ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 102


__ADS_3

pagi-pagi sekali di kediaman keluarga banedict sudah menjadi ricuh akibat Chaterine yang pergi tanpa pamit kepada mereka semua, bahkan para penjaga menjadi amukan Samuel dan adik-adiknya.


mereka sudah mencari informasi tentang penerbangan atas Chaterine maupun florist tapi tidak ada hasil nya sama sekali.


"kalian benar-benar tidak berguna, menjaga rumah saja kalian tidak bisa."bentak Samuel sambil memukuli mereka, jika bukan karena kelalaian mereka,pasti adiknya masih di rumah saat ini.


Samuel mengacak-acak rambutnya dengan kasar, ia tidak sangka jika sang adik akan tetap nekad pergi tanpa izin dari mereka.


"jika sampai kakak menemukan keberadaan mu, kakak akan langsung menikah kan mu dengan Leon. lihat saja nanti," gumam Samuel pelan saking kesalnya dengan sang adik, ia kembali masuk ke dalam rumah dan melihat ke sekeliling ruangan dan berharap jika sang adik meninggalkan sebuah pesan untuk nya.


"lihat sekarang apa yang sudah kamu lakukan kepada nya Axel, kamu menyakiti perasaan nya dan membuatnya pergi dari kita tanpa izin." ujar mommy Jovinka dengan kesal, jika saja suami nya mengizinkan putri mereka pergi pasti tidak akan seperti ini.


"aku tidak tahu jika putri kita akan senekat ini sayang!"


bukan hanya keluarga nya yang pusing dengan kepergian Chaterine, Leon sama hal nya, ia bahkan sudah memerintahkan semua anak buah nya untuk mencari keberadaan Chaterine di luar negeri.


sedangkan yang sedang mereka cari kini justru tengah berkutat dengan banyak nya berkas-berkas di atas meja nya, bahkan ia lupa jika sekarang ini keluarga nya sudah mencarinya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


enam bulan kemudian


setelah kepergian Chaterine, Leon lebih banyak marah kepada semua bawahan nya dan tentu saja perubahan sikap Leon juga di rasakan oleh sahabat-sahabat nya saat ini.


"aku tidak sangka jika kakak ipar akan senekat ini orang nya, sepertinya setelah dia kembali aku akan menyewa mata-mata untuk kakak ipar."ujar Juno, sudah enam bulan mereka mencari nya tapi tidak mendapatkan hasil nya sama sekali.


"aku akan menyiapkan sangkar untuk nya."gerutu Hans, dia di buat pusing lantaran Chaterine pergi. dan bahkan mereka juga terkena amukannya Leon akhir-akhir ini.


"ide bagus, satu orang yang kabur tapi kita semua sudah di buat pusing oleh nya." timpal David, ia setuju terhadap rencana sahabat-sahabat nya saat ini, bahkan mereka sampai tidak bisa tidur nyenyak enam bulan ini.


setelah sampai di depan ruangan Leon, mereka menghentikan obrolan mereka jangan sampai Leon mendengar perkataan dari mereka atau mereka akan terkena amukan dari singa gila itu.


"Leon, ayo makan siang bersama." ujar Hans, saat ingin menjawabnya Leon mengurungkan niatnya saat melihat anak buah nya menelepon nya.

__ADS_1


"tuan, saya melihat nona Chaterine yang baru saja keluar dari bandara!" seru orang di sebrang telepon setelah di angkat oleh Leon, Leon yang mendengar nya tersenyum smirik.


"ikuti kemanapun dia pergi."jawab Leon segera bangkit berjalan keluar, tidak lupa ia juga mematikan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya lagi.


"mau kemana?" tanya Alvin dan segera mencegah kepergian Leon, tentu saja ia tidak ingin melihat Leon bertindak di luar kendali.


"menjemput calon istri ku." jawab Leon dengan datar, Alvin tidak lagi melarang nya dan membiarkan Leon pergi.


"apa mungkin dia sudah kembali?"tanya Hans yang masih melihat ke arah Leon yang sudah berjalan jauh dari mereka.


"jika Leon berbicara seperti tadi, tidak perlu di ragukan lagi,pasti sudah kembali." jawab Alvin dan meninggalkan ruangan Leon, kali ini mereka bernafas lega karena Chaterine sudah kembali.


di sisi lain Chaterine yang baru kembali segera mencari taksi dan setelah mendapatkan nya Chaterine segera pergi ke sebuah toko kue kesukaan sang mommy.


setelah sampai Chaterine segera memesan beberapa kue untuk keluarga nya dan tanpa ia sadari jika saat ini Leon sudah berada di depan toko kue tersebut dan telah memindahkan koper Chaterine kedalam mobil nya dengan bantuan bodyguard nya.


Leon menunggu di samping pintu keluar toko sambil bersedekap tangan nya, ia tidak peduli dengan tatapan para pengunjung lainnya, dengan setia ia menunggu cute keluar.


"hai sayang."sapa Leon dan membuat Chaterine terkejut, Leon yang melihat nya tersenyum miring dan menarik pergelangan tangan tunangannya yang dia rindukan.


"kenapa kamu bisa ada di sini?"tanya Chaterine yang masih terkejut dengan kedatangan Leon yang ada di depannya.


"tentu saja untuk membawa mu kembali."jawab Leon dan membawa Chaterine masuk ke dalam mobil, di dalam mobil Chaterine hanya bisa memalingkan wajahnya saat di tatap oleh Leon.

__ADS_1


__ADS_2