ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 179


__ADS_3

"apa keputusan ku kali ini sudah benar, jika identitas ku di ketahui oleh semua orang maka keluarga ku juga akan dalam bahaya."gumam Chaterine dengan menatap langit-langit di dalam kamar nya.


tok tok tok


Chaterine yang mendengar suara ketukan pintu membuat nya harus bangun dari zona nyaman nya dan membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.


"maaf kan kami nona karena sudah lancang mengganggu waktu istirahat nona."


"tidak masalah, ada apa?"


"kepala pelayan Zurich meminta kami untuk mengantarkan makanan untuk anda."


"masuk lah..."perintah Chaterine, Chaterine berjalan terlebih dahulu dan di ikuti para pelayan di belakang nya. mereka pun segera menata makanan dan minuman di atas meja, setelah selesai mereka berpamitan dengan Chaterine.


"kami permisi nona."


"hmm... terima kasih."


"sama-sama nona,ini sudah menjadi tugas kami untuk melayani anda dengan baik. kami mohon pamit nona."


Chaterine menatap kosong makanan yang berada di depan nya, ia benar-benar sedang tidak berselera untuk makan sore ini.


berbanding Terbalik dengan kelima putranya yang saat ini tengah asyik memakan makanan mereka sambil bermain dengan layar laptop milik mereka.


Chaterine yang tertidur pulas pun dari sore hari kini baru bangun, ia melihat ke arah meja yang masih banyak makanan nya. kemudian ia pergi untuk membersihkan tubuhnya sebelum ia memulai untuk makan, karena tidak ingin membuangnya Chaterine memilih memakan nya walau sudah dingin tetap saja itu terasa enak bagi nya.


setelah selesai makan, Chaterine memutuskan untuk mencari keberadaan kelima putranya, saat dia masuk ke dalam kamar putra nya ternyata mereka sedang asyik bermain dan tidak menghiraukan kedatangan nya. cukup lama Chaterine berdiri di ambang pintu yang memperhatikan wajah bahagia kelima putranya.


"mom."panggil mereka semua bersamaan saat melihat sang mommy di ambang pintu kamar mereka.


"apa yang sedang kalian lakukan sayang?"tanya Chaterine dengan menghampiri Liam yang tengah menatapnya dengan tersenyum.


"main game mom."jawab mereka serentak. Liam duduk di pangkuan sang mommy setelah Chaterine duduk. mereka kembali bermain dengan laptop mereka masing-masing


"apa kita akan tinggal di sini mom?"tanya Liam yang lebih memilih mematikan laptop miliknya.


"untuk satu bulan ini kini akan tinggal di sini baby, setelah itu kita pergi dan kembali lagi ke sini tiga bulan setelah nya."jawab Chaterine sambil mengusap kepala Liam, Luke yang melihat sang mommy hanya mengajak Liam mengobrol membuatnya menjadi kesal.

__ADS_1


"aku mau keluar!"seru Luke dan melenggang pergi, Chaterine tersenyum kecil melihat tingkah putranya yang lainnya.


"Liam sayang, mom pergi dulu ya, sepertinya adik mu sedang marah."


"baiklah mommy."


Chaterine pergi keluar untuk mencari keberadaan Luke, Chaterine berjalan lurus ke arah taman yang berada di mansion tersebut.


banyak pelayan yang melihat Luke berlari ke arah taman.


cup


"apa yang sedang kamu lakukan di sini baby?" tanya Chaterine sambil mencium kening putra nya yang ke empat.


"kenapa mommy di sini?"tanya Luke yang masih merasa kesal, biasanya putra-putra nya tidak akan se sensitive seperti ini.


"apa Luke tidak suka lihat mommy di sini?"bukannya menjawab pertanyaan dari putranya, justru ia melemparkan pertanyaan kepada putra nya yang sedang duduk di depan nya.


"bukankah mommy lebih suka bersama dengan kak Liam, lalu kenapa mommy datang ke sini?" tanpa mereka sadari Liam mendengar semua perkataan dari sang adik, Liam memilih untuk masuk kembali ke dalam kamar nya.


