ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 151


__ADS_3

"apakah Anda membenci Markus nona?"tanya Cruise kembali.


"tidak, dia kakak ku dan untuk apa aku membencinya. yang aku benci adalah kedua orang tua kak Markus, karena mereka lah aku kehilangan sesosok kakak yang baik dan sekarang kakak ku itu menjadi monster karena mereka."jawab Chaterine dengan tegas.


"tetapi dia sudah melukai anda nona!"seru Cruise


"aku tau kak Cruise dengan yang lainnya mengkhawatirkan keadaan ku tetapi percayalah aku akan baik-baik saja kak, walaupun dia sudah melukai ku tapi aku tidak bisa membencinya."


"kak Cruise, aku ingin kakak memperketat pengawasan terhadap semua keluarga ku, hanya kak Cruise dan anggota elite yang aku percaya untuk menjaga mereka."ujar Chaterine yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


"saya akan melakukan yang terbaik untuk menjaga keluarga anda nona, tetapi janji kami juga akan kami tepati."timpal Cruise, Chaterine yang tahu arah pembicaraan Cruise menghela nafas panjang.


"kalian sudah menepati janji kalian semua dan aku hanya ingin kalian menjaga keluarga ku seperti kalian selalu menjaga ku sepenuh hati kalian."


"kak Cruise kembalilah terlebih dahulu agar bisa beristirahat."


"saya akan tetap berada di sini menjaga anda nona, karena ini tugas saya." ujar Cruise dengan sopan.


Chaterine tidak berbicara lagi dan memilih menyibukkan diri nya sendiri dengan ponsel milik nya, ada beberapa email penting yang masuk dan ia harus mengecek email tersebut.


ada beberapa email dari perusahaan klien yang mengajukan memperpanjang masa Kontrak kerjasama mereka, dan ada beberapa dari teman-temannya dan juga Hayden.


Chaterine membelalakkan matanya saat membaca email tersebut, perasaan nya kali ini sungguh campur aduk. dan semakin membuatnya ketakutan saat mengetahui jika Markus sudah mengetahui tentang pernikahan nya.


ada beberapa email yang mengirimkan undangan pesta ulang tahun perusahaan milik klien nya dan akan di adakan sekitar tiga Minggu lagi di Jerman dan seketika ia menoleh ke arah Leon yang duduk di sampingnya.


bagaimana caranya dia meminta izin kepada Leon, jika dirinya harus pergi ke Jerman. Leon mengangkat sebelah alisnya saat melihat sang istri yang tengah menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.


"ada apa sayang?"tanya Leon sambil mengusap pipi chubby Chaterine.


"eumm apa aku boleh ke Jerman?"bukannya menjawab pertanyaan dari Leon justru kini ia melemparkan pertanyaan kepada sang suami.


"tapi untuk apa?"


"eumm, kolega bisnis perusahaan sedang merayakan ulang tahun perusahaan mereka dan aku harus menghadiri acara tersebut."jawab Chaterine sambil menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba saja gatal, Leon terkekeh kecil melihat tingkah istrinya.

__ADS_1


"apakah harus datang?"tanya Leon


"eumm iya, aku sudah berjanji akan menghadiri nya sebelum pulang ke negara A waktu itu."jawab Chaterine.


"boleh, nanti kita pergi ke Jerman bersama."


"terima kasih bunny, kamu yang terbaik!"seru Chaterine Sambil mencium pipi Leon dan membuat sang empunya terdiam mendapatkan serangan mendadak dari sang istri.


"ayo pulang, sepertinya sudah terlalu lama kita berada di sini."ujar Chaterine sambil merentangkan kedua tangannya, terasa sangat pegal akhir-akhir ini.


"kenapa terburu-buru?" tanya david, dia sendiri masih sakit gara-gara tidak sengaja menginjak jebakan tadi.


"ini bukan tempat kita, jadi kita harus segera pergi."


"angel, tolong jangan beritahu tentang apa yang kita temukan di sini, jika mommy tahu dia akan bersedih." pinta Chaterine


"tentu saja, ayo pergi."


