
Chaterine dan angel kini sudah berada di mansion keluarga banedict, Chaterine sendiri tidak tertarik ikut obrolan dengan keluarga.
ia masih kesal dengan apa yang di katakan oleh Erland sebelum pulang tadi
Samuel yang menyadari bahwa sang adik tidak tertarik dengan obrolan mereka pun, mengernyitkan keningnya sambil menatap wajah Chaterine yang terus menggerutu tak jelas.
"ada apa sayang hmm?." tanya Samuel kepada sang adik, Chaterine yang masih sibuk dengan pikirannya pun tak mendengar perkataan dari sang kakak.
"apa yang sedang kamu pikirkan chaty! apa soal dosen baru itu?." timpal angel, sebelum Chaterine datang ke ruangan dosen baru itu, sikapnya masih baik-baik saja, tapi setelah keluar dari ruangan itu sikap sepupu menjadi aneh.
Samuel yang mendengar perkataan angel pun menautkan kedua alisnya dengan menatap Chaterine penuh selidik, sedangkan Chaterine mendengus kesal karena mendengar perkataan angel.
bagaimana tidak kesal kepada dosen baru itu, ia seenaknya sendiri dan meminta nya untuk menjadi asisten mengajar nya, ya walau sementara Chaterine pun juga tidak mau.
justru Chaterine ingin secepatnya menjauh dari Erland kalau bisa.
flashback on
setelah selesai bercengkrama dengan teman-teman nya, Chaterine segera pergi ke ruangan Erland yang sudah menunggu kedatangan nya.
__ADS_1
setelah sampai di depan pintu ruangan Erland, Chaterine mengetuk pintu nya. setelah mendapatkan izin dari seseorang yang berada di dalam, Chaterine segera masuk dan duduk setelah di persilahkan duduk oleh Erland.
"ada yang bisa saya bantu pak?." tanya Chaterine sopan dan tersenyum palsu, sedang kan Erland menatap nya sebentar dan kembali fokus pada buku materi pelajaran.
"saya ingin kamu menjadi asisten mengajar saya untuk sementara waktu, Chaterine."ujar Erland to the poin. sedangkan Chaterine mendengus kesal. "saya juga sudah membicarakan tentang ini kepada para dosen lainnya, mereka semua setuju untuk itu!." ujar Erland saat melihat Chaterine yang ingin berbicara.
"maaf pak, saya tidak bisa menjadi asisten mengajar anda." jawab Chaterine dengan cepat. "saya sedang mengerjakan tesis saya yang sebentar lagi akan lulus."
"kamu tidak bisa menolak nya Chaterine, atau kamu akan dapat nilai D saat ulangan saya!." gertak Erland yang tidak ingin mendengar Chaterine menolak permintaan nya.
di satu sisi dengan cara seperti ini, Erland bisa dekat dengan Chaterine walau hanya bisa sebentar saja. sedangkan Chaterine mendengus kesal.
"saya punya hak untuk menolak nya pak, bahkan anda tidak meminta persetujuan dari saya sebelum melakukan ini." ujar Chaterine dengan menahan amarahnya agar tak meledak. "jika tidak ada hal yang lainnya, saya permisi." pamit Chaterine yang tengah kesal, ia pergi tanpa menunggu persetujuan dari dosen nya.
"ada apa sayang?." tanya Samuel kembali.
"Chaterine di minta menjadi asisten mengajar dosen baru itu kak! tapi Chaterine tidak mau." ujar Chaterine sambil memanyunkan bibirnya, sedangkan Leon menahan tawanya agar tidak tertawa melihat ekspresi wajah Chaterine, begitu pun dengan para sahabat nya.
"kamu tinggal menolak nya sayang?." jawab Samuel dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut.
__ADS_1
"sudah kak! tapi yah dosen itu keras kepala.
dia bahkan mengatakan jika Chaterine tidak berhak menolak nya." ujar Chaterine dengan memasang wajah sendu.
"yah dia mengatakan seperti itu karena dia menyukai mu Chaterine! apa kamu tidak lihat saat dia sedang berpidato di atas podium tadi, bahkan pandangan nya tidak lepas dari kamu?." timpal angel dengan santai, sedangkan Chaterine yang mendengar perkataan angel melotot ke arah nya. angel hanya bisa tersenyum kikuk melihat ke arah Chaterine.
Samuel yang mendengar perkataan dari angel pun tidak suka jika ada yang mendekati adik nya dengan cara seperti ini, angel yang lupa jika di samping Chaterine ada singa yang siap marah pun hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"mau kakak bantu sayang!." tanya Samuel, yang memeluk tubuh Chaterine dengan erat, ia merasa sedih jika melihat sang adik tidak tersenyum.
"tidak ahh, yang ada nanti teman-teman yang lain pada tahu jika Chaterine adik kakak." tolak Chaterine dengan cepat.
"tenang sayang, kakak akan membicarakan tentang ini kepada petinggi di kampus kamu. jika dia menolak nya, maka para dosen pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. termasuk dosen baru itu?." ujar Samuel tanpa sepengetahuan dari Chaterine, sebenarnya sang kakak sudah memberitahu kepada petinggi di universitas tentang identitas adik nya. dan meminta nya agar tidak di bocor kan.
"benarkah" jawab Chaterine dengan cepat, sedangkan Samuel mengangguk kan kepala nya, dan tersenyum kecil.mata Chaterine berbinar-binar dan mengangguk kan kepala cepat.
"tapi kenapa kamu tidak mau menjadi asisten mengajar nya hmm" tanya Samuel yang ingin tahu kenapa Chaterine menolak tawaran itu.
"karena dia Erland kak, Chaterine tidak mau dekat dengan nya, bahkan Chaterine juga tidak mengambil mata pelajaran." ujar Chaterine jujur, sedangkan Samuel menjadi kesal setelah tahu siapa dosen baru yang berada di universitas sang adik.
__ADS_1
angel dengan yang lainnya bingung dengan apa yang di katakan oleh Chaterine, kecuali keluarga nya yang sudah mengetahui siapa itu Erland.
"tenang sayang, kakak akan membantu mu! kakak juga bisa mengirim nya untuk mengajar di Afrika sekarang juga." ujar Samuel dengan tenang. dia tidak ingin jika sang adik mengetahui bahwa dia sedang kesal.