
Kali ini Jennie sedang berjalan di sebuah hotel berbintang lima milik ibunya, restoran yang ada di dalam hotel itulah Jennie akan mengadakan perjanjian makan siang dengan kencan butanya.
Langkahnya sangat lantang dengan memakai sepatu merah tinggi setinggi 9 cm, dan Gaun hitam berenda yang cantik. Dia menyusuri koridor hotel mewah yang bernuansa eropa itu dengan anggun.
Sepanjang koridor hotel yang Ia lewati, semua mata yang tak sengaja berpapasan dengannya, memperhatikannya.
Bukan karena gaun hitam Merk Alexander McQueen-nya yang anggun… Bukan!
Bukan karena sepatu merah Merk Christian Louboutin-nya yang elegan… Bukan!
Bukan karena tas merah Merk Louise Vuitton-nya yang cantik… Bukan!
Bukan karena perhiasan Merk Tiffany & Co-nya yang bersinar berkilauan… Bukan!
Akan tetapi karena…
“Duh kasian sekali wanita itu, dia terlihat mahal dan berkelas, akan tetapi wajahnya sangat buruk rupa~” Bisik seorang pria kepada teman wanitanya, yang kebetulan melintas di sekitar Jennie, sambil menatap Jennie dengan pandangan prihatin.
Jennie pun tak peduli, dia masih berjalan dengan anggun, sambil di ikuti oleh kedua pelayan setianya dari arah belakang.
“Dunia ini adil yah wanita sekaya itu, mempunyai wajah sejelek itu…”
“Iya, wajah wanita bertompel itu mengerikan!”
Lagi… bisik-bisik dua orang yang lain, kali ini kedua orang wanita paru baya, yang ada di sekitar Jennie, sambil menatap Jennie dengan senyuman sinis, ke arah wajahnya.
Jennie pun tak peduli, dia masih berjalan dengan anggun, sambil di ikuti oleh kedua pelayan setianya dari arah belakang.
Kenapa Jennie tidak peduli dengan gunjingan orang-orang di sekitarnya tersebut?
Karena Jennie sadar, wajah yang Ia bawa saat ini bukan wajah Ia yang sesungguhnya, ini hanya sebuah bentuk penyamaran… semakin banyak yang menggunjingnya, semakin merekah senyum yang ada di bibir Jennie, karena merasa penyamarannya sebagai orang jelek, BERHASIL!
Kenapa kedua pelayan setianya juga tidak bersikap peduli, majikannya di hina dan terus berjalan lurus mengikuti langkah Jennie?
Karena kalau tidak ada perlawanan atau perintah dari Nona Mudanya, berarti mereka merasa tidak perlu melakukan tindakan apapun.
“Hahahahahaa~ Pasti pria yang kelak berkencan dengan cewek sejenis itu, hanya mengincar hartanya saja!” Gunjing seorang pria, kepada teman prianya.
“Iya, habis memeloroti hartanya, Pria tersebut lalu pergi mencampakkannya… hahahaha~” Sambung temannya lagi, menanggapi bisikan tersebut.
Jennie pun langsung menghentikan langkah sepatu tingginya…
Dan menatap tajam ke arah dua orang asing, yang baru saja menggunjingnya tersebut.
__ADS_1
Ia teringat kembali dengan sosok Arya, sosok orang yang di paling dicintainya saat ini, orang yang mengencaninya, dan lalu meninggalkannya hanya dengan hadiah 20 Miliar US Dollar dari Ayahnya.
Mata Jennie pun memerah…
“PELAYAN~!” Teriak Jennie.
Kedua pelayan wanita, yang bertubuh gemuk dan kurus pun datang menghampiri kedua orang lelaki yang berbisik tersebut, untuk memberi pelajaran kepada mereka… kebetulan kedua pelayan wanita Jennie tersebut, sudah terlatih ilmu bela diri.
♡♡♡♡
Jennie pun sampai di restoran hotel tersebut, dan telah duduk dengan anggunnya di Meja ruang Khusus VIP yang sudah di persiapkan khusus oleh ibunya untuk kencan Buta nya.
Saat ini dia sendirian, karena kedua pelayannya sedang memberikan pelajaran kepada kedua dedemit yang barusan saja menghinanya tersebut.
Jennie pun kini di hampiri oleh Waitress restoran tersebut dan menyerahkan buku daftar menu makanan restoran tersebut ke arah Jennie.
“Silahkan Nona Muda, mau pesan apa Nona Muda?” Tanya Waitress perempuan tersebut ramah, sambil memegang buku note kecil dan pulpen di tangannya, untuk mencatat pesanan Nona Mudanya.
