
"Nile, apa kamu sendiri di sini?"tanya Chaterine dengan bergelayut manja, Leon mengepalkan kedua tangannya melihat kemesraan mereka berdua.
"iya,"
"hmm Chaterine, bukankah ada yang ingin kamu katakan, siapa dia?."tanya Angel, ia melirik ke arah Leon dan pastinya Leon tidak akan bertanya.
"oh, dia Nicholas tapi aku selalu memanggil nya Nile karena itu nama dia yang sebenarnya."jawab Chaterine dengan menggandeng lengan Nile.
"seorang dokter?" tanya Erick karena ia pernah melihat Nile sebelum nya di rumah sakit.
"iya, Nile seorang dokter dan dia dokter pribadi ku."jawab Chaterine dengan tersenyum lebar.
"eh tapi kak Erick tahu dari mana?" tanya Chaterine dengan memiringkan kepalanya untuk melihat ke arah Erick.
"pernah melihat nya di rumah sakit."jawab Erick dengan cuek, Chaterine menganggukkan kepalanya.
"terima kasih"ujar Chaterine saat Nile menarikan kursi untuk nya, sedangkan Leon duduk di samping kanan Chaterine, sedangkan Nile di sebelah kiri.
Nile memanggil pelayan restoran, dan memilihkan makanan yang akan di makan oleh Chaterine.
Nile memesankan beberapa makan kesukaan Chaterine, sedangkan memutar kotak tissue yang berada di sana.
"jangan melakukan nya lagi, ini milik orang nanti bisa berantakan."ujar Nile sambil menjauhkan kotak tissue dan memberikan ponsel milik nya kepada Chaterine.
"kodenya?"tanya Chaterine.
"masih seperti dulu, masih ingat kan." jawab Nile, sedangkan Chaterine mengangguk kan kepala.
"Nile, ayo ambil foto dengan ku!"seru Chaterine sambil menarik dasi Nile agar lebih dekat dengan nya, Nile melingkarkan salah satu tangan nya d bawah leher Chaterine dan menaruh kepalanya di bahu Chaterine.
"nanti kirim ke aku ya."ujar Chaterine dengan tersenyum lebar, Nile mengganti wallpaper handphone nya dengan foto yang baru saja di ambil.
"Nile"
"hmm, apa kamu tidak bisa berhenti berbicara hmm? dari tadi bicara terus apa tidak lelah?" tanya Nile dengan mencubit hidung Chaterine.
__ADS_1
"eumm tidak lelah sama sekali.?"jawab Chaterine.
"kalian terlalu dekat!"seru angel dengan menatap tajam ke arah Chaterine.
"aku bersama Nile memang sudah dekat dari dulu. kenapa?"
"jika orang lain yang melihatnya itu hanya akan menimbulkan masalah dan juga kesalahpahaman. apalagi kamu sudah memiliki seorang suami tidak bisakah kamu menjaga perilaku mu yang seperti menggoda pria lain."
"kenapa kak david berkata seperti itu?"tanya Chaterine yang tiba-tiba berubah sedih dan menundukkan kepalanya, Nile yang melihat perubahan ekspresi wajah Chaterine menjadi muram. ia paling tidak suka melihat seseorang melukai perasaan Chaterine dari kecil. Leon menatap tajam ke arah David.
"jika kalian tidak suka melihat kedekatan antara kami maka pergilah, sebelum kalian mengenal nya aku yang lebih dulu menjaga dan mengenal nya. jangan pernah berkata seperti itu lagi di depan ku, atau kalian akan tahu konsekuensinya."ujar Nile dengan dingin, angel yang mendengar suara pria di samping Chaterine tiba-tiba berubah sekarang dia tahu jika pria itu tidak suka ada yang menyakiti nya.
"kalian baru mengenalnya beberapa bulan saja tapi kalian sudah berani melukai perasaan nya, sepertinya kalian memang harus di berikan pelajaran."ujar seseorang yang baru saja datang, dan menarik tangan Chaterine untuk segera memeluknya.
"jangan dengarkan perkataan nya princess, tetaplah menjadi diri mu sendiri."timpal nya.
"kenapa kalian juga ada disini?"tanya Chaterine, memang benar perkataan dari David membuat nya terluka.
"tentu saja kami datang untuk menemui adik kesayangan kami."jawab Marcell sambil mencolek hidung Chaterine.
marvel memberikan isyarat kepada Zico untuk membawa Chaterine pergi sebentar dari sana.
"ayo ikut dengan ku." ujar Zico sambil mengulurkan tangannya, Chaterine menatap bingung ke arah Zico
"memangnya Zico mau ajak aku keman?"tanya Chaterine, Zico yang mendengar Chaterine tanpa embel-embel menjentikkan jari nya sehingga mengenai kencing Chaterine.
