ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 95


__ADS_3

angel yang melihat Chaterine berlari keluar langsung mengikuti nya dari belakang, dan ternyata dia sudah di dahului oleh Leon.


Leon menahan kepergian Chaterine dengan memegang kedua tangan nya, ia tahu jika saat ini tunangannya butuh ketenangan tapi ia tidak mungkin membiarkan nya pergi dalam keadaan yang seperti ini.


"lepas!" seru Chaterine, ia mencoba meredam emosi nya agar tidak melukai orang-orang yang berada di dekatnya.


"mau kemana hmm?" tanya Leon Dengan memegang sangat erat tangan Chaterine, sedangkan angel sudah berada di samping nya.


"pergi." Chaterine menjawab nya dengan ketus dan tanpa melihat ke arah Leon,


Leon yang mendapatkan jawaban ketus dari Chaterine terkekeh kecil, ia hanya merasa lucu jika Chaterine sedang marah seperti ini.


"ayo masuk!" seru angel, tentu saja ia tidak akan membiarkan sepupunya pergi dalam keadaan kacau seperti ini.


angel mengurungkan niatnya untuk bertanya saat melihat jam tangan milik Chaterine yang tiba-tiba menyala dan mengeluarkan suara yang aneh menurut nya, sedangkan Chaterine menjadi gelisah saat mengetahui jam tangan nya berbunyi.


"lepas, aku ingin masuk kedalam rumah."ujar Chaterine, tidak mungkin bagi nya untuk mengangkat panggilan darurat dari anak buah nya di luar rumah nya.


Leon yang mendengar nya tersenyum kecil, ia kemudian masuk kembali ke dalam rumah tanpa melepaskan pegangan tangan nya. setelah di dalam rumah, suasana menjadi hening.

__ADS_1


"apa sudah bisa melepaskan tangan ku?" tanya Chaterine, ia benar-benar harus mencari tahu tentang panggilan darurat dari anak buah nya sekarang ini.


setelah Leon melepaskan nya, Chaterine segera berjalan menuju ruang tamu yang sekarang ini semua keluarga sedang berada di sana.


Chaterine menghela nafas panjang, ia tahu jika perkataan nya tadi melukai perasaan sang Dady. tapi sungguh ia tidak bermaksud seperti itu.


Chaterine mengambil salah satu buku yang ada di sana dan menekan tombol merah yang bersembunyi di balik buku tersebut, semua orang yang melihatnya tentu saja akan terkejut tapi mereka memilih diam dan terus memperhatikan gerakan tangan Chaterine.


Chaterine sendiri tidak peduli lagi tentang itu, ia sudah memberitahu keluarga nya dan ia rasa tidak perlu ada yang di tutupi lagi oleh nya.


setelah menekan tombol kecil tersebut, tiba-tiba saja ada handphone dan laptop yang muncul dan itu sukses membuat mereka semakin terkejut lagi. kedua itu menghubungkan langsung dengan anggota nya yang lain.


"hmm, apa terjadi sesuatu?" tanya Chaterine dengan dingin,


"nona, anggota kita yang berada di negara A sedang di serang oleh beberapa orang asing, dan banyak dari anggota kita yang terluka parah. sedangkan sisa nya saya suruh mereka untuk sembunyi dari kejaran mereka, sambil menunggu bantuan."


"jemput aku sekarang! aku ingin melihat siapa yang sudah berani mengusik ketenangan ku di sini."


"baik nona saya akan segera datang ke tempat anda sekarang."

__ADS_1


"oh aku lupa, ingat retas semua cctv nya, jangan sampai ada musuh yang mengetahui tempat tinggal ku sekarang ini." jawab Chaterine penuh penekanan, sedangkan orang itu menjadi takut saat nona nya menatap tajam ke arah nya.


"baik nona, saya mengerti" Chaterine segera mematikan panggilan nya dan segera berlari menuju ke kamar nya, ia harus segera bersiap untuk berangkat menuju markas nya.


setelah kepergian Chaterine, Axel mengatakan sesuatu kepada anak-anaknya yang lainnya untuk mencari tahu tentang identitas diri Chaterine yang selama ini tinggal bersama dengan kakek nya.


"Samuel, cari tahu semua tentang Chaterine saat tinggal bersama dengan kakek kalian." ujar Axel, ia harus mencari tahu kembali tentang kehidupan putri nya selama ini.


"Dady, tenang saja.aku sudah memerintahkan anak buah ku untuk menyelidiki kembali."


mereka semua kembali terdiam saat melihat kedatangan Chaterine yang seperti nya sedang terburu-buru, bahkan mereka memandang Chaterine dari atas sampai bawah karena tampilan Chaterine yang lebih jauh berbeda dari biasanya.


"maaf tuan ada tamu" ujar Kim, dan membuyarkan lamunan mereka, kini tatapan mata mereka tertuju pada seseorang yang baru datang dan pria itu berjalan lurus dan berhenti saat sudah berada di samping nona nya.


"nona"sapa orang itu dengan membungkukkan badan, bahkan ia tidak berani menatap wajah Chaterine saat ini.


"hmm, apa kamu sudah menyiapkan semua yang aku minta?"tanya Chaterine dengan ekspresi datar dan dingin,


"su- sudah nona, semua pesanan anda sudah saya bawa."jawab orang itu dengan sopan dan ketakutan, karena saat ini Chaterine sedang tidak memakai topeng atau pun masker untuk menutupi wajahnya.

__ADS_1


Chaterine segera bangkit dan mengambil topi maupun masker yang sudah ia siapkan tahi, ia memakai nya di depan kedua orang tuanya dan berjalan keluar sambil di ikuti anak buahnya dari belakang


__ADS_2