Yah~ karena ucapan Bos Restoran Hotel, bahwa Nona Muda jelek dengan tompel besar dan gigi kawat hitam, yang ada di hadapannya saat ini, merupakan anak dari pemilik hotel ini.
Pelayan tersebut berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk Jennie.
Saat Jennie, sedang sibuk membolak-balikan buku daftar menunya…
Ada suara pintu yang terbuka di ruangan VIP tersebut, dan nada suara langkah sepatu Pria yang berjalan lurus ke arahnya dari arah belakang.
“I itu, Nona muda… Tuan muda yang ada di be belakang anda, wajahnya sangat luar bi biasa tampan.” Jawab Waitress Perempuan tersebut dengan nada yang juga ikut bergetar.
Jennie pun mengerutkan alisnya. Ia pun berbalik ke arah belakang tubuhnya, mengikuti arah tatapan mata Waitress tersebut.
Jennie pun langsung membelalakkan matanya, saat melihat sosok Pria bertubuh tegak, bidang nan tampan, yang ada di hadapannya tersebut, saat ini...
“Bagaimana ini, tubuhku juga ikutan bergetar…” Gumam Jennie dalam hati, merasakan tubuhnya saat ini juga turut menggetarkan meja yang saat ini menjadi sandaran kedua tangannya.
♡♡♡♡
“Maaf Sil, Gua nggak bisa bohongin Elo soal hal ini… hati kan memang nggak bisa untuk di bohongin.
“Tapi kan, Gladish naksir Arga.” Ucap Prisil, akhirnya. Masih sedikit berharap akan Pria berdarah Arab tersebut berhenti menyukai Gladish, dan masih meliriknya.
__ADS_1
“A Apa?” Pekik Niko, sambil membelalakkan matanya, kaget dengan ucapan Prisil barusan. “Apa benar yang Gladish naksir Arga?” Batin Niko, Ia pun tiba-tiba teringat kembali, saat Ia memergoki Gladish sedang berusaha mencium Arga di UKS waktu Arga sedang pingsan karena lemparan Bola Basket Gladish.
Mata Niko pun memerah, dan Ia pun mengepal tangannya sendiri dengan kuat.
Prisil pun lalu berdiri dari tempat duduknya, membuka tangan Niko yang sedang mengepal tersebut, dan menggenggamnya. “Bisakah kau ikut aku?” Tanya Prisil sambil menarik tangan Niko, yang barusan berhasil di genggamnya.
“Ikut kemana?” Tanya Niko, sambil mengerutkan alisnya.
“Akan ku buat kau melupakan Gladish, dan belajar jatuh cinta kepadaku!”
“A Apa?” Pekik Niko.
Akan tetapi tidak di hiraukan Prisil, Prisil terus menarik tangan Niko, agar pria tersebut mengikuti langkah kakinya.
Niko pun akhirnya, menyerah dan TERPAKSA mengikuti tarikan Prisil, dan TERPAKSA mengikuti langkah kakinya.
♡♡♡♡
Siang itu, di sebuah taman bermain anak-anak, di area kompleks rumah Gladish...
Gladish dan Arga kini sedang duduk bersebelahan di ayunan gantung…
Gladish menggoyang dan melemparkan tubuhnya di ayunan gantung dengan ritme kencang.
Sedangkan Arga, menggoyang ayunan yang di duduki nya dengan ritme lambat dan pelan, dengan kaki yang masih menempel di tanah.
“Mau apa kau mengajakku kemari Dhis?” Tanya Arga, sambil menatap ke arah Gladish, yang heboh dengan ayunan beritme kencangnya. “Apa hanya ingin bermain ayunan saja, seperti anak TK?”
Mendengar pertanyaan Arga tersebut, Gladish pun langsung mengerem ayunan lajunya, dengan hentakan kedua kakinya.
“CIIIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTT~” Ayunan Gladish pun berhenti.
“Jadi kamu mau apa, bermain yang lain, seperti permainan orang dewasa?” Tanya Gladish dengan sorot mata yang terlihat nakal, dan senyuman yang seakan-akan ingin menghabisi Arga saat itu juga.
Arga pun langsung menelan air liurnya sendiri melihat wanita yang di cintanya tersebut saat ini, menatapnya dengan tatapan mata yang menggoda.
“Kau melukai harga diriku!” Ucap Arga tiba-tiba.
#To Be Continued
Curcol : Author lagi suka Pake banget sama Aktor Kim Soo Hyun😍😍😍
Next Time, pengen banget Buat Novel yg pemeran utamanya doi,, tapi takutnya nggak ada waktu dan salah satu Novel terbengkalai
__ADS_1
bagaimana ini??😥😥😥