ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 144


__ADS_3

Alvin meninggalkan mereka berdua sambil menutup pintu kamar mereka dengan sangat pelan agar tidak ada yang mengetahui nya


"sepertinya aku harus menghukum mu sayang."kata Leon tersenyum smirik, kemudian ia menggendong Chaterine ke tempat tidur mereka.


setelah mendudukkan Chaterine di ranjang, dengan cepat Leon segera menindih tubuh Chaterine yang kecil itu. Leon menggelitik nya hingga membuat Chaterine tertawa terbahak-bahak.


"hentikan Leon."ujar Chaterine di sela tawa nya, leon tidak mengindahkan perkataan dari sang istri dan masih menggelitik nya. Chaterine terus tertawa sambil menggerakkan tubuh nya.


"panggil apa tadi hmm?"tanya Leon yang masih menggelitik nya.


"hentikan bunny, aku mohon."pinta Chaterine dan barulah Leon menghentikan nya, Leon membenarkan posisi duduk nya.


"besok temani aku menjemput angel ya!" seru Chaterine sambil memeluk Leon dari belakang, sedangkan sang empu nya tersenyum lebar melihat tingkah Chaterine.


"iya sayang, ayo tidur sayang."ujar Leon dan merebahkan tubuhnya sambil menarik tangan Chaterine sehingga menimpa nya.


"tapi aku belum mengantuk bunny."ujar Chaterine di pelukan Leon, Leon yang mendengar nya mengembalikan posisi mereka saat ini dan sekarang giliran Chaterine yang berada dibawah Kungkungan Leon.


"baiklah sayang, aku akan membuat mu tidur cepat malam ini."bisik Leon dan membuat Chaterine menelan Saliva nya dengan susah payah, tentu saja dia tahu apa yang di katakan oleh Leon saat ini.


habislah dia malam ini, yang kemarin saja masih membuatnya merasa nyeri apalagi jika dia harus melakukan nya lagi malam ini.


"bu-bunny aku akan tidur sekarang juga."ujar Chaterine sambil mendorong tubuh Leon dengan perlahan.


"sudah terlambat sayang."timpal Leon, dan melakukan kembali aktifitas panas mereka, Leon mulai mencium bibir Chaterine dengan rakus dan beralih pada lehernya dan meninggalkan jejak kepemilikan.


akhirnya Chaterine hanya bisa pasrah dengan kemauan Leon, entah sudah berapa lama mereka melakukan kegiatan panas mereka tapi masih enggan untuk menyudahi permainan mereka.


di dalam kamar di penuhi dengan suara de*sa*Han mereka berdua, Leon memeluk erat tubuh Chaterine sebelum dia membaringkan tubuhnya di samping nya.

__ADS_1


"maaf sayang, aku selalu tidak bisa mengontrolnya."ujar Leon dengan lembut sambil mengusap keringat di wajah Chaterine.


"tidurlah sayang, terima kasih untuk malam ini. aku sangat mencintaimu istri kecil ku yang jahil."timpalnya, Chaterine terkekeh kecil mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Leon.


Chaterine lalu mendekatkan wajahnya dari Leon, dan kembali menggigit telinga sang suami. sepertinya Leon harus terbiasa dengan perlakuan yang berbeda dari istrinya itu.


lagi-lagi Leon meringis merasakan sakit, tetapi ia juga tidak bisa marah terhadap sang istri dan terlebih lagi jika sang istri sedang memasang wajah imut nya.


"bunny"panggil Chaterine yang berada di pelukan Leon sambil membuat lingkaran-lingkaran kecil di dada bidang Leon.


"ada apa sayang?" tanya Leon yang sudah memejamkan matanya.


"jika suatu saat nanti aku menghilang dalam waktu yang lama apa kamu akan menikah kembali?"tanya Chaterine dengan lirih, Leon yang mendengar nya langsung membuka matanya lebar-lebar. bisa-bisanya istrinya berpikiran sejauh ini.


