ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 158


__ADS_3

marvel menepuk pundak Marcell dengan pelan, Marcell sendiri tahu kalau dia sudah kelewatan tadi tapi saat melihat mata Chaterine yang berkaca-kaca sungguh membuat emosinya memuncak sehingga ia tidak berfikiran jernih.


"aku akan menjaganya dan juga melindungi nya dan itu juga sudah menjadi tanggung jawab ku, aku tidak akan pernah melepaskan nya karena aku benar-benar tulus mencintai nya."ujar leon dengan tulus, Nile tersenyum lebar mendengar nya.


"selamat datang di keluarga kami Presdir Leon, ah dan juga maaf dengan perkataan saya yang waktu di pemakaman. kami hanya berpura-pura menjadi pasangan saja sebenarnya dan itu untuk mengetes mu saja."ujar Nile sambil mengulurkan tangannya dan Leon menyambut uluran tangan itu dengan senang hati.


"jika kalian kakak angkatnya Chaterine kenapa dia tidak memanggil kalian dengan sebutan kakak?"tanya Angel dengan penasaran.


"Chaterine pernah memanggil kami dengan sebutan kakak tapi itu jika sedang ada mau nya saja, mungkin juga dia sudah terbiasa memanggil kami tanpa embel-embel kakak." jawab Marvel dengan tertawa kecil.


"Nile......!"panggil Chaterine dengan rengekan


"ada apa?"


"lihat Zico menindas ku lagi." jawab Chaterine sambil memperlihatkan telinga nya yang sangat merah karena di tarik oleh Zico tadi.


"apa yang kamu lakukan Zico?"tanya Marcell dengan panik saat melihat telinga Chaterine benar-benar sangat merah.


"ck, anak itu sudah makan ice krim dan masih ingin memakan makanan yang manis lainnya, jika saja dia nurut aku tidak akan menarik telinga nya itu."jawab Zico dengan santai.


"tapi tidak sampai Semerah ini Zico."bentak Marcell.


"apa masih sakit?"timpal nya, Chaterine mengangguk kan kepala sambil mengusap telinga nya. angel yang melihat mereka yang khawatir dengan keadaan Chaterine tersenyum kecil.


"ayo makan, makanan nya juga sudah sampai."ujar Nile sambil memeluk tubuh Chaterine. dan kini makan pagi bersama dengan tenang dan tanpa obrolan, sesekali Leon menyuapi Chaterine dengan makanan nya.


"oh iya florist, Hayden meminta mu untuk datang ke rumah." ujar Nicky yang baru ingat dengan pesan Hayden sebelum dia pergi ke Paris.


"tapi keluarga kak Hayden tidak menyukai ku, jika aku pergi ke sana itu hanya akan membuat masalah untuk kak Hayden." ujar Chaterine


"apa Hayden peduli dengan itu florist?"tanya Nile, Chaterine menggeleng kan kepala nya sambil menundukkan kepalanya.


"pergilah temui dia sebelum ke Jerman!"seru , Chaterine hanya mengangguk saja sebagai jawaban nya.


"tidak perlu takut, mereka tidak akan berani melukai mu selama kami ada di samping mu." timpal Marcell.


setelah selesai berbicara mereka pergi ke luar dari restoran tersebut. tepat saat Chaterine berdiri di samping Nile. tapi tiba-tiba anak buah nya Nile menghampiri nya dan mendorong tubuh Chaterine hingga dia terjatuh.


"apa kamu baik-baik saja sayang?"tanya Leon dengan cemas, Chaterine menggelengkan kepalanya.


bugh

__ADS_1


bugh


bugh


Nile memukuli anak buah nya tanpa ampun, sang asisten pribadi yang melihatnya segera menghentikan nya.


"berani nya kamu mendorong nya."teriak Nile dengan wajah yang benar-benar marah.


"pecat dia, aku tidak ingin melihat wajahnya lagi”timpal nya.


"baik tuan, dan kamu ikut dengan ku."


"apa kamu baik-baik saja florist?" tanya Nile


"aku baik-baik saja, kamu tidak perlu memecatnya."jawab Chaterine yang berusaha untuk tersenyum.


"orang yang sudah melukai mu dengan sengaja atau tidak, mereka tidak pantas berada di samping ku."ujar Nile dengan tegas.


"Nile, tapi dia tidak mengenal ku dan sepertinya dia orang baru, jangan pecat dia ya."timpal Chaterine


"baiklah, jika itu permintaan mu."


disisi lain asisten pribadi Nile memarahi kecerobohan anak buah nya tadi.