"mommy sayang sama kalian semua dan rasa sayang mommy kepada kalian semua sama sayang, bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti ini?"


"jangan pernah mengatakan seperti ini lagi sayang, jika kakak-kakak kamu yang lainnya mendengar perkataan mu tadi pasti mereka akan merasa sedih, ketiga kakak kamu selama sudah banyak mengalah untuk kalian berdua.mengerti baby."


"maaf mom, Luke salah."


"it's okay baby, ayo masuk kembali lagi sayang."


Lucas memperhatikan ekspresi wajah adik keduanya yang seperti nya sedang sedih dan murung, tetapi apa yang membuatnya sedih.


ceklek


"ada apa Liam?"tanya Chaterine saat melihat wajah putra ketiga nya sedang terlihat sedih dan murung, Chaterine menghampiri Liam yang hanya menundukkan kepalanya.


"Liam hanya lelah mom, Liam mau istirahat dulu."jawab Liam dan menghindari sentuhan dari sang mommy, Chaterine melihat ke arah ketiga putranya yang lain tetapi mereka menggelengkan kepalanya.


"sayang apa kamu sakit?"tanya Chaterine dengan khawatir, biasanya Liam tidak akan bersikap seperti ini kepada nya.

__ADS_1


"bisakah mom membiarkan Liam untuk istirahat dan jangan ganggu Liam."teriak Liam di balik selimut.


"baiklah maafkan mommy yang sudah mengganggu waktu istirahat mu."ujar Chaterine dengan sedih, ia lebih memilih untuk pergi saat ini dan sepertinya suasana hati putranya sedang dalam keadaan buruk.


Luke melihat wajah sang mommy yang sedih sangat marah kepada sang kakak, bahkan sang mommy hampir menangis tadi karena mendengar teriakkan dari Liam.


"apa kamu sedang memiliki masalah Liam?"tanya Lucas dengan dingin,


"kak Liam, kakak lu sedang berbicara dengan mu."teriak Luke dengan menarik paksa selimut Liam. sedangkan Liam memilih berpura-pura tidur saja.


Chaterine yang telah kembali ke dalam kamar nya memandang kosong keluar jendela dengan tatapan kosong.


"hmm, sepertinya Liam mendengarkan obrolan kamu tadi. aku harap mereka tidak akan berkelahi."gumam Chaterine, kini pandangan matanya tertuju ke bawah tempat dimana semua kota negara Xia terlihat kecil dari atas.


"resiko tinggal di tempat yang paling tinggi di negara Xia, semuanya terlihat sangat kecil dari atas ini kecuali gedung tinggi itu. kenapa aku merasa saat ini sedang tinggal di atas gunung sedang kan mereka tinggal di bawah gunung nya."


Chaterine kembali masuk dan merebahkan tubuhnya dan tidak butuh waktu lama ia terlelap dalam tidurnya, sedangkan Liam yang merasa bersalah kepada sang mommy justru tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Liam memilih untuk pergi ke dalam kamar sang mommy. sudah beberapa kali ia mengetuk pintu kamar sang mommy tetapi sepertinya sang mommy sudah tidur.


ceklek


"Liam, ada apa baby?"tanya Chaterine, ia memang sudah tertidur tetapi terganggu mendengar suara ketukan pintu dari luar.


"Liam ingin tidur dengan mommy apa boleh?" tanya Liam, sedangkan Chaterine tersenyum kecil mendengar nya.


"masuk lah baby."Chaterine membantu Liam untuk naik ke atas tempat tidurnya, kemudian ia juga ikut naik ke atas ranjang nya.


"maaf mom,"


"kenapa Liam meminta maaf kepada mommy? apakah Liam berbuat salah dengan mommy?"


"iya, Liam sudah membuat mommy bersedih, Liam juga salah karena sudah berteriak di depan mommy."


"apakah tadi Liam mendengar pembicaraan mommy dengan Luke?"tanya Chaterine, Liam mengangguk kan kepala nya.


"it's okay, mommy tidak marah kepada Liam."jawab Chaterine sambil mengusap kepala putranya.

__ADS_1


__ADS_2