"tentu saja aku akan menikah kembali, aku tidak mungkin menunggumu kembali. jika saja kamu benar-benar pergi mungkin setelah satu bulan kamu menghilang aku akan segera menikah lagi karena aku tidak bisa hidup sendirian"jawab Leon yang bercanda, jawaban yang di berikan oleh Leon membuat Chaterine bersedih dan terlihat murung. Chaterine membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Leon.


Leon yang melihat perubahan ekspresi wajah Chaterine sedikit bingung, dia hanya bercanda saja dan tidak mungkin bagi nya untuk menikah kembali.


tetapi itulah yang sedang di pikirkan Chaterine saat ini adalah jawaban dari Leon dan menganggap jawaban itu serius. tanpa sengaja jawaban dari leon membuat perasaan Chaterine hancur, walau bagi nya bercanda tapi tidak dengan Chaterine.


Leon memeluk tubuh Chaterine dari belakang sedangkan Chaterine tidak memberikan respon terhadap nya, Chaterine berpura-pura tidur.


"sayang, kenapa kamu bertanya seperti itu hmm?" tanya Leon tetapi tak juga mendapatkan balasan. ia memilih untuk melihat Chaterine yang ternyata sedang tidur, Leon tersenyum kecil dan mencium kening Chaterine dengan lama.


pagi harinya Chaterine terbangun terlebih dahulu dan segera membersihkan tubuhnya, setelah selesai ia segera turun ke bawah.


semua pelayan sangat bingung dengan perubahan sikap Chaterine pagi ini.


Alvin yang tidak sengaja melihat Chaterine turun dengan wajah murung menjadi heran dan penasaran, apa yang membuat Chaterine seperti itu.

__ADS_1


selama memasak Chaterine tidak banyak berbicara dan tetap diam membuat para pelayan takut terhadap nya.


"ada apa dengan nona pagi ini?"batin salah satu pelayan dari mereka.


setelah selesai memasak Chaterine keluar dan ingin pergi keluar rumah untuk mencari udara segar.


"pagi Chaterine,"sapa Alvin yang duduk di sofa ruang tamu, Chaterine menoleh sebentar dan membalas sapaan dari Alvin.


"pagi kak Alvin." sapa Chaterine kembali dan memilih untuk pergi, Chaterine berjalan kaki dan entah mau kemana tapi pagi ini perasaannya benar-benar sangat kacau.


"Vin dimana Chaterine?"tanya Leon setelah Chaterine pergi, Alvin yang mendengar nya mengernyitkan keningnya. apa mungkin mereka berdua sedang berselisih paham.


"dia sedang keluar, mungkin sedang olah raga pagi."jawab Alvin sambil membaca koran pagi nya dan menikmati secangkir kopi.


"apa kalian sedang bertengkar?"tanya Alvin penuh selidik, Leon yang mendengar terkejut dan menatap tajam ke arah Alvin.


"sembarangan, kami tidak bertengkar!"seru Leon


"lalu kenapa Chaterine pagi ini terlihat murung jika kalian sedang tidak berantem?"tanya Alvin yang semakin penasaran dengan perubahan sikap Chaterine pagi ini.


"entahlah,"jawab Leon yang masih belum sadar jika perkataan nya tadi malam benar-benar membuat perasaan Chaterine hancur berkeping keping.


"apa kamu yakin Leon, coba kamu ingat-ingat dulu."tanya Alvin dengan memastikan, Leon yang baru mengingat nya segera berdiri.


tidak mungkin bukan jika istrinya menganggap jawaban nya tadi malam adalah serius.


Leon merutuki kebodohan nya dan segera pergi mencari keberadaan Chaterine dan meninggalkan Alvin begitu saja, jika benar yang membuat Chaterine berubah adalah jawaban nya tadi malam maka dia benar-benar bersalah kepada Chaterine karena sudah melukai perasaan Nya saat ini.


sedangkan Chaterine terus berjalan hingga dia berhenti di sebuah taman yang indah dan cukup ramai orang yang berlalu-lalang.

__ADS_1


Chaterine tersenyum kecil saat melihat anak-anak kecil yang sedang bermain sambil tertawa dengan keluarga nya masing-masing, mengingat kan nya kembali akan masa kecil nya yang justru ia habiskan waktu nya untuk belajar dan belajar.


__ADS_2