👇👇
Bye-Bye 💃💃💃
__ADS_1
Makasih yah semuanya, sudah membaca dan mendukung INTROVERT MELANKOLIS selama ini.... Chalanghae 😍😘 assalamuallaikum🙋♀️🙋♀️🙋♀️