ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 173


__ADS_3

pria itu dan anak buah nya menghampiri Axel dengan yang lainnya tetapi tidak dengan Chaterine, mereka seperti sengaja ingin membuat Chaterine menderita di akhir hidup nya.


bugh


bugh


bugh


mereka memukuli keluarga Chaterine dengan sangat brutal, entah perempuan atau anak kecil tidak bisa lepas dari pukulan mereka. Chaterine yang melihatnya mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.


setelah puas memukuli mereka, pria itu beralih ke arah Chaterine dan membawanya ke arah tepi jurang yang curam dan dalam.


"apa ada keinginan terakhir gadis kecil?"


"tidak akan ku biarkan kamu hidup setelah apa yang sudah kamu lakukan kepada keluarga ku."bentak Chaterine, pria itu yang mendengarnya memukul Chaterine dan menendang nya sampai di hadapan sang Dady.


"it's okay Dady semuanya akan baik-baik, maafkan Chaterine yang selalu membuat Dady pusing dengan tingkah laku Chaterine selama ini. Chaterine akan selalu menyayangi Dady kapan pun itu."ujar Chaterine dengan lirih, Axel yang melihat nya menatap sedih kearah putri nya. dia sudah gagal untuk menjadi seorang ayah untuk yang kedua kalinya.


pria itu menarik rambut Chaterine dengan kuat hingga membuat Chaterine meringis, akibat pengaruh dari obat mereka menjadi tidak berdaya dan tidak bisa menolong Chaterine dari pria itu.


"cepat katakan apakah ada keinginan terakhir sebelum kamu tiada."


"Kane, sambung kan telepon kepada semua anggota black wolf."ujar Chaterine, ia harus menyerahkan tanggung jawab black wolf kepada orang-orang yang dia percayai.


Kane hanya mengikuti kemauan dari nona nya dengan tangan yang begitu lemas ia mencoba untuk menghubungi anggota yang lainnya.


semua anggota black wolf yang mendengar perkataan dari Chaterine sangat lah terpukul dan bersedih dengan apa yang di katakan oleh Chaterine, nona nya memilih untuk mengobarkan dirinya sendiri untuk menyelamatkan nyawa dari keluarga nya. sedangkan anggota black wolf dan Kings yang sudah berada di dekat tempat kejadian terburu-buru untuk segera sampai ke sana.


"apa yang kamu katakan sayang?"teriak Leon yang tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Chaterine. sedangkan Chaterine tersenyum manis ke arah Leon dan sekaligus senyuman terakhir kalinya yang akan mereka lihat.


pria itu sudah tidak tahan lagi dengan apa yang di lihatnya dan segera mendorong tubuh Chaterine yang sudah tidak berdaya ke bawah tapi siapa sangka jika Chaterine juga menarik pria itu hingga membuat mereka berdua terjatuh bersama.


"tuan"


"Chaterine."


teriak mereka semua bersamaan, anak buah pria itu menghampiri tempat terakhir sang tuan tetapi sayang nya tuan nya sudah tidak terlihat, sedangkan anggota black wolf dan Kings yang berhasil menyusul ketempat kejadian walau terlambat, tetapi anggota black wolf tetap mengikuti permintaan terakhir nona nya yang meminta mereka untuk melindungi keluarga nya.pihak lawan berhasil di lumpuh kan dan membawa mereka ke markas black wolf, sedangkan sisa nya membawa anggota keluarga Chaterine ke rumah sakit.

__ADS_1


setelah sampai di rumah sakit mereka semua segera di tangani oleh dokter-dokter spesialis, kedatangan keluarga Axel memicu timbulnya berbagai macam pertanyaan dari pemilik rumah sakit.


bahkan anggota black wolf dan Kings ada yang mengancam mereka untuk tutup mulut agar tidak membocorkan kejadian ini kepada awak media.


satu Minggu sudah berlalu dan mereka semua kini sudah keluar dari dalam rumah sakit, Axel dan keluarga nya masih terpukul dengan kejadian ini dan memilih mengurung diri mereka di dalam kamar, begitu juga dengan Leon yang sejak keluar dari rumah sakit tidak hentinya memeluk baju sang istri.