"kakak, jika masih manggil nama lagi akan ku pukul kamu pakai sapu."ujar Zico dengan kesal, Chaterine hanya akan memanggil mereka kakak jika hanya ada mau nya saja.
"kak Tevez... Zico menindas ku!"seru Chaterine saat melihat Teves yang baru datang. Teves melihat ke arah kening Chaterine yang terlihat merah.
"kamu apa kabar?" tanya Tevez sambil mengusap kening Chaterine yang merah.
"aku baik."jawab Chaterine dengan tersenyum lebar.
"ayo ikut!"seru Zico
__ADS_1
"mau kemana?"tanya Chaterine dengan kesal.
"beli es krim, kamu mau atau tidak." jawab Zico dan mendapatkan anggukan kepala dari Chaterine. Tevez menggelengkan kepalanya melihat tingkah Chaterine yang tidak pernah berubah sama sekali dari dulu.
"Nile, apa kamu tidak memberikan peringatan kepada mereka jika mereka berani melukai perasaan princess kecil kita."ujar Marcell menatap tajam ke arah David.
"sudahlah Marcell jangan di ungkit lagi" timpal Marvell
"kita yang sudah bersama nya dari kecil tidak pernah membuatnya bersedih tapi mereka yang baru mengenalnya baru beberapa bulan saja sudah berani melukai perasaan nya, jika mereka melakukan nya lagi nasib mereka akan sama seperti Markus dan aku yang akan membuat mereka masuk kedalam rumah sakit."ujar Marcell dengan meninggikan suara nya.
"tenanglah Marcell, jika florist (Chaterine) mendengar perkataan mu dia akan marah dan bersedih, kamu juga tahu bahwa florist (Chaterine) menganggapnya sebagai kakak nya juga."timpal Nicky yang sedari tadi diam.
"cukup, kita datang kesini untuk melihat keadaan Chaterine secara langsung, jika dia melihat kita berdebat dengan mereka, sudah pasti Chaterine akan marah kepada kita semua dan ingat lebih baik kita menghindari nya."ujar Carlos dengan tegas dan mencoba mengingatkan kepada mereka.
"Nile, cepat katakan langsung kepada mereka apa yang ingin kita sampaikan kepada suaminya Chaterine."timpalnya
"pergilah dari sini segera mungkin, Markus masih mencari keberadaan Chaterine saat ini. walau kami sudah memberikan nya pelajaran seperti nya ia tidak akan menyerah dan beberapa hari lagi Markus akan ke Manila, kalau bisa hindari negara itu untuk keselamatan kalian."ujar Nile,
"setelah ini kalian akan ke Jerman bukan?"tanya Marvell.
"iya, katanya Chaterine memiliki urusan penting di sana."jawab Leon dengan tersenyum kecil.
"sepertinya kamu juga sudah tahu tentang masa lalu nya Chaterine bersama dengan Markus?"tanya Nicky, di antara mereka yang akan bertindak gegabah adalah Marcell.
"aku sudah tahu itu sebelum hari pernikahan."jawab Leon
"kami mengatakan ini semua karena kami sangat menyayangi Chaterine, dia adalah satu-satunya adik perempuan kami.
kami percaya jika kamu bisa menjaganya tapi hanya satu permintaan kami semua." ujar Nile dan kemudian ia melirik ke arah Marcell yang masih menenangkan pikiran nya.
"apa"
"jangan pernah menyakiti ataupun melukai perasaan nya, mungkin dari luar Chaterine terlihat kuat dan tegar tapi semua itu palsu, Chaterine orang nya sangatlah rapuh dan dia tidak akan membagi perasaannya kepada orang lain. jika dia memiliki masalah dia lebih memilih menyimpan nya sendiri dari pada membuat orang lain kasihan kepada nya. dan perkataan dari teman mu tadi melukai perasaan Nya."jawab Marcell.
"kami memang memanjakan Chaterine saat kami baru mengenal nya hingga sampai sekarang, dia adalah segalanya bagi kami. tolong jaga dia sepenuh hatimu dan jangan pernah kamu sakiti, tapi jika suatu saat kamu tidak mencintainya lagi jangan pernah menyakiti hati nya dan membentak nya ataupun memukuli nya, kembalikan dia kepada orang tua nya jika Chaterine tidak ingin kembali kepada orang tua nya cukup kamu cari kami dan antarkan dia kepada kami." timpal nya, Marcell menghapus air matanya saat membicarakan tentang Chaterine.
__ADS_1