ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 172


__ADS_3

"maaf sayang aku hanya bercanda saja."ujar Dion dan jangan sampai ia tidur di luar malam ini.


Samuel menatap wajah adik ipar nya yang tengah memikirkan sesuatu, tentu saja dia tahu tentang apa yang sedang di pikir kan oleh Leon.


Leon kembali masuk ke dalam kamar nya dan melihat jika sang istri tengah berdiri di balkon, entah apa yang sedang di pikirkan oleh istri nya saat ini.


"sayang"panggil Leon, Chaterine yang mendengar nya menolehkan kepalanya dan segera menghampiri suaminya yang sedang berdiri tidak jauh dari nya.


"jangan terlalu lama berdiri di luar, nanti kamu bisa sakit."


"iya bunny...."


Leon menarik pinggang Chaterine agar lebih dekat dengan nya, dengan satu tangan yang mengusap bibir Chaterine.


cup


Leon mencium bibir Chaterine lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi ******* kecil, Chaterine membuka bibirnya nya dan membiarkan Leon menelusuri nya.


Chaterine berjalan mundur dengan perlahan, Leon merebahkan tubuh Chaterine dengan perlahan saat mereka sudah berada di tepi ranjang mereka.


entah sejak kapan mereka sudah sama-sama polos, pakaian mereka sudah tergeletak di lantai sana sini, Leon memberikan kecupan di setiap tubuh Chaterine dan mungkin ini adalah terakhir kalinya mereka melakukan nya.


dengan pelan-pelan Leon melakukan penyatuan dan menggerakkan pinggulnya dengan ritme yang pelan tetapi lama kelamaan gerakan itu semakin cepat dan seluruh ruangan di penuhi dengan suara ******* yang keluar dari mulut mereka berdua, entah sudah berapa lama mereka melakukan nya tetapi seperti biasanya Leon selalu enggan untuk menyudahi kegiatan panas mereka.


Leon yang melihat wajah sang istri yang sudah kelelahan menyudahi kegiatan panas mereka, Leon mencium bibir Chaterine dengan lembut.


"terima kasih sayang,."ujar nya sebelum merebahkan tubuhnya di samping Chaterine, dan memeluknya dengan erat. sedangkan Chaterine sudah tertidur pulas entah karena kelelahan atau apa ia juga tidak tahu.


"aku tidak bisa jika harus kehilangan mu sayang"gumam leon dengan memperhatikan wajah Chaterine yang sedang tertidur


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


setiap hari Chaterine selalu menghabiskan waktu nya untuk bersama dengan Leon, entah pergi ke pantai atau pun hanya sekedar jalan-jalan saja.


setiap Axel yang mengetahui jika ada seseorang yang sedang mengincar nyawa putri nya dengan cepat ia mengirimkan pengganti untuk nya dan entah sudah berapa banyak tetapi tetap saja tidak ada yang berhasil menghentikan orang-orang itu.


dan tiba pada waktunya, entah sengaja atau tidak semua anggota black wolf maupun Kings tengah di sibukkan dengan beberapa mafia yang lainnya yang tengah mengincar mereka saat ini. begitu juga dengan anggota sang kakak maupun keluarga nya yang lainnya lebih sibuk dari yang lainnya karena tiba-tiba saja ada penyerangan.


Axel dan keluarga yang lainnya sebenarnya sudah curiga tetapi mereka semua tidak memiliki bukti yang kuat, seperti saat ini kini mereka tengah asyik bersenang-senang menikmati liburan mereka. tanpa mereka sadari tempat itu sudah di blokir oleh seseorang.


"sesuatu yang terjadi akan tetap terjadi."gumam Chaterine dengan pelan, ia ingin melihat wajah keluarga nya untuk terakhir kalinya, Axel yang melihat Chaterine beberapa kali menghapus air matanya menjadi heran.


saat mereka lengah tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan suara tembakan dan beruntung nya tembakan itu mengenai siapa pun.


Leon mendekat kan dirinya kepada Chaterine dan menyembunyikan Chaterine di belakang tubuh nya.


"pergi, kami tidak menggangu mu untuk apa kamu mengganggu kami?"


"aku datang untuk putri kecil mu, karena dia adalah ancaman terbesar bagiku."ujar nya sambil melirik ke arah Chaterine.