Chaterine dan angel meninggalkan para pria yang masih duduk begitu saja, Leon menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang melupakan keberadaan nya saat ini.


"bunny, ayo pulang!"seru Chaterine dengan nada manja, Leon tersenyum lebar melihat Chaterine kembali lagi untuk nya.


sepertinya mereka harus terbiasa untuk menjadi obat nyamuk di antara mereka berdua nantinya.


"bunny, setelah dari sini temani aku ke suatu tempat ya."ujar Chaterine yang masih bergelayut di lengan Leon.


"kemana?"tanya Leon sambil merapikan rambut Chaterine yang sedikit berantakan.


"eumm... rahasia."jawab Chaterine sambil melepaskan pegangan tangan nya dan berjalan terlebih dahulu.


"bunny ayo cepat!"seru Chaterine yang sudah hampir sampai di kapal, ia menolehkan kepalanya dengan kedua tangan nya yang berada di belakang.


"sayang, tunggu."teriak Leon saat melihat Chaterine yang sudah naik ke atas kapal terlebih dahulu.


Chaterine tersenyum lebar dan melambaikan tangannya,.

__ADS_1


"kenapa meninggalkan ku hmm?"tanya Leon sambil mencubit hidung Chaterine.


"maaf" ujar Chaterine Sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Leon.


Leon memeluk pinggang Chaterine dan menarik nya agar lebih dekat,


cup


Leon mencium bibir Chaterine dengan sekilas,


"ck, kalau mau bermesraan di dalam kamar saja jangan di depan kami!"seru angel dengan kesal.


"dasar pengganggu."ujar Chaterine dengan menjulurkan lidahnya ke arah angel, Leon terkekeh kecil melihat tingkah istrinya.


Chaterine duduk dengan tenang di samping Leon sambil menyenderkan kepalanya di bahu sang suami, sedangkan Leon membahas tentang beberapa bisnis dan juga membahas tentang keberadaan seseorang yang sedang di cari oleh mereka.


"jika kamu mengantuk tidurlah nanti aku akan membangunkan mu jika kita sudah sampai." ujar Leon, tinggal bersama dengan Chaterine membuat nya tahu lebih banyak tentang istrinya dan juga kebiasaan sang istri.


Chaterine mengangguk kan kepalanya dan memejamkan matanya, Leon mengusap kepala Chaterine dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"kebiasaan dari dulu."decak angel saat melihat Chaterine yang sudah tidur begitu saja.


"kapan kalian akan menikah?"tanya Erick, tentu saja dia tahu jika sepupunya itu juga sudah tidak sabar untuk menikahi tunangannya itu.


"secepatnya"jawab Dion sambil melirik ke arah angel. sedangkan angel acuh saja mendengar perkataan mereka.


angel mengernyitkan keningnya saat melihat isi pesan dari kedua sahabatnya dan melihat foto yang mereka kirimkan untuk nya, seperti nya rencananya untuk memberikan pelajaran kepada kedua orang itu harus segera di lakukan.


"apa yang sedang kamu lakukan dari tadi sayang?"tanya Dion, ia mengambil ponsel milik angel dan melihat foto seseorang pria yang baru saja di lihat tunangannya.


"kembali kan."ujar angel, Dion menatap tajam ke arah angel, bisa-bisa nya tunangannya melihat pria lain di depan nya.


"apa kamu masih mencintai nya?"tanya Dion dengan kesal.


"itu bukan urusan mu, urus saja perempuan yang berada di sekitar mu akhir-akhir ini."jawab angel dengan ketus, Dion terdiam mendengar nya.

__ADS_1


"kenapa diam? apa kamu tidak bisa membela dirimu lagi dan jangan harap aku mau menikah dengan mu dalam waktu dekat ini."ujar angel dengan mengejek, sebelum pernikahan sepupunya sudah beberapa kali ia melihat jika Dion terus bersama wanita yang berbeda-beda akhir-akhir ini dan itu membuat nya untuk membatalkan pertunangan mereka.


"aku bisa menjelaskan nya sayang."ujar Dion yang berusaha untuk memegang tangan angel namun di hempaskan oleh angel.


__ADS_2