"kembali lah sayang, aku membutuhkan mu."gumam Leon lirih, Alvin dan teman-temannya yang lainnya tidak tega melihat keadaan Leon yang seperti ini.


"aku tahu ini dari awal, tapi kenapa tetap saja sangat sakit rasanya sayang."timpalnya, angel yang biasa nya paling berisik kini justru duduk termenung di dalam kamar nya.


"apa yang sedang kamu pikirkan angel?"tanya Dady Axel yang baru turun bersama dengan istrinya, ia menepuk pundak angel dengan pelan.


"Chaterine, uncle, bagaimana dengan keadaan nya saat ini."jawab angel dengan lirih entah berapa kali ia menangis saat mengingat sepupunya itu yang jelas air matanya sudah habis tidak tersisa.


"kak."ujar Melvin dengan memeluk tubuh kakak satu-satunya, lihatlah bahkan sang kakak tidak merespon panggilan nya. kepergian Chaterine membuat mereka semua kehilangan separuh nyawa mereka.


"dimana anak-anak apa belum ada yang turun?"tanya Axel yang tidak melihat keberadaan anak-anak nya yang lainnya.


"sepertinya mereka masih butuh waktu sendiri kak."jawab Melvin.


"Chaterine tidak akan menyukainya uncle, Chaterine paling tidak suka melihat orang lain bersedih berlarut larut."timpal Samuel dengan yang lainnya baru turun, mereka memutuskan untuk kembali ke Negera A, dan memulai hari mereka seperti biasa walau tanpa kehadiran adik mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


setelah satu bulan kepergian Chaterine mereka memutuskan untuk kembali ke negara A, mereka kembali berpisah dan tinggal di rumah masing-masing.


seperti biasanya mereka menyibukkan diri mereka sendiri agar tidak terlalu berpikiran tentang Chaterine, sedangkan Leon masih sama mengurung dirinya di dalam kamarnya setelah selesai makan. bahkan akhir-akhir ini dia seperti menjauh dari semua orang, kepergian Chaterine membuat dirinya menyalahkan diri sendiri yang tidak bisa menjaga keselamatan Chaterine.


hari berganti bulan, bulan berganti tahun tidak terasa mereka tanpa Chaterine sudah satu tahun, kehidupan mereka benar-benar berubah setelah kepergian Chaterine terutama pada Leon.mereka mendapatkan kabar bahagia dari angel yang tengah hamil dua bulan dan tentunya mereka semua bahagia mendengarnya tetapi ada kesedihan juga di antara mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


empat tahun kemudian seorang anak laki-laki yang tengah asyik mengganggu sang mommy sedang tertidur pulas, sesekali ia cekikikan saat melihat wajah sang mommy yang penuh dengan coretan tangan nya.


"jika nanti mommy marah aku tidak akan membela mu."ujar anak laki-laki satu nya, mereka berempat hanya bisa melihat keusilan adik mereka pagi ini.


saat melihat sang mommy membuka matanya dengan cepat ia segera melemparkan alat tulisnya ke bawah tempat tidur sang mommy.


"pagi boy..."sapa perempuan itu yang tidak lain adalah Chaterine,


"pagi mommy."sapa nya balik dengan cekikikan, Chaterine yang melihat tingkah laku putra nya satu ini merasa curiga.


"ada apa sayang?"tanya Chaterine dengan lembut dan tidak lupa ia merentangkan kedua tangannya agar putra-putra nya memeluknya.


"mom, kami ingin makan masakan mommy pagi ini, apa boleh?"


"tentu saja boleh sayang, sebentar ya mommy mandi dulu."jawab Chaterine dengan lembut sambil mencium kening satu-satu putranya, saat ingin masuk kedalam kamar mandi Chaterine sempat di kejutkan dengan wajahnya yang penuh dengan coretan, Chaterine sendiri sudah tahu siapa pelakunya.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana mommy harus menghukum mu hmm."ujar Chaterine yang sudah di dekat putranya itu, mereka justru tersangka nya malah tertawa terbahak-bahak.


"haha... ampun mommy."ujar nya yang tengah digelitik, sedangkan ke empat putranya yang lainnya memberikan semangat kepada sang mommy agar tidak melepaskan sang adik begitu saja, setelah puas menggelitik putra nya yang jahil Chaterine segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.


__ADS_2