"putri ku tidak pernah membuat masalah dengan mu."


"itu benar tetapi salahkan saja kepada takdir nya yang harus menjadi pewaris sah keluarga Xia."


"putri ku tidak menginginkan itu semua."


"walaupun putri mu tidak menginginkan nya, lalu bagaimana dengan para tetua jika mereka mengetahui tentang identitas putri mu."


"sepertinya kamu harus kembali kehilangan salah satu anggota keluarga yang berarti untuk mu lagi."


tanpa di duga Chaterine menembak ke arah pria itu tetapi sayang nya ada seseorang yang menghalangi tembakan itu untuk pria itu.

__ADS_1


"gadis kecil kamu sungguh berani sikap mu yang seperti inilah mengingat kan ku kepada teman lama ku terutama pada mata dan tatapan mu, aku sempat meragukan mu jika kamu adalah putri dari orang tua mu yang sekarang."


"aku memang putri nya dan di besarkan dengan kasih sayang nya."


"haha... apa kamu sedang bercanda gadis kecil?"


"tidak, seharusnya kamu tahu siapa yang melatih ku bela diri selama ini. dialah papa ku, papa Vincent dan sekarang ini dia juga sedang berada di samping ku."


"haha... sungguh keponakan yang berbakti. walaupun dia bersama dengan mu dia tidak akan bisa mencegah kematian mu."


"seharusnya kamu tahu tentang takdir ku bukan, apa perlu aku yang memberi tahu mu semua tentang ku."


"haha.... kamu hanya seorang gadis kecil yang kebetulan di latih bela diri dengan orang yang sudah tiada, apa lagi memang nya?"ujar pria itu seraya mengejek, Chaterine tersenyum sinis mendengar nya.


"bagaimana mungkin orang yang berulang kali terlahir kembali bisa mati begitu saja, bahkan aku hampir mati di tangan anak buah mu saat itu tetapi lihatlah aku tetap hidup sampai sekarang."jawab Chaterine dengan tersenyum Devils, pria itu yang mendengar perkataan dari Chaterine menjadi tidak senang.


"apa kamu lupa dengan kejadian yang menimpa ku waktu itu?"


"gadis kecil waktu itu memang aku gagal untuk membunuh mu tetapi tidak untuk sekarang karena aku datang secara langsung di hadapan mu untuk menjadi malaikat maut mu."jawab pria itu yang masih berusaha tetap tenang, Chaterine yang mendengar nya tertawa terbahak-bahak.


"haha...... tapi sayang nya aku yang akan menjadi malaikat maut mu."


"kamu benar-benar tidak takut mati rupanya."


"aku sudah katakan seseorang seperti ku tidak akan takut mati, apa lagi untuk yang kesekian kalinya."


"gadis kecil jangan salahkan aku jika kamu harus mati, jika kamu bukanlah pewaris sah keluarga Xia mungkin aku akan menjadikan mu istri ku."ujar pria itu, Leon yang mendengar nya menjadi sangat marah.


"aku tidak tertarik dengan pria tua seperti mu yang bahkan usia nya lebih tua dari usianya uncle ku."jawab Chaterine, angel yang mendengar tidak percaya jika di lihat dari segi penampilan nya pria yang berada di depan nya setidaknya usianya sama dengan kakak sepupu nya.


"mulut mu sangat manis cantik."ujar pria itu dan memberikan kode kepada anak buah nya untuk mengepung keluarga yang sudah ia incar selama ini.


dor dor dor dor dor


mereka sama-sama melesat kan tembakan ke arah lawan, jumlah lawan yang lebih banyak dari mereka membuat mereka semua kewalahan dan entah mengapa tubuh mereka terasa lemas seiring nya waktu.


Chaterine yang menyadari nya menatap tajam ke arah lawan nya, karena jumlah lawan tiga kali lipat dari mereka membuat mereka semua mengalami luka-luka tembakan yang tidak begitu fatal.

__ADS_1


"sungguh menyenangkan melihat kalian semua tidak berdaya seperti ini."ujar pria itu seraya mengejek ke arah Chaterine, gadis kecil yang terlalu berani kepada nya dan sekarang ini sedang terduduk akibat terluka.


__ADS_2