ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 100


__ADS_3

pagi harinya


Leon yang melihat Chaterine keluar dari dalam lift tersenyum lebar, sedangkan Chaterine hanya fokus pada ponsel nya saat ini.


"astaga.... sejak kapan kalian di sini, mengagetkan ku saja." gerutu Chaterine sambil mengusap dada nya,


"pagi kakak ipar." sapa Juno dengan ramah, Chaterine celingak-celinguk mencari siapa yang sedang di sapa oleh Juno.


"siapa yang kamu panggil kakak ipar?" tanya Chaterine dengan mengangkat sebelah alisnya, Alvin dan Leon saling tukar pandang dan menahan tawa mereka.


"tentu saja kakak" jawab Juno sambil nunjuk ke arah Chaterine yang tengah berdiri di depan mereka saat ini.


"aku."jawab Chaterine dengan menunjuk dirinya sendiri, ternyata selain cantik dan pintar calon kakak iparnya juga sangat lucu.


"jangan panggil aku kakak, bahkan usia ku lebih muda dari mu."keluh Chaterine dan kembali fokus kepada ponsel milik nya.


"dia memang harus memanggil mu kakak ipar Chaterine, karena dia adik sepupu Leon." ujar angel dari arah belakang, Leon yang sedari tadi melihat Chaterine sibuk dengan ponsel nya menjadi kesal sendiri.


"oh."


"mau kemana.?" tanya Angel dengan menajamkan penglihatan, ia melirik ke arah ponsel milik Chaterine yang sedari tadi tidak berhenti berbunyi.


"olahraga."jawab Chaterine sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku, ia beralih menatap wajah Leon dan segera memalingkan wajahnya dengan cepat.


"sama siapa?"

__ADS_1


"sendiri saja, kamu mau ikut."


"boleh-boleh saja, ayolah. anak-anak pasti juga sedang olahraga pagi ini." jawab angel dengan merangkul pundak Chaterine, mereka berjalan beriringan dan di ikuti para pria di belakang mereka.


saat olahraga Chaterine terus memasang waspada, entah mengapa ia merasa jika sedang banyak sepasang mata yang tengah menatapnya.


angel yang melihat perubahan ekspresi wajah Chaterine terdiam dan menatap lekat wajah sepupunya itu.


"ada apa dengan kalian?"tanya Leon yang baru saja datang, Chaterine memasukkan tangannya ke dalam saku, ia selalu membawa pistol ataupun pisau untuk menjaga dirinya.


"apa kalian membawa senjata?" tanya Chaterine, sedangkan yang lainnya kebingungan dengan ekspresi wajah Chaterine. Leon mendekat dan memeluknya erat.


"tidak, ada apa hmm" jawab Leon seraya bertanya.


"ada tamu tidak di undang." jawaban dari Chaterine tentu membuat mereka terkejut dan berpikir yang tidak-tidak sekarang ini.


dor dor dor dor dor


dor dor dor dor dor


lagi-lagi Chaterine menembak ke arah belakang Leon, semua sahabat Leon menatap ngeri ke arah Chaterine, tidak ada angin dan hujan tiba-tiba tunangannya Leon menembak secara brutal.


"Chaterine,apa yang kau lakukan? kamu ingin membunuh kami?" tanya Angel dengan kesal, bahkan ia menatap tajam ke arah sepupunya itu.


"lihat kebelakang kalian." jawab Chaterine dengan cuek, ia masih mengamati di sekitarnya. angel yang mendengarnya pun segera melihat ke arah kebelakang dan benar saja ada tiga orang berpakaian serba hitam yang sudah tidak bernyawa, begitu juga di belakang tubuh Leon.

__ADS_1


Leon segera menghubungi anak buah nya untuk menangkap pembunuh bayaran yang sedang mengintai mereka saat ini, tanpa mereka cari tahu juga sudah jelas dari lambang mereka di baju mereka saat ini.


"tetap waspada angel, di sini masih ada yang lainnya." timpal nya, kali ini tatapan matanya tertuju pad gedung tinggi di sebelah taman.


taman yang sedang mereka datangi kebetulan sangatlah sepi.


Leon yang melihat tatapan mata Chaterine, mengikuti arah pandang tunangannya tapi ia hanya melihat gedung tinggi.


"ada apa sayang?" tanya Leo. dengan menepuk pundak Chaterine dengan pelan, Chaterine menoleh sebentar dan kembali menatap gedung itu dengan tajam.


"gedung itu tidak akan lari Chaterine, kenapa kamu menatap nya seperti itu?" tanya Angel tapi tidak mendapatkan jawaban dari Chaterine, ia mendengus kesal saat sepupunya tidak memperdulikan keberadaan nya.


"kira-kira kita butuh waktu berapa lama untuk naik ke atas sana?." tanya Chaterine dengan serius, angel yang mendengar nya mendengus kesal.


"aku tidak tahu, memang nya kenapa?" jawab angel ketus seraya bertanya.


"aku ingin membunuh orang yang berada di atas sana."jawab Chaterine tanpa menatap wajah angel, angel mengikuti arah tunjuk Chaterine.


"jangan aneh-aneh Chaterine, kita bisa mendapatkan masalah nanti." ujar angel yang tak habis pikir tentang sepupunya itu. bisa-bisanya sepupunya berbicara dengan santai saat ingin membunuh orang.


"jika kita tidak segera ke sana, kita semua yang akan mati di sini." ujar Chaterine dengan datar, sedangkan semua orang terkejut mendengar nya, mereka bingung dari mana Chaterine bisa mengetahui semua ini dengan sangat mudah.


"memang nya di sana ada apa?" tanya Alvin, ia mulai penasaran dengan sesosok Chaterine yang sedang bersama dengan nya saat ini.


"pembunuh bayaran, ia akan menembak ke arah kita jika teman-teman mereka gagal untuk menangkap kita semua." lagi-lagi jawaban Chaterine membuat mereka semua terkejut, angel menatap tidak percaya dengan apa yang ia dengar tadi.

__ADS_1


"kamu sedang tidak membohongi kita kan!" seru angel dengan cepat dan mendapatkan gelengan kepala dari Chaterine.


__ADS_2