"apa kamu tahu siapa yang sudah kamu dorong tadi?"tanya aries dengan marah.


"dia adik angkat para tuan muda tapi kamu sudah berani mendorong nya tepat di hadapan tuan muda dan sepertinya kamu akan di pecat, tuan hanya akan berubah jika nona kecil yang memintanya."timpalnya, sangat di sayangkan jika dia harus kehilangan anak buah yang bisa di andalkan dan di percaya.


"kak aries"panggil Chaterine


"no- nona kecil"


"kak aries, bawa dia kerumah sakit untuk di obati dan aku juga sudah meminta kak Nile untuk tidak memecatnya."ujar Chaterine dengan tersenyum, aries dan anak buah nya saling pandang satu sama lain. apa mungkin nona nya mendengar perkataan mereka tadi.


"ada apa?"tanya Chaterine saat melihat ekspresi wajah mereka yang terlihat takut.


"terima kasih nona, tolong maafkan saya."ujar anggota nya Nile, Chaterine mengangguk kan kepala dan segera pergi.


"kak aries, ingat bawa dia ke rumah sakit ya."


"baik nona"jawab Aries dengan sopan dan menundukkan kepalanya,

__ADS_1


"nona tidak pernah berubah sama sekali, pasti tuan besar Wilson sangat bahagia di atas sana saat melihat nona tumbuh dengan baik."batin aries


"dan kamu ingat baik-baik wajah nona jangan sampai kamu melakukan kesalahan lagi, kali ini kamu tidak di pecat karena nona tapi aku tidak tahu lain kali dan pergilah ke rumah sakit untuk mengobati lukamu itu."ujar Aries dan setelah nya ia pergi dari sana dan kembali menuju Nile.


"florist, kami pergi dulu." ujar Marcell, sebenarnya ia masih ingin berlama-lama dengan adik angkat nya tapi ia juga harus segera kembali.


"apa tidak bisa pergi besok saja?"


"tidak bisa princess, kita akan bertemu lagi di Jerman nanti."jawab Marvel dengan mengusap kepala Chaterine dengan penuh kasih sayang.


"eumm baiklah, tapi jangan lupa kirimkan foto yang tadi kepada ku."ujar Chaterine yang mengingatkan mereka agar tidak lupa.


"tentu kami akan kirimkan foto nya nanti, dan lihatlah ini."ujar Marvel sambil menunjukkan wallpaper handphone nya kepada Chaterine, begitu juga dengan yang lainnya.


"jaga dirimu baik-baik, kami tidak ingin mendengar kamu terluka kembali ataupun sakit."timpal Carlos


"iya, jangan lupa Carikan aku kakak ipar." ujar Chaterine dengan tersenyum lebar.


"orang yang akan kami nikahi harus menerima keberadaan mu dan juga menyayangi mu sepenuh hati mereka." ujar mereka bersamaan, mereka tidak ingin melakukan kesalahan kedua kali seperti dulu.


"aku akan merindukan kalian."ujar Chaterine sambil memeluk Carlos, sedangkan yang lainnya juga ikut memeluk Chaterine.


"ck, kalian ini laki-laki kenapa malah memelukku."bentak Carlos, apalagi mereka di lihat banyak orang yang berada di sana.


"ck, kami tidak memeluk mu kami memeluk florist."ujar mereka tidak kalah dengan ketus nya.


hahahah


mereka semua berhenti berdebat dan melihat Chaterine yang tengah tertawa terbahak-bahak, mereka ikut senang melihatnya.


"haha.... kalian tidak pernah berubah."ujar Chaterine di sela tawanya.


"kami seperti ini hanya bersama dengan mu saja."ujar mereka bersamaan, Chaterine menarik nafas nya dalam-dalam dan mencoba untuk tidak tertawa lagi.


"kami pergi, jangan bersedih lagi."ujar Nile sambil memeluk tubuh Chaterine,


saat mereka ingin masuk ke dalam mobil, Chaterine berteriak dan membuat mereka tersenyum lebar mendengar perkataan dari Chaterine.


"kakak, hati-hati di jalan" teriak Chaterine sambil melambaikan tangannya, Nile dengan yang lainnya tersenyum lebar dan membalas lambaian tangan Chaterine.


mereka merasa familiar dengan tingkah laku Chaterine tadi, saat mereka berpisah dengan Chaterine, Chaterine pun juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2